
Michelle terus mencari sosok sang kakak, terus menerus memanggil. Suara lantang dengan kekawatiran dihati dan mata yang tidak berhenti menajam mencari sosok yang dicari.
Sampai pada bagian atap istana, Michelle melihat dari tangga. Tampak Kejahuan dari jendela berlubang ada sosok naga yang besar berada didekat atap yang berada di sebelahnya.
Michelle langsung bergegas menuju atap yang berada disebelah dengan melewati lorong demi lorong, setelah memihat sosok sang kakak berada dekat dengan naga merah perak.
Lorong pertama, kedua dan ketiga terus Michelle lewati, langkah cepat terus ia berikan dan akhirnya sampai pada atap kedua yang luas, bahkan lebih luas dari atap pertama.
Michelle yang melihat dari kejauhan ingin rasanya memanggil sang kakak, tapi Michelle lebih dulu dilihat oleh Anlyver. Kakaknya menyuruh untuk menjauh dan jangan ikut campur. Namun, Michelle melawan dengan kata, "Tidak mau."
Oracle yang ada disana juga menuruh hal yang sama, namun Michelle melawan. Michelle mengeluarkan pedang dan yang awalnya hendak menyerang ditahan oleh Oracle. Oracle memberikan mantra pembeku tubuh dengan hanya melihat mata Oracle saja itu sudah berhasil.
Mantra pembeku tubuh adalah mantra yang diberikan pada orang yang melihat mata orang yang mengaktifkan mantra tersebut, dan barang siapa yang melihat mata orang itu maka ia tidak akan bisa bergerak. Mantra ini hanya bisa di batalkan jika Orang yang mengaktifkan menarik kembali mantra itu.
Mantra pembeku hanya dimiliki oleh Godlariom tingkat atas.
Michelle yang merasa tubunya tidak bisa digerakan mulai memberontak dengan kata, "Hei, Oracle apa yang kamu lakukan? Tubuhku." Oracle yang mendengar mulai membalas, "Tahan sebentar, tidak akan lama."
Oracle dengan tubuh kecilnya kini berubah menjadi pria jangkung bertaring harimau. Sosok yang mulanya anak kecil kini membuat Michelle tidak berani melawan terutama saat Michelle mendapati mata tajam dari Orcale.
Michelle kemudian mendengar ucapan Anlyver dengan naga yang tiba-tiba berubah menjadi manusia bertangan naga. Orang itu Rolando Arons.
__ADS_1
Rolando Arons memberikan salam dan berkata, "Senang bertemu dengan anda penguasa dunia atas." Anlyver yang mendengar mulai membalas dengan dingin, "Sopan, tapi pembantai." Michelle melihat aura Anlyver yang keluar berbentuk sama seperti malam ia menguntit masa itu.
Mode Auriga Anlyver aktif.
Pedang keluar dari sihir yang diberikan Anlyver, Sihir pedang dunia langit ke tujuh. Sesuai namanya tujuh pedang kuning menyerang dengan berubui-tubi. Asap yang berhamburan masih bisa Anlyver lihat sosok yang terus menghindar dengan gesit. Karena mesara sasaran tidak terkena juga, Anlyver mengeluarkan Panah Raja Matahari.
Panah Raja Matahari adalah panah yang dipelajari Anlyver sejak masih kecil bersama sang ayah, Teknik ini menguci lawan dengan panah matahari. Ukuran panah ini dibilang sangat besar. MIchelle yang melihat Anlyver yang menyerang dari atas mulai terkagum dengan kekuatan yang belum pernah ia lihat.
Anlyver siap melesatkan satu panah besar, Namun bukannya kena malah ditahan oleh Rolando yang membuat Anlyver melesatkan panah kedua dan ketiga, dan tidak kena juga. Hal ini membuat Anlyver bergumam, "Dia gesit."
Sementara itu Michelle terheran mengapa Oracle tidak membantu Anlyver jadi Michelle bertanya, "Oracle bodoh, kenapa kamu tidak bantu?." Oracle yang mendengar tidak menghiraukan dan malah sibuk melihat lurus ke depan.
"Panah Raja Matahari? Teknik lama yang dimiliki oleh Raja kedua geminiorum terdahulu. Hebat juga raja ketiga bisa mengunakannya." Anlyver yang mendengar ucapan Rolando mulai turun dan membalas, "Apa hakmu tahu tentang itu?."
"Tapi, sebenarnya belum ada yang penah lolos dari serangan awal panah raja matahari, serangan pertama jika kena maka akan membuat tubuh sasaran lumpuh dan tidak bisa bangun lagi. Resikonya sangat besar jika terkena satu panah saja." Lanjut Oracle.
"Lalu bagaimana dengan pedang dunia langit ke tujuh?." Pertanyaan Michelle dijawab langsung oleh Oracle, "Teknik itu adalah teknik ciptaan Anlyver sendiri, ia berlatih dari sejak jabatannya sebagai raja pada hari pertama. Dia bersemangat dan ingin melindungi kota dengan kepeminpinan yang sudah dijanjikan sejak ia kecil dengan sang ayah." Ucapan Oracle membuat Michelle menginat kota-kota dengan bangunan yang awalnya indah kini sudah sudah hancur dengan tangisan di seluruh penjuru kota geminiorum.
"Oracle bebaskan aku." Pernitah Michelle tidak didengarkan, "Lebih baik kamu diam, tugasku adalah kamu, jika terjadi hal buruk maka Anlyver tidak akan memaafkan dirinya." Ucap Oracle dengan mata yang penuh harapan.
Michelle yang melihat mata Oracle baru pertama kali melihat sosok yang tegas memunculkan mata yang penuh harapan. Ini membuat Michelle berkata dallam hati, "Berjuanglah kakak."
__ADS_1
"Sebagai prajurit dari Geminiorum, aku perintahkan keluarlah Megaliom." Michelle melihat ada sosok yang keluar dari balik punggung Anlyver dan Michelle terkaget, "benda apa itu?."
"Megaliom. Roh pengetahuan dan perang, sosok perempuan pembawa pedang timbangan dua arah adalah roh yang sudah lama hilang. Megaliom dulunya adalah manusia namun menjadi roh karena suatu tragedi perang yang melibatkan ia dan tanah airnya. Roh yang Anlyver panggil adalah roh matahari timur." Penjelasan yang Oracle berikan membuat MIchelle bertanya, "Roh? Kenapa kakak punya begituan? roh matahari timur?."
Orcale memberikan jawban setelah melihat Megaliom keluar sepenuhnya dari tubuh Anlyver, "Anlyver mempelajari sejarah sebelum berdirinya tiga kerajaan dan ia memanggil salah satu roh dan membuat kontrak dengannya. Ada tiga roh yang memiliki kontrak dengan Anlyver dan semuanya berasal dari dunia lama dalam pohon yang Anlyver ciptakan."
"jangan jangan gabungan pohon bintang." Guam MIchelle kaget.
"Roh akan terhubung dengan dunia yang ia tinggali, pohon yang Anlyver buat berasal dari gabungan daun bintang yang pernah berada di timur matahari terbit. Salah satu yang membangkitkan Megaliom adalah pohon bunga persik kuning." Lanjutan Oracle membuat Michelle semakin penasaran dan Oracle melanjutkan, "Pohon persik kuning dulunya tumbuh di daerah timur matahari terbit, Dunia bawah yang disebut taman Ellen, taman yang penuh dengan kota kecil, sumber pengetahuan. Kota itu kini sudah hancur beserta taman tamannya karena perang dan kini tempat itu adalah bekas puing-puing geminiorum dulu, tanah suci dan akan tetap suci."
"Majulah Megaliom." Pintah Anlyver dituruti, pedang yang tajam membuka luka pada Rolando. Kini hasilnya menjadi satu kosong dan membuat Rolando jatuh ke tanah setelah serangan besar dari energi yang dibuat oleh megaliom.
Jatuh bergulir ke tanah dan bangit lagi setelah meraskan rasa sakit, Rolando dengan tangan naganya mencabut sisik yang berada disana, erangan keluar bersamaan dengan perih yang dirasa. Hal ini membuat Michelle bertanya, "Sedang apa dia?."
"Kita lihat saja." Ucap Oracle.
Rolando memakan dua, tiga sisik dan membuat ia berubah. Banyak sisik naga didua wajahnya, muncul tanduk dikepala sampai punggung, dan warna yang awalnya merah perak berubah menjadi hitam lekat.
"Anlyver hati-hati, itu Magusa." Teriakan Oracle ke Anlyver membuat Michelle bertanya, "Magusa? apa itu?."
"Suatu teknik yang dimilki bangsa Ophiuchi. Magusa adalah teknik yang memakan sisik mereka sendiri sebagai tanda pertahanan dan menyembuhkan luka akibat serangan dengan cepat, bukan hanya itu walau tubuhnya besar dan memiliki ekor yang sama besarnya tapi kekuatannya juga tidak kalah cepat dari sebelumnya." Ucap Oracle yang melihat serangan Rolando yang seketika menjadi cepat dan semakin gesit.
__ADS_1
Serangan dari atas. Rolando melompat dan membuat luka sayatan ditubuh Anlyver, Perut Anlyver merasakan sakit, darah meliar dimana-mana menodai baju putihnya. Anlyver kini mundur setelah ia mendapat kata dari Rolando berupa, "Salam untuk dunia kematianmu."