
Naya kembali ke kamar tamu dan tiba-tiba Nathan menghampirinya.
" Kenapa kau tidur disini?" tanya Nathan.
" Memangnya kenapa? Apa kau ingin tidur denganku Nathan?" tanya Naya dengan Nada sangat manis.
" Tidak," jawab Nathan dan membanting pintu kamar Naya.
Nathan tak bisa tidur semalaman, ia terus memikirkan hubungan Naya dengan Rio. Dan juga sebenarnya ia sudah mulai mencintai Naya meskipun ia belum ingat tentang Naya. Nathan akhirnya pergi ke kamar Naya dan tidur di sampingnya.
" Kenapa kau kemari?" tanya Naya tiba-tiba membuka matanya.
" Tidurlah jangan banyak bicara" jawab Nathan sambil memeluk Naya.
Paginya, telfon Naya berbunyi.
Naya bangun terlebih dulu dan mengangkatnya. Telfone dari nenek.
" Hallo nek" ucap Naya masih dengan suara ngantuk.
" Kapan kau akan pulang, ini sudah seminggu libur semester dan kau belum juga pulang" ucap Nenek di seberang sana dengan nada kesal.
Naya menatap ke arah Nathan yang masih tertidur dan meninggalkannya untuk mengangkat telfone itu di kmar mandi.
" Nek, dengarkan aku. Disini sedang ada masalah. Nathan bary saja kecelakaan dan dia hilang ingatan." jelas Naya.
" Apa? kay serius? kenapa tidak menghubungi nenek dari kemarin" ucap nenek.
" Aku tidak ingin nenek khawatir. Dia baik-baik saja tapi dia sama sekalir tidak mengingatky dan hanya aku" jelas Naya sedih.
" Bawa dia pulang kemari. Dia akan mengingat nenek." ucap nenek.
" Nenek Nathan masih disini, dia datang dari Amerika dan kita tak bisa kemana-mana"
" Baiklah kalau begitu. Pulanglah kalau Nathan sudah sembuh" jawab nenek pada akhirnya.
Mereka sarapan berempat seperti biasa. Bella lagi-lagi mencari perhatian Nathan tapi kali ini Naya tidak mempedulikannya. Nathan yang merasa Naya cuek padanya langsung merasa kesal dan tidak suka.
" Nenek, aku mau menikah" ucap Nathan tiba-tiba.
Semua orang yang ada disana langsung terkejut.
" Benarkah Nathan, apa kau sudah setuju menikah dengan Bella?" tanya nenek antusias.
" Bukan Bella nek, tapi Naya" jawab Nathan.
" Apa!! nenek tidak setuju"
" Nathan kenapa harus Naya?" tanya Bella kesal.
" Aku dan Naya sudah menikah sebelum ini. Tapi, karna aku melupakannya jadi aku tidak ingat kapan aku menikah" jelas Nathan.
__ADS_1
Nenek dan Bella semakin syok mendengarnya.
" Apa kalian serius?" tanya nenek.
" Dia adalah istriku nek, selama ini dia bukan perawatku tapi istriku" jelas Nathan lagi.
" Nenek tidak mau mendengar lagi, nenek sangat kecewa padamu Nathan" ucap nenek lalu pergi meninggalkan meja makan diikuti dengan Bella.
Naya menatap ke arah Nathan. Entah apa yang harus ia katakan, Naya hanya diam tak bisa berkata-kata lagi.
" Ayo kita menikah lagi" ucap Nathan pada Naya yang sedang menatapnya.
" Kau serius Nathan?" tanya Naya memastikan.
" Aku serius" jawab Nathan.
Nenek dan Bella masuk ke kamar nenek. Nenek sangat marah dan kecewa.
" Nenek jangan biarkan ini terjadi" ucap Bella.
" Tapi mereka sudah menikah Bella"
" Mereka bisa saja menipu kita nek, Bella saja tidak tau kalau mereka sudah menikah" ucap Bella.
" Nek aku punya ide," ucap Bella sambil membisik-bisikkan sesuatu pada nenek dan nenek langsung tersenyum.
" Itu ide yang bagus" balas nenek.
Nenek di luar memanggil-fnyakannya.
" Ada apa nek?" tanya Naya pada nenek.
" Dimana Nathan, nenek dari tadi mencarinya tidak ada"
" Mungkin sedang keluar" jawab Naya.
" Bella juga tidak ada, apa mungkin dikamarnya" ucap nenek dan langsung menuju kamar Bella.
Nenek pura-pura berteriak dan terkejut membuat Naya menghampirinya.
" Apa yang sudah kalian lakukan?" tanya nenek.
" Nenek aku dan Nathan.." jawab Bella terbata-bata sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Kalian harus segera menikah, nenek tidak mau tau" ucap nenek.
Naya yang melihatnya langsung menangis dan pergi begitu saja. Sedangkat Nathan dia masih tak sadarkan diri.
Naya pergi dari rumah Nathan. Ia langsung memutuskan ke bandara dan pulang ke kotanya. Selama perjalanan ia terus saja menangis.
Nathan kau sungguh tega padaku. Kau bahkan tidur dengan wanita lain. Aku tak terima, ini sungguh menyakitkan. Batin Naya.
__ADS_1
Naya pulang ke rumah nenek dan terus menangis memeluk nenek.
" Kenapa? apa yang terjadi padamu? Apa Nathan menyakitimu?" tanya nenek.
" Nini, dia sungguh kejam. Dia tidur dengan wanita lain di rumahnya sendiri dan aku melihatnya dengan mataku sendiri" ucap Naya.
" Apa benar Nathan seperti itu?, Mungkin saja Nathan dijebak" jelas nenek.
" Aku tetap tidak terima nini, itu sangat menyakitkan" jelas Naya.
Naya menangis di kamarnya setiap saat dan terus memikirkan tentang Nathan yang menghianatinya.
Disisi lain, Nathan baru saja sadar. Ia melihat dirinya sudah berada di kamar Bella dan telanjang dada. Nathan tidak mengingat apa pun. Tapi, ia yakin tidak melakukan apa pun pada Bella. Nathan keluar dari kamar Bella dan menemukan nenek dan Bella sedang duduk di depan.
" Nathan, kau sudah bangun?" tanya Bella.
" Kalian harus segera menikah. Nenek tidak mau tau, kau telah berani tidur dengan Bella sebelum menikah seperti ini" ucap Nenek.
" Nenek aku tidak melakukan apa pun" ucap Nathan.
Ia langsung tersadar rencana dibalik semua itu, Nathan berlari mencari keberadaan Naya tapi tak menemukannya. Ia bertanya pada pelayan di sana tapi tidak ada satu pun yang menjawabnya.
" Pak Yanto, apa kau lihat Naya?" tanya Nathan menghampiri pak Yanto sopirnya yang duduk di luar.
"Tadi dia jalan keluar rumah dengan membawa tas dan naik taksi. Pas saya nanya mau kemana katanya mau ke kos temannya" jawab pak Yanto.
Siall Batin Nathan frustrasi.
Nathan langsung menghubungi Rio.
" Apa kau tau dimana kos temannya Naya?" tanya Nathan dengan nada khawatir.
" Ada apa? apa Naya kabur dari rumahmu?" tanya Rio balik.
" Iya tadi ada salah paham, katanya dia pergi ke rumah temannya" ucap Nathan.
Rio langsung mengirim alamat kos Tita atau kos Naya dulu.
Nathan langsung menghampiri ke kos Naya dengan mobilnya sendiri tapi disana tidak ada Tita yang ada hanya Rio yang sudah menunggunya.
" Tita sudah pulang di kotanya selama liburan ini. Aku tidak tau lagi temannya selain Tita" ucap Rio saat Nathan datang.
" Aku menghubungi nomornya daru tadi tidak di angkat" ucap Nathan.
" Aku juga tidak, apa mungkin dia pulang ke kotanya?" ucap Rio menebak-nebak.
" Apa kau tau asalnya dari mana? tanya Nathan.
" Tidak, tanyakan saja pada Tita. Ini nomornya. Aku tidak mau menanyakannya padanya karna dia pasti tidak akan membalasky" ucap Rio.
Nathan langsung menghubungi Tita dan menanyakan rumah Naya. Tapi, Tita tak memberitahukannya karna sebelumnya Naya sudah memberitahukannya dan jangan memberi taukan keberadaannya pada Nathan maupun Rio.
__ADS_1
Nathan akhirnya pergi dengan Rio dan menceritakan semua hal yang terjadi padanya. Rio yang mendengarkannya pun tak bisa berkata apa-apa karna nenek Nathan memang sudah sangat keterlaluan.