NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]

NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]
Eps 01 [ DLC 1. We Want To Go Out ]


__ADS_3

...Happy Reading 🌸...


Xandra, Salah satu gadis yg paling muda diantara ke-3 Gadis lainnya, Terbangun dari pingsannya karena aroma bau busuk yg berhasil menusuk Indra penciumannya. Dia pun melihat sekitar dan tidak menemukan apapun hanya kegelapan yg dia temukan.


Xandra mencoba bangun dari tidurnya lalu berdiri namun sepertinya tenaganya belum pulih karena dia tidak bisa berdiri dengan seimbang.


Tidak lama setelahnya salah satu pintu kelas terbuka, cahaya berwarna merah pun masuk dan berhasil menusuk penglihatan Xandra lalu menampilkan sosok gadis yg jauh lebih tua dan lebih dewasa dibandingnya.


"Kak Kyle?"


"Lo udah bangun? ada yg sakit?" tanya Kyle khawatir seraya memegang tangan Xandra.


"punggung gue masih agak sakit tapi gk terlalu parah kok, cuma tenaga gue masih belum pulih kak, makannya gue belum bisa berdiri sendiri"


Lantas Kyle langsung mengusap punggung Xandra saat Xandra mengatakan bahwa punggungnya masih agak sakit.


"Lagian Lo sih, Gue kan udh bilang gk usah ikut, ngeyel Lo nya"


"maaf kak, gue gak tau kalau bakal separah ini, Tapi .. apa kita bakal bisa keluar dari sini?"


"gue yakin bisa kalau kita berusaha"


Xandra mengangguk lalu setelahnya Kyle membantu Xandra berdiri dan pergi dari kelas yg menjadi saksi mereka memainkan permainan terlarang itu.


Ternyata semua teman2nya sudah sadar dan berkumpul ditengah² lorong.


"Xandra kenapa?" Tanya Justin ketika melihat Kyle memapah Xandra sembari berjalan mendekati tempat mereka berkumpul.


"energinya belum pulih, jadi dia kesusahan buat berdiri sendiri"


"pastinya sih, soalnya kemaren dibantingnya kenceng juga" Saut Cio yg menjadi saksi Xandra dibanting oleh 'dia'.


"duduk sini dra" pinta Ressa sembari menepuk sebelahnya yg kosong. Lantas Kyle mendudukan Xandra disebelah Ressa sementara dirinya duduk disamping Vera yg tengah fokus mengusap darah yg terus2an mengalir dikepalanya.


Suasana sepi semuanya terlarut pikiran masing-masing, mereka masih tidak percaya bahwa mereka sudah tidak berada didunia nyata lagi, dan jika ingin kembali mereka harus siap menghadapi rintangan yg akan datang kepada mereka.


Tidak ada makanan ataupun minuman apalagi cahaya matahari, Semuanya terasa beda. yg membuat mereka tetap bisa melihat satu sama lain hanyalah cahaya merah yg entah dari mana sumbernya jadi bisa saja mereka tidak akan terlalu tau jika salah satu dari mereka mengalami pendarahan karena warnanya yg sama.


Danny, Jun, Jaden, Ressa, Cio, Kevin, Asa, Yedda, Xandra, Sam, Justin Dan John terlarut pikiran mereka masing2 sementara Kyle membantu Vera membersihkan darah yg tidak kunjung berhenti mengalir begitu juga dgn David yg membantu Travis membersihkan darah yg mengalir dilehernya.


Sayatan kemarin ternyata hanya sayatan tipis, beruntung Travis masih diizinkan hidup oleh makhluk itu.


"gue mau nyari jalan dulu, siapa tau ada jalan yg bisa bantu kita keluar dari sini" seru Jun secara tiba-tiba membuat semua pandangan kini tertuju kepadanya.

__ADS_1


Bagaimana mungkin makhluk itu membiarkan kita pergi begitu saja, makhluk itu pasti sudah menyiapkan beberapa rintangan yg bisa saja membuat kita menyerah dan menetap didalam permainan untuk selamanya.


"gue ikut"


Danny, Jaden, Kevin, Yedda dan Justin memutuskan untuk mengikuti Jun setidaknya mereka berusaha keluar dari permainan daripada tidak sama sekali.


"Lebih kuat lagi tekannya Ver, Kalau dibiarin bisa-bisa lo mati kehabisan darah" Suruh Kyle ke Vera karena lukanya sudah ditutup menggunakan seuntai kain dari bajunya tapi darahnya masih tetap mengalir setidaknya mengalirnya dikit dan pelan tapi ini tetap banyak dan cepet.


"mau gimana lagi? gue udh tekan kuat bahkan lukanya juga gue tekan tapi tetep aja darahnya gk berhenti"


"Travis darahnya berhenti gk Vid?" Tanya Kyle ke David yg sepertinya sudah selesai membantu Travis


"berhenti kok, gk banyak ngalir lagi, ya gk Vis?"


"Hmm"


"kok Vera gk berhenti² juga ya?"


"biarin aja dulu, nanti juga berhenti sendiri" Ucap Travis sedikit susah karena lehernya yg masih terasa perih.


"kira-kira sekarang jam berapa ya? trus sekarang pagi, siang, sore atau udah malem lagi?" tanya random Xandra


"gak tau dra, itu semua gk ada yg tau" jawab ressa


"Bangun, Gue sama yang lain kek nya nemu jalan" Ucap Jun membangun satu-persatu mereka yg tertidur.


"serius lu bang? kok bisa?" tanya david


"bisalah kan kita berusaha" sindir Jun, Otomatis mereka yg gk ikut Jun tadi kesindir dong karena gk berusaha dan langsung memutuskan untuk nyerah padahal belum dicoba.


Lantas karena rasa penasaran sekaligus rasa ingin keluar, mereka pun mengikuti Danny, Jun, Jaden, Kevin, Yedda, dan Justin yg mengetahui jalannya.


Hanya darah dan cahaya merah yg mereka temukan sepanjang lorong, mereka masih tidak bisa melihat cahaya matahari, ataupun salah satu sumber yg berasal dari dunia nyata.


Hingga mereka semua berhenti pada sebuah ruangan yg sudah dibuka oleh Jun sebelumnya dan mereka semua langsung mengetahui ruangan apa itu, Dan itu adalah ruang lukisan yg banyak sekali lukisan seram sekaligus mengerikan dan terpajang di dinding Ruangan itu.


"kita kesini?" tanya david


"enggak, tujuannya didepan cuma jalan masuknya ini" jawab danny


"emng ada pintu lain diruang lukisan?" kali ini Ressa yg bertanya dan disaut oleh cio


"setau gue gak ada deh"

__ADS_1


"ada, makannya kalian ikutin gue aja jangan banyak protes" tegas Jun sontak semuanya langsung diem dan gk ada yg berani ngeluarin suara.


Ruangan Rahasia. Yaps ternyata Jun membawa mereka ke ruangan yg tidak pernah mereka tau sebelumnya saat masih bersekolah normal.


"ruangan apa ini? kok gue baru liat?" tanya John seraya mengelilingi ruangan itu.


"gue juga gk tau, intinya ini ruangan bar-" ucapan Jun terpotong oleh satu suara yg tidak mengenakan


"Hoeek"


Sontak mereka semua langsung melihat ke sumber suara dan itu berasal dari Vera yg entah kenapa tiba-tiba dia muntah.


"Ver, Lo kenapa? kok tiba-tiba muntah?" Panik Kyle


"Hooeekk"


Mereka semua bingung harus ngapain antara bingung dan sedikit jijik dgn isi muntahan Vera. walaupun hanya cahaya warna merah yg meneranginya tapi mereka tetap bisa membayangkan apalagi cahayanya merah yg menambah kesan muntahnya makin ... mirip muntah darah.


Sekujur tubuh Vera dingin dan juga badannya bergetar.


"Ver .. Lo gk papa kan?"


"Di .. dingin" Ucap Vera seraya memeluk kedua lututnya


padahal menurut mereka semua kecuali Vera ini sangat panas apalagi diruangan ini gk ada ventilasi mereka juga tidak tau bagaimana cara mereka bisa bernafas padahal sepertinya tidak ada oksigen ditempat itu. namun mereka mengerti maksud Vera karena bagaimanapun juga Vera merupakan anak indigo.


"Cio? Lo gk papa kan?" Jaden terkejut karena cio mendadak oleng Kedepan dan hampir jatuh kalau Jaden tidak Menangkapnya


"e .. enggak kok, agak lemes aja" jawabnya


'Gue kenapa sih? kek tiba-tiba ada yg dorong gue padahal gak ada siapa2' Batin Cio.


"Buset- Lo abis Mandi air dingin atau apa kok kulit Lo dingin bet kek es batu?" Tanya Kevin yg tidak sengaja menyenggol lengan Asa otomatis kulit mereka bersentuhan.


Lantas mereka semua menjadi was-was lalu menatap Vera dan Asa secara bergantian.


"As Lo sakit?" Tanya Kevin memastikan karena kulit asa sangat dingin.


"Gue ... Gak tau"


...***...


__ADS_1


__ADS_2