Negeri +62

Negeri +62
Bab 2 : Pangeran Ojol


__ADS_3

Kalau kemarin bercerita tentang keluarga Pak Yanto yang ‘Ndeso’, maka sekarang kita bahas Mbak Nining yang baru Urbanisasi ke Jakarta sehabis lebaran kemarin. Niatnya, ia mau mencari pekerjaan di kantoran dengan bermodalkan ijazah SMA.



Mbak Nining ini suka sekali nonton sinetron di stasiun TV berlogo Rajawali di kampungnya. Di cerita itu, sang tokoh utama yang wanita adalah seorang pendatang lugu mirip-mirip dengannya. Di situ, dia akan bertemu dengan sosok pujaan hati yang menjemputnya dengan mobil mewah. Tubuh sang tokoh pria sangat sempurna. Mirip pangeran negeri dongeng gitu pokoknnya. Dari sinetron itu, ia mulai menghayal akan bernasib sama dengan sang tokoh utama wanita. Membayangkannya saja dia tak sanggup, apalagi menjadi kenyataan.



Singkat cerita, bus jurusan Cilacap telah tiba di terminal akhir, yakni Kampung Rambutan. Mbak Nining turun, menjinjing tas besarnya menuju pinggir trotoar dekat pintu masuk terminal. Tiba-tiba, handphone android nya berbunyi.



“Halo?”



“Ning, aku wis pesenin ojol buat koe. Nanti tinggal naik yo!”



“Oh, matursuwun, Mbak Rika!”



Mbak Nining pun mengakhiri pembicaraannya. Sungguh, ia sangat penasaran pada sosok pangeran yang akan menjemputnya. Dia tak mengerti itu apa ‘Ojol’ karena di kampungnya ia hanya mengenal ojek. Mbak Nining senyuman senyum sendiri sambil membayangkan beberapa wajah rupawan sang Pangeran nanti. Dari mulai aktor tampan Indonesia yaitu Verrel Bramasta sampai aktor Hollywood Tom Cruse.



Satu jam kemudian, datanglah motor Ninja merah yang berhenti di depannya. Sosok pria berjaket hijau daun dan berhelm putih membuat Mbak Nining terheran.



‘Lho? Iki sopo seh?’ batinnya.



Tanpa membuka helm dan belum turun dari motornya, si Pria bertanya, “Maaf, dengan Mbak Nining?”

__ADS_1



“Mas e kok tau namaku?”



“Oh, begini, saya dari Ojol pesanan atas nama Mbak Rika. Saya disuruh untuk menjemput Mbak Nining.”



Mbak Nining terkejut sangat. Ia salah prediksi. Ternyata, pangerannya ini lebih suka mengendarai motor daripada mobil. Tak apa, ia suka kok. Baginya, motor pria ini mirip punya Stevan William, aktor Indonesia setengah Bule. Ia jadi mulai menaruh harapan pada si Pria.



“Matursuwun, Gusti Allah! Kau kirimkan pangeran tampan untuk menjadi pendamping hidupku!” Mbak Nining teriak histeris sambil sujud syukur.



“Eh? Mbak ini kenapa sih? Ya sudah, ayo naik mbak!” serunya. Si Abang Ojol bingung pada tingkah absurd penumpangnya.




“Matursuwun ya, Pangeran ku! Omong-omong, Princess Nining yang cantik bagai bidadari ini mau melihat wajah rupawan kamu. Ayo dong, buka helm nya!” pinta Mbak Nining.



Si Abang Ojol ini sangat senang dengan pujian yang dilontarkan penumpangnya. Ia pun membuka helmnya dengan gerakan elegan. Lalu, Mbak Nining melongo hampir tak bisa bernapas.



“Makasih loh Mbak Nining! Baru kali ini ada penumpang cewek yang memuji saya tampan. Saya senang sekali. Nah, kebetulan saya lagi nyari calon istri. Mbak Nining mau kan jadi istri saya?” Abang Ojol berwajah mirip Kiwil ini tersenyum. Gigi emasnya berkilau diterpa sinar mentari.



“Asuh! Baru sampai sudah kena tipu! Jakarta memang kejam!” Mbak Nining berlari sambil menangis. Pangeran Ojok tampannya terus meneriakinya, memanggil namanya. Itu semua karena Mbak Rika yang memesannya bilang kalau ongkosnya ditanggung Mbak Nining karena dia sedang bekerja. Mana nomor Mbak Rika diluar jangkauan lagi pas ditelepon. Sungguh, Mbak Nininglah satu-satunya harapannya.

__ADS_1



“Mbak Nining! Ongkosnya, mbak!”



“Moh! Koe kejam! Aku tertipu ... hiks....”



“Princess Nining, tunggu Pangeran Harry!”



“Toler! Pangeran Ojol Toler!”



Pangeran Ojol dan Princess Nining kejar-kejaran sampai akhir tahun.










★Like dan Komentar Anda sangat membantu Saya 😊★

__ADS_1


__ADS_2