Necromancer

Necromancer
CHAPTER 12


__ADS_3

Di Ibukota Kerajaan Dukedom :


"Hei.. kau lihat jumlah kesatria patroli semakin bertambah. Apakah telah terjadi sesuatu? "


"Aku tidak tahu.... tapi jumlah kesatria memang meningkat beberapa hari ini, bahkan ada yang di kerahkan untuk pergi ke kota-kota lain. "


"Kau benar, apa nantinya akan jadi peperangan? "


"Semoga saja tidak!! "


Alephis adalah nama bagi ibukota Dukedom yang terkenal. Ekonominya terbilang maju berkat Raja yang memimpin kerajaan ini, Statin Urdein Wasken.


Walaupun begitu, kerajaan akhir-akhir ini menjadi sangat tegang. Urusan keluar dan masuk kota sepenuhnya di kawal oleh kesatria.


Perubahan situasi yang tidak biasa ini menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan. Namun, tidak ada yang berani mempersoalkan hal tersebut.


Sementara itu di kastil, seorang dengan zirah lengkap datang untuk melaporkan kepada Raja. Tetapi yang anehnya adalah mereka tidak melakukan pertemuan formal, melainkan satu perjumpaan rahasia yang hanya dihadiri oleh mereka berdua.


"Saya telah kembali, Rajaku!! "


"Bagus... bagaimana keadaan di luar sana? "


"Maaf tuanku, kita masih belum menemukannya. Tapi kami telah menyekat perbatasan dan memeriksa setiap yang lalu. "


"Bagus... apakah ada perkembangan kecil atau sebuah petunjuk? "


"Ada.... semua kesatria telah di kerahkan ke beberapa kota seperti yang di perintahkan oleh tuanku dan kami juga telah menyelidiki beberapa guild gelap. Tapi untuk sekarang kami masih belum menemukan sebarang petunjuk lagi."


"Hmpppp!! "


Raja kelihatan tidak tertarik dengan informasi itu, bagaimanapun juga itu hanyalah perkembangan kecil.


"Anu.. Tuanku, bolehkah saya menanyakan satu kepada anda? "


"Silahkan!! "


"Mengapa anda mengerahkan banyak kesatria biasa untuk menjalankan misi ini. Terlebih lagi mereka hanya ditempatkan di kota-kota besar, bagaimana dengan kota-kota kecil? bukankah ini memudahkan musuh untuk mengetahui posisi kita. "


Memang benar, jika anda ingin mencari musuh yang bersembunyi, tindakan untuk mengerahkan banyak orang dianggap yang paling tepat. Tetapi itu juga akan memudahkan pihak lain untuk mengetahui pergerakan anda.


Jadi untuk mengerahkan pasukan besar bukanlah hal yang bagus. Bukankah anda seharusnya melakukan secara rahasia? sambil terlihat tenang di permukaan.


"Kapten kesatria!! musuh kita kali ini mungkin adalah bangsawan dalam negara ini sendiri. Jadi tindakan aku adalah wajar untuk keadaan sekarang. "


Begitu... Raja telah mengetahui musuhnya adalah bangsawan dari negaranya sendiri. Pantas saja pertemuan mereka di adakan secara rahasia tanpa campur tangan pihak lain. Selain itu, mereka dapat mengelakkan musuh untuk mengetahui isi perbincangan mereka. Sepertinya kapten kesatria adalah orang kepercayaan Raja.

__ADS_1


"Saya hargai pemikiran tuanku... tapi apa yang menyebabkan anda berpikir begitu? "


"Mudah....pada awal rencana pencarian dahulu, kita mengumpulkan semua bangsawan dan melakukan perbincangan dengan mereka. Sebagai hasilnya musuh benar-benar mengetahui rancangan yang dilakukan pada hari pertemuan tersebut. Jadi untuk menghindari masalah ini berterusan saya membuatkan pertemuan kita menjadi rahasia........ "


"Begitu... atas alasan itulah anda tidak melakukan perbincangan dengan para bangsawan yang hadir pada hari tersebut. Tetapi apa kaitannya dengan rencana anda mengerahkan kesatria di kota-kota tertentu. Apakah untuk mengawasi setiap bangsawan? tapi saya rasa itu bukanlah tujuan anda. "


"Kau benar... alasannya adalah untuk mengelabui musuh. Jika anda adalah musuh, apakah yang anda lakukan ketika situasi ini? " Raja bertanya kepada kapten kesatria itu.


"Hummp.. memandangkan banyak kesatria yang dikerahkan ke kota-kota besar, aku tidak mungkin akan tinggal di sana karena terlalu berisiko untuk ditemukan... jadi aku akan pindah ke kota lain. "


"??"


"Sepertinya kau telah menyedari sesuatu. " kata raja


"Oh, tuanku rencana anda bahkan mengelabui saya satu-satunya orang yang selalu berbincang dengan anda mengenai hal ini. "


Kapten kesatria telah memahami rencana di sebalik tindakan raja. Menurutnya, jika sang raja bahkan berhasil mengelabui dirinya, tidak mustahil musuh yang tidak mengetahui rencana tersebut akan tertipu. Setelah dia mengetahui maksud sang raja, dia mengetahui apa yang perlu dilakukan selanjutnya.


"Jadi apakah perintah anda Tuanku!! "


"Perintahkan unit rahsia untuk bergerak ke beberapa kota kecil dan mengamati di sana. Kemungkinan besar musuh kita berada di salah satu kota tersebut. "


"Baiklah tuanku!! "


........


"...Yang mulia. Ada satu hal yang ku ingin beritahu anda. "


"Apa itu? "


Di sebuah ruang di istana kerajaan, seorang pria telah menerima laporan dari seorang pria berkerudung. Pria itu adalah Philip, pangeran pertama Kerajaan Dukedom. Philip menyesap secangkir teh yang berada di tangannya tanpa minat, tetapi berhenti bergerak karena isi laporan dari pria itu.


"Subjek tahanan telah melarikan diri. "


"Apa!! bagaimana caranya kalian bekerja. Menjaga seseorang pun tidak bisa."


Mendengar kata-kata pria itu, mata Philip membelalak. Dia pun menyiram teh kepada pria itu sambil menghinanya.


"Cih, tidak berguna. Cari orang itu sekarang, jika tidak aku akan menggantikan mu dengan orang lain. "


"Ba.. baiklah yang mulia saya akan pergi sekarang. " pria itu pergi dalam keadaan ketakutan. Itu karena dia memahami kalimat sang pangeran. Jika dia gagal kali ini, hidupnya akan berakhir.


"Humph. " bahkan setelah pria itu pergi, amarah Philip masih belum mereda bahkan di matanya menggambarkan perasaan gelisah.


Sial, jika saja aku tidak terburu-buru hari itu pasti hal ini tidak akan terjadi. Apa yang harus dilakukan? posisi aku dalam bahaya jika dia ditemukan.

__ADS_1


Seketika itu muncul seorang wanita berpakaian gelap dari bayang-bayang di dekat Philip.


"Bagaimana dengan ayahanda. Apakah kau mengetahui rencananya? " tanya Philip


"Maafkan saya yang mulia. Penjagaan di sekitar raja sangat ketat, saya kesukaran untuk mendapatkan maklumat. " kata wanita itu sambil berlutut.


"Cih, apakah kau sudah tidak menyayangi adikmu? "


Menanggapi perkataan Philip, tubuh wanita itu bergementar sambil mengeluarkan air mata.


"Tolong yang mulia!! jangan diapa-apakan adik saya. Saya akan melakukan apa saja untuk anda. " wanita itu memohon kepada Philip.


"Baiklah ini adalah peluang terakhir. Jadi lakukan tugas anda sebaiknya. "


Setelah itu, wanita itu pergi untuk mendapatkan lebih banyak maklumat tentang pergerakan sang raja seperti yang di perintahkan oleh Philip.


Cih, rencana tidak sesuai seperti yang direncanakan.


....


Di tempat lain,


Pagi-pagi lagi aku telah bangun untuk sarapan dengan sup sederhana sebelum berangkat ke guild. Setibanya di guild aku memeriksa permintaan di papan guild.


[Apakah yang harus aku lakukan untuk hari ini? ]


Pada akhirnya aku memutuskan untuk mengambil permintaan yang seperti ini,


Permintaan : Buru serigala bertanduk


Subjek permintaan : Tanduk serigala


Jumlah : Tiga


Hadiah : 12 koin perak


Tingkat : E


Batasan waktu : tiga hari


"Urmm, apakah anda serius ingin mengambil permintaan ini? "


Resepsionis yang menguruskan permintaan ku menanyakan kepadaku untuk kepastian.


[Benar.. aku sudah dipromosikan ke tingkat E baru-baru ini. Apakah aku bisa mengambilnya?]

__ADS_1


"Anda bisa, tetapi ingatlah untuk berhati-hati. Jika anda gagal melaksanakan misi, hukuman akan diberikan. "


Setelah penjelasan singkat resepsionis itu, aku pergi ke luar, kota untuk melakukan misi.


__ADS_2