
La sola de naurosa alasate que han lumo, hale deine. Hale deine las losla cabarasa que sora se han lasonto, el son sanra barbasa, las gndres las blacha san tonoka rabero.
(Kebanggaan nenek moyang kita yang telah bertarung, hale deine. Hale deine para ksatria yang sekarang telah terbentuk, matahari akan selalu bersinar, sayap putih besar akan selalu melindungi.)
Wir Rittra bisen sa Gottra um neo lasantras, gersama una gufana, satores gesmana undala ferinade so moso. Mitefa lasonto.
(Kami para kesatria memohon anugrah dari sang dewa, berikan kami kebahagian, kebagahagian yang indah dan damai.)
O Sanra Narusa santasa sommes calosis, donne-nousia fandisa
(Oh Pohon Agung kamilah yang terpilih, berikan kami kekuatan.)
Hale Deine, Hale Deine.
Narona espíritu no se, arderra camasa un furego casapasra, somos prosanta, prosanta de nuetra nacala. musmolo sa nuesra asa destan rotas sanda, contarsa elevara. Pasara por favor proteja a nuestros saradase queridos.
(Semangat kita tidak akan padam, itu akan menyala seperti nyala api, kita adalah pelindung, pelindung bangsa kita. Bahkan jika sayap kita patah, kita akan terus terbang. Tapi tolong lindungi orang yang kita cintai.)
Oh Dewa, llavansa saa pasa.
Oh Dewa, dalanos lusca.
Hale deine, la caballero restusa.
(Ya Tuhan, lindungi kami.
Ya Tuhan, beri kami cahaya.
Hale deine, ksatria yang bangkit.)
Itulah lagu yang dinyanyikan semua penduduk Geminiorum untuk semua ksatria yang berbaris di halman istana kerajaan.
Semua Ksatria tampak gagah, berdiri tegak dengan pedang yang mereka pegang sebagai simbol kebanggaan dan kehormatan mereka.
Lagu dengan judul Hale Deine Geminiorum melambangkan kejayaan kerajaan pada masa pemerintahan Icarus Light, mantan raja pertama yaitu ayahnya.
Lagu ini sangat berarti bagi kami warga Geminiorum, dalam sejarah diceritakan tentang dua sosok yang sedang berperang melawan sosok Delarium. Dalam ceritanya, pohon keramat tumbuh di sekitar Geminiorum, tanah yang subur menuntun mereka ke pohon perak.
Pohon itu adalah penghubung antara Dewa dan semua penghuni Geminiorum.
Namun hasil perang yang tidak menguntungkan berdampak buruk pada pohon tersebut dan mengakibatkan pohon tersebut terkubur bersama puing-puing bekas bangunan Geminiorum.
Namun ada satu lagi pohon yang masih hidup, dengan warna keemasan yang cerah, pohon itu disebut Pohon Bintang.
Pohon itu dibawa ke tempat yang aman, yaitu di atas awan.
Bersama dengan penduduknya, Icarus Loght membawa semua orang ke puncak dan membentuk kerajaan baru.
Tanah yang masih memiliki bangunan utuh dibawa oleh Icarus bersama dengan pohon daun bintang.
Dengan sihir Icarus, dia mampu membuat tanah melayang di atas awan, semua berkat Icarus yang memanfaatkan tanaman daun bintang, dan efeknya sangat drastis. Luka yang dideritanya dari perang melawan Delarium benar-benar sembuh dan energi yang dimilikinya langsung pulih.
__ADS_1
Akhir cerita adalah pengurungan makhluk Delorium ke salah satu gua yang sangat gelap dan Icarus memutuskan untuk menyegelnya.
Kembali ke masa sekarang, pemimpin Geminiorum ketiga, Anlyver Light dengan adik perempuannya di sisinya.
Setelah lagu selesai, para ksatria sekarang dilepaskan, tidak ada air mata, hanya senyuman. Senyuman yang dimiliki semua keluarga yang bangga dengan anak-anaknya.
Para ksatria akan ditempatkan di arena masing-masing dengan tanggung jawab yang telah disumpah sebelum dilantik secara resmi.
Sumpah itu tentang melindungi Geminiorum sampai usia tua. Tanggung jawab kerajaan dan orang-orang ada di tangan Anda, hai hamba yang baru.
Anlyver, "Sekarang setelah kamu dilantik secara resmi, ingatlah pakaian yang kamu kenakan memiliki simbol matahari, simbol kerajaan kami dan pakaian putih yang kamu kenakan adalah kesucian pikiranmu sebagai seorang prajurit."
"lindungi Geminiorum, lindungi orang yang kamu cintai. Hale Deine."
"Hale Deine." Semangat para prajurit bergejolak hingga ke seluruh warga termasuk Michelle.
Michelle juga bersemangat, "Untuk Geminiorum, Hale deine."
"Hale hale deine."
Akhirnya para prajurit pergi ke tempat tujuan. Dan Anlyver menyuruh Michelle untuk mengikutinya ke istana dulu sebelum bertugas.
"Ada apa, Kakak?." tanya Michelle. Tidak sempat menjawab wanita berambut putih dan bermata putih datang, "Perkenalkan senior barumu, Saro dari keluarga Polo."
"Senang bertemu Anda, Nona Michelle." Kata Saro memberi hormat. Anlyver segera menjelaskan, "Hari ini Kamu akan ditugaskan di daerah perbatasan dengan Saro."
Michelle yang mendengar ini mulai mengangkat alis, "Tapi Kakak, bukankah aku harus bersamamu, berada di sampingmu. Kenapa aku harus berada di arena perbatasan?" Anlyver langsung menjawab, "Karena memang seharusnya begitu, ini adalah langkah awal untuk menjadi pelindung raja. Jika kamu bisa bertahan selama 3 hari maka kamu pantas berada di sisiku sebagai pelindung."
"Tentu saja. Setiap orang yang baru harus melewati tahap ini, baik di penjaga pintu, atau di area aula kerajaan. Kenapa kamu harus melakukannya karena ini adalah tahap yang paling penting." Anlyver melanjutkan.
Michelle langsung bertanya, "lalu kenapa seniorku masih di daerah perbatasan?" Anlyver menjawab, "Karena dia menolak menjadi pelindung raja, alasannya adalah tanggung jawabnya sulit."
Mendengar hal itu membuat Solo memerah.
"Tahap pertama adalah arena perbatasan. Jika lulus, maka akan dapat memilih tanggung jawab mana yang Kamu inginkan. Kamu dapat tinggal atau menerima untuk menjadi penjaga raja." Anlyver melanjutkan.
"Jadi ada banyak ksatria yang ditunjuk tapi tidak ada yang mau menjaga raja? Untuk alasan yang sama." Tanya Michelle.
"Memang benar lebih dari 100 ksatria telah menolakku." Mendengar jawaban Anlyver, Michelle langsung terkekeh, "Aku yakin jika anak dari keluarga Canales tidak akan menolak." Dia berkata.
"Apa yang kamu tertawakan." Tanya Anlyver. Michelle lengsung bersikap biasa, "Tidak ada, hanya lucu membayangkannya."
"Kamu selalu bercanda ya Michelle." Kata Anlyver sambil membelai kepala Michelle dan membuatnya tersenyum, "Kakak, aku bukan anak kecil lagi, aku sudah cukup dewasa untuk mencapai usia dewasa."
"Baiklah, sekarang lakukan tugasmu." Mendengar perkataan kakaknya, Michelle langsung menjawab, "Segera."
"Aku akan membuktikan bahwa aku dapat menyelesaikan tanggung jawab saya dan tetap bersama saudara saya." Michelle terus tersenyum lebar.
Anlyver kini berada di ruang kerja dengan seorang tamu penting, Manuel Neuwer.
Manuel Neuwer mendesah sambil mundar mandir di depan Anlyver. Hal ini membuat Anlyver bertanya, "Paman ada masalah kah, apakah seburuk itu?."
__ADS_1
Manuel menghentikan langkahnya dan berkata, "Aku mendapat ramalan bahwa akan ada reruntuhan para kesatria besar akan terjadi hari ini." Hal ini membuat Anlyver mengerutkan alis, "Reruntuhan kesatria besar?."
"Benar, menurut lamaran dari Baba Yu, Akan ada reruntuhan kesatria besar pada masa ini." Anlyver mulai mengingat sesuatu hal yang kecil, "Baba Yu? Oh Peramal buta itu. Aku dengar kalau dia memiliki penglihatan masa depan yang tidak pernah meleset. Tapi anehnya, bukankah Baba Yu tinggal di kaki gunung embun salju, untuk apa ia turun gunung?."
Manuel Neuwer mendesah, "Nenek tua itu tidak pernah lupa pada anak semata wayangnya. Ia turun gunung bukan hanya untuk melihat cucu dan anaknya tapi memberitaumu tentang kabar ini. Dia bilang harus memberitahumu sebelum gerhana bulan merah."
"Jadi ibumu tidak pernah lupa padamu dan anakmu *Senyum* Menarik. Tapi paman apa masudnya reruntuhan kesatria besar?." Ucap Anlyver. Manuel Neuwer mengeluarkan sesuatu dari dalam saku, "Kau lihat, ini adalah peta kerajaan bawah laut, Valentis dan pada saat bulan purnama maka air akan mejadi surut dan dari lamaran Baba Yu ada dua tempat yang menjadi sasaran sesorang."
Anlyver kembali mengerutkan alis, "Jadi maksudmu kerajaanku dan kerajaan Valentis akan mendapat musibah yang sama?." Manuel Neuwer mengeleng, "Valentis masih akan lama tapi kerajaan yang kau pimpin akan runtuh akibat satu hal yang telah kau putuskan."
"Begitu?." Anlyver mulai berfikir. Kesatria besar akan runtuh di kerajaan Geminiorum, Hanya ada satu kesatria yang memiliki kriteria macam itu untuk menemui sang pencipta. Anlyver langsung bangun dari kursi dan memunculkan wajah serius dan betkata, "Aku akan berjuang sekuat tenagaku."
"Aku tidak akan membiarkan kerajaanku di musnahkan dengan sentuhan satu jari atau semacamnya dan untuk kesatria yang nenek tua itu maksud adalah raja ketiga geminiorum, Anlyver Light anak Icarus Light." Lanjut Anlyver.
Anlyver langsung keluar dari ruanggannya dan bergegas pergi ke suatu tempat, namun sebelum itu ia menyuruh Mnauel Neuwer untuk melakukan satu hal jika terjadi hal yang sudah Anlyver perdiksi, yaitu kematian sang raja.
Sementara itu Michelle sedang berjaga di daerah perbatasan bersama salah satu dari keluarga Polo yang merupakan peminpin dari daerah perbatasan.
Michelle yang sibuk berjaga mendengar pembicaraan salah satu kesatria bersama temannya, hal ini membuat Michelle penasaran dan melilih untuk mendengarkan dari jauh.
"Begitu ya? Jadi malam ini akan terjadi gerhana bulan merah? Pasti akan seru."
"Kau benar, aku ingin melihat keindahannya."
"Gerhana bulan merah?." Ucap Michelle dalam hati.
Menurut buku yang Michelle baca dari perpustakaan kerajaan kalau, Gerhana bulan merah hanya terjadi 2 atau 3 tahun sekali seumur hidup. Dan biasanya banyak orang yang mengaitkannya pada hari buruk. Namun ada juga yang mengaitkannya pada masa suci bulan pernama. Dimana banyak orang-orang akan berkumpul di satu tempat tinggi dan melihat bulan merah bersama sama.
Pemikiran itu berakir ketika Michelle mendengar sebuah suara dari ujung langit. Dan tepat pada saat mata Michelle terfokus pada satu titik, ia melihat seekor naga merah perak terbang dan melintas di atas geminiorum. Michelle hanya berfikir kalau makhluk besar itu hanya lewat namun....
Terdengar suara ledakan dari atas atap kerajaan tempat sang raja tinggal. Asap hitam pekat terus menerus muncul dan sekarang giliran rumah para penduduk Geminiorum juga ikut terbakar setelah datangnya banyak naga-naga dari langit.
Polo memerintahkan agar memasang sihir ganda namun satu orang harus di mintai pergi untuk melindungi sang raja dan itu adalah Michelle.
"Segera laksanakan perintah."
Ucapan Polo di dengar oleh semua kesatria termasuk Michelle.
Michelle langsung bergegas pergi dan melihat banyak sekali api merah dimana mana, ini membuat ia sesak dan memilih untuk menahannya dengan merobek salah satu pakaian agar bisa menjadi penutup hidung dan mulut.
Namun Michelle tidak bebas sampai sana, ia yang semakin masuk ke dalam malah membuat kedua matanya berair dan merah. Nmaun itu tidak membuat Michelle hilang akan ide, ia memunculkan sayap putihnya dan membuat gerakan ke depan sehingga muncul angin besar yang menghilangkan semua asap hitam.
Kini Michelle bisa lewat dan tepat di depan matanya, Kerajaan sudah bisa terlihat. Michelle milih untuk terbang ke atas dan mengulangi cara yang sama setelah tiba di kerajaan, ia masuk dan bergebas pergi ke lantai atas tempat Anlyver berada.
Namun, singasana sang raja rupanya kosong, ini membuat Michele panik dan memmanggil sang kakak sambil menyusuri lorong demi lorong.
"Kakak, kau di mana?."
"Jawab aku."
"Kakak."
__ADS_1