
Pintu itu terbuka..
Lorong Yang Tidak ada Ujungnya Terlihat disana..
" P-perasaan Tadi bukan Lorong kaya gini!
Jelas jelas Gue masuk ke pintu ini lewat Ruangan!" Teriak Aditya
Raiden Dan biane Terbangun
"Kita Harus pergi, Jadi Lu mau Disini?" Tanya Biane pada Aditya
"Enggak!"
Aditya pun bangun
Mereka Bertiga Keluar Dari Ruangan Pintu itu
Aditya Melirik ke belakang tepatnya arah mereka keluar
Betapa terkejutnya dia ketika menemukan bahwa Tidak ada pintu hanya ada Sebuah Lorong panjang dan Pintu Coklat Bercorak emas di ujung Ruangan
" BI!,DEN! PINTUNYA GAK ADA! " Teriak Aditya Seketika Kedua orang itu menoleh
Dan benar saja Pintu Tersebut Menghilang
Dan menyisakan Lorong Juga pintu Di Ujung Ruangan
"Sebentar Gue mau Cek pintu itu dul-" saat Raiden Ingin Ke pintu sebuah Dinding kasat mata Membuat Tubuhnya Terpental
" akh!" Raiden Memegang kepalanya yang Terbentur Tembok akibat terpental
"Rai!"
"Den!
Teriak kedua Nya bersamaan
Aditya Segera mengangkat Raiden
"Lu gak apa apa?!"Tanya nya khawatir
"Gue gak apa apa.." Raiden mengangguk tetapi masih memegang kepalanya
" Den.. plis Lu itu gak baik baik aja!" Ujar Biane menatap Cairan Merah mengucur dari kepala Raiden
"Gue gak apa apa! Obatin trus Perbanin aja" usul Raiden
Aditya menggigit bibirnya
"Kita berhenti dulu, Obatin Raiden "
...****************...
Raiden Mengelus kepalanya
Ia melihat keributan didepan nya
Sedang Ribut dengan Mereka yang tidak bisa keluar
"Gue Bisa Gila kalau Gini bi!" Ujar Aditya memegang ponselnya
Waktu di ponsel itu menunjukan pukul 00.00
Waktu Di ponsel itu tidak berdetik sekalipun
" trus gimana?! Kita gak bisa keluar! Udah gak ada sinyal disini!"
" harusnya kita Gak kerumah Nomor 13!" Ujar Aditya, Nada Mereka berdua Agak Tinggi
" gue mau pulang juga Dit! Tapi gak bisa.." Biane mengusap kepalanya
Terlihat mata Perempuan Itu Berkaca kaca
Pelupuk matanya meneteskan cairan bening
Raiden Menghela nafas
Ia pun Menjadi penengah dari mereka berdua, padahal baru saja kepalanya di obati
" kalian mau pulang bukan?" Tanya Raiden
Aditya dan biane Seketika mengangguk
"Kalau begitu jangan Berantem! Kita Harus nemuin cara keluar dari rumah ini, terbebas Dari monster gak jelas dan lain lain!" Ujar Raiden Serius
Aditya Biane tersentak
Mereka pun Diam
Keheningan melanda mereka bertiga
Raiden berkacak pinggang, Dua orang di depan nya ini emang pintar! Tapi mereka Bersikap Egois dan tidak ingin kalah
"Minta maaf! Kalian itu salah satu sama lain! Kalau kalian berantem Kalian Gak bakal Bisa dapatin apa yang kalian mau!"
" Kalian mau Kita gak pulang!?"
__ADS_1
Aditya Biane Diam
Aditya menghela nafas
Ia Menjulurkan tangan nya
"Maafin gue bian, Gue Terbawa emosi harusnya gue gak bawa perasaan pribadi gue dan ngelukain lu pakai kata kata kasar"
Biane menatap aditya ia menggapai Tangan Pemuda itu
"Maafin gue juga Dit, gue juga kaya lu Terbawa emosi" biane Mengelap Tetesan Air Bening di Pipinya
Aditya dan biane berjabat, mereka Menyuguhkan senyuman terbaik masing masing
Ketika Mereka bertatapan Mereka Seketika Tertawa
Raiden hanya menggelengkan kepala nya pelan
"Ayo lanjutin lagi perjalanan kita.. lorong ini panjang dan masih Menyimpan hal yang kita gak tahu"
Aditya biane mengangguk
"Siapa tahu, Kita bakal bisa keluar setelah menyusuri lorong ini bukan?" Senyum Aditya
Mereka pun Kembali Melanjutkan Awal perjalanan mereka
...****************...
Sebuah Lorong Panjang Dengan suhu Yang lembab nan dingin
Aroma Kayu, Dan Aroma Dinding yang Lapuk juga sangat khas disini
Tetesan Air Terdengar Ditelinga ketiga Pemuda pemudi Disana
" lorong ini panjang banget! Gue yakin Kita udah 30 menit disini!"
Raiden diam dan aditya juga mengeluh
"Kayanya kita hanya berputar putar"
"Apa?!" Keduanya berteriak atas ucapan raiden
Raiden menghela nafas
"Otak kalian menurun saat Kita sampai disini atau bagaimana? Itu jelas. Lihat Pita Di Tembok itu warnanya sama dan sebuah Tulisan di dinding yang Mempunyai Proporsi
Bentuk gaya Dan ukuran yang sama!" Jelas Raiden
Keduanya langsung menatap sekeliling
Biane melipat tangan nya
"Kalau begitu bagaimana?" Tanya biane memperhatikan sekeliling
Raiden pun maju
Ia pun Menyentuh Dinding disamping
Biane
Ia pun mengetuk Dinding itu
" kopong, ini kosong.."
"Ini! Ada Ruangan disini! Dobrak Dit!"
Aditya mengangguk Ia pun Menabrak Dinding itu
"Brak krak"suara dinding rubuh menggema
Dinding itu Menjadi bagian bagian yang kecil dan tidak terbentuk.
Sebuah ruangan aneh di balik Tembok
Ruangan Ini Bernuansa kayu dan Gelap
Aura Ruangan Ini Sangat Tidak Mengenakkan
Bulu kuduk Ketiganya berdiri
Mereka paham, bisa saja ada bahaya disini
"Benar ternyata suara gemercik air ada disini " Raiden menatap Tetesan Air dari atap
"Tunggu itu sepertinya bukan air biasa" gumam biane
Biane pun menyalakan senter
Memang Saat mereka di lorong mereka tidak memakai senter karena Ruangan itu punya lampu, walaupun berkedip kedip
Saat senter di arahkan ke atap Ruangan itu
Mata ketiganya melebar
Sebuah Kepala tanpa badan Dengan Rambut panjang Bersurai Hitam Legam
Matanya kosong dan melotot, bibir Kepala itu pucat
__ADS_1
Mata itu Mempunyai Urat urat menonjol yang Pastinya Sangat Seram
Ternyata Air Tersebut memang bukan air biasa tetapi D4rah
"Mayat ini masih baru.." Gumam Biane
Yang masih Bisa didengar kedua Pemuda Di sampingnya
"Huft.. " Raiden pun Mengeluarkan kamera
Dan Mem-photo Kepala tanpa badan
Sebuah Kertas photo keluar dari kamera tersebut
Raiden pun menjetikan jarinya kepada Kertas photo itu dan Terlihat Gambar
Yang menyeramkan
Kertas photo itu Ditaruh di sebuah Plastik kecil untuk bukti
Aditya Menatap Ruangan itu menggunakan Senternya
Aditya melihat pintu Di seberang
"Pintu!-" aditya ingin membuka pintu itu
Tapi pintu itu terkunci membuatnya mengernyitkan kening
Aditya mendengar suara sesuatu yang diseret, matanya membulat
"Kalian bersembunyi!" Aditya menarik kerah Raiden dan bia
Ia menyuruh kedua orang itu untuk bersembunyi di bawah Tempat Tidur
Ya Ruangan ini Sepertinya Kamar
Raiden pun masuk Setelah Biane. Aditya menyusul kedua sahabat nya
"Kenapa si-" raiden membungkam mulut Biane, Biane jelas Tersentak dengan tangan Raiden
"Cklek "pintu Tua Kuno itu Terbuka
Ketiga Pemuda pemudi itu melihat Kaki Besar melangkahkan Dan tangan nya menyeret Seorang Perempuan penuh D4rah
Raiden menatap Kaki itu yang perlahan menjauh dan Berlari Ke arah Luar Ruangan Tepatnya Lorong Yang mereka robohkan
"SIALAN BOCAH SIALAN! BERANINYA KALIAN MENGHANCURKAN RUMAH KESAYANGAN KU INI!" Teriak Pria Besar Itu Mengamuk
"Iblis.." lirih biane menatap tanduk di kepala pria itu
Raiden aditya segera sadar
"Pintunya terbuka, Tadi terkunci. Ayo kita keluar sebelum pria Jelek itu sadar!" Aditya keluar dari persembunyian nya
Mereka melakukan dengan pelan pelan
Sementara Pria Besar itu sedang sibuk marah dan mengamuk
Ketiga orang Itu melangkah pelan keluar
Dan menutup pintu
" KALIAN! " Pria Mengerikan dengan wajah hancur tanduk iblis Menatap nyalang ketiganya
Biane aditya dan raiden gemetar
"Kunci!"
Aditya mengangguk
Ia segera dengan cepat mengunci pintu itu
Mereka bertiga berlari
"KALIAN BOCAH SIALAN! KALIAN TIDAK AKAN PERNAH BEBAS DARI RUMAH INI!"
Suara Gedoran pintu Membuat Mereka bertiga Mempercepat lari mereka
Aditya Raiden dan Biane terus berlari tanpa arah..
Sehingga Pintu Yang mengunci pria besar itu Hancur
-bersambung
hai semua! saya selaku author hanya ingin memberitahukan bahwa karya ini
saya update 1 minggu 2 kali Mengingat banyak nya tugas saya karena masih seorang pelajar!
harap semua yang membaca mengerti keadaan saya yang tidak bisa setiap hari update!
terimakasih, saya senang kalian semua mau membaca cerita saya
tolong jangan lupa like dan komen nya
karena semua itu berharga bagi saya
tanpa kalian saya bukan apa apa! terimakasih!
__ADS_1