
di pagi hari setelah vera merasa lebih baik,dia keluar kamar.dia melihat bibi tengah asik menyiapkan sarapan.lalu ayah dan ibu vera keluar dari kamar juga.(setelah kejadian itu ayah dan ibu vera ingin selalu berada di sisi putri kesayangannya)
"selamat pagi sayang,sapa ayah dan ibu vera"
"pagi ayah ibu,ayo kita sarapan bersama"ajak vera
ayah dan ibu vera sangat bahagia,karena putrinya terlihat sudah mulai melupakan kejadian tempo hari.
kemudian mereka makan bersama,namun tiba-tiba kepala vera pusing dan perutnya sedikit mual.vera pamit untuk ke kamar mandi.
huek....huek....huek(vera muntah-muntah)
vera merasa lemas sekali
setibanya di meja makan
"nak,kamu sakit?kalau sakit ayah ibu akan mengantar kamu ke dokter.ucap ibu vera"
"vera hanya masuk angin bu,vera hanya butuh istirahat saja"
"ya sudah,,,kamu lanjutkan makannya"
"vera sudah kenyang bu"
"oya kamu mulai kembali kerja kapan?"
"mungkin lusa bu,tapi sebelum kerja vera akan mengurus berkas-berkas untuk perceraian aku bu (air mata menetes di pipi vera)
ibu mengusapnya lalu berkata
"sudah sayang,jangan menangis lagi.kamu pasti kuat" sambil memeluk anaknya
vera merasa ada yang tidak beres dengan badannya,mudah pusing.mual,dan lemas.lalu dia pergi ke dokter.
__ADS_1
setibanya di rumah sakit,dokter pun memeriksa vera
"dok,apa yang terjadi dengan saya?"tanya vera
"nyonya vera tidak sakit apa-apa,tapi nyonya vera tengah hamil 3 minggu"
vera yang mendengar ucapan dokter sangat kaget,,,,
"tidak mungkin ini terjadi,aku dan suamiku sebentar lagi akan bercerai" (gumamnya dalam hati)
"ini vitamin dan susu khusus untuk ibu hamil,minum yang teratur nyonya"
"iya dok,terimakasih....saya permisi"
di dalam mobil,saat perjalanan pulang vera terus menangis dan bingung harus bagaimana.tiba-tiba dia ingin sekali makan es krim,vera pun berhenti di sebuah minimarket.
saat dia tengah membayar di kasir,dia melihat dika masuk bersama mita.hati vera sakit lagi,dan dia pun segera pergi.dia tidak ingin lama-lama di sana.
#.di rumah vera(bukan rumah orang tuanya)
"vera,kamu dari mana?"tanya ayah vera
"a....a...aku dari rumah sakit ayah"
"kamu sakit nak????"
"vera tidak sakit ayah,tapi vera sedang.......hamil"
ayah vera kaget mendengarnya,ayah vera tidak tahu harus bahagia atau tidak.di sisi lain dia senang akan memiliki cucu tapi di sisi lain mereka tahu pernikahan anaknya di ambang kehancuran.
ibu vera yang berada di dapur segera keluar menemui anaknya,ibu vera pun kaget mendengarnya
"ayah ibu,vera harus bagaimana?"
__ADS_1
"kamu jangan khawatir sayang,ada ayah ibu di sini yang selalu sayang sama kamu"
"tapi vera minta jangan sampai dika dan orang tuanya tahu tentang kehamilan vera.vera ingin tetap bercerai dengan dika,karena dika telah mengingkari janji suci pernikahannya"
"tapi bercerai saat hamil tidak boleh sayang?ucap ayah vera
"vera tidak mau tahu,bagaimana pun caranya vera harus cerai dengan dika.asal ayah tahu,tadi vera lihat dika tengah bersama mita,mereka bukannya merasa bersalah justru semakin mesra"
"dika dan mita benar-benar keterlaluan,baiklah ayah atau ibu akan merahasiakan kehamilanmu.dan kami akan membantu kamu menyelesaikan perceraianmu"
setelah beberapa berkas di serahkan ke pengacara keluarga vera,kini vera atau pun dika di panggil pihak pengadilan untuk proses perceraian.setelah tidak ada titik terang penyelesaian masalah,akhirnya hakim memutuskan bahwa dika dan vera resmi bercerai.vera sangat sedih karena ingat dengan kandungannya,terus memeluk ayah dan ibunya.tiba-tiba mantan mertuanya datang menghampiri.
"nak vera,maafkan ayah dan ibu telah gagal mendidik dika.apapun yang terjadi,vera akan tetap menjadi putri kami nak"
"ayah dan ibu tak perlu meminta maaf,terimakasih untuk semuanya ayah ibu"
lalu vera memeluk mantan mertuanya,vera melihat dika dan dia mengucapkan
"terimakasih untuk semua rasa sakit ini dika,semoga kamu dan mita selalu bahagia"
dika yang mendengar ucapan vera hanya diam,karena memang dia yang bersalah.
mereka semua meninggalkan ruang pengadilan,vera bersama orang tuanya,dika pulang ke apartemen,mantan mertua vera pulang ke rumahnya.
#.di mobil vera
"ayah,ibu,apa keputusan yang vera ambil sudah tepat?"
"sudah sayang,kita lupakan semuanya.kita awali semuanya dengan baik dan kita rawat anak kamu sama-sama.ibu tidak sabar menggendong cucu ibu" ucap ibu vera berusaha agar anaknya tersenyum
vera pun tersenyum dan bersyukur karena orang tuanya selalu ada untuknya
(ya tuhan berikanlah kesehatan,kebahagian,dan umur panjang untuk orang tuaku.amin) doa vera di dalam hati
__ADS_1