
Keesokan paginya,
Naya memilih untuk membantu bibi dan pelayan lainnya memasak. Selama di rumah Nathan, ia memang sering belajar masak. Dan ia senang melakukannya. Nathan menghampirinya tiba-tiba dan menyuruh semua pelayan untuk pergi terlebih dulu.
" Tadi malam kau kemana? kenapa tak tidur dikamar kita?" tanya Nathan.
" Kau yang mengusirku dari kamar itu" jawab Naya masih sibuk mengiris sayuran.
Nathan menarik paksa Naya dan membuat jari Naya terkena pisau. Naya tetap tenang dan mencuci tangannya dengan air.
" Kau ini bisa ngga sih ngga kasar?" tanya Naya marah.
Nathan sebenarnya khawatir dengan Naya tapi ia tak menunjukkannya. Ia tetap diam melihat Naya mengobati lukanya sendiri.
" Apa yang kau mau dariku? Apa kau ingin hartaku?" tanya Nathan dan membuat Naya membeku seketika.
Naya menoleh ke arah Nathan dengan ekspresi sangat marah.
" Aku tidak serendahan itu Nathan" ucapnya geram.
Naya meninggalkan Nathan dan pergi ke dari sana tapi Nathan langsung menyeretnya masuk ke dalam kamarnya. Bella dan nenek yang melihatnya terkejut dengan perbuatan Nathan yang marah sama Naya. Bella yang melihatnya hanya tersenyum paus.
" Nenek lihat kan dia selalu membuat Nathan kesal" ucap Bella memanas-manasi nenek.
" Sudah biarkan saja, nenek yakin Nathan akan segera memecatnya" ucap Nenek.
" Nenek kapan aku dan Nathan akan bertunangan?" tanya Bella sambil mengandeng lengan nenek.
" Nenek akan memikirkan cara terlebih dulu, agar Nathan mau bertunangan secepatnya" jawab nenek.
" Terima kasih nenek"
Nathan lagi-lagi kembali menciumi Naya dengan sangat kasar. Tapi, kini Naya hanya diam tak berkata-kata maupun menolak sedikitpun. Nathan mulai melepas baju Naya dan Naya cuma memejamkan matanya dengan diam menahan tangis.
Nathan mulai menciumi Naya. Ia bahkan sudah meraba kewanitaan Naya dengan tangannya. Nathan melakukannya dengan sangat kasar sehingga Naya meneteskan air matanya.
" Nathan hentikan" teriak Naya menahan sakit.
Nathan tidak mendengar ucapan Naya. Ia terus saja memainkan tangannya dengan sangat kasar di **** ********** Naya sampai Naya hanya bisa mengeliat menahan sakit. Setelah itu Nathan memasukkan kepemilikannya dan meniduri Naya.
__ADS_1
Entah apa yang Naya rasakan, ia tak merasa senang sedikit pun Nathan melakukannya. Ia memang rindu sentuhan dari suaminya tapi tidak dengan cara seperti itu yang ia harapkan. Selesai melakukannya, Naya hanya tidur membelakangi Nathan. Ia terus menangis menahan kekesalannya pada Nathan. Nathan terus memperhatikannya tapi ia tak berbicara apapun.
Kenapa aku selalu ingin menyentuh dan melakukan itu padanya. Tapi, aku sungguh tak punya perasaan padanya. Dia sangat asing bagiku. Gumam Nathan.
Di bawah, Bella selalu mencari perhatian Nathan. Tapi, sama sekali tak dihiraukan olehnya.
" Nathan, kau tak bosan dirumah terus? Nenek ingin pergi jalan-jalan" ucap nenek.
" Kemana nek?" balas Nathan.
" Ayo kita ke mall saja. Nenek ingin belanja dan jalan-jalan disana." ajak Nenek.
Nenek, Nathan dan Bella pergi bertiga. Nathan yang menyetir mobilnya dan Bella di bangku sampingnya. Naya yang melihatnya hanya bisa menahan kekesalannya.
Dasar brensek, kau selalu tidur denganku tapi kau tak pernah mau mengakuiku sebagai istrimu di depan nenekmu. Gumam Naya kesal.
" Nathan, kapan kau akan bertunangan dengan Bella. Nenek harap kau segera bertunangan sebelum nenek kembali ke Amerika" ucap Nenek disela-sela makannya.
" Aku tidak ingin melakukannya nek" jawab Nathan.
" Kenapa kau tidak ingin melakukannya, apa kau akan hidup sendirian sampai kau tua?" tanya nenek.
" Kalian hanya perlu bertunangan. Pernikahannya kita adakan setelah kamu lulus nanti"
" Tidak nek, jika nenek mengajakku pergi hanya untuk membahas ini lebih baik kita pulang sekarang" ucap Nathan dengan nada kesal.
Selama di rumah Nathan, Bella memang selalu sengaja berpakaian agak terbuka supaya Nathan tertarik melihatnya. Ia bahkan selalu mengikuti kemana pun Nathan pergi. Dan Nathan menurutinya dengan bujukan nenek.
Saat nenek tidak ada di sana,,
Bella dengan sengaja pura-pura jatuh di hadapan Nathan sehingga Nathan menolongnya.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Nathan.
" Aku seperti ya tidak bisa berjalan" ucap Bella sambil merangkulkan tangannya di leher Nathan dan pura-pura tak bisa berjalan.
Naya yang melihatnya langsung menarik Bella menjauh dari Nathan dan menghempaskannya. Bella sontak marah dan lupa kalau dirinya sedang berpura-pura tidak bisa berjalan.
" Apa-apaan kau ini. Kau selalu mengangguku dengan Nathan" ucap Bella kesal.
__ADS_1
" Dasar wanita tidak punya harga diri" ucap Naya tak mau kalah.
" Apa kau bilang,,," ucap Bella ingin menampar Naya tapi di tahan oleh Nathan.
" Kau sudah tidak sakit lagi Bella? Kakimu sungguh luar biasa. Bisa sembuh hanya dalam beberapa detik" ucap Nathan ketus dengan nada menyindir dan pergi meninggalkan mereka.
Bella sadar bahwa penyamarannya sudah terbongkar. Ia merasa sangat kesal dengan Naya yang masih berdiri tak jauh darinya.
" Jangan sekali-kali menyentuh Nathan. Kau sungguh menjijikkan Bella" ucap Naya geram.
Bella yang kesal langsung mendorong tubuh Naya dan membuatnya terjatuh. Nathan menoleh melihat perkelahian antara mereka ternyata masih berlanjut. Ia menghampiri Naya dan mengendongnya naik ke kamar. Bella yang melihatnya hanya bisa menahan kekesalannya.
Nathan menurunkan Naya di ranjang dan mengecek luka di tubuh Naya.
" Aku tidak kenapa-kenapa" ucap Naya menjauhkan tangannya yang sedang di pegang Nathan.
" Kenapa kau selalu membuat masalah dengan Bella" ucap Nathan.
" Memangnya ada istri yang rela melihat suaminya digoda wanita lain" jawab Naya.
" Kau selalu pergi bersamanya dan nenek. Dan bahkan kau tak pernah mengajakku sama sekali" ucap Naya kesal.
" Kau juga selalu pergi bersama Rio. Bahkan bertemu dan bermesraan di rumahku. Apa itu juga adil bagiku?" ucap Nathan.
Memang beberapa hari ini Rio selalu mengunjungi Naya di rumah Nathan. Rio selalu khawatir dengan kondisi Naya dan mencoba untuk menghiburnya. Dan Naya ia senang dengan keberadaan Rio, karna hanya dia yang tau perasaannya saat ini.
" Apa kau cemburu?" tanya Naya.
Nathan tidak menjawab pertanyaan itu dan berlalu meninggalkannya.
" Katakan padaku apa kau cemburu Nathan" ucap Naya kembali dengan nada sangat kesal.
" Tidak, aku tidak cemburu sama sekali. Aku bahkan tidak pernah ingat bahwa aku pernah memiliki perasaan terhadapmu." Jawab Nathan.
" Kenapa kau selalu menyentuhku jika kau bahkan tak menyukaiku. Kau sungguh menjijikkan." teriak Naya.
" Jaga mulutmu, aku berhak melakukannya karna kau adalah istriku" teriak Nathan.
" Ceraikan aku sekarang juga Nathan. Aku tidak sudi kau menyentuhku lagi. Ceraikan aku Nathan" teriak Naya pada Nathan yang berlalu pergi.
__ADS_1
Nathan memilih meninggalkan Naya dan pergi dari kamarnya. Ia tidak rela menceraikan Naya meskipun ia tak mengingat siapa Naya di hidupnya.