OPPA GANTENG KU

OPPA GANTENG KU
Seoul, Aku Datang!


__ADS_3

Author POV


Akhirnya, setelah semua persiapan selesai. Jhon Hyun Lee dan Christina segera berangkat ke Seoul, Korea Selatan. Christina senang sekali, mengadakan perjalanan jauh ke negara asal Jhon Hyun Lee. Ia mengucakan selamat tinggal pada tanah kelahirannya. Dan, selama perjalanan ia tertidur di sisi Jhon Hyun Lee. Sebenarnya, Jhon Hyun Lee tidak suka jika ada wanita yg tidur di sisinya. Tapi, ia melihat Christina mengantuk berat jadi ia membiarkannya saja. Meski, ada perasaan risih ketika Christina berdekatan dengannya. Langsung saja, tanda bahaya pun segera berbunyi dan tubuhnya pun memberi reaksi menolak.


Jhon Hyun So POV


Pesawat baru saja meninggalkan bandara. Ah, memang masih lama aku akan melewati perjalanan panjang ini. Tentu saja, bersama wanita aneh yg ikut serta denganku ini. Aku risih dengannya. Tapi, melihat keimutan wanita aneh ini. Entah mengapa, tiba-tiba saja aku merasa nyaman. Apakah, aku akan sembuh karena wanita ini? Ah, entahlah.


Waktu terus berjalan, perlahan namun pasti akhirnya pesawat pun tiba di Seoul, Korea Selatan. Tempat, aku dilahirkan. Aku membangunkan Christina. Tampak, ia mengerjap-ngerjapkan matanya yg cantik itu. Aku sedikit terpesona melihatnya. Dia begitu imut.


("Ehh? Apa, yg kupikirkan?" batinku.)


Aku sadar sebelum pesona Christina menghipnotisku sepenuhnya. Entah mengapa, semenjak dia hadir dalam kehidupanku dengan cara yg tak disengaja. Sedikit demi sedikit aku merasa ada perasaan nyaman. Meski, terkadang aku masih merasa risih apabila dia mulai bertingkah aneh dan suka sekali memelukku dari belakang. Dan, bila sudah begitu aku pun suka sekali memarahinya. Bila tindakan dia sudah mulai keterlaluan menurutku.


"Ehh? Sudah sampai ya?" tanyanya.


"Iya, cepat bangun dan tinggalkan pesawat ini. Ambil kopermu dan ikuti aku!"


"Iya, baiklah!" ucapnya dan ia bangkit mengikuti kata-kataku tadi.


Setelah, sampai di luar pesawat aku mengaktifkan ponselku lalu menelepon nenek.


Panggilan Via Telepon......


Berbicara dengan bahasa Korea.

__ADS_1


"Nenek? Aku sudah sampai." ucapku pada nenek di telepon.


"Cucuku? Kau sudah sampai di Seoul?"


"Ya, nenek?"


"Baiklah, nenek akan menyuruh orang untuk menjemputmu di bandara. Kamu tunggulah sebentar, ya?"


"Iya, nek!" balasku.


"Tut"


Aku mengakhiri panggilan dan si cewe gila itu mengikutiku dari belakang. Sejujurnya, aku takut berjalan di bandara dengan kondisi tidak memakai topi atau pun masker. Aku takut bisa saja para wanita akan menggila dan mereka semua akan mengejarku. Seperti, waktu-waktu kemarin. Saat aku masih berada di Indonesia.


Karena takut, langsung kutarik tangan Christina agar berjalan beriringan denganku. Christina terkejut, namun kulihat rona merah di kedua pipinya. Aku tidak tahu kenapa wajahnya merah seperti itu. Tapi, yg pastinya aku merasa nyaman dan rasa takutku sedikit menghilang ketika aku menggenggam erat tangannya. Memang, cewe yg satu ini luar biasa. Andai aku cowo normal mungkin aku sudah jatuh cinta padanya. Sebab, dia tipe cewe yg mungkin bisa membuat cowo langsung mendekat kepadanya.


Christina POV


Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya kami sampai juga di Seoul. Oppa gantengku, membangunku dari masa istirahatku. Ya, masa istirahatku berakhir karena sudah sampai di Seoul, Korea Selatan. Negara yg ingin aku kunjungi sih sebenarnya. Karena, um...aku ingin jalan-jalan. Siapa, tahu ketemu sama artis-artis topnya Korea. Uwaahh...senangnya? Ini semua karena Oppa gantengku yg membawaku ikut meski aku harus mengancamnya dulu. Huh! Menyebalkan😠😠😠.


Tapi, aku cukup senang. Ternyata, Oppa gantengku itu sangat perhatian padaku. Sebab, tiba-tiba saja dia menarik tanganku dan menggenggamnya hingga membuat kami berjalan beriringan. Kyaaaa....hatiku meleleh. Senang, pisan euy...! Dan, wajahku berubah jadi merah karena ulahnya itu. Duhh.....Oppa kau romantis banget sihh? Aku jadi tidak kuat, kakiku berasa lemas Oppa? Hehehe...., namun rasa senangku tidak berlangsung lama. Sebab, setelah sampai di luar bandara dan setelah melewati berbagai proses. Ia akhirnya melepaskan genggaman tangannya. Aku kecewa. Rupanya ia menjadikanku sebagai tameng agar dirinya tidak dikejar-kejar cewe seperti saat ia berada di Indonesia. Dimana, semua cewe mengejarnya dan ia langsung menarik tanganku lalu kabur dari tempat aku janjian sama temanku.


Hah! Ya sudahlah. Semua juga sudah berlalu. Saat aku sedang memikirkan hal-hal seru tersebut. Tiba-tiba saja, dia menarik tanganku lagi untuk masuk ke dalam mobil setelah ia membantuku memasukkan koper yg kubawa.


"Jangan melamun!" katanya kepadaku yg kubalas dengan senyum simpul.

__ADS_1


Ternyata, mobil yg kami naiki adalah mobil kepunyaan neneknya. Yang disuruh untuk menjemputya. Entah, apa dia tidak bilang ya sama neneknya kalau dia pulang ke Seoul membawa seorang teman wanita.


Aku mendengar ia sedang berbicara dengan orang yg sedang menyetir di depan dengan menggunakan bahasa Korea. Lagi-lagi, aku tidak paham. Apa, yg sedang mereka bicarakan. Namun, sekali-sekali Oppa gantengku melirikku dan supir tersebut juga melihat kepadaku melalui kaca depan mobil. Aku hanya mendengar kata yg sangat familiar sekali yg biasanya kudengar dari orang-orang di Negaraku yaitu....


"Cantik" katanya.


Yah, supir itu mengucapkan kata "cantik" dalam bahasa Indonesia yg fasih. Jadi, aku pun berbicara dengan supir itu menggunakan bahasa Inggris saja.


"Sir, you know Indonesian language?" tanyaku kepadanya.


"No." jawabnya.


"Oh." ucapku akhirnya.


Lalu, tiba-tiba Oppa ganteng menyambung pembicaraan aku dan supir tersebut.


"Aku yg sering mengatakan kata 'cantik' pada paman supir ini, Tina?"


"Oh, begitu?" ucapku lagi.


Aku pun terdiam dan Oppa gantengku tersenyum. Sungguh, ingin sekali aku merasakan lagi bibirnya yg merah itu. Sebab, ciumanku yg waktu itu gagal karena tiba-tiba saja dia mau muntah. Dan, itu cukup membuatku kaget. Sekaligus, hilang mood secara tiba-tiba. Hm? Alangkah indahnya, jika ia normal dan bisa menjalin hubungan layaknya lelaki lainnya. Pasti akan sangat mudah untuk membuatnya jatuh cinta padaku. Oppa? Jadi, Namjaa ku dong.....


Bersambung......


OPPA GANTENG KU

__ADS_1



__ADS_2