
Seoul, Korea Selatan
Author POV
Belahan negara lain.....
Seorang nenek tampak gusar. Ia tampak berjalan mondar mandir di ruang baca milik keluarga itu. Nenek itu adalah nenek dari Jhon Hyun So. Sudah hampir beberapa bulan ini ia tampak seperti orang yg kebingungan. Bagaimana tidak! Sudah beberapa bulan cucunya Jhon Hyun So tidak kembali ke Seoul.
Ia tahu cucunya sedang berada di Jakarta untuk menenangkan diri. Tapi, ia tidak tahu bahwa cucu kesayangannya itu memiliki penyakit menyimpang. Dan, ia pergi ke Jakarta karena ia patah hati. Sesungguhnya, entah seberapa dalam Cha Yeol Woo menyakitinya. Entahlah. Hanya Jhon Hyun So saja yg mengetahuinya.
Halmoni Jhon Hyun So POV
Kediaman keluarga Jhon Hyun So di Seoul.....
Sebenarnya mau berapa lama lagi Hyun So (panggilan pendeknya) berada di Jakarta. Aku sudah sangat rindu pada cucu kesayanganku itu. Dia juga sudah berada di usia yg matang untuk menikah. Mungkin, sebaiknya aku mencarikan dia jodoh secepatnya. Agar, dia cepat menikah dan aku bisa cepat-cepat menggendong cucu.
Ah, sebaiknya aku segera meneleponnya. Dan, menyuruhnya cepat kembali. Karena aku sudah sangat rindu pada cucu kesayanganku itu.
Dalam panggilan Internasional.....
Tut....tut....tut....
"Halo, halmoni!"
"Halo, juga cucuku? Kapan, kau akan kembali? Nenek, sudah sangat rindu padamu!"
"Umm? Mungkin, dua minggu lagi aku akan kembali ke Seoul nek?"
"Apa??? Dua minggu lagi? Tidak boleh, dua minggu lagi. Besok kau harus segera kembali."
"Apa!!!😲😲😲 Besok?"
"Iya? Atau kau memang tidak peduli lagi pada nenekmu ini?"
"Siapa, yg mengatakan hal itu pada nenek? Baiklah! Besok, aku akan kembali. Aku pesan tiket pesawat dulu untuk pulang."
"Benarkah? Wahh...., baguslah! Cepatlah, kau berkemas ya? Jika, sudah sampai di Seoul segera kabari nenek?"
"Baiklah, nek? Bye.."
"Bye, juga cucuku tersayang?"
"Tut"
Aku lega, akhirnya cucuku akan kembali ke Seoul. Aku akan segera mencarikan wanita untuknya. Wah, aku sudah tidak sabar untuk melihatnya menikah. Dan, aku juga sudah tidak sabar untuk menggendong cucu.
__ADS_1
Christina POV
Jakarta, Indonesia.
Hari ini benar-benar membosankan sebab aku tak bisa keluar kemana pun. Cuaca di luar sedang hujan. Dan, Oppa gantengku dia sedang menerima telepon dari seseorang. Aku tidak tahu siapa yg meneleponnya. Aku juga tidak mengerti dengan apa yg mereka bicarakan. Dia berbicara di telepon dengan bahasa Korea dan aku tak mengerti dengan bahasa Korea.
Ah, sepertinya dia sudah selesai menelepon. Kuhampiri saja dia dan bertanya padanya.
"Siapa, tadi yg menelepon?"
"Halmeoni!" jawabnya singkat.
"Hal...meo...ni...?" Aku mengeja nama itu.
"Um? Nenek! Tadi, nenekku yg menelepon." katanya.
"Oh, apa katanya?"
"Dia segera menyuruhku kembali ke Seoul."
Aku terkejut.
"Apa!!!😲😲😲.
"Dia menyuruhmu kembali?"
"Kapan?"
"Secepatnya! Nih, aku mau berkemas dan mau pesan tiket untuk kembali ke Seoul. Oh, ya? Sewa apartemen ini masih ada beberapa bulan lagi. Kamu, tinggallah disini. Tidak usah cari apartemen baru." ucapnya padaku.
"Um? Oppa? Bolehkah, aku ikut?" tanyaku padanya.
"Tidak boleh!!! Kamu tidak boleh ikut! Sangat merepotkan kalau kamu ikut!"
"Oh??? Jadi, kau tak mau membawaku serta? Hm?" ucapku sambil mendekati Oppa gantengku itu.
Saat aku mendekatinya. Tampak sekali kalau dia masih takut padaku.
"Aku akan memperkosamu kalau kau tidak membawaku serta!" ancamku padanya sambil masih tetap mendekatinya perlahan-lahan dan dia tampak ketakutan sekali. Dia berjalan mundur ke belakang.
Hingga, tubuhnya terpojok di dinding. Dan, aku meletakkan kedua tanganku di dinding di antara tubuhnya dia berdiri.
"Ja....jangan...!!! Jangan, Tina??? Kumohon? Please? Jangan, menyentuhku?" ucapnya memelas.
Dalam hati aku tertawa.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak akan menyentuhmu. Jadi???" ucapku dengan mata melotot marah.
"Iy....iya, ka....kau boleh ikut!" balasnya.
"Benarkah?" tanyaku lagi untuk memastikan.
"Be....benar!" jawabnya.
Seketika, aku berteriak "Horeeee"
"Seouuuullllll.....!!! Aku.....dataaaannngggg!!!" teriakku senang.
Langsung saja, aku pun segera pergi berkemas-kemas. Aku membawa semua pakaianku. Tak lupa aku juga membawa paspor. Untung, saja semuanya sudah aku siapkan sebelumnya. Sebelum aku kabur dari rumah. Aku membawa semua hal penting denganku termasuk paspor yg biasa kupakai untuk bepergian ke luar negeri.
Jhon Hyun So POV
Wanita ini benar-benar mengerikan sekali. Dia benar-benar mengancamku. Jika, aku tak menuruti kemauannya. Aku benar-benar takut sekali padanya. Aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti semua kemauannya. Termasuk, kembali ke Seoul dan bertemu dengan nenek.
"Huft😧😧😧"
("Benar-benar menjengkelkan sekali." batinku)
Aku bertanya padanya apakah ia memiliki paspor untuk bepergian? Sebab, akan memakan waktu lama jika harus mengurus paspor untuknya. Ditambah lagi, dia yg kabur dari rumah.
"Tina? A...apakah kau memiliki paspor???"
"Paspor? Tentu saja, ada. Ini....!!! Ini, paspor milikku." katanya.
"Syukurlah!" kataku.
"Kenapa?"
"Akan memakan waktu lama jika harus mengurus paspor untukmu."
"Ya....ya, aku tahu itu! Maka, dari itu aku aku sudah menyiapkan semuanya disini. Di dalam tas koperku ini!" ucapnya senang.
Ternyata, dia memang sudah menyiapkan semuanya. Dia memang berniat kabur dari rumahnya sejauh-jauhnya. Duhh, kepalaku jadi pusing. Mengapa, aku bisa bertemu dengan wanita menyebalkan sepertinya.
"Baguslah, kalau begitu. Aku akan pesan tiket untuk dua orang." ucapku dan terlihat sekali raut senang di wajahnya.
"Baiklah." ucapnya tersenyum manis.
Dia terlihat sedikit imut menurutku. Namun, terkadang juga dia terlihat seperti singa kalau menginginkan sesuatu. Benar-benar wanita yg mengerikan. Dan, setelah ini aku tidak tahu apa yg akan terjadi selanjutnya padaku.
("Hu....hiks....hiks....Eomma!" tangisku dalam hati.)
__ADS_1
Bersambung.....
OPPA GANTENG KU