One,Time,Clock

One,Time,Clock
[Bab 5] Lorong Misterius


__ADS_3

Pintu itu terbuka..


Lorong Yang Tidak ada Ujungnya Terlihat disana..


" P-perasaan Tadi bukan Lorong kaya gini!


Jelas jelas Gue masuk ke pintu ini lewat Ruangan!" Teriak Aditya


Raiden Dan biane Terbangun


"Kita Harus pergi, Jadi Lu mau Disini?" Tanya Biane pada Aditya


"Enggak!"


Aditya pun bangun


Mereka Bertiga Keluar Dari Ruangan Pintu itu


Aditya Melirik ke belakang tepatnya arah mereka keluar


Betapa terkejutnya dia ketika menemukan bahwa Tidak ada pintu hanya ada Sebuah Lorong panjang dan Pintu Coklat Bercorak emas di ujung Ruangan


" BI!,DEN! PINTUNYA GAK ADA! " Teriak Aditya Seketika Kedua orang itu menoleh


Dan benar saja Pintu Tersebut Menghilang


Dan menyisakan Lorong Juga pintu Di Ujung Ruangan


"Sebentar Gue mau Cek pintu itu dul-" saat Raiden Ingin Ke pintu sebuah Dinding kasat mata Membuat Tubuhnya Terpental


" akh!" Raiden Memegang kepalanya yang Terbentur Tembok akibat terpental


"Rai!"


"Den!


Teriak kedua Nya bersamaan


Aditya Segera mengangkat Raiden


"Lu gak apa apa?!"Tanya nya khawatir


"Gue gak apa apa.." Raiden mengangguk tetapi masih memegang kepalanya


" Den.. plis Lu itu gak baik baik aja!" Ujar Biane menatap Cairan Merah mengucur dari kepala Raiden


"Gue gak apa apa! Obatin trus Perbanin aja" usul Raiden


Aditya menggigit bibirnya


"Kita berhenti dulu, Obatin Raiden "


...****************...


Raiden Mengelus kepalanya


Ia melihat keributan didepan nya


Sedang Ribut dengan Mereka yang tidak bisa keluar


"Gue Bisa Gila kalau Gini bi!" Ujar Aditya memegang ponselnya


Waktu di ponsel itu menunjukan pukul 00.00


Waktu Di ponsel itu tidak berdetik sekalipun


" trus gimana?! Kita gak bisa keluar! Udah gak ada sinyal disini!"


" harusnya kita Gak kerumah Nomor 13!" Ujar Aditya, Nada Mereka berdua Agak Tinggi


" gue mau pulang juga Dit! Tapi gak bisa.." Biane mengusap kepalanya


Terlihat mata Perempuan Itu Berkaca kaca


Pelupuk matanya meneteskan cairan bening


Raiden Menghela nafas


Ia pun Menjadi penengah dari mereka berdua, padahal baru saja kepalanya di obati


" kalian mau pulang bukan?" Tanya Raiden


Aditya dan biane Seketika mengangguk


"Kalau begitu jangan Berantem! Kita Harus nemuin cara keluar dari rumah ini, terbebas Dari monster gak jelas dan lain lain!" Ujar Raiden Serius


Aditya Biane tersentak


Mereka pun Diam


Keheningan melanda mereka bertiga


Raiden berkacak pinggang, Dua orang di depan nya ini emang pintar! Tapi mereka Bersikap Egois dan tidak ingin kalah


"Minta maaf! Kalian itu salah satu sama lain! Kalau kalian berantem Kalian Gak bakal Bisa dapatin apa yang kalian mau!"


" Kalian mau Kita gak pulang!?"

__ADS_1


Aditya Biane Diam


Aditya menghela nafas


Ia Menjulurkan tangan nya


"Maafin gue bian, Gue Terbawa emosi harusnya gue gak bawa perasaan pribadi gue dan ngelukain lu pakai kata kata kasar"


Biane menatap aditya ia menggapai Tangan Pemuda itu


"Maafin gue juga Dit, gue juga kaya lu Terbawa emosi" biane Mengelap Tetesan Air Bening di Pipinya


Aditya dan biane berjabat, mereka Menyuguhkan senyuman terbaik masing masing


Ketika Mereka bertatapan Mereka Seketika Tertawa


Raiden hanya menggelengkan kepala nya pelan


"Ayo lanjutin lagi perjalanan kita.. lorong ini panjang dan masih Menyimpan hal yang kita gak tahu"


Aditya biane mengangguk


"Siapa tahu, Kita bakal bisa keluar setelah menyusuri lorong ini bukan?" Senyum Aditya


Mereka pun Kembali Melanjutkan Awal perjalanan mereka


...****************...


Sebuah Lorong Panjang Dengan suhu Yang lembab nan dingin


Aroma Kayu, Dan Aroma Dinding yang Lapuk juga sangat khas disini


Tetesan Air Terdengar Ditelinga ketiga Pemuda pemudi Disana


" lorong ini panjang banget! Gue yakin Kita udah 30 menit disini!"


Raiden diam dan aditya juga mengeluh


"Kayanya kita hanya berputar putar"


"Apa?!" Keduanya berteriak atas ucapan raiden


Raiden menghela nafas


"Otak kalian menurun saat Kita sampai disini atau bagaimana? Itu jelas. Lihat Pita Di Tembok itu warnanya sama dan sebuah Tulisan di dinding yang Mempunyai Proporsi


Bentuk gaya Dan ukuran yang sama!" Jelas Raiden


Keduanya langsung menatap sekeliling


Biane melipat tangan nya


"Kalau begitu bagaimana?" Tanya biane memperhatikan sekeliling


Raiden pun maju


Ia pun Menyentuh Dinding disamping


Biane


Ia pun mengetuk Dinding itu


" kopong, ini kosong.."


"Ini! Ada Ruangan disini! Dobrak Dit!"


Aditya mengangguk Ia pun Menabrak Dinding itu


"Brak krak"suara dinding rubuh menggema


Dinding itu Menjadi bagian bagian yang kecil dan tidak terbentuk.


Sebuah ruangan aneh di balik Tembok


Ruangan Ini Bernuansa kayu dan Gelap


Aura Ruangan Ini Sangat Tidak Mengenakkan


Bulu kuduk Ketiganya berdiri


Mereka paham, bisa saja ada bahaya disini


"Benar ternyata suara gemercik air ada disini " Raiden menatap Tetesan Air dari atap


"Tunggu itu sepertinya bukan air biasa" gumam biane


Biane pun menyalakan senter


Memang Saat mereka di lorong mereka tidak memakai senter karena Ruangan itu punya lampu, walaupun berkedip kedip


Saat senter di arahkan ke atap Ruangan itu


Mata ketiganya melebar


Sebuah Kepala tanpa badan Dengan Rambut panjang Bersurai Hitam Legam


Matanya kosong dan melotot, bibir Kepala itu pucat

__ADS_1


Mata itu Mempunyai Urat urat menonjol yang Pastinya Sangat Seram


Ternyata Air Tersebut memang bukan air biasa tetapi D4rah


"Mayat ini masih baru.." Gumam Biane


Yang masih Bisa didengar kedua Pemuda Di sampingnya


"Huft.. " Raiden pun Mengeluarkan kamera


Dan Mem-photo Kepala tanpa badan


Sebuah Kertas photo keluar dari kamera tersebut


Raiden pun menjetikan jarinya kepada Kertas photo itu dan Terlihat Gambar


Yang menyeramkan


Kertas photo itu Ditaruh di sebuah Plastik kecil untuk bukti


Aditya Menatap Ruangan itu menggunakan Senternya


Aditya melihat pintu Di seberang


"Pintu!-" aditya ingin membuka pintu itu


Tapi pintu itu terkunci membuatnya mengernyitkan kening


Aditya mendengar suara sesuatu yang diseret, matanya membulat


"Kalian bersembunyi!" Aditya menarik kerah Raiden dan bia


Ia menyuruh kedua orang itu untuk bersembunyi di bawah Tempat Tidur


Ya Ruangan ini Sepertinya Kamar


Raiden pun masuk Setelah Biane. Aditya menyusul kedua sahabat nya


"Kenapa si-" raiden membungkam mulut Biane, Biane jelas Tersentak dengan tangan Raiden


"Cklek "pintu Tua Kuno itu Terbuka


Ketiga Pemuda pemudi itu melihat Kaki Besar melangkahkan Dan tangan nya menyeret Seorang Perempuan penuh D4rah


Raiden menatap Kaki itu yang perlahan menjauh dan Berlari Ke arah Luar Ruangan Tepatnya Lorong Yang mereka robohkan


"SIALAN BOCAH SIALAN! BERANINYA KALIAN MENGHANCURKAN RUMAH KESAYANGAN KU INI!" Teriak Pria Besar Itu Mengamuk


"Iblis.." lirih biane menatap tanduk di kepala pria itu


Raiden aditya segera sadar


"Pintunya terbuka, Tadi terkunci. Ayo kita keluar sebelum pria Jelek itu sadar!" Aditya keluar dari persembunyian nya


Mereka melakukan dengan pelan pelan


Sementara Pria Besar itu sedang sibuk marah dan mengamuk


Ketiga orang Itu melangkah pelan keluar


Dan menutup pintu


" KALIAN! " Pria Mengerikan dengan wajah hancur tanduk iblis Menatap nyalang ketiganya


Biane aditya dan raiden gemetar


"Kunci!"


Aditya mengangguk


Ia segera dengan cepat mengunci pintu itu


Mereka bertiga berlari


"KALIAN BOCAH SIALAN! KALIAN TIDAK AKAN PERNAH BEBAS DARI RUMAH INI!"


Suara Gedoran pintu Membuat Mereka bertiga Mempercepat lari mereka


Aditya Raiden dan Biane terus berlari tanpa arah..


Sehingga Pintu Yang mengunci pria besar itu Hancur


-bersambung


hai semua! saya selaku author hanya ingin memberitahukan bahwa karya ini


saya update 1 minggu 2 kali Mengingat banyak nya tugas saya karena masih seorang pelajar!


harap semua yang membaca mengerti keadaan saya yang tidak bisa setiap hari update!


terimakasih, saya senang kalian semua mau membaca cerita saya


tolong jangan lupa like dan komen nya


karena semua itu berharga bagi saya


tanpa kalian saya bukan apa apa! terimakasih!

__ADS_1


__ADS_2