NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]

NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]
Eps 08 [ DLC 2. Is There Hope? ]


__ADS_3

...Happy Reading 🌸...


Danny, Jun, David, Sam, Dan Travis Terduduk lemas. Jujur mereka sedikit takut jika meneruskan perjalanan mereka mencari jalan keluar, tapi bagaimana pun juga itulah niat awal dan tujuan yg membawa mereka sejauh ini, karena banyak korban lain yg langsung menyerah tanpa mencoba.


"Vid .. Kita lan-"


"Gak! Gue gak Mau liat kalian mati lagi!"


Terutama David, Pembunuhan secara terang-terangan yg dilakukan oleh Xandra membuatnya sedikit trauma, karena perilaku Xandra mengingatkan dirinya saat kecil ketika menyaksikan kedua orangtuanya dibunuh dihadapannya oleh penjahat yg membenci kedua orangtuanya.


Dan setelah umurnya menginjak dewasa dia kembali menyaksikan hal yg paling dia benci, apalagi hal itu menimpa teman2nya, Keluarga kedua untuk David.


"Lo ngelupain Niat Awal kita Vid? Apapun rintangannya kita bakal terus maju, gak akan pernah mundur lagi Vid, Lo mau Membusuk didalam permainan ini selamanya?"


"Ta-tapi gue gk tau kalau rintangannya bakal kayak gini .. makannya waktu itu gue setuju² aja"


"Vid, Namanya juga rintangan pasti ada yg terduga ada juga yg gk terduga dan kita harus siap Nerima itu semua, Siapa tau aja ini baru permulaan, rintangan yg sebenarnya mungkin udh nunggu kita dijalan keluar"


"ta-tapi gue gak mau ngeliat kalian ..."


"kita ngerti Vid, tapi kalau cara mainnya kyk gini gimana? Bayangin aja Lo lagi main game trus Lo gk nyaman sama sesuatu dan pas pengen Lo ganti ternyata gk ada dipengaturan, Lo pasti bakal tetep ngelanjutin gamenya apapun alasannya kan? ya walaupun Lo sedikit gk nyaman tapi Lo pasti bakal tetep ngelanjutin gamenya karena gamenya menurut Lo itu seru banget, permainan ini juga kayak gitu, cara mainnya emng kayak gini dan kita cuma bisa ngikutin alurnya aja, karena kita disini sebagai Pemain Bukan Pembunuh "


David cukup tertegun dengan ucapan Danny, bukan hanya David semuanya juga tertegun, Ucapan Danny ada benarnya mereka gk bisa mundur gitu aja, kalau mundur sama aja itu game over.


Ucapan Danny sukses membuat David menghilangkan niat mundurnya itu, Dia bakal berusaha sebisa mungkin untuk menutupi rasa traumanya, Dan siap dengan rintangan yg akan datang lagi kepadanya dan juga teman-temannya.


...~~~...


Danny, Dan Jun memimpin jalan sementara Travis Dibelakang begitu juga dgn David yg Menggendong Sam karena kaki Sam sudah tidak ada sebelah.


Mereka terus berjalan namun mereka merasa bahwa semakin mereka maju maka cahaya merah yg menjadi penerang mereka mulai meredup dan menjadi gelap.


"Guys, Berhenti"


Mereka semua pun berhenti dan menatap Danny yg menjadi alasan mereka berhenti.


"Kenapa bang?" Tanya Travis yg wajahnya sudah mulai kusut karena gk tahan lagi didalam permainan ini tpi kunci permainan nya adalah Rela dan sabar.


"Kalian Ngerasa Gk kalau kita berhenti cahaya merahnya gk terlalu menggelap tapi kalau kita terus jalan cahaya merahnya jadi menggelap?"


"iya dan itu gara² Lo" Celetuk Jun


"Kok gue?"


"Gara² pidato Lo tadi, Permainan ini jadi maksa kita buat terus jalan Gk boleh berhenti"


"kan emang kenyataan gitu, selama hidup kita gk boleh-"


"iya² gue udah denger itu berkali-kali"


Danny Menatap Jun tajam Dan mulai menjauh darinya, Travis, David, Dan Sam mulai khawatir karena takut mereka berdua beneran berantem.

__ADS_1


"Ayolah, jangan kek gini, kita terus jalan aja tapi jangan lupa juga buat sesekali berhenti, Gue capek Gendong Sam Mulu nih, Dipikir Sam tuh ringan apa"


"Ya pasti ringanlah Kan dia kecil bang"


"iya dia emng kecil tapi dia berat"


"Oh"


Kali ini David yg diuji kesabarannya oleh Travis.


...~~~...


Mereka Terus berjalan hingga cahaya merah sudah menghilang dan tak lagi menerangi mereka.


"Rintangan apa lagi ini?! Gue gak bisa liat apapun Woy!" Teriak Travis


"Diem dulu Vis, Suara Lo tuh, Udah Berat mana menggema lagi kan kesannya jadi serem" Sam akhirnya Membuka suaranya setelah sekian lama dia tertidur dipundak David.


"Jadi maksud Lo suara gue kek monster gitu?!"


"mungkin"


"Shht .. Diem Dulu, Ini 2 leader kita mana? kok diem2 Bae gak ada suaranya" Ucap David menengahi Travis Dan Sam.


"Lah iya ya, Mereka mana? BANG DANNY, BANG JUN, WOYY"


"gak gitu juga caranya manggil mereka Vis,"


"Kalem aja, Kita gk ada penerangan masalahnya kita juga sekarang bukan disembarang tempat, bisa aja Ini-"


Braakkk


"nah loh, apatuh?"


"Mana gue tau, orng gue gk liat apa2"


"gue gak nanya ke elu"


"emng gue ngomong sama lu?"


"Udah diem Hey," ucap David, sisi dewasanya mulai keluar ketika Travis Dan Sam ribut.


"Vis Lo Dimana?"


"Disini bang"


"Ya disini Tuh Dimana?!"


"Disamping lu Elah,"


"pegang tangan gue kalau Lo beneran disamping gue"

__ADS_1


"Idih Ogah ngapain gue sentuh-sentuh tangan Lo"


"Travis cepet Jangan Sampe gue ngeluarin sisi gelap gue ya"


"emng Lo punya?"


"Nurut aja Napa Vis, Lo kan tau sendiri kalau Bang David marah Gimana"


"yaudah², Udh Tuh"


"Be-bentar Ini beneran tangan Lu? Kok kecil? bukannya tangan Lo besar ya?"


"Eh bentar! sejak kapan tangan Lo jadi sekeras tembok bang?!"


"hah?"


"Ini .. " Travis Meraba2 sesuatu yg dia pegang tpi yg dia rasakan hanya sesuatu yg datar dan luas dgn tekstur yg sedikit kasar.


"Jangan Bilang Ini tembok?" Lanjut travis


"lah Lu dimana sih Vis? Lo beneran disamping gue?"


"Iya gue beneran disamping Lo bang, Tadi Lo disamping kanan gue kan? nah gue udah tuh nyentuh tapi yg gue temuin keknya tembok deh"


"berarti yg megang tangan gue siapa? Sam? Sam Lo masih digendongan gue kan?"


"Iya gue masih disini kok"


"Coba gigit pundak gue takutnya gue malah gendong hantu itu lagi"


Sam pun Tidak segan-segan menggigit pundak David.


"AKHHH- Sam Pelan Napa gigit nya!"


"Lo yg minta kok bang"


"Bang Danny, Bang Jun !! Kalian Dimana Sih?!" teriak Travis


Cetak


Lampu Menyala, Yap Itu adalah Lampu bukan cahaya merah, Dan Mereka juga sekarang bukan ditempat lorong tadi ... Mereka berada Disuatu ruangan Yg lebih Duniawi karena disekitar mereka sudah ada semacam Kasur, Poto-poto aneh, Jendela, Lemari, Meja, kursi, Dan semacamnya seolah mereka telah kembali ke dunia nyata.


David Dan Sam Tentu kaget apakah mereka bebas? atau apa? tapi kalau bebas kok tempatnya sangat asing? kecuali Travis yg begitu melihat kasur langsung tidur diatasnya, Dia sangat lelah, Apalagi perasaannya yg terus gelisah semenjak menusuk Xandra, Dia melakukan itu untuk menyelamatkan teman2nya walaupun harus mengorbankan Xandra tapi entah kenapa dia merasa sangat bersalah.


David Menurunkan Sam Pada Sebuah Kursi Lalu menampar pipinya sendiri dan ternyata ... Itu sakit. Mereka tidak sedang berhalusinasi ini semua memang nyata, apakah hantu itu yg mengendalikannya? No One Knows About It.


David melirik Travis yg sepertinya mulai tertidur, dia ngerti perasaan Travis dia juga ngerti perasaan Sam yg baru saja kehilangan sebelah kakinya, Maka dari itu dia membuka Pintu satu²nya yg ada diruangan itu, Dan dia sangat terkejut karena mendapati 3 orang yg termasuk temannya.


"Kalian?"


...***...

__ADS_1


__ADS_2