NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]

NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]
Eps 06


__ADS_3

...Happy Reading 🌸...


POV. Danny, David, Travis, John


"bang, kok perasaan kita gk ada gangguan ya? gk percaya gue kalau hantu itu ngebiarin kita keluar gitu aja" Celetuk Travis ditengah² suasana sepi karena fokus berjalan dilorong yg sangat panjang.


"belum itu,"


"apa hantu itu ngeganggu kelompok yg lain?"


"kayaknya, gk tau juga"


"eh itu, bukannya kelompok Jun ya?" Tunjuk David kearah sekelompok orang yg keluar dari pintu didepan mereka.


"iya tuh, JUN"teriak Danny


"loh, kalian?"


"wah panjang umur banget kita gk sengaja ketemu gini"


"barusan gue ngedenger suara ribut diruangan sebelah gue pikir itu kalian" ucap Jun


"enggak tuh, kita aja belum masuk pintu manapun, baru nyampe sini malahan" Jawab Danny


Jun pun melirik ruangan disebelahnya, pintunya Hilang, tapi terlihat bahwa itu sebuah ruangan, Dan didalamnya terdapat bermacam-macam suara.


Mereka berada ditengah-tengah. Terdapat tiga pintu yg sudah menghilang didepan mereka. lalu kemana mereka harus pergi?


"kayaknya 3 ini ruangan deh dan gue yakin ini pintu tapi kok malah tembok ya? masa ini bagian belakangnya?" tanya Sam menyelidiki detail tembok yg mereka yakin bahwa itu sebelumnya adalah pintu.


"bukannya kalau ada yg kayak gitu tandanya udh ada yg masuk duluan ya?" Celetuk Xandra


"lah iya gue lupa, berarti yg udah masuk duluan antara kelompok Kevin atau gak Kyle"


"cepet juga ya mereka udh sampe sini aja, kita aja baru nyampe"


"iya ya"


"eh ini kok ada bercak darah?"


lantas semuanya langsung menatap lantai yg ditunjuk oleh Ressa. Dibagian kiri terdapat tetesan bercak darah, dan tetesan bercak darah itu mengarah kearah bagian kanan dan berhenti disitu.


"berarti bener 3 ini ada pintunya, soalnya bercak darahnya masuk ke bagian yg kanan ini"


"trus kita harus ngapain? gak ada jalan lain"


John melihat-lihat sekitar dan entah itu keberuntungan atau apa tapi dia melihat siluet kapak disudut tembok belakang mereka. dia pun menyamperi siluet kapak itu Dan benar dia menemukan sebuah kapak. Lantas dia langsung membawa kapak itu dan kembali ke tempat awal.


"Guys, gue nemu kapak tapi gak tau buat apaan"


"Nemu dimana?"


"dibelakang sana,"


"Hmm .. kira² buat apaan ya?"


"kita harus main puzzle nih,"


Sam iseng menyentuh pintu yg tertutup tembok itu dgn tangannya lantas dia langsung menoleh kearah kapak yg dibawa John.


"Gue tau!" Seru Sam


"ngagetin lu mah"


"sorry, Bang Jun lu bisa pukul tembok ini pake kapak yg dibawa John gk?"


"hah? yakin bisa? kek nya tu tembok kuat deh?"


"coba aja dulu,"


John pun memberikan kapak yg dia temukan kpd Jun. Jun menarik nafas dalam-dalam sebelum pada akhirnya dia melayangkan kapak itu ke tembok yg menutupi pintu.


Tembok itu meretak yg tandanya ide Sam berhasil.

__ADS_1


"Itu retak?" Tanya Danny memastikan


"iya ini retak" ucap Jun sembari mengelus retakan tembok itu.


"gk sia-sia lu ada disini Sam" Ucap David seraya merangkul Sam


"haha .. iya" Tawa Canggung Sam, Dia Dan David sudah berteman sejak bayi tapi entah kenapa mereka masih suka canggung.


Walaupun ide Sam berhasil tapi tembok itu terlalu tebal, Jun tidak bisa terus memukul tembok itu.


"ini perasaan gue atau apa, tapi keknya temboknya jadi lagi deh"


"Maksud lu apa Jun?"


"Kek nya setiap dipukul atau dibuka temboknya itu muncul lagi,"


"jadi maksud lu setiap lu pukul temboknya saling nyatu lagi?"


"iya itu maksud gue"


karena penasaran mereka pun menyamperi Jun dan mengecek sendiri temboknya Dan Benar saat Jun pukul temboknya kembali menyatu seolah gak akan pernah habis temboknya.


"udah gue duga, pasti bakal ada halangannya, gak mungkin segampang itu berhasil" ucap Travis.


"trus sekarang kalau temboknya gk bakal habis, kita harus ngapain?"


"Jun lu ngapain?"


Jun memukul berkali-kali tembok itu tanpa jeda dan disitu sebuah pintu mulai kelihatan, mereka semua pun langsung heboh saat pintunya mulai keliatan. Tapi Jun kelelahan dia memberhentikan aksi pukulnya dan tembok itu kembali menyatu seperti semula.


"Oh gue tau! Tembok ini bisa dihancurin kalau dipukul terus-terusan, Kayaknya kalau masalah ini kita harus mukul bareng-bareng deh," Celetuk sam


"ya tapi kita gk punya alat lain Sam, yakali tembok sekeras ini kita tonjok pake tangan" Saut travis


"jangan ditonjok, dijedukin aja pake kepala"


"itu lebih sakit Kak Ress, Lu mah serem mainnya"


"udah jangan bercanda sekarang bukan waktunya. kita berpencar cari alat apapun itu yg sekiranya bisa ngancurin tembok ini, kalau udh nemu alatnya langsung balik lagi ke sini, jangan sampe nyasar" Tegas Danny


"lah trus gue gimana?" Tunjuk Jun ke dirinya sendiri


"lu kenapa lagi??"


"gue kan udh punya alatnya jadi gue sendirian disini?"


"ya iyalah,"


"Ck, Yaudah tapi jangan lama Yee"


"dih, Penakut"


"Yaudah sini gantiin gue Vis!"


"ogah"


Mereka semua pun mulai berpencar mencari alat ditempat yg mereka lewati sebelumnya.


Pov. Travis


"Duh, Kenapa dulu gue mau-mau aja sih diajak main beginian, kan jadinya gue terjebak kek gini, keluarga gue nyariin gue gk ya?"


Itulah Yg dilakukan Travis saat mencari alat, dia berbicara sendiri agar suasananya tidak terlalu mencekam, mana dia sendirian.


"duh, mana sih nih, Perasaan tadi gue ngeliat palu tapi dimana ya?"


"Apaan Itu?!" Travis Melihat siluet laki-laki didepannya.


"Woy Lu siapa?! Hantu ya?! Pergi Sono!! Gue gk butuh lu!"


"Yakin gk butuh gue?"


"Iyalah! Lagian lu siap- Lah Justin?! Lo ngapain disini?! Kelompok lu mana?"

__ADS_1


"mau gue bantu cari alat gk ?"


"boleh deh, tapi kok lu sendiri? kelompok Lo mana?"


"Ikut gue "


"Dih, Kok sombong bat gk jawab pertanyaan gue"


Namun pada akhirnya Travis tetap mengikuti Justin yg entah membawanya kemana.


Travis berjalan dibelakang Justin dia fokus melihat-lihat sekitarnya namun tidak sengaja melirik kaki Justin. dia pun melihat kebelakang lalu kembali melihat Justin.


'Ni anak kok gk ada bayangannya?' Batin Travis.


Tidak lama kemudian Justin berhenti tapi Travis bingung disekitarnya tidak ada alat sama sekali trus kenapa Justin berhenti.


"Mana alatnya?!"


"Liat kiri lu "


Justin sama sekali gk berbalik menghadap Travis, tapi Travis gk peduli, dia mulai mengobrak-abrik tumpukan kerdus yg ada dibagian kirinya. Ketemu. Palu yg Travis cari sudah ketemu.


"Nah ini dia, jauh juga ya tempatnya, Btw Thanks Ya tin, gue balik Dulu" Travis pergi tapi dia lupa sesuatu alhasil dia balik lagi.


"Oh ya, lu gk mau ikut gue? daripada lu Sendirian"


Justin Mengangguk. Travis pun langsung pergi ke tempat Jun, Sepanjang jalan dia mengajak ngobrol Justin walaupun laki² itu tidak meresponnya.


Ditempat Jun, Sudah ada semua teman2nya dgn alat mereka masing².


"Cepet amat dah kalian nyari"


"lu aja yg kelamaan, Kita tadi langsung nemu"


"Lo nyari sampe mana?"


"gk inget sampe mana, Tapi untung Justin bantuin gue jadi gue lebih cepet nemu alatnya kalau gk, mungkin gue gak bakal balik² kesini"


"Justin?"


"Iya,"


"Emng ada Justin?"


"ada, Ini-" Travis membalikkan badannya namun dia membeku saat tidak mendapati Justin dibelakangnya.


"Ta-tadi kalian gk liat Justin?"


"kita gk liat siapa² kok, kita cuma liat elu"


"Ta-tapi tadi ada Justin Loh"


"buktinya sekarang gk ada Vis,"


'berarti yg nemenin gue tadi siapa? keknya gue gk salah liat deh ' Batin Travis.


"udah ah, Mending sekarang kita hancurin nih Tembok bareng-bareng"


Mereka mulai mendekati tembok yg bagian tengah kemudian mulai menghancurkannya, tapi gagal karena Travis gk fokus dia masih kepikiran Justin.


'masa sih tu anak main pergi aja, biasanya juga dia nempel Mulu ke gue karena takut, tapi kok tadi pas jalan dia gk ada bayangannya ya?' Batin Travis.


Waktu Itu Travis gk bisa ngeliat jelas wajah Justin karena lampu ruangannya yg berwarna merah, tapi Travis bisa ngeliat jelas bayangan dirinya sendiri tapi dia gak ngeliat bayangan Justin pas jalan.


"Travis, Lo mikirin apaan sih? kita jadi gagal"


"so-sorry"


"lu masih mikirin Justin ya? Udah gk usah dipikirin, Mungkin tadi halusinasi lu aja"


"Iya kayaknya"


...***...

__ADS_1


__ADS_2