
Jakarta, Indonesia.
Author POV
Setelah kejadian tadi malam membuat Jhon Hyun So jadi trauma. Ia tidak mau lagi keluar sembarangan dari aparteman. Dia takut kalau-kalau ada cewe-cewe yg akan mengejarnya. Christina juga bingung, mengapa banyak cewe-cewe yg mengejar Jhon Hyun So. Ternyata, usut punya usut. Wajah Oppa gantengnya itu ternyata mirip dengan artis boyband yg lagi terkenal di Korea. Awalnya dia juga terkejut, kalau-kalau memang benar si Oppa gantengnya itu adalah salah satu dari member artis boyband tersebut.
Tapi, dia sudah menanyakan langsung kepada Jhon Hyun So. Ternyata, bukan. Mereka cuma mirip doang. Christina sudah bertanya berkali-kali pada Hyun So. Tapi, tetap jawaban yg sama tetap keluar dari bibir Hyun So. Ia jadi bingung sendiri, gimana mau ngajak Hyun So keluar buat pergi kemana-mana. Kalau, pada akhirnya akan banyak cewe-cewe yg mengejar karena wajahnya yg mirip Oppa-Oppa boyband tersebut.
Christina POV
"Oppa ganteng? Keluar, yuk cari makanan. Lapar???" ucapku padanya.
"Gak, mau. N'tar, aku dikejar-kejar cewe-cewe narsis itu!" balasnya.
"Iiiihhh, Oppa! Kan, ada Tina! N'tar, Tina lindungi dehh? Please?๐๐๐
"Ogah!" ucapnya memberengut.
"Nanti, kamu cium aku lagi!" ucapnya lagi ketus.
"Ehh???๐ค๐ค๐ค
Aku diam tak bisa bicara. Tapi, perutku memberontak. Minta makan.
"Ya udah, kalau gak mau temani nanti aku suruh mereka kesini semua!" ucapku ketus.
Dia kaget๐ฒ๐ฒ๐ฒ
"Ehh??? ๐ฐ๐ฐ๐ฐ Jangan-jangan, iya deh aku temenin. Tapi, janji ya kamu lindungi aku?"
"Sip" ucapku sambil main mata padanya.
Jadilah, kami keluar rumah cari makanan. Tapi, dandanannya itu lohh? Sudah kaya artis boyband korea asal negaranya. Pake masker pula. Bikin mual saja. Hoekkk๐๐๐ Tapi, Oppaku tetap ganteng lohh...hihihi๐๐๐.
__ADS_1
Kami berjalan menyusuri jalanan ibukota Jakarta. Dan, aku menggandeng tangannya kembali. Wah, pokoknya aku dan Oppa gantengku ini sudah kaya orang pacaran saja. Aduhh....jadi terhura aku.
Sambil berjalan-jalan, aku cengar cengir kaya orang bego. Sementara, si Oppaku ini sudah kaya orang ketakutan. Sebentar lihat kiri dan sebentar lihat kanan. Sudah mirip kaya orang yg takut di palang oleh hansip.
Tak lama berjalan, kami pun sudah sampai di sebuah tempat warung nasi. Aku yg biasanya disuguhkan makanan enak di rumah. Jadi, terbiasa membeli makanan di warung dengan lauk pauk yg bisa di bilang orang sih 4 sehat dan 5 belum sempurna. Sebab, aku itu tidak suka minum susu. Jadi, aku beli saja apa yg ada di warung itu. Si Oppa ganteng terus-menerus menarik bajuku. Tampak sekali dia seperti anak kecil yg ketakutan.
"Hei, Tina...! Tina! Sudah belum?" tanyanya ketakutan.
"Sebentar lagi, Oppa?"
"Cepetan! Aku takut, nih!" ucapnya lagi.
"Iya...iya...! Bawel amat sih? Amat aja gak bawel!" omelku padanya.
"Amat? Amat siapa? Pacar kamu, ya?"
"Ihhh, bukan Oppa?"
"Iya, juga gak masalah!" ucapnya sambil lihat kiri dan kanan.
"Iya" katanya lagi sambil celingak celinguk.
Aku jadi diam mendengar kata-katanya barusan. Aku marah dan aku kesal padanya. Si Oppa ganteng itu benar-benar membuatku merasa sangat marah padanya๐ก๐ก๐ก
Setelah, selesai membeli makanan di warung. Kami pun kembali ke apartemen. Tapi, selama di jalan pulang aku tak lagi menggandeng tangannya. Aku tidak tahu apakah yg ada di kepalanya. Apakah dia tidak menyadarinya? Bahwa aku suka padanya.
Ah, entahlah selama di jalan pulang pun aku berjalan agak cepat. Dan, dia mengikutiku sambil berlari-lari kecil.
"Tina, tunggu! Cepat sekali, kamu jalannya?" ucapnya.
Dia berhasil mengejarku. Dan, tiba-tiba saja dia menggandeng tanganku. Aku kaget๐ฒ๐ฒ๐ฒtapi sekaligus aku senang๐๐๐. Perlahan, rasa marah tadi itu sirna. Hilang entah kemana. Berganti dengan rasa yg berbunga-bunga di hatiku.
Jhon Hyun So POV
Tina sepertinya marah padaku. Dia berjalan cepat menjauh dariku. Aku memanggilnya. Namun, dia tidak peduli. Dia terus saja berjalan, jauh meninggalkanku. Aku tidak tahu bagaimana, membujuk wanita yg sedang marah.
__ADS_1
Akhirnya, kukejar dia dan perlahan kugandeng tangannya. Mungkin, itu bisa membuat amarahnya sirna. Dan, benar saja. wajahnya yg tadi tampak sangar itu pun berubah jadi biasa lagi. Malah, aku melihat ia tersenyum manis. Oh, tuhan! Aku tidak tahu apa yg dipikirkan oleh wanita ini. Hingga, dia marah padaku. Apa karena ucapanku tadi padanya? Hingga, membuatnya tiba-tiba marah padaku. Dan, berjalan cepat menjauhiku.
Akh, sudahlah. Toh, dia sudah tidak marah lagi padaku. Dia terus senyam senyum kaya cewe lagi nangkring di atas pohon. Tak lama kami pun sampai di apartemenku. Aku membuka pintu kamar apartemenku. Dan, dia pun masuk dengan muka senyumnya๐๐๐. Sambil bersiul-siul, ia langsung mengambil piring dan sendok untuk makan. Dan, aku langsung membuka topi dan maskerku. Aku langsung duduk di sofa. Cape jalan bolak balik beli makanan di warung untuk si cewe aneh ini.
Dia membuka semua makanan yg tadi dia beli. Mataku terbelalak kala melihat makanan yg ia beli. Lengkap 4 sehat cuma kurang susunya saja. Jadi, tidak sempurna dehh.
"Ka...kamu, makan sebanyak ini?" tanyaku padanya.
"Iya" balasnya pendek.
("Nih, cewe. Makan segitu banyak tapi gak gemuk juga ya? Dia ini cewe apa bodyguard, ya?" batinku.)
"Gak, takut gemuk?"
"Gak! Emm? Kamu, makan juga nih? Ayo, temani aku makan Oppa ganteng???"
"Apa!!! Makan?"
"Gak, mau!" ucapku.
"Kenapa? Takut, gemuk?" katanya.
"Iya"
"Ya, udah dehh!" katanya padaku.
Dan, kulihat raut kecewa di wajah Christina. Aku menarik nafas lelah๐ง๐ง๐ง.
"Ya udah, aku temani kamu makan. Tapi, mukanya jangan cemberut gitu dong?" bujukku padanya.
Akhirnya, dia tersenyum juga. Dan, entah mengapa tiba-tiba saja aku mau membujuknya. Apakah, aku ini sudah gila? Aku kan tidak suka wanita. Aku kan sukanya sama laki-laki. Lama-lama berdekatan dengannya bisa berbahaya juga, pikirku.
Bersambung....
OPPA GANTENG KU
__ADS_1