
Bosan! Itulah yang tengah di rasakan oleh will selama 3 hari yang lalu. Yap ini hari ke3 dimana dia di jatuhi hukuman skors oleh pihak sekolah. Wilgas sih owh aja v:
Orang tua nya kembali melakukan perjalanan bisnis keluar kota mengingat cabang perusahan keluarga nya yang tersebar dimana mana. Hampir 3 hari juga will menghindari Rere yang tampak nya ingin meminta maaf kepada will, entahlah will hanya ingin memberikan Rere sedikit pelajaran. Jadi biarkan saja.
Will menatap dirinya sendiri di hadapan cermin full body di kamar nya, pikiran nya terlempar saat dia menjadi niskala , ah iya bagaimana nasib rekan rekan nya? Komandan nya? Atau bahkan Keluarga nya? Sungguh ia rindu. Tapi apa daya, sekarang dirinya sedang menjadi wilgas. Melamun begitu lama membuat will mengantuk dan memutuskan untuk tidur
***
" Kak, bangun kak! " Samar samar niskala mendengar suara kecil yang membuat dirinya terpaksa bangun
" Kak La, kakak yang namanya niskala kan? " Ujar remaja yang sangat ia hapal wajah serta perawakan nya
" Wilgas? " Ucap niskala ikut duduk di ranjang kamar ini
" Aku sudah kembali diriku yang dulu? "Tanya niskala pada remaja di hadapan nya
Wilgas menggeleng
" Lalu? " Tanya nya lagi
" Aku sudah mati... " Cicit will pada akhir nya
" Tapi aku memohon kepada Tuhan agar mengirimkan seseorang yang bisa menjaga kak re. Karena selama ini aku tidak pernah dengan benar menjaganya. Aku hanya bisa merepotkan nya dan hanya bisa menganggu nya, aku senang tuhn mengabulkan doa ku saat jiwa mu mengambil alih tubuhku. Saat hidup aku merasa mati. Tapi setelah mati aku merasa hirup. Ini semua berkat mu, terimakasih yaa! Sebagai imbalan nya, aku akan selalu ada untuk mu dan memberi mu petunjuk jika kau kesulitan " Jelas nya will malu malu sambil menunduk
" Baiklah, aku tidak bisa berontak bukan? "
" Teman mu " Ujar will
" Kenapa? Siapa? " Heran niskala kebingungan
" Teman teman yang kau punya saat ini. Semua berbahaya, Dan penuh rahasia, tapi jangan takut, kau harus membantu mereka. Lambat laun, kau akan mengetahui semua yang ingin kau ketahui.Itu yang akan membuat Tuhan mengembalikan semuaa " Jelas nya lagi
Mereka bedua terdiam dalam keheningan
" Will, Rere... "
“ aku mencintai nya "
Pengakuan niskala membuat wilgas melotot pada niskala galak. Lalu wilgas mencekik niskala hingga kehabisan nafas dan terbangun terengah engah.
Mimpi sialan!
**
" Will, willy, wilgas, are you home? " Januar datang dengan pakaian casual nya sambil menyisir rumah megah keluarga ergayudhi.
" Apa? " Tanya will singkat
" Calm down bro. Lets kita bersenang senang " Januar merangkul pundak will so akrab dan membawa nya pergi dengan cbr merah nya
" Janu, ini mau kemana? "Tanya will ketika tidak tahu arah tujuan
" Ikut saja lahh " Januar tidak menghiraukan pertanyaan will
Kedua remaja itu saat ini sedang berada di bar. Gila saja januar mengajak nya kesini! Hell ini kita cerita nya baru SMA cuyy. Belum pantass :v
" Kenapa ke bar sih janu? " Tanya will kesal
" Diam will. Jaga motor ku, aku akan menemui seseorang dulu. Jika lama kau pulang saja dengan motor ku " Jelas janu yang kini melempar kunci motor cbr nya ke wilgas yang hendak marah marah. Sialan nih si janu. Membawa seenak nya. Lalu meninggalkan seenak nya?! Shit!
Setelah mengumpat akhir nya will memutuskan untuk jalan jalan dan mendapati tempat yang mungkin asyik? Okey sekarang ini will sedang masuk ke dalm sebuah ruangan bar yang terhubung demgan ruangan khusus lainya. Modal insting dan mengikuti orang, will melangkah dan langkah nya terhenti di tempat yang mirip arena balap, disana banyak sekali mobil sport berjejer rapih dan bagus. Will ber oh ria sambil menikmati apa Yang ada disana. Orang orang berkumpul dan will ikut penasaran. Ada apa?
Terlihat lah disana dua mobil mewah yang sudah stay di garis start yang mengundang riuh orang disana
" Aku bertaruh untuk mobil hitam " Kata pria di sebelah will
" Aku untuk yang merah. 10 juta untuk yang menang " Balas orang yang di ajak bertaruh
Will bergidik ngeri melihat taruhan unfaedah membuang uang itu.
Dan tanpa di duga mata will melotot saat melihat siapa pengendara yang menjadi peserta balapan itu
***
__ADS_1
Pacuan mobil sport itu sangat diminati penuh oleh orang orang yg disana. Buktinya sorak sorai begitu penuh saat mobil sport saling salip menyalip di tikungan,
Si merah lah yang sampai di garis finish duluan dan menagih imbalan yang di janjikan sebelum awal balapan.
" Chrish! Berikan imbalan ku sekarang " Kata pemilik mobil sport merah dengan angkuh
" Hahahaha. Dalam mimpi mu Bima! " Jawab chrish lalu menikam seseorang yang di sebut ny bima itu dengan belati yang di sembunyikan nya di balik jaket balap. Tak berlangsung lama kekacauan terjadi. Tembakan meledak dimana mana. Semua nya panik. Kecuali will yang tampak berlari berlawanan arah dengan pintu keluar.
Will panik berdiri di hadapan seseorang yang tergeletak di jalanan dengan luka tikam, feeling dan insting will tidak enak. Lalu dengan mantap will melakukan pertolongan pertama nya. Di buka kan lah helm fullface si pengendara mobil merah dan betapa terkejut nya saat firasat nya terbukti.
Orang yang di sebut Bima. Adalah teman karib nya. Abimanyu haraksa! Rahang will mengeras marah. Tapi tak bisa menyalurkan ego nnya dan memilih menyelamatkan nyawa sang kawan. Di raih tangan nya dan di gendong lah abim di punggung tegap will. Berlari kencang ke luar dan sesegera mungkin mencari pertolongan. Melihat ada mobil yang melintas will segera merentang kan tangan nya dan memohon bantuan.
Sampai di rumah sakit, abim kristis. Banyak darah yang terbuang sia sia. Untuk will dengan cepat menolong nya. Jika tidak. Tamat lah hidup abim :((
Will menggenggam ragu telpon milik abim, tapi ia terpaksa melakukan hal ini..
" Halo? " Ucap will saat panggilan tersambung
" ... "
" Maaf om, saya wilgas, teman Abimanyu. Saat ini Abimanyu sedang ada di rumah sakit xxx , abim menjadi korban tikam "
" .... "
Will rasa bukan keputusan yang salah bukan untuk menelpon ayah dari abim? Dan benar saja sesaat kemudian saat will baru saja selsai mengisi perut nya di warung nasi sebrang rumah sakit. muncul orang orang berdasi dan berjas memboikot kawasan rumah sakit
" Anda orang yang bernama wilgas ? Ikuti saya tuan muda! " Kata seseorang berjas itu
Will pasrah mengikuti mereka dan sampai mereka di ruang VVIP. Tertulis nama Abimanyu Haraksa
Wagilasee. 15 menit will meninggalkan abim dan sekarang dia sudah berpindah ke ruangan rumah sakit yang mewah ini? Siapa Abimanyu Haraksa sebenarnya? ?
" Wilgas Ergayudhi " Panggil seorang pria yang terlihat masih gagah di usia matang
" Terimakasih atas pertolongan mu anak muda. Saya akan mentransfer uang untuk imbalan anda. Sebutkan saja nominal nya " Pria itu terlihat ramah
Will tersenyum, membungkuk .
" Saya tidak tau abim yang sebenarnya, di sekolah abim terlihat berbeda dengan di lintasan , tapi siapapun abim. Saya tidak peduli, saya akan tetap berteman dengan nya, jika abim sudah siuman tolong beri tahu saya tuan " Kata will menyalami tuan Haraksa seraya menyerahkan barang barang abim
Will berlalu pergi, sementara tuan Haraksa tersenyum penuh arti.
***
Jauzan berdiri di hadapan gerbang sekolah nya, kotak hitam berbau amis kini ada di tangan nya , tujuan nya hanya satu, yaitu Fauzan Sadewa. Sang ayah,
" Saya ingin bertemu dengan bapak kepala " Ujar jauzan dingin
" Lewat sini tuan muda " Bimbing orang orang di Sana
" Ini yang kau minta pak tua " Hardik jauzan dingin
" Hahaha bagus nak, aku puas melihat perburuan mu kali ini. Tidak sia sia aku menjatuhkan skors ini kepada mu " Fauzan tertawa bangga melihat apa yang ada di kotak hitam yang di bawa jauzan
" Aku pergi " Pamit nya dan berlalu menginggalkan ruangan.
Saat hendak pulang jauzan menghentikan langkah nya melihat wilgas. Berdiri di depan gerbang dan kebingungan. Entah apa yang membuat jauzan tergerak. Yang pasti saat ini jauzan melenggang ke arah wilgas .
Tanpa perlu berbicara mereka sudah saling pandang, wilgas heran, apa yang sedang si songong ini lakukan? Bukan kah dia sedang di skors sama seperti nya? Apa dia sedang melakukan pemberontak-
" Jauzan Sadewa " Ucap nya tegas memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan ke arah will menghentikan pemikiran negatif will tentang jauzan
" Wilgas Ergayudhi " Ucap will tak kalah tandas menyambut uluran tangan jauzan.
Menurut jauzan itu adalah simbolik sebuah pengakuan. Bahwa dirinya ingin berteman dengan seseorang. Sementara will kembali bingung dengan kegiatan nya dan mengabaikan jauzan yang tersenyum penuh arti
" Untuk apa kau memegang buku praktek kelas 12 ? " Tanya jauzan. . Hell seorang jauzan memulai percakapan?!! Ini seharusnya di tulis dalam buku rekor dunia. Karena seumur hidup nya jauzan tidak pernah perduli kepada siapapun atau apapun itu.
" Milik Rere " Jawab will seadanya
Jauzan hanya menaikan alis nya seolah berkata " Lalu? "
" Kau tau, kita sedang dalam skors. Tidak bisa masuk ke sana " Jelas will mengerti
__ADS_1
" Kau yakin ingin memberikan itu kepada saudara mu? " Tanya jauzan sekali lagi
Will mengangguk mantap.
Dan hingga akhir nya berkat kekuasaan jauzan mereka berdua bisa melenggang bebas memasuki area sekolah yang seharus tak bisa mereka akses.
Untung ini masih jam pelajaran. Jadi mereka bisa lepas dari perhatian orang orang, tiba langkah mereka di kelas yang will mksud. Tiba tiba hati nya bergetar hebat. Sudah lama dia mencoba mengabaikan sang kakak, tapi hari ini benteng pertahanan nya harus rubuh saat buku praktek Rere tertinggal di halaman rumah mereka. Lantas karena tahu ini adalah buku penting untuk sang kakak. Will. Rela bertarung dengan ego nya sendiri .
**
" Pembelajaran di mulai, siapkan apa yanng sudah saya perintahkan " Ucap sang guru kolot memulai pelajaran nya
Rere sibuk mengobrak abik tas nya. Tapi dia tidak bisa menemukan buku yang di maksud. Padahal seingat nya dia sudah memasukan buku tersebut kedalam tas nya dia ingat betul sebelum pada akhir nya ia ingat lagi bahwa selagi mengikat sepatu buku nya dia simpan di pekarangan rumah nya. Menepuk dahi nya prustasi Rere mengaduh
" Ada masalah Regina? " Guru itu menghampiri, membaca air muka sang murid tanpa memerintah dua kali. Ia meminta Rere keluar
" Silakan beridiri di Koridor sepanjang pelajaran saya " Kata nya sambil menuntun rere ke arah pintu kelas. saat membukakan pintu kelas pak guru itu terkejut karena di hadapan nya saat ini sedang berdiri seorang remaja tidak di kenal memakai pakaian bebas tengah menenteng buku praktek
Yap dia adalah wilgas.
Rere yang tadinya hanya menunduk harus mengadah melihat apa yang membuat sang guru tidak berkata apapun lagi. Hanya mematung membukakan pintu sambil terdiam.
" Maaf mengganggu waktu anda pak. Saya hanya ingin mengantarkan buku praktek ini kepada orang bernam Regina reski " Kata will sambil menyerahkan buku itu pada sang guru yang masih bengong
Rere kaget saat mendengar suara yang sudah lama tidak ia dengar. Menatap sang adik penuh rindu. Jika tidak tau kondisi. Rasanya Rere ingin berlari memeluk will sambil memohon ampunan nya.
" Will waktu kita tidak banyak. Ayo kembali " Jauzan mengintruksi sambil mengisyaratkan sesuatu pada sng guru
" Saya permisi " Pamit will lalu melenggang bersama jauzan
Di benak mereka kini si penuhi pertanyaan
' siapa wilgas yang sebenarnya? "
***
Will menatap galak ke arah seseorang yang terbaring di ranjang rumah sakit
" Hehe, wassap brooww " Katanya sksd
" Abimanyu Haraksa " Geram wilgas dengan nada rendah
" Iya will, inilah aku yang sebenarnya. Seorang Bima. pewaris tahta Haraksa selanjutnya. Aku dan balapan adalah apa yang Tidak bisa di pisahkan, jadi will, jika merasa tidak suka - "
" Apa yang kau bicarakan bodoh! " Sanggah will
" Ajak aku. Aku ingin balapan! " Sambung nya sambil menyeringai jahat
" Pilih lah koleksi mobilku sesukamu kawan " Tanpa basa basi Haraksa muda itu bangkit dan berganti baju dengan santai.
" Cabut " Intruksi abim memulai aksi nya lompat dari jendela
Mereka sampai di Mansion Abimanyu Haraksa. Will berusaha untuk tidak menunjukkan kekeguman nya, tapi rumah yang di hadapan nya ini, tunggu, ini si istana! 10× lebih indah dari rumah mewah Ergayudhi.
Will di tuntun masuk ke garasi yang seukuran lapang basket dimana semua koleksi mobil abim bersemayam. Bervariasi. Berwarna warni dan berkelas
" Abim, serius ni mobil ?? " Tanya will terperangah
" Ambil saja will. Jangn sungkan " Kata abim terlihat tidak peduli dengan koleksinya yang menurut nya membosankan.
" Whoaaa " Will menuju salah satu mobil sport berkelas dan elegan
" Pilihan bagus will,- hallo. Tolong pindahkan atas nama mobil Lamborghini Murcelago c6 kepada wilgas Ergayudhi. Yaa yaa sekarang jugaa - pip "
" Test drive bung? "
***
Melesat dengn cepat mobil itu berpacu di jalanan malam yang sudah lenggang, 2 orang di balik nya adalah wilgas dan abim, yang tengah bersenang senang melawan kecepatan,
" Bim, ini hebat " Takjub will bangga
" Hahahaha, ini belum seberapa will " Balas nya sambil memainkan kuku nya
__ADS_1