OPPA GANTENG KU

OPPA GANTENG KU
Iiishh, Cuma Colek Doang.


__ADS_3

Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Author POV


Akhirnya dengan berat hati Jhon Hyun So membawa Christina pulang ke apartemen yg ia sewa di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sampai di apartemennya ia menyuruh Christina untuk masuk ke dalam apartemen sewaannya itu. Di dalam apartemen itu, ada tempat tidur ada sofa juga ada dapur kecil beserta kamar mandi. Yah, lumayanlah daripada tidur di jalanan.


Christina POV


Lega hatiku, akhirnya ada tempat juga untuk bermalam. Disini, di apartemen yg tidak terlalu mewah ini. Biasa, aku menyebutnya begitu. Sebab, jika dibandingkan dengan rumahku sih? Ini masih kecil. Bahkan, luasnya aja masih dua kali lipat luas kamarku yg di rumah papa.


Huh! Sayang sekali, gara-gara rencana papa mau nikahin aku sama anak sahabatnya. Aku jadi harus kabur dari rumah dan ngucapin selamat tinggal sama kamar kesayanganku. Malam, ini aku harus bermalam disini bersama oppa ganteng ini. Oh, co....cweettt....pikirku. Tapi, kelihatannya sih nih cowo emang gak doyan cewe apa. Tadi, pas aku peluk agak gimana gitu. Duhh....jadi pengen ngerjain. Hihihi...."


"Uum? Jadi ini apartemenmu?" tanyaku basa basi sambil mendekati dirinya tiba-tiba. Tampak sekali, dari reaksinya ia langsung menghindar sambil menjawab pertanyaanku.


"I....iya!" jawabnya gugup.


"Oh, jadi Oppa ganteng? Kok, bisa sih ada disini. Di Indonesia?" tanyaku lagi sambil terus mendekatinya lagi. Lagi, dia menghindariku sambil meremas pakaian bawahnya sendiri.


"Em? I....itu? Aa...anu...!" jawabnya lagi gugup dan terlihat lucu sekali.


"Apa??? Oppa, ganteng?" ucapku sambil mencolek dagunya. Ia langsung menepis tanganku.


"Ja....jangan....pegang....pegang!!!" balasnya kasar dan gugup.


"Iiiihhh, Oppa ganteng? Kok, kasar sih sama Tina?" ucapku memberengut dan sok manja.


"Sa....salah sendiri. Siapa, suruh pegang-pegang!" katanya lagi sambil mundur takut-takut.


"Iiissh....cuma colek dagu doang? Lagian, kan gak pegang yg macam-macam?" jawabku manyun.


"Sama aja!!!" ucapnya dengan nada tinggi lalu tubuhnya jatuh ke sofa.


"Ahhh" pekiknya.


"Bruuk"


Melihatnya, jatuh ke sofa. Aku senang lalu kudekati dia lalu ku pegang kedua tangannya kuat. Tampak sekali dia ketakutan padaku.


"Ja...jangan!" ucapnya.


("Hihihi")


Aku tertawa dalam hati.


"Aku seorang gay. Please, jangan ganggu aku. Kau boleh tinggal disini. Tapi, jangan berbuat seperti ini, aku takut?" ucapnya tiba-tiba dan aku terkejut mendengar pengakuannya barusan.

__ADS_1


("Apa😲😲😲. Gayyy??? Tidak mungkin! Masa, Oppa penyelamatku seorang gay sih??? Arrgh!!! Aku tidak terima!!!" batinku.)


Aku melamun, dan kekuatanku pada pegangannya tangannya mengendur. Lalu, tiba-tiba dia mendorongku sampai aku jatuh ke lantai.


"Gyaaahhhh"


Ia berteriak lalu kemudian, ia berlari masuk ke dalam kamarnya. Aku tersenyum dan geleng-geleng kepala melihatnya.


("Menarik" batinku.)


Tidak lama ia membuka pintunya kembali sambil berkata...


"Aku tidur di kamar! Kau tidur di sofa! Ingat! Jangan, coba-coba mencari kesempatan untuk menjamahku. Aku tidak sudi!" ucapnya lagi. Kemudian, ia menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


"Braakk"


"Ceklek...ceklek...."


Aku melipat tangan di dada.


"Well, ini menarik! Hihihi...." ucapku pada diriku sendiri. Kemudian, aku mengistirahatkan tubuh lelahku di atas sofa yg empuk. Aku mencoba memejamkan mataku. Agar bisa terlelap, tapi ternyata memang agak susah juga tidur bila tidak tidur di kasur. Tapi, ya sudahlah. Nikmati apa yg ada. Mungkin akan terbiasa, tubuh nona kaya ini.


Jhon POV


"Mengerikan. Sungguh, macan yg mengerikan! Dia...dia....hampir saja memperkosaku!" ucapku sambil menggigit jari-jariku.


"Duhh...bagaimana ini??? Aku takut sekali? Hu....hiks....hiks...! Duhh....mama? Tolong, Jhon mama???" tangis pura-puraku.


"Tapi, dia tak akan menggangguku lagi kan? Di...dia...tak akan macam-macam pada tubuh sexyku ini kan?" ucapku takut.


"Akh, sudahlah! Lebih baik tidur saja. Tidak usah memikirkan hal itu. Kan, pintunya terkunci...hehehe....! Siapa, dulu dong yg pintar? Jhon Hyun So gitu lohh???" ucapku narsis.


"Aku tidur dulu lah, siapa tahu besok itu kucing garong jidatnya udah sembuh. Trus, pergi dehh." ucapku lagi.


Aku berjalan menuju tempat tidurku. Lalu, dengan indahnya kujatuhkan tubuhku di atas kasur sewa ini. Hah, masih lebih enak deh kasur sewa daripada tidur di jalanan kota Jakarta. Aku bisa diperkosa nanti, sama cewe-cewe kucing garong itu di jalanan.


Author POV


Puas berbicara pada dirinya sendiri. Jhon Hyun So pun merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Tampak sekali ia langsung terlelap dan masuk ke alam mimpi. Entah mimpi apa. Yang jelas ia sudah terbuai dalam jeratan rasa kantuk yg berat. Hingga, ia langsung bermimpi. Sementara, itu di sisi lain. Masih di Indonesia, di ibukota Jakarta.


Beberapa orang bayaran dari keluarga pak Jaya ayah dari Christina Andreana itu pun kembali ke rumah keluarga besar itu. Mereka pulang tapi tak membawa hasil. Sebab, mereka tak menemukan apa yg mereka cari. Mereka sadar mereka akan menerima amukan dari ayah Christina.


Sastro POV


"Bagaimana! Apa, kalian sudah menemukan anakku?" tanyaku tegas.

__ADS_1


"Be...belum....tu...tuan!!!" jawab salah seorang orang bayaran tersebut.


"Bodoh!!! Mencari anakku saja, kalian tidak bisa!!!" ucapku marah sambil melemparkan gelas minumanku ke dinding.



"Praaanggg"


"Tu....tuan, kami mohon. Tuan, jangan marah. Kami, berjanji kami akan menemukan nona muda secepatnya." ucap mereka padaku.


"Baiklah. Ingat, jika dalam waktu sebulan kalian tidak bisa menemukan anakku. Maka, kalian semua akan kupecat!" ancamku pada mereka.


"I...iya...baiklah, tuan!" ucap mereka takut-takut.


Lalu mereka undur diri dari hadapanku. Aku benar-benar berharap mereka bisa membawa Christina ke hadapanku. Sebab, aku memang ingin sekali putriku kembali. Dan, menjodohkannya dengan anak sahabatku Chae Yeol Woo. Hah...., semoga saja.


Author POV


Pagi menyingsing. Sinar matahari pagi bersinar terang. Membangunkan dua insan yg sedang terlelap di dua tempat terpisah. Mata cantik itu terbuka, dan ia mengerjapkan matanya. Christina beberapa kali masih mengantuk.


"Hoaaaammm"


Ia duduk terpelongo setelah bangun tidur. Sungguh, membuatnya malas untuk bangkit dari sofa dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi. Meski pun, ia duduk dalam posisi seperti orang yg sedang kehilangan separuh jiwanya. Tapi, ia masih bisa melihat di ekor matanya. Jhon sudah keluar dari kamarnya dan sekarang sedang menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.


Melihat, Jhon membuatnya jadi semangat. Secara diam-diam ia mengikuti langkah kaki Jhon menuju kamar mandi. Dan, setelah tepat berada di belakangnya. Christina segera mengangetkannya.


Christina : "Selamat pagi, Oppa!!!"


Kontan saja hal itu langsung membuat Jhon Hyun So melompat karena kaget.


Jhon : "Ahhhhh....., hantuuuuuuuu!!!" pekiknya.


Dan, secepat kilat ia pun langsung ngacir ke kamar mandi. Menutup pintu dengan kasar.


"Brak"


Tinggallah Christina yg bingung dengan ucapan Jhon barusan yg menyebutnya hantu.


Christina : "Hantu??? Emangnya, aku hantu apa!" ucapnya bingung.


Christina tidak peduli.


Bersambung....


OPPA GANTENG KU

__ADS_1


__ADS_2