Orchestra

Orchestra
Chapter 3 :Kesamaan.


__ADS_3

3 Hari berlalu. Adam lebih sering berjalan kaki ke sekolah, bukan karena dia tidak mau menyusahkan ayah nya tapi karena Adam ingin selalu berjalan bersama Aura ke sekolah nya. Awal nya Aura merasa keberatan dan terganggu namun hanya dalam 2 hari saja aura sudah mulai terbiasa dan merasa biasa biasa saja. Meskipun seluruh kelas nya merasa mereka memiliki hubungan khusus.


Hari ini mungkin akan menjadi permulaan untuk jalan panjang mereka nanti. Karena hari ini adalah hari di mana kisah mereka benar benar di mulai.


"Hari ini adalah kegiatan pengembangan bakat. Bakat kalian akan di uji di sini,mengenal anak anak harus meningkat kan potensi mereka untuk mencapai impian!" Perkataan sang guru dengan semangat.


guru "oh iya, ini akan menjadi kesempatan mu adam. setelah mendengar semua cerita ayah mu"


Adam sangat senang mendengar semua itu. dan ini juga menjadi kesempatan adam untuk mengetahui sehebat apa Aura itu.


Ariel "hey... adam, adam... ini akan menja.."


adam "tidak perlu katakan aku sudah memikir kan nya"


Ariel "oh.... ok"


Di sana mereka di bawah ke ruangan khusus untuk melati bakat mereka. Adam tampak kagum dengan kelas itu karena menyediakan banyak sekali properti dan alat yg mereka butuhkan untuk bakat mereka.


semua anak telah memulai latihan mereka. tak di sangka banyak anak yg memiliki bakat yg luar biasa. Adam merasa kagum dengan mereka semua.


Dan giliran Adam memulai latihannya. belum dia memulai adam sudah mendengar suara musik yg merdu. ternyata dia adalah Aura yg sedang memainkan Biola. Adam sangat mengagumi cara bermain Aura itu. Saat Aura menyadari bahwa Adam di sana melihat nya tiba tib Aura hilang kendali karena malu. Adam merasa puas melihat bakat orang yg dari dulu membuat Adam penasaran.


sekarang giliran Adam lagi. Keahlian Adam adalah piano adam sangat mahir memainkan piano dan menarik perhatian semua murid. sang guru juga nampak heran kenapa Adam tidak pernah berhasil padahal bakat adam sangat luar biasa.


Aura juga kagum dengan Adam dan hal yg luar biasa terjadi. Aura mengambil biola nya dan memainkan lagu yg sama yg dimainkan dengan adam. Mereka melakukan kolaborasi yg luar biasa. Adam sangat tidak menyadari hal itu akan terjadi. seluruh teman kelas dan guru adam dan aura sangat menikmati musik yg mereka mainkan itu. Mereka berdua memiliki potensi besar menjadi pemain musik yg handa. Setelah berhenti bermain mereka saling bertatap muka dan menimbulkan sedikit perasaan.


Ariel juga nampak senang dengan apa yg di lakukan Adam tadi. Adam telah menunjukan keahlian Adam yg sebenar nya.


Seluruh teman kelas adam dan guru bertepuk tangan setelah adam selesai memainkan musik mereka.


hingga akhir nya jadwal latihan sudah selesai.


Adam pun mencari cari aura untuk menanyakan soal yg tadi. Aura kini berada di kamar mandi dan mencuci muka. Aura merasa aneh saat memikirkan ke jadian tadi di mana mereka bertatapan muka.


Namun Aura harus tampak biasa biasa saja dan tidak boleh bertingkah aneh di depan nya.


Adam pun menemukan aura.


Adam " eh.. Aura!!"


Aura " ap.... eh!"


"KAU TAMPAK MENGAGUMKAN AURA TIDAK KU SANGKA KAU SEHEBAT ITU" kata


Adam dengan wajah yg sangat dekat dengan Aura.


Aura sampai hampir tidak bisa berkata kata karena jarak Adam sangat dengan dengan nya. dan hampir membuat aura hilang kendali.


namun Aura pun mendorong Adam hingga terjatuh.


"Apa yg kau lakukan bodoh! jaga jarak dengan ku!!" Aura sambil marah.


Adam "ma...maaf, aku hanya.."


Aura "hanya apa hah?"


Adam "merasa kagum saja.. itu saja."

__ADS_1


Aura dengan tatapan kejam "ITU TIDAK BISA MENJADI ALASAN KAU SANGAT DEKAT DENGAN KU MANUSIA!!"


" ternyata dia memang Alien" adam dengan suara kecil.


Aura "Apa!!"


Adam " Tidak aku hanya mengingat tentang film alien semalam"


aura "oh"


" FIX WANITA YG INI ALIEEN !!!!" Perkataan Adam dengan teriak dalam pikiran.


Aura "ngomong ngomong cara mu bermain piano bagus juga".


"ka...ka..kalau a..ada waktu mau kah kau kolaborasi de..de..dengan ku" ucap Aura dengan sedikit malu


aura "I.. ini ti..tidak seperti yg kau pikir kan!!"


adam dalam pikiran "kenapa anak ini.. padahal aku tidak memikirkan apa apa"


Aura "aku hanya merasa kag.."


Adam "aku tahu apa maksud mu. ok aku setuju"


aura "mengetahui maksud ku?. tunggu..."


Aura "Apa maksud mu?.. Aku tidak... aku tidak .."


Adam "tenang aku tidak berfikir aneh aneh. aku hanya berfikir kau mengagumi ku. itu saja"


Aura dalam pikiran "Baru kali ini aku melihat nya tersenyum. dia..... "


Aura " Eh.. maaf aku ada keperluan. dah..."


Adam "kenapa anak itu"


Ariel "Sudah ada kemajuan yah.. mantap!"


"sejak kapan kau di sana ?" reaksi adam dengan kaget.


Ariel "Sejak dia mengajak mu berkolaborasi atau bisa di sebut PDKT"


Adam "PDKT Jidat mu!!"


Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Adam berkemas pulang sekolah. Tidak di sangka Aura menghampiri adam.


Aura "a...Adam"


Adam "iya ada apa"


Aura "a...apa ka..ka.kau mau pu..pula.."


Adam "Apa kau mau pulang dengan ku Aura"


Aura "eh?"


Adam "jika kau tidak mau tidak apa. aku hanya tidak mau kau pulang sendiri. soal nya bahay..."

__ADS_1


Aura "aku mau.. aku mau"


"Kau hebat Adam. kau sangat peka. aku tahu kau tahu bahwa Aura ingin mengatakan itu semua. "perkataan Ariel dalam pikiran di luar kelas.


"yah mungkin aku tarik perkataan kau tidak ahli soal percintaan" ucap Ariel sambil berjalan pulang.


__________________________________


Malam hari Adam baru memikirkan Soal kolaborasi tidak terduga tadi. dan saat mereka bertatap muka. Al hasil adam juga akan seperti aura. Menjadi gugup saat berada di depannya.


ibu adam baru selesai memasak. dan ayah adam juga baru pulang kerja.


Ayah melihat ibu yg mengambil beberapa makanan dan ingin memberikannya ke Adam.


Sebelum ibu mengantarkan makanan nya ke kamar Adam sudah turun dari tangga dan mengambil piring untuk makan. Jelas ibu dan ayah Adam sangat senang karena Adam mau makan malam bersama lagi.


Adam "Eh?.. Ada apa kenapa kalian melihat ku seperti itu?"


ibu "ti...tidak.. hanya saja...."


Ayah "kau tidak latihan?"


Adam "Tadi sekolah sudah menyiap kan ruang latihan bakat. Aku pikir aku bisa menggunakannya di saat istirahat atau saat ada waktu luang. aku bisa berlatih di sana."


ibu tampak sangat bahagia "oh bagus lah.. kau jadi punya waktu dengan kami"


Adam "iya"


ayah " oh iya umur mu kan sudah 18 tahun.."


Adam "iya terus?"


Ayah "apa kau tidak punya?.hm hm"


Adam "punya ap.... eh?"


Adam " yg ayah maksud pacar?. tidak aku tidak punya "


Ayah "kehidupan di masa muda. kau sudah menginjak masa masa itu. Kau sudah boleh punya pacar aku mengizinkan mu"


Adam "kenapa ayah ini"


ibu "yah aku juga setuju"


Adam "Ibu juga ?!!"


Ayah "oh kau pasti bertanya tanya kan kenapa aku menanyakan ini?"


adam "yah"


Ayah "sebenarnya ada alasan lain kenapa aku menanyakan hal ini.


Ayah "Akan ada kontes ajang musik yg dimana syarat nya adalah duo pemain."


ayah "Sebenarnya Ayah tahu kau sudah dekat dengan anak tetangga itu. aku juga tahu kau sudah berkolaborasi dengannya. Kau pikir siapa yg membuat kelas latihan itu?. ayah yg memohon agar kepala sekolah menyetujui ayah agar kau bisa melihat bakat yg di miliki Aurora. Aku mendaftarkan kalian berdua".


"APA YG AYAH PIKIRKAN AYAH MENDAFTARKAN KU TANPA SEPENGETAHUAN KU DAN AURA. !!!"

__ADS_1


thanks for reading


__ADS_2