![NEVER COMEBACK [ AESPA Ft. TREASURE 12 ]](https://asset.asean.biz.id/never-comeback---aespa-ft--treasure-12--.webp)
...Happy Reading 🌸...
POV. Kyle, Jaden, Cio, Vera.
Mereka ber-4 sedang beristirahat, Sebenarnya mereka bisa saja terus jalan tpi dipertengahan jalan tiba-tiba saja Cio pingsan dan Vera juga yg mendadak ketakutan. Kyle dan Jaden saja bingung harus gimana lagi.
Kyle dan Jaden melihat² sekitar dan tidak jauh dari posisi mereka ada cio yg masih pingsan dan didepannya Vera yg menatap kosong cio, Kyle dan Jaden tidak bisa mengalihkan pandangan Vera. gadis itu terus saja menatap cio seolah-olah sedang bertemu dengan orang baru.
"Kyle"
"Hm?"
"menurut Lo .. kita bisa keluar?"
"gue rasa soal itu gk perlu ditanya lagi, niat kita adalah jawabannya"
"maksud Lo?"
"kalau kita niat keluar dari sini, kita pasti bisa. tpi kalau kita gk niat, mungkin bisa aja gagal"
"Lo ngekhawatirin sesuatu?"
sontak Kyle langsung melihat Jaden.
"darimana Lo tau?"
"Lo gk biasanya ngomong bijak kayak tadi, siapa yg Lo khawatirin?"
Kyle kembali menunduk menatap jari-jari tangannya.
"Asa .. Dari awal kita terjebak dipermainan ini, Sikap dia agak aneh, Dan Waktu Vera tiba-tiba muntah dan kedinginan disitu cuma kulit asa yg dingin"
"jadi maksud Lo .. asa udah dirasuki sebelum kita terjebak disini?"
"bukan, Gue rasa .. Asa-"
"KAK KYLE" Kyle dan Jaden terkejut bukan main karena tiba-tiba saja Vera berteriak, dengan cepat mereka berdua langsung lari ke tempat Vera.
Disana mereka lebih kaget lagi karena Cio menggigit salah satu jari Vera bahkan jarinya hampir putus. tanpa basa basi lagi Kyle dan Jaden langsung menarik cio dan menjauhkannya dari Vera, namun siapa sangka bahwa dia malah berbalik dan menggigit leher Kyle hingga darah segar keluar dari lehernya.
Jaden yg melihat itu langsung menarik tubuh cio dan mendorongnya kuat Kedinding. Vera langsung mendekati Kyle yg kesakitan lalu memeluknya.
"cio kerasukan hantu kanibal kak .." bisik Vera
Tubuh cio perlahan jatuh kelantai dan kembali tidak sadarkan diri.
"Vera, Cio kenapa?" Tanya Jaden setelah memastikan bahwa cio benar2 pingsan
"Cio kemasukan hantu kanibal bang, Tadi gue liat sendiri kalau hantu itu masuk ke tubuh cio tapi waktu itu gue gk tau kalau yg masuk ke tubuh cio itu hantu kanibal, dan tiba2 aja dia nyamperin gue trus ngegigit jari tangan gue"
"jari Lo gk papa?"
"gk terlalu parah kok"
"tapi itu hampir-"
"gk papa," Vera dengan tiba-tiba menarik paksa jarinya yg hampir putus itu didepan Kyle dan Jaden
"Vera Lo ngapain?!" Kyle menahan tangan Vera yg semakin menarik paksa jarinya
"ini ngenganggu, lagian jarinya juga udh gk berfungsi"
"Vera, please biarin aja"
"gue yg gk nyaman" jawab Vera santai lalu mencoba menarik paksa jari manisnya itu. Kyle dan Jaden hanya menatap ngilu jari Vera yg semakin melonggar.
__ADS_1
"Akh !!"
"Vera gue kan udah bilang!! gak usah dicabut!!"
Vera langsung melempar jari itu jauh² setelah selesai mencabutnya, entah darimana dia bisa mendapatkan keberanian seperti itu. padahal jarinya masih sedikit berfungsi ya walaupun tidak seperti jari²nya yg lain.
Vera merobek sedikit kain dari bajunya lalu menutupi jarinya yg putus itu dengan kain bajunya.
"sekarang kita harus nunggu cio sadar lagi?" tanya vera
"iya, kita gk bisa ninggalin dia sendirian disini, dia juga kayak gini gara² kita" jawab jaden
"bukan, ini semua gara² Yedda, dia yg duluan ngajak kita semua main permainan ini" Seru Vera
"Tapi ini juga salah kita karena kita mau-mau aja diajak main sama Yedda"
"ini salah Yedda bang! kalau aja Yedda gk pernah ngajak kita, kita juga gak akan pernah terjebak didalam permainan ini!! untuk masalah kita mau-mau aja itu karena kita sebelumnya udah tau permainannya bang, permainan ini cukup terkenal, dan yedda pelaku utamanya karena udah ngajak kita semua!"
"Yedda cuma ngajak!! kita yg terlalu kebawa nafsu sampe-sampe kita gk mikir dua kali buat terima ajakan Yedda, waktu itu juga Yedda gk maksa kita, cuma kitanya aja yg penasaran sama permainannya dan berakhir kayak gini!!"
"Tapi Yedda-"
"Cukup!!! Bisa gak sih kalian jangan berantem cuma gara² Yedda?! kita semua disini salah! Gk ada yg bener!! ini udah takdir dan karena itu takdir kita harus bisa merubahnya supaya kita gk jadi kayak mereka yg udah bertahun-tahun terjebak didalam Permainan ini!!" Kyle berhasil membuat Vera dan Jaden terdiam yg awalnya ribut cuma gara² siapa yg salah.
"Sorry Bang, Gue kebawa emosi tadi" Vera mengulurkan tangannya ke arah Jaden lantas Jaden pun membalas uluran Vera.
"gue juga"
...~~~...
"Cio ini Lo kan?"
"iya ini gue, emng kenapa?"
Jaden, Kyle dan Vera masih tidak yakin karena biasanya jika suatu makhluk sudah merasuki tubuh manusia akan susah untuk keluarnya dan mereka bertiga yakin bahwa makhluk itu pasti masih ada ditubuh cio karena Jaden tadi hanya membuatnya pingsan tidak mungkin makhluk itu langsung pergi dari tubuh cio.
"iya, lu gigit jari gue sampe hampir putus" Celetuk Vera
"hah?! serius?! tapi-"
"kata Vera Lo tadi dirasuki hantu kanibal"
"hantu kanibal?"
"bukan cuma jari gue, Lo juga gigit leher kak Kyle sampe berdarah tuh" Vera menunjuk luka dileher Kyle yg masih sedikit basah
"gu..gue-"
"jadi gue tanya sekali lagi, ini beneran Lo kan?"
"sumpah bang, ini beneran gue, cio. Pantes aja tadi pas gue bangun Tiba-tiba gue ada ditempat yg gelap banget dan gk tau kenapa tiba-tiba gue malah gk sadar lagi"
"syukur deh kalau lo yg sekarang beneran cio, kalau hantu kanibal lagi agak ngeri juga, soalnya main gigit"
"sorry ya kak Kyle, Ver. Gue beneran gk tau kalau gue udah Lukain kalian"
"santai aja lagian bukan Lo kok yg lukain, tubuhnya emng Lo tapi hatinya bukan Lo"
"jadi kita bisa lanjut jalan lagi? kayaknya kita udah ketinggalan jauh nih, soalnya kelamaan istirahat"
"gue sih boleh-boleh aja"
"Kyle? Lo kenapa?"
"e-enggak, Entah kenapa perasaan gue gak enak sama kelompok Kevin, apa mereka baik² aja ya?"
__ADS_1
"kita doain aja semoga mereka gk kenapa²" ucap jaden
"tapi dikelompok mereka ada asa" Celetuk cio
"justru itu yg gue pikirin dari tadi, Asa bisa aja kemasukan karena dulu dia sering berkomunikasi sama hantu" saut kyle
"jujur gue agak ngeri sama asa, makannya tadi gue nolak pas satu kelompok sama asa, untungnya gue dijadiin satu kelompok sama kalian" Celetuk vera
"Yaudah ayo lanjut jalan lagi, nanti kita ketinggalan sama yg lain,"
Mereka ber-4 pun melanjutkan kembali perjalanan mereka yg tiada ujungnya ini. Lagi² ditengah perjalanan cio ngerasa pusing. entah kenapa dia kalau udh jalan sekitar 20-25 mnt pasti langsung ngerasa pusing dan ujungnya pingsan lagi. Tpi kali ini cio nahan rasa pusingnya supaya gk nyusahin teman²nya.
Tapi ya namanya juga rasa pusing gimana caranya nahan, ditahan malah makin pusing nantinya. Cio berjalan sambil memegangi dinding didekatnya, jujur cio kesel kenapa dia gk pingsan aja kalau kayak gini rasa pusing itu nyiksa cio.
tidak lama setelahnya dia mendengar suara seretan besi dari belakang dia pun menoleh kebelakang, penglihatannya burem namun dia tau bahwa itu adalah makhluk sama persis dgn yg pertama kali dia jumpai saat bermain dikelas.
"LARI" Jaden, Kyle dan Vera melihat kebelakang dan terkejut ternyata hantu yg membanting mereka saat dikelas lah yg mengikuti mereka sekarang.
Sontak mereka langsung lari saat hantu itu tiba2 datang melesat kearah mereka. tpi Jaden berhenti ditengah lari karena menyadari bahwa cio tidak lari bahkan tidak mengikuti mereka. setelah diliat bahwa jaraknya dgn hantu itu masih agak jauh Jaden pun menyamperi cio yg terduduk didekat dinding.
"Cio Lo kenapa? ayo lari!"
"gk bisa bang, kepala gue pusing banget" Jaden pun tanpa berpikir panjang lagi langsung jongkok dihadapan cio
"buruan naik ke punggung gue!"
"tapi bang-"
"Buruan Cio!" Cio pun langsung naik ke punggung Jaden. dan Jaden langsung lari menyusul Kyle dan Vera yg sudah jauh.
"Bang, Turunin aja gue, Lo pergi aja, biar gue disini"
"Maksud Lo apa cio?!"
"diantara kita harus ada yg berkorban bang, supaya yg lain bisa selamat"
" Enggak! Lu gk usah ngaco cio! Kita semua bakal selamat!!"
'Gk ada cara lain, Maafin gue bang, Semoga kalian semua selamat dan bisa kembali ke dunia lagi' Batin cio.
Cio melihat kebelakang, jaraknya dgn hantu itu lumayan Deket, lantas cio langsung mendorong bahu Jaden Kedepan. Otomatis Jaden terdorong dan cio langsung terjatuh ditempat.
"Cio!!"
"Pergi bang!!!"
"Maksud Lo-"
SRETT
Dengan mudahnya hantu itu memotong kepala cio. dan kini menatap Jaden yg terdiam. Jaden menelan ludahnya kasar. Apakah dia harus pergi? Melihat kepala cio yg menggelinding kearahnya membuat niat Jaden untuk keluar dari permainan ini semakin menipis.
'gak² gue harus pergi, cio udh berkorban, Dan gue harus berusaha sebisa mungkin supaya pengorbanan cio gk sia-sia' Batin Jaden.
Dia memperhitungkan jarak jika dirinya lari seberapa cepat hantu itu akan mengejarnya. Jaden Pandai dalam matematika, Kali ini dia benar-benar memakai otaknya untuk berpikir.
Jarak diketahui. Jaden langsung lari saat hantu itu maju untuk mendekatinya. dan benar walaupun dia hantu tpi respon dia agak lambat.
'Gue bakal berusaha sebisa mungkin supaya pengorbanan Lo gk sia-sia, Cio' Batin Jaden.
BRUKK
Jaden gagal. Dia terjatuh dan didepannya tepat hantu itu. Dia menyeringai kearah Jaden. Jaden nyerah. dia gk tau harus bagaimana lagi. Apakah dirinya akan mati?
'Sorry Cio. Gue Gagal' Batin Jaden.
__ADS_1
...***...