
12 Mei 2030
Jam 09.45
Raiden Menatap Pria Paruh baya didepan nya.
"Tuan Richard, Apakah anda Tahu Apa yang Terjadi Sebenarnya?"Tanya Raiden menatap Lembut Pria paruh baya didepan nya
"Nak Raiden. Saya Tidak tahu apa yang terjadi, Tapi Rumah Bernomor 13 itu benar benar menghilangkan puluhan nyawa" Ujar Richard.. Wajahnya Sangat Sedih membuat Raiden Diam
"Apakah ada suatu kelompok yang mencurigakan?"Tanya Raiden
"Tidak ada.. Komplek perumahan saya sangat Ketat oleh pengaman dan satpam" Jawab Richard
Raiden mengerutkan keningnya
"Baiklah saya mengerti, Saya akan menyelidiki ini.." Ujar Raiden
"Nak Raiden, Berhati hatilah Detektif yang lain masih belum ditemukan.." Lirih Richard
Raiden mengangguk "Saya Bisa menjaga diri saya Tuan Richard "
Richard diam
Setelah Raiden pergi, Richard menatap Dalam Punggung Raiden
"Semoga anda berhasil "Gumam Richard
---
"Kau yakin akan mengambil misi itu Raiden?"
Raiden Menatap Atasan nya
"Ya saya yakin Ketua"
Pria Paruh baya Itu menatap pemuda didepan nya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Baiklah Semoga anda berhasil.. " Pria paruh baya itu menghela nafas dan menyerahkan dokumen
"Kau datang kesana bersama Biane Dan Aditya, Ini kasus yang mengambil puluhan nyawa. Saya harap anda Berhati-hati "
Raiden Menerima Dokumen yang diberikan
Atasan nya
"Baiklah, Terimakasih ketua"
Saat Raiden melangkah pergi
"Tunggu.."
Raiden Berhenti dan Segera menoleh
"Kalau Terjadi sesuatu, Hubungi saya. Saya akan datang bersama pihak kepolisian " Senyum Pria paruh baya itu
Raiden Tersenyum "Terimakasih Ketua,Saya pasti akan menghubungi anda"
Raiden Keluar Dari Ruangan itu
Pria paruh baya itu menatap pintu,
Mata Nya Menatap Lekat pintu itu
"Saya harap anda dapat menemukan pelakunya "Gumam Pria paruh baya itu...
---
Raiden menatap ponselnya
"Huff.."Ia menghela nafas, Mengapa Ketua Dan pria paruh baya itu selalu Mengatakan Hati hati?
Saya tahu Kasus ini Memakan banyak korban.
Apakah saya harusnya tidak meremehkan
Kasus ini?
"Tring Tring" Suara Dering Ponsel menggema, Memenuhi seluruh ruangan,
Raiden menatap ponsel itu
Raiden Memegang ponselnya ia langsung
Menekan Ikon Hijau
"HALO! BRO!"Suara kekanakan Terdengar dari seberang
"Halo , Ada apa?"Tanya Raiden Biasa saja
"Tadi gw dapat telepon dari bos, kita seharusnya Bertemu dan berkumpul dulu kan ?"
Raiden Diam
__ADS_1
"Baiklah, Dimana? Jangan lupa Untuk memberitahu Biane "
"Baiklah, Bagaimana kalau Di kafe harapan?"
"Oke jam berapa?"Tanya Raiden
"Bagaimana kalau jam 1 Siang? Ini?"
"Oke aku akan datang tepat waktu"Ujar Raiden
"Jangan Telat oke?"
"Iya."
Telepon Dimatikan
Raiden menatap Jam dinding, Jam dinding menunjukan pukul 11.31
"Aku harus siap Siap" Gumam Raiden
Ia bersiap siap Sebelum Hari semakin Sore dan dia akan Telat
---
Kafe Harapan
Jam 12.45
"Yoo sini sini!"Teriak Seorang pemuda
Membuat Seluruh Atensi menatap pemuda itu
Perempuan Disamping pemuda itu, menyenggol sedikit ke arah Pemuda itu
"Kenapa sih!"Tanya Pemuda itu pelan
"Sadar, Dilihat banyak orang kalau lu sendiri sih gak apa apa masalahnya ada gw nih! Gak usah bikin malu okay?"
Pemuda itu akhirnya sadar, Wajahnya memerah "Gila malu bangeet " Pemuda itu menutup wajahnya
"Maaf aku telat"Raiden duduk di seberang Pemuda itu
"Gak apa apa santai. Btw jangan terlalu baku dong kan hanya kita disini " Senyum Perempuan cantik didepan nya
"Sorry, udah kebiasaan hehe"Raiden Menggaruk tengkuknya
"Dasar."Pemuda di depan Raiden Menggumam
"Maafin gw, Tadi Macet di jalanan " Jelas Raiden
Perempuan Cantik itu Mengangguk, Dialah Biane Perempuan cantik idaman para lelaki
" Ya benar" ujarnya sambil menyelipkan rambut
"Nah Karena udah pada ngumpul semua, mau dipesenin apa aja nih?"Tanya Pemuda didepan Raiden Dia lah
Aditya Sahabat kecil Raiden, Aditya Bekerja Sebagai Seorang Polisi Dan Dialah yang akan membantu penyelidikan ini mengingat Kasus ini Memakan korban
Dia dan Biane Mereka sangat penting karena merekalah yang akan membantu Raiden
Aditya Seorang Polisi, Biane Seorang Dokter
Dan Raiden Adalah Detektif. Sangat Sempurna Memiliki Kelompok seperti ini, Raiden Sangat Bersyukur bertemu dengan mereka dan menjadi Tim Dengan Mereka
"Gw Es Jeruk "Ujar Biane Mengangkat tangan kanan nya
"Gw Es Milo " Ujar Raiden Setelah Biane
"Sip " Aditya mengangguk dan memanggil pelayan Kafe
"Ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayan cantik itu
"Kakak Pelayan Saya boleh pesen gak?"
"Boleh dong!"Senyum pelayan itu
"Saya boleh pesen hati kakak gak? Buat saya semua?"Senyum Genit Aditya sambil Mengedipkan mata kirinya
"Mulai.." Ujar Raiden
"Puk " Biane Memukul pelan Kepala Aditya
"Udah deh gombalnya, Dasar playstation "
"Play boy " Koreksi Raiden
" Ya gitulah pokoknya, Cepet pesen Aditya!"
Aditya pun mengangguk, Memanyunkan bibirnya "iya iya"Gumam Aditya
Aditya pun memesan Menu yang diinginkanya juga Raiden Dan Biane
Setelah pelayan itu mencatat Ia pun pergi
__ADS_1
Setelah pelayan itu pergi Aditya menghela nafas "Biane Syirik"
"Seterah " Biane malas Membalas perkataan sahabat nya yang satu ini.. otaknya miring soalnya
"Jadi Sekarang kasusnya gimana?"Tanya Aditya
Raiden pun langsung menyerahkan dokumen Bewarna kuning
"Itu"
aditya menerima Dokumen itu, ia dan Biane membaca Dengan Fokus Juga Teliti
Setelah Beberapa menit
Akhirnya mereka selesai membacanya
Biane juga sudah mencatat poin poin penting di Dokumen ini
Walaupun Biane tahu bahwa Raiden sudah mencatat poin poin penting. Apa salahnya ia mengikuti jejak Raiden?
Pelayan Pun menghampiri Ketiga orang itu
Dan menyerahkan Minuman Yang mereka mau
"Terimakasih "
"Sama Sama tuan"
Pelayan itu pun kembali pergi setelah mengantarkan Pesanan, Melanjutkan Pekerjaan nya yaitu melayani tamu yang lain.
" rumah Bernomor 13? Berada di jalan Dether Rt 03 Dan RW 001 " Ujar Aditya Membaca Dokumen itu
"Puluhan orang menghilang Setelah memasuki Rumah Bernomor 13, Setengah dari orang yang menghilang ditemukan tidak bernyawa-"
Raut wajah Aditya Serius
Biane Menghela nafas " Korban Yang ditemukan Pun Tidak mempunyai sidik jari Atau apapun jejak kekerasan.."
"Ini aneh bagaimana korban bisa tiada?"
Setelah mereka membaca Dokumen Kedua
Raut wajah mereka berdua Serius
"Apakah Ada Data data dari orang yang menghilang?"tanya Aditya
"Ada.. itu kebetulan sudah Diselidiki oleh detektif yang Menghilang di rumah Bernomor 13 itu"
"Apa detektif juga hilang disana?!"Aditya terkejut
Biane mengerutkan alis
"Tampaknya ini serius "
"Raiden, Lu yakin Untuk nyelidikin ini?"
Biane bertanya dengan serius
"Gw udah yakin."
Biane Menghela nafas
"Kalau gitu gak masalah kalau lu kehilangan nyawa di Kasus ini?" Tanya biane
Raiden mengerutkan alis "gw udah janji "
Biane Dan Aditya saling menatap
"Kalau gitu Gw setuju"
"Ya gw ikut "
"Jam berapa? Kita akan kerumah Bernomor 13 itu?" Tanya Biane
"Kita langsung kerumah Nomor 13 itu?!"Aditya sedikit terkejut
"Ya memang.. korban udah ditemuin data datanya Para narasumber Juga udah mengatakan hal yang mereka tahu, jadi kita hanya perlu ke rumah Bernomor 13 itu"
Jawab Raiden
Aditya mengerti " ya gw lupa"
"Jam 7 malam ini, Besok gw gak bisa ada pasien " ujar Biane
"Oke "Ujar Keduanya
"Aditya lu tahu kan yang harus lu bawa?"
"Sudah di pikirkan "
Mereka bertiga mengangguk
Mereka sudah siap untuk malam ini
__ADS_1
Entah Mereka lupa Atau tidak kalau Rumah Bernomor 13 itu Memakan korban.
-*Bersambung*