Necromancer

Necromancer
CHAPTER 10


__ADS_3

"Anda memerlukan senjata? kalau begitu saya bisa merekomendasikan satu toko. "


Teman onee--san resepsionis Luna memberitahu tentang sebuah toko senjata. Mereka adalah yang mengelola semua senjata yang disimpan di guild.


Saya juga bisa mendapatkan potongan harga jika ditunjuk melalui guild. Berkat petunjuk onee-san itu, saya sampai ke toko yang dimaksudkan.


Di depannya tertulis toko senjata 'Bonta', terletak di ujung jalan di distrik komersial. Saya dipahami toko ini dimiliki oleh dua orang kurcaci bersaudara. Kualitas produk mereka juga sangat bagus dan harga yang ditetapkan sesuai untuk petualang.


Ketika saya tiba di toko, bunyi ketukan besi terdengar sampai ke luar. Mengetahui ada orang didalam, saya memasuki toko tersebut.


Memang ada banyak senjata bermula dari tombak, pedang, kapak, panah, tameng dan sebagainya di dalam toko itu. Kemudian saya melihat ada seorang kurcaci muda berpakaian sederhana menghampiri saya.


Dia tidak berjenggot? mungkin karena masih muda. Selain itu penampilannya sama seperti manusia pada umumnya kecuali tinggi tubuh.


"Bon? bon…bon. "


Eh? apa yang cuba dikatakan? pada saat itu saya mula ragu memasuki toko yang salah. Tetapi petunjuk yang diberikan oleh onee-san itu … yang membawa saya kesini.


Tunggu dulu mungkin ini toko yang benar, lagi pula sepanjang perjalanan saya ke tempat ini tidak ada toko senjata yang lain.


Lalu bagaimana dengan kurcaci yang bersuara aneh yang saya lihat ini. Apakah itu bahasa kurcaci? jika benar bagaimana saya bisa memahami apa yang dikatakan.


Atau sekadar hobi aneh?


"Bon, apakah ada pelanggan yang datang? "


Bunyi ketukan berhenti dan saya mendengar suara seseorang yang sedikit serak. Keluar seorang lagi kurcaci yang terlihat sedikit tua dengan rambut tebal dan hampir tidak memiliki jenggot. Bukankah mereka memiliki jenggot seperti kakek-kakek?


Mungkin itu sudah terbakar terkena api ketika memalsukan senjata. Saya mengkonfirmasi maklumat yang diberikan onee-san itu benar dengan ciri-ciri dua orang kurcaci. Tetapi…


"Bon…bon…bon. "


Kurcaci muda yang berbicara aneh melihat ke arah kurcaci tua itu sambil menunjukkan ke arah saya dan melompat-lompat. Menyadari pandangan saya ke arah kurcaci lebih muda, kurcaci tua itu menghentikan tingkah aneh kurcaci muda itu.


"Ah, maaf. Saya dipanggil Talz seorang kurcaci sekaligus pemilik bengkel ini. Dan dia adalah adikku, namanya Bon, dia tidak bisa berbicara tetapi dia sangat bisa di andalkan. "


Jadi nama didepan toko adalah nama masing-masing dari mereka. 'Bon' adalah untuk Bon dan 'Ta' adalah Talz.


[Tidak mengapa, nama saya Theo seorang petualang. Senang bertemu dengan kalian.]


Setelah saya mengatakan hal itu, kurcaci tua itu tertawa dengan kuat sambil menampar bahu saya. Apakah anda tahu, saya merasakan sakit dari tamparan anda?


"Pertama kalinya aku melihat seseorang yang memperkenalkan dirinya dengan sopan. "


[Benarkah? bukankah Bagus berbicara dengan sopan?]


"Itu memang Bagus untuk berbicara dengan sopan tetapi tidak bagi petualang. Lupakan hal itu, urusan apa yang membawamu ke sini? "

__ADS_1


[Itu benar, saya direkomendasikan oleh guild untuk ke sini.]


"Begitu…jadi senjata apakah yang anda gunakan? "


[Pedang dengan satu mata, sisi yang tipis, panjang dan melengkung dengan gagang yang bisa dipegang dengan dua tangan.]


"Pedang bermata satu? saya belum pernah mendengar tentang itu. Apakah itu ciri-ciri senjata dari tempat anda? "


[Sepertinya begitu, apakah tidak ada satu di toko ini?]


"Maaf…kami tidak memiliki yang seperti itu. Bahkan di seluruh negara ini juga mungkin tidak bisa menemukan senjata yang anda sebutkan. "


[…]


"Anda bisa memberikan gambaran tentang produk yang anda sebutkan. Saya mungkin bisa membantu anda sedikit. "


[Benarkah lalu saya akan menjelaskan secara terperinci. Akan lebih Bagus jika saya bisa melukisnya.]


Harga kertas sangat mahal, jadi saya hanya bisa menjelaskan kepada Talz tentang ciri-ciri dan bentuk katana secara lebih mendalam. Setelah lama menjelaskan, Talz memahaminya dan akan mencoba membuat satu dan meminta saya datang kembali enam hari kemudian.


Karena ini adalah jenis senjata yang baru saja dia ketahui akan mengambil masa untuk membuatnya.


[Terima kasih karena telah mendengarkan saya.]


"Tidak masalah, lagi pula ini adalah sebuah inspirasi dan pelajaran yang Bagus bagi seorang pandai besi. Benarkan Bon? "


Sebelum pergi saya membeli satu pisau pembongkaran seharga 300 koin perak dan satu pisau tempur 700 koin perak. Dengan potongan harga sebanyak 5% saya mendapatkan kedua peralatan itu seharga 950 koin perak.



Di sebuah bar yang gelap,


"Apakah masih tidak menjumpainya? kalian hanya mencari seseorang, mengapa memerlukan waktu yang lama. "


Seseorang sedang memarahi beberapa orang yang terlihat seperti bawahannya. Dia terlihat sangat kesal dengan sikap bawahannya yang tidak kompeten dalam menjalankan tugas yang diberikan.


"Maaf bos, orang itu bijak melarikan diri. Kami telah mengikutinya beberapa kali tetapi sering kehilangan dia. "


Bangg!! (meja terbang)


Para bawahan segera menundukkan kepala mereka untuk mengelak daripada terkena meja terbang itu.


"Itu bermakna kalian tidak berguna, pergi sekarang dari hadapanku dan jangan kembali tanpa hasil. "


Kelompok bawahan segera pergi setelah menerima ancaman dari atasan mereka. Kali ini mereka tetap dipaksakan dengan tugas yang sama walaupun telah gagal beberapa kali.


"Kau tidak perlu begitu marah terhadap mereka, lagi pula bukankah kau juga gagal menemukan orang itu. "

__ADS_1


Setelah kelompok bawahan pergi, muncul seorang wanita disebalik kegelapan. Tanpa menujukkan wajahnya dia berkata sambil mengejek sosok atasan itu.


"Lera, apa urusanmu datang ke sini? "


"Gladz, kau bukan saja kehilangan dia, tetapi membuatkan posisi kita di kota ini terancam. "


"Itu…kita akan segera menemukan dia. Aku telah mengerahkan lebih banyak orang untuk mencari orang itu.


"Kau memandang remeh perkara ini? banyak orang yang kita gunakan, semakin tinggi risiko kita diketahui musuh. Bahkan tiga orang sudah tertangkap. "


"Kau tidak perlu menasihati, aku tahu betul apa yang perlu dilakukan. Aku telah memadamkan ingatan mereka sebelum di soal siasat. "


"Huh, guild pusat telah memberikan peringatan untuk memprioritaskan misi daripada hasrat pribadi. Jika kau tidak asyik dengan wanita bagaimana masalah ini akan muncul. "


"Baiklah …baiklah, berapa banyak yang kau inginkan untuk tutup mulut? "


"Hehe…tidak banyak cuma 200,000 koin emas. "


"Itu tidak mungkin…aku tidak mempunyai uang yang sebanyak itu. "


"Cih, pelit. Aku perlu melaporkan ini ke guild. "


"Tunggu, 50,000 . Aku bisa membayarmu sebanyak ini dan selebihnya akan menjadi lain waktu. "


"Oh, kau pengertian juga. Baiklah kalau begitu kau dikira berhutang denganku. "


Sambil mengatakan itu sosok wanita itu menghilang di dalam kegelapan. Sosok atasan yang memarahi bawahannya segera menggigit jari sambil melihat wanita itu pergi. Dia terlihat bertambah kesal dengan kejadian hari ini.



Sementara itu, aku masih berjalan-jalan di sekitar kota setelah kembali dari toko senjata. Matahari sudah turun dan langit semakin gelap ketika aku baru saja menyelesaikan jalan-jalan di kota.


Untuk sampai lebih awal ke penginapan aku menggunakan lorong-lorong gelap yang telah dihafal semasa berjalan-jalan. Namun secara tidak sengaja aku terlanggar seseorang


"Ah, maaf. "


Orang itu adalah seorang bocah lelaki yang terlihat berusia 10 tahun. Belum sempat aku bertanya dia sudah melarikan diri.


Dia menuju ke arah lorong yang membawa ke daerah kumuh. Aku yang merasakan bahwa itu bukanlah sesuatu yang penting lansung ingin meninggalkan tempat tersebut, tetapi sebelum aku berbuat demikian beberapa orang berkerudung hitam telah mengelilingi aku.


"Dia telah melihatnya, mari kita bunuh saja orang ini. "


"Apakah tidak apa-apa? dia bukan target kita. "


"Apa yang kau bicarakan bodoh, kita perlu menghapus semua bukti dan saksi."


"Benar juga. "

__ADS_1


__ADS_2