
entah mengapa tiba-tiba vera merasa ada yang aneh terhadap suaminya,perubahan suaminya mulai terlihat.dika pulang kerja selalu telat,tidak pernah mengajak makan bersama,tidak pernah mengunjungi vera ke tempat kerja seperti biasa,ponsel dika juga di kasih password yang vera tidak tahu.
tapi namanya bangkai walau di tutup rapat-rapat pasti baunya akan tercium.
pagi hari di saat dika mandi,tiba-tiba ponsel dika berdering.vera saat itu segera mengangkat karena siapa tahu itu telfon penting.di layar ponsel tertera nama "cindy".akhirnya vera angkat telfon itu.sebelum vera berbicara,terdengar suara
"pagi sayang,nanti sore jangan lupa ya jemput aku.lalu kita pergi seperti biasa." vera yang mendengarnya langsung wajahnya kaget tak percaya dengan apa yang dia dengar.
ternyata selama ini suaminya telah selingkuh,entah dengan siapa vera pun tidak tahu.saat itu hati vera benar-benar sakit,dia bingung harus bagaimana.
(memang suami yang terlihat perhatian atau romantis,tidak menjamin dia akan setia)
beberapa saat kemudian dika keluar dari kamar mandi,namun vera enggan untuk bertanya siapa perempuan itu.
"hai sayang,itu baju kemejanya sudah aku siapkan di atas tempat tidur" ucap vera
"iya sayang terimakasih,,,,,"
lalu dika hendak mencium kening istrinya,namun istrinya menolak dengan alasan akan menyiapkan sarapan.dika heran dengan sikap istrinya.
pagi itu setelah sarapan,dika mengajak vera untuk berangkat bersama namun vera menolak,dengan alasan vera masih harus membereskan beberapa file penting.lalu dika pamit untuk berangkat.
tanpa sepengetahuan dika,vera ternyata hari ini mengambil cuti kerja.vera mengendarai mobilnya sendiri,dia hari ini akan mengikuti suaminya.dia penasaran dengan kegiatan suaminya selama ini,dan dia ingin tahu dengan siapa suaminya telah berselingkuh.
padahal,vera itu cantik,langsing,putih,pintar,pekerja keras,dan mandiri.walau suaminya mempunyai uang banyak tapi vera tetap ingin bekerja.apalagi pekerjaan sebagai dokter adalah impian vera sejak kecil.jika ada orang yang tidak punya uang pun vera tetap akan membantu mengobati.
#. sore hari
vera melihat dika keluar dari rumah sakit,,,lalu vera mengikutinya diam-diam.sampai terlihat mobil suaminya berhenti di sebuah restoran.beberapa saat menunggu vera melihat suaminya keluar bersama perempuan.namun vera tidak melihat wajah perempuan itu dengan jelas,karena perempuan itu menggunakan kacamata.
"siapa wanita yang di gandeng suamiku?oh tuhan.....semoga ini hanya mimpi" (gumam vera dalam hati,dan tak terasa air matanya menetes). vera tidak menyangka,suami yang selama ini dia sayangi dan hormati telah selingkuh.
mobil dika pun melaju,lalu vera mengikutinya lagi.ternyata dika berhenti di sebuah hotel ternama.vera saat itu benar-benar sakit hati,bagaimana tidak sakit hati dia melihat dengan mata kepalanya sendiri suaminya kencan dengan seorang perempuan di hotel.yang entah mau ngapain di hotel itu.tapi saat itu vera menahannya untuk tidak segera menghampiri mereka,vera ingin melihat bukti yang lebih banyak lagi.
#. di hotel
"selamat sore pak,,,,,ada yang bisa kami bantu? sapa seorang recepcionist"
__ADS_1
"sore,,,,saya akan cek in untuk semalam saja"
"maaf atas nama siapa?"
"atas nama dika"
"baik pak,ini kunci kamarnya.bapak silahkan ke kamar nomer 202."
"terimakasih,,,,lalu dika mengambil kunci tersebut dan menggandeng tangan selingkuhannya.
Tiba-tiba ponsel dika berdering,ternyata vera
dika"halo sayang
vera"kamu di mana?
dika"aku sedang di kantor ada pertemuan dengan client
vera"baiklah,pulangnya hati-hati
lalu vera menutup telfon,dika dan mita pun terlihat bingung tapi tidak memperdulikannya
tak lama kemudian vera datang dan menghampiri meja recepcionist
"selamat sore bu,ada yang bisa kami bantu?"
"maaf untuk tamu atas nama dika ada di kamar nomer berapa?"
"maaf bu,kami tidak bisa memberi tahu karena itu privasi.
"saya istrinya,kalau tidak beri tahu saya akan membuat hotel ini namanya tercemar"
karena recepcionist tersebut takut akan ancaman vera akhirnya menjawab
"hmmmmmm.kamar atas nama pak dika ada di nomer 202".
vera pun segera berlalu tanpa mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
di sepanjang langkah vera berharap semoga suami dan perempuan itu hanya akan meeting tidak lebih,tapi vera pun mulai tidak karuan.pikirannya kemana-mana.
setelah sampai di kamar 202,vera mengetuk pintu
tok.tok.tok
lalu dika pun membuka pintunya,dika kaget karena di balik pintu itu adalah vera istrinya.tanpa permisi vera masuk ke dalam kamar,vera begitu kaget.di atas tempat tidur ada perempuan tanpa sehelai benang dan yang lebih bikin kaget adalah perempuan itu mita sepupunya sendiri.
"mita,kenapa semua ini bisa terjadi?jawab aku,vera bertanya dengan penuh amarah"
"a.....a.....aku minta maaf vera,tapi aku mencintai suamimu"
"kenapa harus suamiku mita?apa tidak ada cowok lain?kamu tega menyakiti sepupu kamu sendiri mita" vera pun menampar mita dengan keras
"aku sebenarnya selama ini sudah curiga,tapi aku tidak ingin terburu-buru.karena aku percaya suamiku selalu setia.dan tadi pagi saat mita telfon,akulah yang mengangkat.lalu aku memutuskan untuk mengikuti kalian"
vera ingin sekali menangis,tapi dia tahan.dia tidak ingin terlihat rapuh di depan mereka.
"sayang,maafkan aku....aku bisa jelaskan"
"tidak ada yang perlu kamu jelaskan lagi,semuanya sudah jelas.kamu suami yang aku hormati,aku banggakan.tak ku sangka kamu tega melakukan ini.bahkan dengan sepupuku sendiri.ternyata ini yang kamu bilang bertemu client?"
"sayang,maafkan aku....kita bicarakan semuanya baik-baik" pinta dika kepada istrinya
"besok aku akan segera mengurus surat perceraian kita,aku tidak ingin hidup dengan seorang pengkhianat.dan untuk kamu mita,aku dan kamu tidak ada hubungan apa-apa lagi.kamu bukan sepupuku lagi.ayah dan ibu juga akan segera tahu masalah ini".
vera menghampiri dika lalu...
plakkkkkkk.....plakkkkkkkkk
vera menampar dika dengan keras
"itu,tamparan buat orang yang berani mengkhianatiku.semoga kalian sadar dan ingat karma masih berlaku entah sekarang,besok,atau kapan pun"
vera pun pergi meninggalkan dika dan mita,di sepanjang jalan vera menangis.dia menyalahkan dirinya,kenapa harus menikah dengan dika kalau akhirnya seperti ini.
#. di kamar hotel
__ADS_1
mita dan dika diam seribu bahasa,mereka merasa bersalah dan bingung harus bagaimana.tapi nasi telah menjadi bubur.dika dan mita saling mencintai.lalu mita dan dika memutuskan untuk cek out dari hotel saat itu juga.dan berharap akan ada jalan keluar untuk masalahnya.