Necromancer

Necromancer
CHAPTER 3


__ADS_3

"Seseorang tolong saya... "


Itu suara seseorang. Mungkin berbahaya, tapi ini pertama kalinya aku mendengar orang lain. Aku menuju ke suara sadar akan bahaya. Sebagai seorang mantan tentara, saya sangat terlatih dan berpengalaman dalam situasi begini.


Sebentar lagi saya dekat dengan tempat itu. Seorang gadis jatuh dan kakinya berlumuran darah. Tiga goblin mengelilingi nya. Gadis itu dia terlihat takut dan kesakitan.


Saya bisa melihat wajahnya yang menunjukkan penyesalan sambil menangis. Apa yang paling menarik perhatian saya adalah perlengkapan yang dikenakan gadis tersebut.


[Itu pakaian petualang? Dia adalah seorang player.] dengan itu saya memutuskan untuk menyelamatkan nya.


Saya menggenggam tanah dan memasukkan ke dalam saku. Dengan bersenjatakan tongkat saya maju ke arah goblin pertama yang terdekat. Serangan mengejut saya berhasil merobohkan goblin pertama dengan satu serangan.


Tidak berhenti begitu saja, saya menyerang goblin kedua terdekat dengan cepat sebelum dia menyerang saya. Serangan berjaya dan goblin itu berhasil dibunuh.


Melihat kedua rekannya yang telah mati goblin terakhir mencoba menyerang ku. Namun persiapan ku sempurna walaupun menghadapi musuh yang lemah. Mengambil tanah yang tersimpan dalam saku dan saya melemparkan ke mata goblin itu.


"Puwerkk" goblin mengeluarkan suara yang menjijikkan apabila tanah mengenai matanya. Goblin yang buta terjatuh ke tanah. Melihat itu, saya segera menusukkan tongkat ke leher dan membunuh goblin tersebut.


Pertarungan selesai dengan cepat bahkan kurang daripada satu menit daripada pertandingan pertamaku dengan goblin.


[Apakah kamu baik-baik saja?] saya berbicara dengan gadis yang dianggap player itu. Dari segi penampilan dia terlihat seperti seorang gadis SMA dengan tubuh yang sempurna.


Terlebih lagi dia bukan gadis biasa, dia adalah gadis separuh manusia dengan belang-belang pada bulunya. Seorang macan, gadis macan berbelang. Itulah yang saya pikirkan ketika melihat gadis itu.


"Ya, saya baik-baik saja cuma cedera di kaki. Terima kasih telah datang dan menyelamatkan saya."


Kata gadis itu sambil mengusap air matanya. Saya menunggu gadis itu tenang dan setelah lukanya dirawat barulah kami berpindah ke tempat lain. Sepertinya dia kuat juga kerana bisa berjalan dalam keadaan terluka.


Aku tidak menawarkan untuk membawanya kerana menurut gadis itu kami sudah hampir keluar dari hutan dan akan aman daripada serangan monster. Lagi pula dia tidak meminta bantuanku untuk membawanya.


Sejujurnya aku sangat gugup saat ini kerana tidak terbiasa dengan wanita apalagi seorang gadis muda setengah manusia yang cantik. Segala pertanyaan yang sepatutnya aku ajukan apabila bertemu player lain tertahan dan sulit untuk di keluarkan.

__ADS_1


[Tenang diriku, mungkin dia juga wanita tua yang memilih umur muda di dalam VR sama seperti diriku.]


Lalu aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan perlahan. Perilaku saya diperhatikan oleh gadis tersebut dengan heran.


[Hey, apa kau juga menghadapi masalah eror seperti tidak bisa keluar dari game?] pada akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya. Menghadapi pertanyaan saya, gadis itu bertambah heran.


"Eror? keluar? game? apa itu? saya belum pernah mendengarnya. " begitulah balasnya. Giliran saya pula untuk heran dengan jawaban yang diberikan.


Apa mungkin gadis ini hanya NPC? namun dia tidak terlihat seperti itu. Dia mempunyai kecerdasan dan emosi. Apa benar administrator melakukan update?


[Ah, tidak apa-apa.] percuma saja jika aku menjelaskan padanya kerana seorang NPC mungkin tidak akan memahami apa itu permainan. Mereka hanyalah A.I yang diciptakan untuk tujuan permainan yang lebih menarik dalam game.


Kerana didepan ada kota jadi aku memutuskan untuk bertanya kepada orang-orang di sana. Sambil berjalan ke kota yang bernama Krimo aku bisa menanyakan berbagai hal kepada gadis itu.


Kota ini bukan salah satu kota dari dunia game yang saya tahu.


Ini bukan salah satu dari poin kebangkitan kota yang digunakan pemain.


"Nama saya adalah Samia." setelah percakapan yang panjang barulah gadis itu memperkenalkan namanya.


Lalu aku memperkenalkan diriku dan percakapan kami menjadi lebih akrab. Tidak lama kemudian saya bisa melihat tembok kota yang di maksudkan oleh Samia.


Untuk memasuki kota diperlukan kartu Identifikasi atau Persekutuan. Kerana aku belum memilikinya, saya harus membayar satu koin Perak, mereka tampaknya memeriksa keberadaan kriminal. Dia mengatakan kepada saya .


Karena saya belum melakukan kejahatan, itu seharusnya baik-baik saja.


Berbekal koin yang didapatkan oleh pemula, saya membayar koin perak dan menanyakan penginapan yang direkomendasikan untuk pemula.


Setelah mendapat izin dan rekomendasi, saya memesan kamar di penginapan dan berehat. Sambil rebahan di atas katil lusuh saya memeriksa status.


*STATUS *

__ADS_1


Level : 12Ras : ManusiaUmur : 20Job : Necromancer*STATISTIK *Stamina : 200Strength : 170Agility : 130Wisdom : 100Mana : 300*Skill*Menusuk : lvl. 3Kotak dimensi : Max lvlMap : lvl 1>Saya mendapatkan beberapa skill baru seperti kotak dimensi dan map. Kerana penasaran saya mencoba keduanya. Setelah pelatihan singkat saya mengerti cara menggunakan mereka. Namun saya masih terjebak di dalam permainan. Job yang saya dapatkan juga tidak berguna kerana tidak diketahui cara kerjayanya. Kerana kelelahan saya tertidur dan bangun keesokan harinya.


Level : 12


Ras : Manusia


Umur : 20


Job : Necromancer


*STATISTIK *


Stamina : 200


Strength : 170


Agility : 130


Wisdom : 100


Mana : 300


*Skill*


Menusuk : lvl. 3


Kotak dimensi : Max lvl


Map : lvl 1>


Saya mendapatkan beberapa skill baru seperti kotak dimensi dan map. Kerana penasaran saya mencoba keduanya. Setelah pelatihan singkat saya mengerti cara menggunakan mereka. Namun saya masih terjebak di dalam permainan.

__ADS_1


Job yang saya dapatkan juga tidak berguna kerana tidak diketahui cara kerjayanya. Kerana kelelahan saya tertidur dan bangun keesokan harinya.


__ADS_2