
Malam Membaluti Mereka.
Kegelapan Menemani Mereka.
...****************...
Jam 18.45
Malam itu, bulan mengintip di balik awan bersama dedaunan yang ikut menari mengikuti alunan musik malam
Angin malam membaluti tiga Manusia
Yang Sedang berdiskusi di Malam yang gelap
"Jadi lu pada bawa apa aja?"Tanya Raiden
Kepada dua sahabatnya, Biane Dan Aditya
"Gw bawa alat alat untuk menjaga diri!"Jawab Aditya Disertai Cengiran kudanya
Raiden mengangguk dan menatap Biane
"Gw sih bawa alat alat Untuk kita kalau ada yang luka, Kaya perban gunting Solatip Betadine " Jawab Biane yang mengerti tatapan Raiden
"Wah kalian udah siap banget ya?"
"Yoi "
"Ya, Gw ngerasa tertarik dengan kasus ini"
"Kita langsung masuk?" Tanya Raiden
Biane Dan Aditya mengangguk
Mereka bertiga memasuki Mobil, Dan Mulai Menuju Ke Lokasi Tempat kejadian
\[19.12\]
Mereka Sudah mulai masuk ke kawasan
"Kata satpam tadi Belok mana?"Tanya Aditya
"Belok Kanan, Lurus Terus nanti Kelihatan Rumah Besar yang terbengkalai agak Rusak bangunan nya gitu, nah itu katanya Rumah nomor 13" Jawab Raiden
"Oh oke gw paham "
Raiden Mengangguk, ia Menatap Biane Yang Memandang Ke suatu arah.. Mata itu sangat kosong
" AH!" Biane Terkejut Saat Raiden menepuk pelan Bahunya
"Ngapain sih lu Rai?!" Tanya Biane Agak Kesal
"Jangan Ngelamun, Lu kesurupan kita berabe " Jawab Raiden
"Gw lagi lihatin Rumah Besar, kayanya itu Rumah Nomor 13 menurut gw" Tunjuk Biane
" oh iya kayanya itu" Angguk Raiden
Mereka Bertiga Melanjutkan perjalanan
"Lu inget Kata pak satpam tadi?"Tanya Biane kepada Raiden yang sedang Sibuk dengan laptop nya
"Inget "
Biane menatap langit malam
"Kenapa satpam itu kaya takut gitu ya?"
"Hm. Gak tahu"
"Rumah itu bekas Orang Belanda ya kalau gak salah"Tanya aditya
"Iya,Lu gak salah" jawab Aditya
"Eh Gw pernah denger rumor tentang rumor di rumah itu.. agak dark sih"
"Kenapa?"tanya Biane pada Aditya
"Rumah itu dulu pas dibangun Newasin banyak nyawa, juga katanya dulu Kan Rumah itu milik Deandro Pebisnis dari Belanda"
"Ya?"
"Katanya Anak Laki Laki sama Anak perempuan nya Hilang Entah kemana sampai sekarang Mereka gak pernah ditemukan, ibunya depresi trus Bundir karena anaknya gak ketemu temu" Jelas Aditya
Biane Bergidik,
"Sampai sekarang Gak pernah Ditemuin?"
"Gak" Jawab Aditya
"Kira kira mereka kemana ya?"
"Ya gak tahu, Bahkan katanya ya Mereka udah nyewa detektif terkenal dari negara kita sampai Negara Asli Mereka tetep aja Anaknya gak ketemu Bagai hilang ditelan bumi"
"Jangan Jangan Mereka diculik Hantu lagi?!" Tanya Biane
"Ngarang Emang Hantu nyata?" Ejek Aditya
"Nya-"
"Nyata" Jawab Raiden
Aditya diam Dia kembali Fokus
"Walaupun Begitu Hantu gak bisa bunuh kita juga kali" Gumam Aditya
__ADS_1
Raiden hanya menatap aditya, Aditya tidak bisa mengerti tatapan dari Raiden.
akhirnya raiden kembali Fokus dengan laptopnya
"Jangan Ngeremehin Setan loh dit!"
"Kenapa dah?, Serem an juga manusia "
"Ya Mereka pokoknya sama Sama serem intinya"
Aditya Berdecih
"Hantu Itu emang gak bisa bunuh kita
Tapi Hantu bisa ngerusak mental kita, Sampai Gila dan akhirnya meng akhiri nyawa kita sendiri"
Aditya Dan Biane Diam
"Jangan ngomongin hantu!, Kita disini tugasnya cuma nyelidik.. Jam 9 langsung pulang kan?"
"Iya" jawab Aditya dan Raiden
" Oke kalau gitu Gw tenang tenang aja"
...[ Raiden, Aditya, Biane ] ...
...****************...
"Nyampe Juga akhirnya " Ujar Aditya merenggangkan kedua tangan nya
"Gila lumayan juga perjalanan kita"
Aditya dan Raiden mengangguk
Aditya mengambil tas dia dan Raiden
"Eh ini gak apa apa parkir disini?" Tanya Aditya
"Gak apa apa, Tenang dit Itu udah ada tulisan boleh parkir " Jawab Biane
"Ya sudah."
Aditya memberikan Tas Raiden
"Makasih "
"Yoi "
Aditya Dan Raiden Segera membuka Garasi Yang Sudah Berkarat
Beberapa menit kemudian
"Astaga ini Garasi keras banget njay!"
"Yang penting udah kebuka"
Raiden Aditya Dan Biane Menatap
Rumah Besar Di depan mereka
"Gak nyangka gw bisa sebesar ini" ujar Aditya
"Masuk yok!"
"Ayo!"
Mereka bertiga Mulai memasuki Rumah Bernomor 13 itu
Saat mereka mulai Menjauh.. Perlahan Garasi Kembali Tertutup
......................
[ 19.36 ]
Aditya Segera membuka pintu Besar Bercorak patung dan simbol aneh
"Kok gak bisa kebuka?" Aditya Bingung
Biane dan Raiden menepuk kening Mereka
"Lu aja ngebuka nya salah, Gimana mau kebuka tuh pintu?"
Aditya langsung sadar " eh! Sorry guys"
Deretan pintu besi Sangat keras
Membuat Raiden Dan Biena menutup Telinga
"Duh karatan banget dah nih rumah"
"Maklum kan 'Terbengkalai' "
Mereka Segera masuk Ke dalam Rumah itu
Melangkah kan kaki mereka untuk masuk kedalam Ruangan
Mereka Bertiga Menatap kagum dengan Desain di dalam rumah ini. Nuansa kuno Membaluti Tubuh Mereka
"Nih Senter " Ujar Raiden menyerahkan Dua Senter
"Thanks "
"Your Welcome"
" makasih "
__ADS_1
"Sama sama"
Setelah Memberikan Senter, Ketiganya melangkah maju
Dan tiba tiba
"BRAK!" Suara Benturan Benda Menggema Ke seluruh Ruangan
Seketika Mereka menoleh
"PINTUNYA KETUTUP!" Teriak Biane
" APA?!"
Mereka Segera Berlari tapi sayang..
Ketika Mereka hampir keluar Mereka Terlempar
"Ahk!"
Mereka terpental jauh
Raiden membuka matanya ia bingung apa yang menghalangi dia dan teman teman nya
" kalian gak apa apa?!" Tanya Raiden panik
"Gak apa apa." Jawab Biane
"Cuma kepental, gak ada yang luka"
Raiden mengangguk
Hembusan Angin menusuk Tulang Mereka
" kok dingin ya?" Tanya Biane mengelus Tanganya
Mereka bertiga Merasa Tubuh Mereka meremang
"TIDAK ADA YANG BOLEH KELUAR!"
Suara Misterius Menggema seluruh Tempat
"KALIAN MAKHLUK TERKUTUK!"
"KEGELAPAN MENYERTAI KALIAN!"
Raiden dan kedua teman nya menatap Sekeliling
"SIAPA?!" Teriak Raiden
"Khehkehehe, KEGELAPAN AKAN MENYERTAI KALIAN! "
"Dia tidak menjawab" Gumam Biane.
Aditya Merasakan Ketakutan Yang luar Biasa
Suara itu menghilang perlahan lahan
" R-raiden.." Lirih Aditya
"Kita Harus Cepat Cepat Keluar!"
"Gw tahu!"
" Rai Di pintu ada kertas!"
Raiden Segera bangun dan Menghampiri Selembar Kertas
『13 Febuari 2025
Kami Melakukan penyelidikan.. tentang rumah Bernomor 13, Saat kami memasuki rumah, pintu Tertutup Dan Terkunci, Kami berusaha Membuka pintu tapi setelah 1 jam pintu itu tidak terbuka
Usaha kami sia sia... Saat kami merasa akan Terjebak, Sebuah Suara Menggema di langit langit Ruangan, Menyuruh kami Untuk menolongnya
Kami Menuruti Suara misterius tersebut saat Suara itu berjanji akan Mengeluarkan kami dari rumah Bernomor 13 ini
Kami Disuruh untuk mencari Kunci Emas Yang Ditengahnya Terdapat Berlian
Untuk membuka Sebuah Ruangan Bernomor 1 yang Terdapat di ruang Tamu
Sialnya kami tidak cepat cepat. Kami baru tahu kalau Waktu terus berjalan.. saat lonceng berbunyi, Kau Yang membaca ini harus bersembunyi
Karena Monster Itu akan Memburumu 』
"Tulisan selanjutnya Ditutupi Cairan Merah yang pekat"
Biane Dan Aditya Saling pandang
"Ada waktu? Bunyi Lonceng? Monster?"
"Kita Harus Cepat.. kita tidak tahu apa yang akan terjadi" ujar Raiden
"Apakah kita harus berpencar?"
"Ya sepertinya.."
"Ambil ini" Raiden menyerahkan Sebuah Benda
"Tempel ditelinga kalian, Saat Ingin berbicara tekan tombol ini."
"Baiklah "
"Berhati-hati lah "
" Aku tahu tidak perlu khawatir"
__ADS_1
-BERSAMBUNH