OVER LIMIT

OVER LIMIT
chapter 2. horor!


__ADS_3

Tapi apa yg lebih membuatnya terkejut adalah apa yg dilihatnya selanjutnya...


Brakk


Aduhh


Setelah mendarat Wu Shen tercengang!! "Aku hanya melompat sedikit dan aku menembus atap? Dan apa apaan dinding yang aku tabrak?"


Wu Shen mengernyit dan mulai menggosok kepalanya yang benjol kemudian mengangkat kepalanya dan mengintip keluar lewat lubang yang telah dibuatmya. Tapi yang dilihatnya hanya kegelapan.


"hah? Kenapa gelap?" Setelah melihat kegelapan ia menjadi bingung. Segera membuka pintu dan berlari keluar untuk memastikan.


"Dimana saya? Apakah bumi kiamat? tempat apa ini? dan bagaimana aku bisa sampai disini?" Batin wu shen setelah melihat lingkungan sekitar yang sangat asing baginya.


Setelah panik dan tidak melihat petunjuk apapun wu shen mulai tenang dan menganalisis keadaannya. Setelah berfikir sebentar ia menyimpulkan bahwa ia mengalami transfer!!


Sebagai anak yang banyak menganggur ia sering menghabiskan banyak waktunya untuk membaca komik dan novel. Dan tentunya keadaannya kini sangat mirip dengan protagonis yang ada dinovel!!


Setelah mendapat kesimpulan ini, Wu Shen sedikit percaya diri, mungkin ia protagonis dunia ini pikirnya. Kemudian ia mulai menjelajahi lingkungan sekitarnya.


Setelah penyelidikan ia menyimpulkan bahwa ia berpindah kesebuah gua atau mungkin bunker atau mungkin bawah tanah?? Sekelilingnya adalah dinding yang keras dan mengelilingi rumahnya.


Dinding hitam ini berjarak belasan meter dari rumahnya. Ia juga menemukan 5 pintu dengan warna berbeda yang memiliki gembok terkunci.


5 pintu di depannya berwarna kuning, coklat, hijau, biru, dan merah.


Setelah pengamatan yang membuatnya hanya melihat kegelapan adalah adanya kabut disekelilingnya dan didalam kabut hitam ini ia hanya dapat melihat dengan jarak 2 meter disekitarnya.


Wu shen kemudian mulai mendekati pintu pintu berwarna untuk mencari petunjuk supaya dapat keluar dengan cepat dari tempat suram ini. ia mulai mengobrak abrik pintu berwarna merah, menendang, mendobrak, berteriak dan segala hal yang mungkin dapat membuka pintu didepannya.

__ADS_1


Setelah pintu berwarna merah ia melanjutkan pintu disebelahnya. Ketika sampai pada pintu berwarna kuning wu shen hanya menyentuh gembok dan mendengar bunyi klik tanda gembok terbuka.!


"terbuka!??" Dengan penuh penasaran ia mulai membuka pintu dengan perlahan.


Whoss


"Selamat datang didalam percobaan putus asa"


"Ada total lima lantai dalam percobaan"


"Setiap lantai dibagi menjadi 9 tahap, dan setiap tahap hanya memiliki satu kali percobaan"


"Katakan Menyerah untuk segera keluar dari percobaan"


"diluar tempat percobaan adalah tempat pemulihan"


"Selamat berjuang"


Wu shen tetap ditempatnya mendengar penjelasan dari suara kuno langsung dipikirannya. Sekarang ia mengerti apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


Ia kemudian menutup pintu dan berjalan kembali kerumahnya. Ia harus menyiapkan dirinya dengan baik agar tidak menyianyiakan satu satunya kesempatan.


Setelah dirumah ia mulai memasak dan makan.


Kemudian mulai meratapi nasib.


"untung saja ada korek didalam kantongku." "hanya saja makanan dan minuman yang tersisa tidak akan cukup untuk beberapa hari. Terimakasih pada kakekku karena rumahnya terbuat dari kayu dan daun yang mudah terbakar. Hah tapi ini hanya untuk sementara, setelah itu aku akan tetap mati.!" Wu shen menghela nafas sedih.


merasa apa yg dipikirkannya tidak akan terjawab begitu saja wu shen mulai mencari golok miliknya , menyiapkan air dan sedikit makanan dan menggantungnya dipinggang. Ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah memasuki percobaan jadi harus mempersiapkan apa yang bisa dipersipkan terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah yakin semuanya sudah tersiapkan dengn baik wushen berjalan menuju pintu kuning membukanya dan melangkahkan kaki memasuki pintu.


Dengan sangat berhati hati Wu Shen berjalan seperti pencuri didekat dinding, setelah ia masuk dan mengamati sekitar 5 menit ternyata tempat itu kosong, namun sebelum ia bisa tenang terdengar suara teredam dibelakangnya dan ia ngeri setelah melihat kebelakang hal yang sangat menakutkan.


"Fu**.. monster macam apa ini!" Wu shen mengumpat karena takut. Ketika melihat ini, dia tanpa sadar mundur 2 langkah, dengan wajah yang terlihat ketakutan wu Shen mulai mengencangkan pegangan pada goloknya itu meski tubuhnya sedikit bergetar.


Ternyata apa yang dilihatnya adalah seekor singa bersurai emas dewasa!! Dan ini sangat besar dan menyeramkan, tinggi bahu satu setengah meter dengan panjang tiga meter, taringnya yang tajam memanjang keluar dari mulut dan kuku yang menembus tanah.!


Wu Shen dengan ketakutan memasang postur bertarung. singa didepannya juga menerkamnya dengan cepat dan menamparkan kakinya dengan cakar yang tajam kearah tubuh wu shen.


Wu shen yang ketakutan hanya tertegung ditempatnya dan lupa untuk menghindari serangan singa didepannya. bahkan setelah serangan singa tersebut mengenai dadanya ia belum memulihkan kesadaran dari kengerian didepannya.


Hingga ketika singa itu akan menggigit lehernya ia mulai tersadar. "Apakah aku akan mati? Aku hanya mati seperti ini dimulut singa? Apakah hidupku akan berakhir seperti ini? Tidak! Tidak! Tidak! Aku harus bertahan! Aku harus bertahan!" Wu shen mulai menyemangati dirinya sendiri dalam hatinya.


Dengan mengumpulkan keberanian ia akhirnya berhasil keluar dari ketakutan yang dialaminya, dan melakukan langkah pertama yang krusial.


"Menyerah!"


Segera setelah kata menyerah diucapkan, wu shen segera menghilang kemudian mulut singa menggigit tempat dia sebelumnya.


Kemudian Wu shen muncul didepan pintu emas yang sudah tertutup kembali. Dengan dada yang memiliki bekas cakaran dan luka yang sangat mengerikan ia menopang tubuhnya untuk mendekat ke rumah dan mulai mengobati luka seadanya.


Wu Shen hanya mencoba untuk menenangkan dirinya. Setelah duduk wu Shen kemudian mulai memikirkan kembali kejadian yg baru saja ia alami.


ketika dia mengingatnya keringat muncul didahinya, wu Shen merasa tubuhnya mulai dingin, dan ia segera menghilangkan pikiran tersebut. dia merasa bahwa kematian sudah didepannya waktu itu.


Wu Shen memang tidak salah tentang pemikirannya, yang dilihatnya didalam pintu emas adalah singa yang sangat tidak normal, dengan besar seperti itu pasti bisa menjadi ikon sebuah negara dan siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan.


"Tuhann... aku tau aku sudah membuat dosa dengan memutuskan bahwa aku akan bunuh diri sebelumnya, tapi kenapa sekarang kau ingin membunuhku dengan menyiksaku terlebih dahulu? sebenci itukah kau padaku? AAAAAAKKKHHHHH!!!" Setelah berteriak Wu shen segera pingsan, apa yang dialaminya hari ini membuat mentalnya sangat kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2