
Hyejin terkejut, ia mematung di tempat masih dengan tangan yang menutupi wajahnya.
Ia tidak salah dengar kan? Apa mungkin telinganya bermasalah? Tadi ia mendengar suara Xinlong. Ia sangat yakin jika itu Xinlong, ia sudah bersama Xinlong selama enam tahun.
Jantungnya berdetak dengan cepat mendengar suara yang sudah sangat ia hafal itu, bahkan bibirnya ikut bergetar tanpa mampu mengeluarkan suara apapun.
Perlahan ia menurunkan kedua telapak dari wajahnya, ia membawa pandangan nya ke arah samping kiri tempat suara itu berasal. Setelahnya air mata yang sedari tadi sudah turun menjadi semakin deras.
Di sampingnya ia melihat Xinlong duduk menatapnya dengan penampilan tertata, bukan seperti saat ia lihat untuk pertama kali di rumah sakit.
Pakaian nya bersih, wajahnya terlihat sangat sangat tampan tanpa di hiasi darah yang mengerikan. Rambutnya yang sedikit acak-acakan memberikan kesan keren tersendiri bagi Hyejin.
Kedua sudut bibirnya mengembang, ia senang setidaknya masih bisa bertemu dengan Xinlong walau yang ia temui adalah seorang arwah atau bisa di bilang hantu.
Tangan nya bergerak berusaha meraih Xinlong untuk ia peluk tapi tangan nya menembus tubuh Xinlong begitu saja. Gadis manis itu mencoba lagi untuk yang kedua kali tapi hasil yang ia dapatkan masih sama seperti tadi.
Senyum yang sempat ia tunjukkan kini luntur, wajahnya menyiratkan rasa takut. Ia takut jika benar-benar tidak dapat menyentuh Xinlong.
Perlahan tangan kanannya ia arahkan ke arah wajah tampan Xinlong, berusaha menyentuh pipi sang kekasih. Tapi tangan nya menembus begitu saja.
Hyejin menunduk membiarkan air matanya jatuh dan membasahi rok yang ia kenakan, lagi dan lagi takdir memberikan kesedihan padanya.
"Hyejin"
Panggilan barusan membuat nya mengangkat kepala dan memandang ke arah Xinlong dengan wajah yang basah karena air mata.
Xinlong tersenyum menatap Hyejin, meskipun ia tersenyum tapi tatapan nya menyiratkan kesedihan mendalam seperti yang di rasakan Hyejin.
__ADS_1
Lelaki Maret itu mengangkat tangan kanan nya di udara di depan wajah Hyejin dan membuat gerakan seolah sedang menghapus air mata yang membasahi pipi gembul milik Hyejin.
Hyejin paham maksud Xinlong, kedua tangan nya sendiri terangkat untuk menghapus air kristal bening yang tak mau berhenti itu.
Senyum Xinlong semakin melebar menatap tepat pada kedua manik Hyejin, tapi beberapa saat setelah nya senyum itu menghilang dan di gantikan raut wajah datar dengan sedikit emosi.
"Siapa kau?!"
Pertanyaan dengan nada membentak yang di layangkan Xinlong tadi membuat Hyejin kebingungan.
"Ada wanita jahat yang berusaha merebut ragamu"
Mendengar penjelasan Xinlong membuat gadis itu menoleh dengan cepat, beberapa meter di belakangnya ada hantu wanita yang mengikuti nya dari makam Xinlong. Ia tak menyangka hantu itu masih mengikuti nya hingga kini.
"Hyejin, tunggu disini sebentar. Aku harus mengurus sesuatu dengan wanita sialan itu"
*Obfuscate*
_Chap 6_
"jadi kau tak ingat apapun saat kecelakaan?"
Pertanyaan yang di lemparkan Hyejin hanya di balas gelengan oleh Xinlong.
"Bagiamana bisa?"
"Entahlah aku sendiri juga tidak tau"
__ADS_1
Setelahnya keadaan hening, di bangku depan minimarket itu hanya ada mereka berdua. Saat itu sedang turun hujan, membuat orang-orang malas keluar dan memilih menghangat kan diri di dalam rumah mereka.
"Sekali lagi aku minta maaf"
"Bisakah kau berhenti minta maaf? Ini bukan salah mu, ini salah takdir"
"Apa kau membenci takdir?"
"Tentu saja, takdir selalu mengambil apa yang aku sayangi"
"Jangan membencinya"
Hyejin yang sedari tadi memandang ke arah hujan mulai mengalihkan pandangan pada lelaki yang duduk di sebrang meja.
"Kenapa? Dia bahkan membuat kita harus berpisah"
"Tapi takdir juga membuat kita bertemu. Jika saat itu kau bisa melihat, pasti kau sudah pergi dari taman itu dan kita tidak akan bertemu. Jika takdir tidak mengambil mama mu saat itu, beliau pasti akan menderita karena kanker nya"
Sebut saja Hyejin cengeng, saat ini saja mata nya sudah mulai berkaca-kaca. Dia sangat sensitif dengan topik ini.
"Takdir selalu tau apa yang harus dia lakukan untuk membuat semuanya menjadi indah di akhir. Dia memang terlihat jahat, tapi sebenarnya dia sangat baik"
Hyejin mengangguk membiarkan air matanya terjatuh dan isakan nya beradu dengan deru air hujan.
"Lalu aku harus gaimana long?"
"Ikuti saja rencana takdir, dia akan membuat mu bahagia termasuk membuat mu bertemu dengan pengganti ku"
__ADS_1
_tbc_