NISKALA

NISKALA
LEMBAR PERTAMA


__ADS_3

Niskala ingat betul apa yang terjadi. Dia termakan oleh ledakan dashyat dari pemberontakan kota beberapa saat lalu. Seingat nya dia sudah Mati? Mengingat ledakan yang berasal dari gas alam takkan mungkin membuat dirinya selamat, tapi apa ini?


Dirinya tidak merasakan sakit apapun kecuali haus yang menjajah kerongkongan nya.


Membuka mata perlahan niskala di suguhkan ruangan mewah yang ia prediksi adalah kamar. Tapi.. Kamar siapaa???


Dia kebingungan, niskala mulai mencoba untuk beralih dari posisinya berbaring menuju duduk, tak merasakan apapun, hanya lemas.


Tapi apa yang terjadi?


Atensi nya terfokus pada sebuah sutra yang di atasnya terdapat tulisan berwarna perak yang indah


" Jalanilah kehidupan sebagai wilgas selama 3tahun, dan jika kau menjalani nya dengan baik. Kau akan mendapatkan apa yang amat kau inginkan "


Begitulah kira kira tulisan itu tertata rapih, bingung, hanya itu yang dapat mewakili seorang niskala saat ini, dan beberapa saat setelah nya masuk lah seorang perempuan muda berparas cantik bak peri peri yang waktu kecil sering niskala tau.


Niskala tak kicep sama sekali


Hanya diam dan terpokus seperti patung


" Apa?! " Tanya nya ketus


Niskala masih tidak menjawab


" Cih! Anak aneh " Judes nya lagi


Fiks kali ini niskala tidak dapat menahan senyum nya yang sudah mengembang


" Dih! Malah senyum. Gila kamu?! " Balasnya dengan galak namun tak melunturkan aura kecantikan nya


Menggeleng hanya itu yang niskala lakukan sekarang


Perempuan itu menghela nafas kasar dan ikut duduk di tepi ranjang yang di tempati niskala sekarang


" Will, baru bangun dari kecelakaan ya gapapa. Tapi jangan sampe jadi gila juga?! " Ucap nya sambil memegang pundak niskala dan berucap dengan serius


Niskala mengerutkan kening nya bingung


" Will? "

__ADS_1


" MAMAA!! WILGAS BENERAN AMNESIA!! " teriak nyaa gaduh membuat 2 orang paruh baya itu menghampiri mereka berdua


" Rere, kamu itu kenapa sih, adik sendiri di kata katain, baru aja dia bangun " Kata wanita itu sambil mengusap surai lembut Niskala


" Wilgas jangan di pikirkan, lebih baik kamu istirahat saja yaa, dokter bilang kamu mengalami geger otak ringan, owh iya, kamu pasti inget mama kan?? " Sambung wanita yang menyebut dirinya mama


Niskala bingung, sekarang harus menjawab apa? Bukan dia tidak ingat tapi dia memang tidak tahu siapa wanita yang ada di hadapan nya saat ini, pun begitu lelaki yang berdiri tegap di samping wanita itu.


" Ini papa mu will " Kata pria itu mengerti kebingungan wilgas


***


Setelah acara dramatis Keluarga itu berakhir. Niskala memutuskan untuk bergerak. Karena dia lelah terus berbaring di kasur bagai orang mati.


Satu langkah dua langkah masih biasa saja, sampai dirinya menangkap bayangan diri nya di depan cermin begitu berbeda dengan penampilan aslinya? Siapa bocah itu? Gumamnya terus menerus dalam hati,


Mata nya membola dan tak bisa lagi berkata kata, dia benar benar telah mati? Lalu apa ini? Kehidupan ke 2 begitu? Bukan kah jika kehidupan ke2 harus nya dia mulai dari bayi lagi? Bukan dari anak remaja 18 tahun?


Sial?! Lalu apa?


" Aku? Wilgas? " Gumam niskala masih tak percaya



***


" Menyerah lah Januar Asgaputra "


" Shit " Rutuk pria yg baru kita tau namanya adalah Januar


Opsi terakhir, baku hantam!


Tapi sial nya Januar di serang bersamaan membuat dia limbung terlebih musuh menggunakan balok kayu yang membuat nya babak belur penuh luka pukulan


" Cari barang nya " Komando seseorang yang berwajah angkuh. Dan tidak lama Januar langsung di geledah, yang membuat musuh senang adalah, mereka mendapat apa yang mereka incar, yaitu berlian shapire yang dapat mengakses segala macam yang bersangkutan dengan dunia mafia


" Asu! " Gumam nya sebelum kehilangan kesadaran saat melihat musuh nya pergi membawa aset berharga milik agensi nya


***

__ADS_1


Baru saja beberapa blok niskala- em atau mulai sejak saat ini mari kita sebut saja wilgas. Ya wilgas memang sengaja berjalan tanpa tujuan karena dia ingin menghirup udara malam yang segar, tapi di tengah perjalanan nya malah mendapati seorang bersimpah luka yang mengenaskan. Celingak celinguk, wilgas mulai mendekati dan mencoba menyadarkan orang ini.


" Bangun! " Cicit wilgas sambil menyentuh nya


" Ish tidak bangun juga " Rutuk nya


" BANGUN WOYY!! " wilgas berteriak di telinga orang itu sambil menampar nya keras


" AWWW!! " orang itu menjerit menerima tamparan di setiap luka nya


" BOCAH SIALA-eh wilgas? " Tanya nya dengan nada yang berubah lembut


" Kita saling mengenal? "


" Berhenti bercanda! Aku sepupu mu! "


wilgas menatap curiga


" Lihattt " Dia membuktikan dengan foto dirinya tengah bersama wilgas saat sedang kumpul keluarga


Will menghela nafas nya dan menyampirkan tangan Januar di bahu nya dan membntu nya berjalan.


" Hei, bisa kau ceritakan semua tentang wilgas? "


" Huh? "


" Jelaskan saja! " Ngotot will


" Ck! Sejak kapan kau menjadi seperti itu? " Januar bertanya


" Sejak tadi, ayo cepatt, atau ku dorong kau ke sungai di depan. Mau? " Ancam will


" Kau adalah anak kedua dari keluarga ergayudhi. Kau memiliki kakak perempuan bernama Regina resky. Lalu ayah dan ibu mu yang menyayangimu namun selalu di sibukan oleh pekerjaannya. Tidak ada yang lain, selain kau yang pendiam, lemah, baik, pemalu, dahlah introvert jika harus ku ringkas. Di sekolah kau selalu di kucilkan karena terlalu penyendiri, karena itu aku yang selalu menemani mu dan membelamu. Sampai kau mengalami kecelakaan parah yang membuat mu tidak sadar selama satu bulan penuh. Aku juga kaget sendiri bisa bertemu dengan mu dalam kondisi seperti ini "


" Siapa nama mu tadi ? " Tanya wilgas


" Januar Asgaputra. Yaampun will kau benar benar hilang ingatan " Gertak Januar


" Terimakasih sudah mengantarkan ku. Pulang lah. Besok kau harus sekolah . Ini sudah memasuki tahun ajaran baru " Kata Januar sambil melangkah masuk ke rumah nya

__ADS_1


***


__ADS_2