
tak butuh waktu lama,akhirnya vera sampai di depan rumahnya.dia segera memarkirkan mobilnya lalu beranjak masuk ke kamar.di kamar dia menangis sejadi-jadinya dan mengacak-acak tempat tidur serta make up yang berada di meja rias.
"oh tuhan,mengapa ini harus terjadi kepadaku?apa salahku?kenapa suamiku seperti itu?aku selama ini selalu berusaha menjadi istri yang baik,aku selalu ada untuknya.kenapa tuhan? dan kenapa harus mita yang menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga kami?aku lelah tuhan".ucap vera
tak sengaja vera melihat gunting di atas meja rias,karena dia sudah bingung harus bagaimana.dia juga merasa sudah kehilangan cinta sejatinya,akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri.dia menusukkan gunting ke perutnya sampai darah mengalir terus menerus.
di tempat lain dika mengantar mita pulang,lalu di segera pulang ke rumahnya.dia akan mencoba menjelaskan kepada istrinya.bagaimana pun dika masih mencintai istrinya dan tak ingin kehilangannya.sesampainya di rumah,dika segera masuk ke kamar.
krekkkkk......
begitu sampai kamar,dika terperanjat kaget melihat istrinya terbaring di bawah lantai kamar dengan perut terus mengeluarkan darah serta ada gunting yang menancap.segera dika mencabut gunting dan memberikan pertolongan pertama,dengan memperlambat darah yang keluar.
dika menggendong istrinya masuk ke mobil dan pergi ke rumah sakit.
#. di rumah sakit
sus.sus.sus.........
"iya dokter dika,,,,"
"tolong segera tanganin istri saya,dia mengeluarkan banyak darah.jangan sampai terjadi apa-apa"
segera suster membawa vera ke ruang IGD,suster dan dokter jaga segera memberi pertolongan.
dika menunggu di luar ruangan,dia terus bergumam
"oh tuhan,maafkan aku.ini semua salahku,sekarang istriku terbaring tidak berdaya karena aku.aku memang suami yang tidak berguna."
tiba-tiba dika ingat,dia harus menelfon mertuanya
tut.tut.tutttt
"halo ayah,segera datang ke rumah sakit pelita.vera berada di rumah sakit sekarang"
__ADS_1
"(ayah begitu kaget mendengar kabar tersebut),apa yang terjadi dengan putri kesayanganku?"
"ayah dan ibu jangan khawatir,vera sedang di tanganin dokter.ayah dan ibu kemari saja dulu nanti saya jelaskan."
setelah telfon berakhir,dika pun mengabari orang tuanya.tak butuh waktu lama orang tua,mertua,dan mita sudah berada di depan ruang IGD.mereka menunggu dokter keluar.beberapa kemudian dokter yang menangani vera pun keluar.
"dokter dika,istri bapak baik-baik saja.untung hanya luka luar jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.nyonya vera hanya butuh istirahat untuk pemulihan."
"terimakasih dok,ucap dika"
setelah vera di pindah ke ruang perawatan,semua keluarga berkumpul untuk melihat keadaan vera.tiba-tiba vera mengerdipkan matanya dan dia membuka mata pelan-pelan.vera melihat semua keluarganya ada di situ.
"ayah,ibu kenapa vera berada di sini?"
"sayang,kamu sudah sadar.jangan banyak gerak dulu ya,ayah akan segera panggilkan dokter"ucap ayah vera
beberapa saat kemudian dokter datang untuk memeriksa vera,dan semuanya baik-baik saja.saat di rumah sakit,orang tua atau mertua vera tidak ada yang bertanya mengapa vera nekad melakukan itu.karena mereka ingin vera sembuh terlebih dahulu.dika dan mita terus di hantui rasa bersalah.
sesampainya di rumah,vera meminta semua keluarganya berkumpul di ruang keluarga
"semuanya terimakasih sudah ada di sini,selalu menemani aku di rumah sakit.tapi hari ini vera akan memberitahukan hal yang sangat penting.tapi vera harap ayah dan ibu jangan kaget."
seketika perasaan dika dan mita sangat tak menentu,mereka takut di salahkan orang tuanya
"vera melakukan hal seperti kemarin karena vera pikir sudah tidak ada yang sayang dan peduli lagi dengan vera.ternyata vera salah,masih ada ayah ibu dan mertua yang begitu baik sama vera.tapi vera harus mengatakan kalau.......vera harap setelah apa yang vera katakan kalian jangan marah atau gimana ya......vera ingin bercerai dengan dika"
"kamu bercanda sayang?maksud kamu ap?selama ini ayah lihat hubungan kalian baik-baik saja.bahkan kalian terlihat selalu rromantis" ucap ayah vera
"asal ayah tahu,dika telah selingkuh" vera pun meneteskan air mata yang sedari tadi dia tahan
ayah ibu mertua semuanya kaget mendengar ucapan vera,mereka langsung melihat dika dan menunjukkan ekspresi marah.
"dika,apa benar yang vera ucapkan?tanya ayah vera"
__ADS_1
"i....i.....iya ayah,maafkan dika.dika khilaf ayah"
plakkk,,,plakkkk,ayah vera memampar pipi dika begitu keras
"kenapa kamu menyakiti hati anak ayah?padahal dulu kamu janji akan setia dan selalu menjaganya?"
"maafkan aku semuanya,maafkan aku....ucap dika lirih"
"ayah dan ibu malu mempunyai anak sepertimu.tidak bisa setia dan bertanggung jawab.ayah dan ibu gagal mendidikmu.padahal kami sangat menyayangi vera seperti putri kami sendiri.tapi kamu tega menyakitinya" ucap ayah dika
"dan ayah tahu,yang paling bikin vera sakit hati adalah perempuan yang menjadi selingkuhan itu.......MITA" (sambil menunjuk ke arahnya)
semuanya kaget tak menyangka......
"mita......."ucap ayah vera
"iya ayah...."
"kenapa kamu tega menyakiti sepupu kamu sendiri?"
"maafkan aku ayah,tapi aku tidak bisa menahan rasa sayang aku ke dika.maafkan aku ayah ibu"
"ayah dan ibu tidak ingin kamu tinggal bersama kami lagi.ayah dan ibu juga tidak ingin punya anak seperti kamu lagi.lebih baik kamu pergi dari sini,kamu kemasi barang-barang dan tinggalkan rumah kami"
mita yang mendengar sontak kaget,dia menangis meminta maaf tapi ayah ibu vera tidak meresponnya.mereka terlanjur sakit hati.
orang tua dika pun membenci dika dan malu dengan apa yang dika lakukan,akhirnya dika pergi dari rumahnya yang biasa dia tempati bersama vera.orang tua dika ingin vera tetap di rumah itu,namun sementara waktu vera ingin tinggal di rumah orang tuanya dulu.
setelah kejadian itu,kurang lebih satu minggu vera terus menerus menangis,dia kehilangan suaminya bahkan hidupnya.dia kurus tak berdaya karena tidak makan.ayah,ibu,mertuanya tidak tega melihatnya.lalu ibu vera menghampiri vera.
"nak.....kamu harus kuat,kamu jangan seperti ini terus.ayah dan ibu,kami semuanya selalu ada untukmu.lalu ibu mencium kepala anaknya dan memeluk putri kesayangannya."
vera pun berusaha tersenyum walau hatinya sangat pedih
__ADS_1