OPPA GANTENG KU

OPPA GANTENG KU
Whoaaaa, Mommyyyyyy!


__ADS_3

Jakarta, Indonesia.


Kembali ke Jakarta.....


Author POV


Christina sedang memainkan ponselnya. Sambil chatingan dengan temannya, Kiki Syahrani. Teman sekaligus sahabatnya. Temannya mengajaknya pergi ke bar pada malam minggu. Ia mengiyakannya saja. Christina memang ingin sekali sedikit bersenang-senang. Agar, ia tak bosan pada hidupnya sendiri yg pergi dari rumah tanpa kabar. Karena, ia kesal pada ayahnya. Yang sembarangan saja mencarikan seorang lelaki untuk mendampingi hidupnya.


Christina tidak mau pergi ke Bar sendirian. Karena, ia takut jikalau anak buah bayaran ayahnya datang dan mengejarnya kembali. Ia bermaksud mengajak Jhon Hyun So bersamanya. Tapi, dua hari belakangan ini sikap Jhon selalu cemberut padanya. Jhon masih marah padanya. Perihal, waktu dua hari lalu Christina menggodanya dengan sengaja. Yang membuat, Jhon selalu mayun manja ketika melihat dirinya.


Christina POV


Sudah dua hari ini, Oppa gantengku marah padaku. Disebabkan aku dua hari lalu sengaja menggodanya.


Dia cemberut dan selalu saja memalingkan muka bila bertemu denganku. Ah, aku jadi tidak enak padanya. Dia ini lelaki atau wanita sih sebenarnya. Sikap marahnya itu seperti wanita saja.


Huh!


"Oppa ganteng?" panggilku kepadanya.


"Huh" ucapnya dengan wajah memberengut kepadaku.


"Oppa? Temani, aku keluar dong?"


"Males! Keluar aja sendiri!" jawabnya ketus padaku.


"Oppa? Oppa, marah ya sama Tina?"


"Huh! Kamu nyebelin, tahu!" balasnya.


"Hihihi" aku ketawa geli melihatnya marah begitu, sangat lucu.


"Oppa, Zeyeeenggg....??? Ikhhh....udah ah marahnya? Jangan, marah-marah mulu dong? N'tar gantengnya ilang lagi." bujukku.


"Biarin!" jawabnya pendek.


"Oppa? Yuk? Temani, Tina? Tina takut keluar sendiri. Nanti, gimana kalau Tina ketangkep?" ucapku memelas.


"Bodo!" ucapnya lagi tak peduli. Dan, ia masih marah dan memberengut padaku.


"Ohh? Jadi, gitu ya? Gak, mau temenin?"


"Gak!"


Dia menganggukkan kepalanya.


"Duh, aku telepon polisi ya?" ucapku pura-pura.


Begitu mendengar kata "polisi" dia langsung bangkit dan bilang "jangan"

__ADS_1


"Jangan!"


"Jadi? Mau temenin, gak?"


"Iya, mau! Daripada, dilaporin?" ucapnya kemudian ia segera berlalu masuk ke dalam kamarnya. Aku tidak tahu dia ngapain di kamarnya. Tapi, ya sudahlah aku akan menunggu dirinya.


Jhon Hyun So POV


Hari ini si cewe gila ini mengajakku pergi ke sebuah tempat. Aku tidak tahu kemana dia akan mengajakku pergi. Sesungguhnya, aku sangat takut berdekatan dengannya. Karena, dia sangat mengerikan sekali. Dalam pandangan mataku. Dia ini benar-benar tipe wanita yg tidak pernah menyerah kalah. Ia selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Andai saja, aku laki-laki normal. Aku pasti tertarik padanya dan jatuh cinta padanya. Tapi, sayangnya aku bukanlah lelaki yg normal. Tetapi, aku memiliki perasaan menyimpang terhadap lelaki sejenisku.


Sebenarnya, aku ingin lepas dari kondisi ini. Aku benar-benar ingin sekali normal seperti kebanyakan laki-laki lainnya. Akan tetapi, ternyata aku memang tidak bisa normal. Bahkan, aku sangat takut berada dekat dengan wanita. Aku menganggap wanita adalah makhluk mengerikan. Bahkan, jika mereka menyentuhku saja. Itu sudah kuanggap bahaya. Dan, itu berarti aku harus menjauh darinya.


Tapi, ini bagaimana mau menjauh. Bahkan, ingin satu hari tak melihat wajahnya saja itu sulit. Dia selalu saja ada di rumah. Tidak pernah pergi kemana-kemana. Jika mau pergi saja pun dia sampai menarikku. Huh! Wanita ini bikin aku jadi bertambah kesal saja.


Aku sudah selesai berganti pakaian terbaikku. Semoga saja, dia itu tidak malu membawaku keluar dari apartemen. Dan, orang-orang bayaran waktu itu tidak mengenaliku. Karena, aku sangat takut. Aku sudah memberi arah yg salah pada mereka.


"Aku sudah siap!" ucapku.


Terlihat matanya berbinar-binar kala melihatku dengan pakaian terbaikku.



"Wahhh, aduh? Oppa, gantengku? Jadi, tambah ganteng dehh???" pujinya.


("Hoekkk, 😝😝😝jadi ingin muntah mendengar kata-katanya!" batinku.)


"Sudah, ayo pergi!" ucapku padanya ketus.


(Duhh, aku risih!" batinku lagi.)


Tapi, biarlah. Daripada, nanti dia mengancamku lagi. Lebih baik, kubiarkan saja. Dia menarik tanganku lalu kemudian menggandeng tanganku.


Dia menyetop taxi. Lalu, kami masuk. Kami duduk berdua di dalam taxi di bangku belakang penumpang. Selama perjalanan, ia tidak pernah melepas genggaman tangannya. Sejujurnya, ada rasa risih sekaligus juga rasa enggan untuk melepaskan genggaman tangannya. Ada apa ini!!! pikirku.


Saat pesan masuk ke ponsel saja ia baru melepas tanganku. Lalu, setelahnya ia menggandeng tanganku lagi masuk ke sebuah tempat yg dinamakan "Bar Sweet Girl"


(Oh, my gosh!!! Untuk apa, dia membawaku kesini?" batinku galau.)


Aku menepuk jidatku sendiri.


"Emm? Tina, u....untuk apa kita kesini?" tanyaku.


"Em? Aku ajak kamu kesini. Karena, aku mau ketemu sama temen aku. Temen aku ngundang aku kesini."


"Kamu tahu? Dari namanya aja yah. Ini bar khusus cewe. Aku gak mau masuk ke dalam. Aku takut, digilir sama cewe-cewe di dalem!" ucapku mengungkapkan rasa takutku.


"Iiiihhh...., Oppa ganteng! Oppa ganteng, tenang aja. Aku jamin aman kok? Dah, yuk ahh...!!!" ajaknya padaku sambil menarik paksa tanganku.


("Huhhh! Dasar, cewe sialan! Kalau bukan cewe aku iket kamu di atas pohon!" batinku lagi.)

__ADS_1


Aku ikut saja dengan semua ajakannya. Sampai di dalem. Benar saja, sudah banyak cewe lagi nongkrong disana. Duhh, aku takut tapi Tina sengaja berjalan memelukku agar cewe-cewe itu mengira kami pacaran. Biar mereka tak menggangguku, kata Tina padaku.


Aku merasa tenang. Tina pengertian padaku. Ternyata, selama ini aku menganggapnya salah. Menganggapnya, dia hanya memanfaatkanku untuk tinggal di apartemen sewaanku. Awalnya, kupikir semua baik-baik saja sampai akhirnya dia mengajakku masuk ke sebuah ruangan yg ternyata isinya cewe semua.


Duhh, sejenak aku merasa dunia gayku akan runtuh. Aku terkejut! Langsung saja, kutarik tangan Tina dan membawanya lari dari sana sambil berteriak....


"Whoaaa.....Mommyyyyyyy.....!!!" teriakku kencang dan keras.


Mereka semua melihatku dan mereka pun langsung mengejarku dan Tina. Kami berlari tak tentu arah. Sudah agak jauh tapi mereka masih mengejar kami. Kudengar cewe-cewe itu memanggiku "Oppa****aaa"


Wah, jadi semakin kencang lariku dan Tina.


Sampai di perempatan jalan. Kami pun mencari tempat bersembunyi. Kami menemukan tempat untuk bersembunyi. Nafasku dan nafas Tina terdengar ngos-ngosan. Aku masih terlihat panik. Tina menyuruhku untuk diam.


"Mommy....mommy...." ucapku tanpa sadar.


"Ssssttt....diam!!! Apa, kau ingin ketahuan oleh mereka?" ucapnya kepadaku.


Tapi, aku tetap tidak peduli. Aku benar-benar panik. Lalu, kemudian entah sengaja atau tidak. Tiba-tiba, saja Tina menciumku. Aku terkejut! Aku mencoba melepaskan ciuman bibirnya. Tapi, tak bisa. Sebab, dia menahan kepalaku. Dan, ciuman bibirnya terasa lembut. Aku yg tadinya merasa panik. Akhirnya, aku merasa tenang setelah merasakan ciuman bibirnya. Namun, tiba-tiba saja aku merasa mual dan mau muntah ketika ciuman itu berlangsung.


Dia tahu itu. Dan, dia langsung melepaskan ciuman bibirnya dari bibirku. Setelahnya, aku muntah di hadapannya.


"Hoekkkkk....., blah....blah...!"


"Iiihhh...., Oppa ganteng kok muntah sih? Jijik, ahh!" kata Tina padaku.


"Maaf, aku memang tidak suka dicium wanita jadi begini. Aku jadi muntah!"


"Huh! Oppa ganteng, jadi gak seru dehh!" ucapnya cemberut.


Sesungguhnya, dia tampak manis jika dia cemberut seperti itu. Bibir sexynya kalau manyun tersebut juga terlihat lucu.


("Oppss! Apa??? Bibir sexynya? Apa, aku akan tertarik padanya?" entahlah." batinku.)


"Se....sepertinya! Mereka sudah pergi! Yuk...., ahh....pulang!" ajakku padanya.


Dan, ia tetap menganggukkan kepalanya. Sementara, aku melihat raut wajahnya yg terlihat cemberut dan tampak kesal padaku. Namun, aku menepuk-nepuk pundaknya menenangkan perasaannya yg sedang kesal.


Bersambung........


OPPA GANTENG KU


Nama pemeran pembantu


Kiki Syahrani


Cantik, sahabat Christina


Suka Hang Out

__ADS_1


Visual



__ADS_2