
Keesokan hari nya aku bangun dari ranjang ku.
Aku merasa bahwa aku sedang bermimpi Indah semalam. Kejadian itu memang begitu indah untuk menjadi kenyataan. Walaupun hanya sekedar makan malam namun tetap itu membuat ku senang.
tapi.... Kenapa aku senang?
kenapa bagiku itu indah?
Apa aku.....
"dak dak" suara ketokan pintu.
ibu "Adam cepat mandi! Ini sudah pagi!"
Adam "Tapi kan hari ini libur"
Ibu "Emang nya kau mandi di saat sekolah saja?"
Adam "Iya iya aku akan mandi"
"ah lupakan tidak mungkin aku menyukai aura" Gumam adam.
di sisi lain Aura terbangun dari tidur nya.
kemudian aura melihat ke luar jendela dan mendengar perdebatan adam dan ibu nya.
Aura " Kedengarannya Adam dan ibu nya berdebat lagi.. hihi"
Aura "Senang nya jika bisa hidup bersama keluarga"
"kriing kriiing" Suara telepon.
Aura "Halo.. ini siapa?"
Penelpon "Ini ibu"
Aura "oh Pagi ibu"
ibu aura "Pagi aura"
Aura "kenapa ibu menelpon pagi pagi begini? Ada apa?"
Ibu aura "Ibu melihat mu di kontes semalam! Kau ada di TV dan itu membuat ibu senang.
oh iya ngomong ngomong laki laki yg bermain piano bersama mu itu siapa? Pacar mu?"
Aura "Bukan!! Dia teman kelas ku. Ayah nya yg mendaftar kan kami berdua."
Ibu aura "Wah benarkah? Ayah nya sangat baik. ia memerhatikan bakat anak nya sampai teman anak nya"
ibu aura "apakah ayah nya duda?"
Aura "IBUU!!!"
Ibu aura "Ibu bercanda, Ok kalau begitu ibu mau pamit. tapi sebelum itu uang mu juga sudah ibu transfer. gunakan dengan bijak yah"
Aura "Baik bu"
Ibu aura "ok dah"
Aura "ibu tunggu"
ibu aura "Ada apa?"
Aura " Boleh aku meminta sesuatu?"
Ibu aura "Kau mau minta apa?"
Aura "Anu........."
setelah beberapa detik berbicara.
Ibu " aahh... jadi itu... Emang nya kenapa?"
Aura " Jangan pura pura tidak tahu bu"
__ADS_1
ibu "Baiklah.. Ibu mengizinkan.. Semoga kau berhasil aura"
Aura "Berhasil apa? Aku tidak berniat begitu"
ibu " Jangan bertingkah bodoh aura. Ayah mu juga melakukan hal yg sama dulu "
Aura "Benarkah?"
Ibu Aura "iya itu benar, dan ok dah ibu sedang sibuk"
Aura "Ibu tungg-"
"tiiit"
Aura "Yah dimatikan. yah sudah lah yg penting aku juga sudah mendapatkan izin"
Adam "kau minta izin apa? ke siapa?"
Aura "eh adam? Kenapa kau disini?"
Adam "menyiram bunga. ini kan masih wilayah rumah ku"
Adam "Kau sendiri tumben pagi pagi di jendela. Biasa nya pagi pagi begini kau sudah jogging ke sana kemari"
Aura "aku telat bangun"
Adam "Kenapa kau Bisa telat bangun"
Aura "ini semua karena kau! Aku Tidak bisa tidur semalaman semenjak pulang dari kencan kita semalam"
Ibu adam "WAH BENARKAH!! Kau mengajak aura kencan? Wah ayah harus tahu ini"
Ibu adam Sambil berlari ke dalam rumah "Ayaaah..."
Adam "Tidak bu kau salah paham!!"
Adam "Apa maksud mu dengan kencan? kita tidak sedang kencan semalam!"
Aura "Maaf, Aku salah bicara"
Adam " Dah aku masuk rumah dulu"
Aura " Mau apa?"
Adam " Mau apa lagi? Yah aku mau menjelaskan semua nya ke ibu dan ayah soal tadi"
Aura " ok dah"
Adam "Dah"
Adam "oh iya pertanyaan ku belum kau jawab"
Gumam aura dalam hati "Belum ku jawab? Apakah ia pernah mengutarakan perasaan ke padaku?"
Adam " Kau tadi minta izin apa ke siapa?"
Gumam Aura "oh pertanyaan yg itu"
Aura "itu bukan urusan mu"
Adam "baaik.. ok dah"
Aura "dah"
Gumam Adam "Anak ini mencurigakan. Aku mungkin harus hati hati"
Gumam Aura "Kenapa aku berfikir yg tidak tidak? Mana mungkin kan dia menyukai ku"
Malam hari nya Adam melihat aura keluar rumah dengan penampilan yg rapih.
Ibu adam " Ah kenapa kau melihat nya begitu?"
Adam " Eh ibu? Sedang apa kau di sini? "
Ibu adam " Yah tadi nya ibu ingin mengajak mu makan malam tapi kau tidak ada di kamar, Dan ternyata kau di sini. Lagi pula kenapa kau ada di luar malam malam begini?"
__ADS_1
Adam "Selama ini libur panjang dan aku sudah menghabis kan waktu untuk belajar bermusik, Namun aura nampak tidak melakukan apa apa padahal 2 hari lagi babak ke 2 kontes musik"
Ibu Adam " Oh jadi kau khawatir bahwa kau tidak akan menang karena aura tidak latihan?"
Adam "Bukan begitu. Aku yakin kami pasti menang cuman..."
Ibu Adam " Kepercayaan sesama rekan sangat di butuhkan dalam kerjasama. Kau harus percaya pada nya. Jangan meragukannya.
Apa kau melihat yg ia lakukan 24 jam?"
Adam "Tidak!"
Ibu Adam " Kalau begitu percayalah padanya"
Adam "Baik"
ibu Adam " Ngomong ngomong pergilah temani Aura. Bahaya jika seorang Gadis jalan jalan sendiri di sekitar sini"
Adam " Eh Aku tidak mau"
Ibu Adam " Kalau dia kenapa napa apa yg akan kau lakukan?"
Adam "Baiklah aku akan menemaninya"
Disisi lain
Gumam Aura " Kira kira jam ini cocok tidak, yah?"
Adam "Kau ternyata mau beli jam?"
Aura " Eh Adam? Apa yg kau lakukan di sini?"
Adam " Ibu ku menyuruh ku menemanimu. Bahaya jika kau pergi sendirian malam malam begini"
Aura " Dia ibu yg baik. meskipun aku bukan anak nya tapi dia menkhawatirkan ku. Aku jadi senang"
Adam "Yah itu lah ibuku!! Aku sangat mencintai nya dan aku bangga padanya"
Gumam aura " Ternyata Adam adalah lelaki yg sangat menyayangi ibu nya. benar benar anak yg baik"
adam "oh iya ngomong ngomong itu jam laki laki dan harga nya cukup mahal. Jam perempuan di sebelah sana"
Aura "Oh te..terimah kasih"
Adam " Wah jam tangan yg satu ini sangat bagus. Sayang nya aku tidak membawa uang"
Gumam aura " Jam nya..."
Adam "hey kenapa melamun? Aku akan menunggu di luar. cepat beli yg ingin kau beli aku akan menemanimu pulang"
Aura "Terimah kasih"
Adam "Sama sama dan cepat lah, ibu ku memasak makanan enak malam ini. Kau bisa ikut kalau mau"
Aura "Aku? Makan bersama mu?"
Adam "tidak usah sok kaget begitu. ini bukan pertama kalinya kita makan bersama kan?"
Aura "i..iya"
setelah bebarapa menit berlalu akhir nya aura keluar.
Adam "Kau lama sekali, Kau sudah membeli semua yg ingin kau beli?"
Aura "iya, dan maaf"
Adam "Tidak apa apa ayok pulang"
Aura "hem!!.. Ayok"
di pertengahan jalan aura berhenti sejenak.
Aura "ADAM!! AKU INGIN MENGATAKAN SESUATU"
Adam "Apa?"
__ADS_1