Orchestra

Orchestra
Chapter 1: Bakat


__ADS_3

Seorang anak bernama adam terlihat kebosanan di kelas nya. Adam adalah anak yg sangat bodoh dan tidak tertarik dengan pelajaran apapun.


"Adam,Apa yg kau lakukan?. dimana buku mu? Cepat menulis!" perkataan guru ke adam dengan tegas.


Adam nampak tidak mengiraukan gurunya.


Karena sikap nya Adam di panggil ke ruang guru untuk kesekian kali nya. Sang ayah yg mengetahui itu pun jelas marah.


"Adaam!! dimana anak tidak berguna itu" kata sang ayah dengan marah.


"Braakk" Suara pintu yg di buka sang ayah dengan keras.


"Apa yg kau lakukan nak? Kenapa kau selalu di panggil ke sini?" ucap sang ayah.


"Aku tidak melakukan apa apa!!" bentak Adam.


"Dia tidak melakukan apa apa" Ucap sang guru.


"Jadi kenapa anak ku bisa ada di sini botak!!"


ucap ayah.


"Justru karena itu!. Dia tidak melakukan apa apa makanya dia ada di sini!" Bantah guru.


"Hah?"Respon ayah dan Adam kebingungan.


"Adam tidak melakukan apa apa bahkan dia tidak belajar,menulis,memperhatikan pelajaran" ucap sang guru.


"oh jadi begitu? Maaf kan saya dan anak ini"


sang ayah dengan tenang.

__ADS_1


"Dia selalu di panggil ke sini dengan alasan yg sama. kenapa kau tidak pernah mendidik nya ?" tanya sang guru ke ayah adam.


"Hubungan ku dengan adam tidak begitu bagus, Kami jarang berinteraksi bahkan jarang melakukan hal bersama sama" ucap sang ayah.


"memang nya ada apa? kalian bertengkar?" tanya sang guru.


"tidak, hanya saja Adam lebih fokus dengan impian nya. dia selalu belajar bermusik dengan sempurna. dia selalu depresi karena tidak pernah menang dalam ajang musik" jawab sang ayah.


"hmm aku merasa kagum dengan tekad yg di miliki adam. namun tetap saja dia harus belajar lebih giat juga. baik dalam bidang musik mau pun pendidikan" Ucap sang guru.


"Baiklah, adam bisa pulang sekarang"


------------------------------------------------


saat perjalanan pulang nampak sang ayah yg ingin berbicara dengan adam.


"Eh.... Adam?" tanya sang ayah. "apa?" jawab adam dengan dingin


"tapi ayah aku..."


"eits... jangan membantah" Bantah sang ayah ke adam.


mereka pun lanjut menuju rumah dan sang ayah juga tampak senang karena ini merupakan awal yg bagus untuk memulai obrolan al hasil sang ayah dan adam pun ngobrol di dalam perjalanan ke rumah.


Adam pun tiba di rumah dan di sambut oleh ibu nya.


ibu nya tahu bahwa adam di panggil ke ruang guru lagi namun ibu adam yg baik hati tidak marah dan menyambut kedatangan adam dengan lembut. ibu adam sangat menyayangi dan memanjakan adam. bukan karena adam sangat baik atau spesial. namun karena adam lah satu satunya anak ibu dan ayah yg selamat dalam kecelakaan namun ibu dan ayah adam selalu meyembunyikan fakta itu dari adam.


malam pun tiba dan lagi lagi adam hanya diam di dalam kamar nya saja dan tidak makan bersama dengan ayah dan ibunya.


"lagi lagi anak itu sibuk" Ucap sang ibu.

__ADS_1


"hah.... paling dia sibuk dalam bermusik " ucap sang ayah.


"tapi itu tidak salah kan? dia hanya ingin mengejar impiannya semua orang seperti itu. lagi pula dia sudah berjuang sejauh ini dan tidak pernah menyerah" Ucap sang ibu dengan lembut.


"hah.. kau terlalu memanjakannya. itu tidak bagus, dia memang berbakat namun itu menjadi penghalang dalam pendidikannya.


kamu harus pikirkan masa depannya. mau jadi apa dia nanti?"


ucap sang ayah.


"dia akan menjadi pemain musik yg hebat. dia pasti sukses,terkenal,dan di hargai banyak orang" ucap sang ibu dengan tegas.


"sukses tidak harus pintar. selagi kau mau dan tidak mau menyerah kamu pasti bisa! aku yakin itu. di mataku dia anak yg hebat."


"baiklah.. namun bukan berarti dia tidak harus belajar kan? aku akan ke kamar nya untuk mendidik nya. dan mempererat hubungan antar ayah dan anak ini" ucap sang ayah.


"baiklah. didik dia dengan benar" ucap ibu.


"ok, percaya padaku" balas ayah.


ayah adam pun menuju ke kamar adam.


sebelum membuka pintunya ayah mengintip adam dengan membuka sedikit pintu nya agar tidak ketahuan. ternyata adam belajar dengan serius. bukan soal musim namun adam belajar tentang palajaran sekolah nya. ayah kembali menutup pintu kamar adam dan meninggalkannya sendiri dengan perasaan yg senang dan bangga.


"eh kenapa kau kembali? kau tidak mengahari adam?" tanya sang ibu.


"dia sudah melakukannya. dia belajar dengan serius malam ini aku bangga dengannya" jawab sang ayah.


ibu yg mendengar nya pun juga senang.


adam sudah mulai berkembang.

__ADS_1


__ADS_2