NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]

NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]
Eps 04


__ADS_3

...Happy Reading 🌸...


'Sorry Cio, Gue Gagal' Batin Jaden.


Dia sudah memejamkan matanya lebih baik mati dgn mata tertutup dibanding dgn mata terbuka. Namun entah kenapa Jaden merasa hantu itu tidak juga kunjung membunuhnya malahan Jaden mendengar raungan keras dihadapannya yg berasal dari hantu itu.


dia membuka mata dan menyaksikan hantu itu yg mulai berubah menjadi partikel-partikel kecil. dia bingung apa yg barusan saja terjadi? Dan tepat setelah menghilangnya hantu itu munculah 2 sosok bayangan dibelakangnya.


"Kalian?"


"Jaden Lo gk papa?" 2 sosok bayangan itu adalah Kyle dan Vera yg balik lagi karena Baru sadar bahwa yg lari cuma mereka berdua.


"gu-gue gak papa, tpi hantu itu.. Kenapa? kok bisa?"


"gue tadi cuma nusuk punggung hantu itu pake pecahan kaca ini bang, tadinya gue pikir gk bakal mempan soalnya dia hantu, harusnya bisa ditembus tpi ternyata mempan" Jelas Vera seraya menunjukan pecahan kaca yg dia pegang.


"aneh"


"itu emng aneh tpi setidaknya Lo selamat"


"thanks"


"kenapa Lo gk ikut lari sama kita bang?"


"gue nolongin cio, soalnya tadi dia pusing lagi makannya gk ikut lari bareng kita"


"trus cio nya mana?"


Jaden menunduk sekilas kemudian mendongak kembali.


"Cio berkorban, Dan hantu itu yg bunuh cio"


Kyle dan Vera terdiam.


"Berkorban? kenapa dia harus berkorban?? dia masih bisa keluar bareng kita"


"gue juga gak tau, dia bilang diantara kita harus ada yg berkorban supaya yg lain bisa selamat"


"tapi-"


"Udah Ver," Kyle sedang tidak ingin mendengar ocehan Vera makannya dia menyela.


Kini mereka ber-3 melanjutkan kembali perjalanan mereka, Dan sampailah mereka diujung jalan yg dimana terdapat 3 pintu. Kiri Tengah Dan kanan. Sangat pas jika mereka ingin berpencar. Namun seseorang keluar dari pintu kiri. Bajunya yg terdapat noda darah dan juga dirinya yg tengah memegang pisau. Kevin.


"Kev-kevin Lo .." Mereka bertiga tentu kaget dgn kondisi Kevin ditambah dia hanya keluar sendirian, kemana ketiga temannya?


"Kev .. Lu gk mungkin .."


Kevin awalnya masih bingung kenapa mereka menjauhi Kevin namun saat menyadari arah pandangan mereka yg menuju pisau, kini dia paham.


"Dengerin penjelasan gue dulu-"


"Mana Asa, Yedda sama justin? Kenapa Lo cuma sendiri? Dan sejak kapan Lo punya pisau? Lo gk mungkin bunuh mereka kan?"

__ADS_1


"enggak! Gue gk mungkin Setega itu bunuh mereka! gue juga sadar diri, Mereka dibunuh sama hantu yg udh kita panggil"


"trus darimana Lo dapet pisau itu?"


Kevin menjelaskan semua kejadian saat asa kesurupan hingga asa menghembuskan nafas terakhirnya.


"sekarang, kalian percaya?"


"kita butuh waktu" Mereka tentu butuh waktu, Kevin sudah sering ketahuan berbohong saat didunia baik untuk candaan ataupun serius dan kali ini mereka gk bisa gampang percaya gitu aja, apalagi kondisinya yg sekarang.


Kevin menyadari sesuatu Diantara mereka bertiga.


"Tunggu, Kok kalian cuma bertiga? bukannya setiap kelompok ada empat orang?"


"Cio berkorban"


"dibunuh maksudnya?"


"Dua-duanya"


Kevin pun menunduk, Sepertinya kali ini dia akan kehilangan banyak teman.


Setelah berdebat agak lama mereka memutuskan untuk lanjut perjalanan yg Dimana didepan mereka ada 2 pintu lagi karena yg dari kiri itu sudah dimasuki Kevin. Dan jumlah mereka juga yg pas memungkinkan mereka untuk berpencar.


"Yakin kita berpencar? gk seharusnya kita bareng² aja?"


"kalau misalnya kita salah masuk bareng² maka kita juga bakal hilang bareng², Jadi lebih baik berpencar supaya kalau salah satu dari kita salah jalan setidaknya yg lain gk ikut salah jalan"


"Gu-Gue?"


"Kok tiba-tiba ky?"


"Salah?"


"enggak salah tapi-"


"jadi maksud Lo gue harus sama Lo?"


"bukan gitu ky, cuma tiba2 banget milihnya"


"berarti Lo sama Vera masuk pintu tengah ya"


"yaudah kalau itu mau lu"


Kevin menatap curiga Kyle. namun dia tetap mengikuti Kyle memasuki pintu kanan.


POV. Kevin Kyle


Mereka sudah berjalan cukup jauh dari pintu mereka masuk, dan sebuah ide Tiba-tiba saja muncul dipikiran Kevin.


"Kak Kyle"


"Hm?"

__ADS_1


"Lo gk salah milih?"


"Maksud Lo?"


"Lo gk takut Kalau Tiba-tiba gue ngorbanin Lo?"


Kyle terhenti dari jalannya begitu juga dgn Kevin yg dibelakangnya.


"takut? buat apa?"


Kevin mulai mengerutkan dahinya.


"karena-gue yg bakal lakuin itu" Tiba-tiba saja Karina melesat pergi kebelakang Kevin secepat kilat dan mencoba merebut pisau yg dipegang Kevin.


Kevin sudah menduga bahwa ini semua akan terjadi.


'ternyata omongan Lo bener, Sa' Batin Kevin.


...~Flashback~...


"kev, satu hal lagi yg mau gue kasih tau Sama Lo"


"a..apa?"


"kalau semisalnya Lo ketemu sama kak Kyle jangan pernah percaya sama dia, karena dia bukan kak Kyle yg asli, Kak Kyle yg asli dikurung disuatu ruangan dan Lo harus nyelamatin dia"


...~flashback Off~...


Kevin menguatkan pegangannya pada gagang pisau itu supaya pisaunya tidak diambil, namun Kyle justru menendang Kevin hingga terpental sampai menabrak dinding.


dan dalam satu kedipan Kyle sudah berada didepan Kevin yg bahkan belum membuka matanya. Kyle mencekik leher Kevin.


"Le..lepasin..gue" Ucap Kevin susah payah karena dadanya mulai sesak


"Le... lepasin.."


"Turutin satu permintaan gue dan Lo bisa bebas"


"ta..tapi..lepas dulu"


Kyle melepas cekikannya pada leher Kevin tapi dia tidak melepaskan Kevin begitu saja, dia menodongkan pisau yg dia rebut ke arah leher Kevin.


"Gue bisa aja nusuk Lo sekarang kalau Lo macem2"


"apa permintaannya?"


Kyle senyum penuh arti, dan Kevin mengetahui arti senyum itu.


Kyle menginginkan dirinya berkhianat kepada yg lain dan membunuh mereka semua sampai tidak ada yg tersisa dan Kevin akan dikeluarkan dari permainan dan dikembalikan ke dunia. Lantas apakah Kevin akan menuruti keinginan Kyle dan berkhianat kepada teman²nya?


'Maafin gue, Sa' Batin Kevin.


...***...

__ADS_1


__ADS_2