
Terlihat dua mobil yang saling berlawanan arah. Mobil tersebut dikendara oleh sepasang suami istri dengan anak laki-lakinya dan disisi lain dikendarai oleh sepasang suami istri dengan anak perempuannya. Mobil yang dikendarai keluarga dengan anak laki-laki tiba-tiba hilang kendali dan menabrak mobil yang dikendarai keluarga anak perempuan. Kecelakaan antara 2 mobil itu terjadi dimalam hari dijalan yang sangat sepi.
Anak laki-laki tersebut selamat dari kecelakaan, ia membangunkan kedua orang tuanya tapi mereka sudah meninggal dunia.
“ Pa, Ma.. Maaa Paa bangun Mama Papa” teriak anak laki-laki mencoba membangunkan kedua orang tuanya.
Disisi lain, mobil anak perempuan sudah terbalik, anak perempuan berteriak minta tolong dari dalam mobil. Anak laki-laki tersebut berlari dan mencoba membuka pintu mobil anak perempuan tapi tak bisa dan akhirnya ia memecahkan kaca mobil anak perempuan. Lalu ia mencoba mengeluarkan anak perempuan itu dari dalam mobil dan membawanya menjauh karna ia tau sebentar lagi mobil itu akan meledak.
“ Papa mamaku masih didalam” teriak anak perempuan melepaskan tangannya dari gengaman tangan anak laki-laki dan menangis mengetuk-ngetuk pintu mobil orang tuanya yang masih tersadar tapi lukanya sangat banyak.
“ Menjauh dari sini” teriak anak laki-laki menarik anak perempuan menjauh dari mobil. Beberapa saat kemudian mobil orang tua perempuan meledak. Kedua anak tersebut menangis dengan saling berpelukan dengan darah yang sangat banyak berluluran di tubuh mereka.
Beberapa kendaraan lewat tak lama kemudian dan mereka bergegas untuk menolong.
“ Mama papa” teriak anak perempuan itu melihat mobilnya sudah terbakar hebat.
Dirumah sakit,,
" Dokter bagaimana kondisi cucu saya?" ucap seorang nenek yang baru saja datang dan masuk ke dalam ruangan.
" Mereka sudah baik-baik saja. Tapi kejadian itu masih membuat mereka sangat syok" penjelasan Dokter pada nenek itu.
Nenek itu lalu menghampiri cucu perempuannya yang berbaring berdampingan dengan ranjang anak laki-laki.
" Kamu baik-baik saja sayang. Nenek sangat mengkhawatirkanmu" ucap nenek itu memeluk cucu perempuannya.
" Aku sudah tidak apa-apa nek. Dia yang menyelamatkanku (menunjuk anak laki-laki)." Nenek menoleh ke anak laki-laki diranjang sebelah.
" Nenek mama dan papa sudah meninggalkanku" ucap anak perempuan sambil menangis.
" Nenek akan menjagamu sayang. Jangan khawatir doakan saja orang tuamu tenang di alam sana" ucap nenek menenangkan cucunya.
__ADS_1
Nenek lalu menghampiri anak laki-laki dan berbicara dengannya.
“ Terima kasih sudah menolongnya. Apa kamu juga korban dari kecelakaan itu?" tanya nenek.
" Orang tuaku juga meninggalkanku nenek" ucap anak laki-laki itu.
" Nenek berhutang nyawa padamu, apa yang kau inginkan? Nenek akan memberikannya padamu” ucap nenek pada anak laki-laki tersebut sambil memeluknya.
“ Aku tidak menginginkan apa pun nek” jawab anak laki-laki itu.
Tak lama kemudian datanglah 3 orang laki-laki dengan pakaian sangat rapi ke dalam ruangan itu dan menghampiri anak laki-laki dan membawanya pergi dengan kursi roda.
“ Tunggu sebentar,," cegah nenek pada orang-orang yang membawa anak laki-laki itu pergi.
" Pakailah kalung ini. Suatu saat aku akan mengenalimu dengan kalung ini. Jika kau menginginkan sesuatu dari nenek suatu saat nanti. Nenek akan mengabulkannya, Nenek berjanji padamu.” ucap nenek melepaskan kalungnya dan dipasangkan di leher anak laki-laki.
“ Nenek aku akan mengingat wajahmu suatu saat nanti. Aku harus pergi sekarang. Selamat tinggal nenek." ucap anak laki-laki itu dan berlalu pergi.
2020,
kring kringg
Suara alarm berbunyi, seorang wanita terbangun dari tidurnya sambil mematikan alarmnya. Ia menggeliat sejenak dan setelah itu duduk dengan mata yang masih terasa ngantuk dan sesekali membuka mulutnya lebar-lebar yang langsung ditutupi dengan salah satu tangannya. Setelah benar-benar sadar ia menatap foto kedua orang tuanya yang terpajang diatas meja di samping tempat tidurnya. Wanita tersebut adalah Naya. Anak perempuan yang selamat dari kecelakaan 10 tahun lalu.
Naya beranjak dari ranjangnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Selesai mandi, ia langsung berdandan dengan sangat cantik dan melihat pantulan dirinya sendiri di depan cermin.
“ Kau memang sangat cantik Naya” ucapnya membanggakan diri di depan cermin.

Ketukan pintu kamar membuatnya harus mempercepat langkahnya untuk bersiap ke kampus.
__ADS_1
“ Naya buruan kita sudah telat ini, dosenku sangat killer hari ini” teriak Tita dari balik pintu. Tita adalah sahabat Naya sejak masuk kuliah. Ia adalah teman satu kos dan juga satu prodi dengan Naya.
“ Tunggu sebentar aku sedang memakai sepatu” jawab Naya dengan terburu-buru.

Dikampus,,
Saat Naya dan Tita masuk ke dalam kantin, tatapan mereka langsung tertuju pada sosok laki-laki yang menjadi pusat perhatian semua orang disana. Siapa lagi kalau bukan Nathan. Nathan adalah cowok paling populer di kampus karna wajahnya yang sangat tampan. Selain itu, dia juga sangat kaya raya. Tak heran jika dia menjadi bahan haluan semua cewek yang ada di kampus, termasuk Naya. Nathan adalah anak laki-laki yang selamat 10 tahun lalu. Kini Nathan sudah menjadi ahli waris dari perusahaan yang di bangun oleh orang tuanya.
Nathan sedang makan dengan sahabat dekatnya yaitu Rio. Selain sama-sama tampan mereka juga sama-sama dari keluarga konglomerat. Mereka berteman sejak dari SMP dimana persamaan nasib mempertemukan mereka dan membuat keduanya sangat dekat dan bersahabat sampai sekarang.
“ kita duduk disana saja, aku akan duduk terlebih dulu biar tidak ada yang mendudukinya dan kau bawakan makanan dan minumanku kalau sudah jadi” ucap Tita menunjuk bangku di dekat meja Nathan dan Rio duduk.
Saat membawa makanan untuk Tita dan dirinya, Naya melewati tempat duduk Nathan. Rio yang tertarik dengan wajah Naya langsung memperhatikannya sampai Naya terduduk. Nathan duduk membelakangi Naya sehingga ia tak melihatnya sama sekali.
Naya dan Tita terus saja mencuri pandang ke arah Nathan dan Rio. Rio yang sedari tadi juga mencuri pandang ke arah Naya menangkap basah Naya juga memperhatikannya diam-diam.
“ Kenapa duduk disini sih, wajah Nathan tidak kelihatan. Hanya punggungnya saja yang terlihat” ucap Naya pada Tita dengan nada yang sedikit kesal.
“ Apa kau liat, semua meja penuh saat kita datang ke sini. Hanya ini satu-satunya harapan kita. Lumayan bisa melihat wajah Rio hahaa, dia juga tampan seperti Nathan.” Jawab Tita terus menatap ke arah Rio.
Selesai makan, Nathan dan Rio pergi dari kantin. Naya dan Tita terus memandangi mereka sampai mereka melewatinya. Rio berhenti di depan meja Naya dan membuat Naya maupun Tita langsung membeku dan memanglingkan pandangannya ke arah lain.
“ Siapa namamu nona?” tanya Rio mengulurkan tangannya pada Naya.
Naya terkejut dibuatnya. Dengan ragu-ragu ia membalas uluran tangan Rio dengan senyum yang sangat lebar.
“ Naya”
“ Aku harap kita bisa bertemu lagi, apa aku boleh meminta nomormu?,” ucap Rio mengulurkan ponselnya pada Naya.
__ADS_1
Naya langsung mengisi nomor telefonnya pada ponsel Rio.