
Wu Shen dengan cepat berdiri, yang kemudian mencabut tombak dan memegangnya kanan kiri kemudian menandai dimana saja tombak yang sebelumnya ia gunakan tersebar.
"Aku harus cepat, semoga rencanaku bisa berjalan dengan mulus" kata wu Shen dengan penuh tekad.
Karena tidak memiliki senjata yang cocok wu shen berniat bertarung dengan cara yang berbeda. Ia mendekat dan dengan kelincahan dan kewaspadaan tinggi ia mulai menyerang dari samping. Raja singa emas juga melancarkan serangan dari depan.
Wu shen sangat tenang, dengan ukuran raja singa emas yang sangat besar wu shen sangat lincah menghindar kekanan dan kekiri. Tidak hanya menghindar ia juga menancapkan dua tombah yang ia pegang ke badn raja monster tersebut. Bersamaan dengan menghindarnya wu shen ia juga sacara sengaja mendekati tombak tombak yang tersebar dan mengambilnya. Karena ukuran tubuh yang besar merupakan target yang mudah untuk diserang menurutnya.
Meskipun wu shen sering menghindar tapi luka yang tampak ditubuh wu Shen juga semakin banyak, tubuhnya berlumuran darah, dan nafasnya juga tersengal sengal. Raja monster singa emas juga tidak terlihat lebih baik, badanya seperti landak dengan tombak yang tertancap diseluruh tubuhnya, kulit berdarah dengan deras.
Wu Shen menggigit lidahnya untuk menjaga ketenangannya, berlari kedepan dan menghindari serangan raja monster singa emas satu persatu, wu shen juga menancapkan tombak ditubuhnya. Ketika sudah beberapa saat hanya tersisa satu tombak yang dipegangnya dan singa emas juga terlihat melemah dengan banyaknya luka yang dideritanya.
Kemudian Wu Shen mengumpulkan semua kekuatannya, memegang tombak dengan kedua tangannya dan bergegas mendekati raja singa emas. Raja monster juga tidak tinggal diam dia mengangkat tubuh depannya dan membuat cakaran silang kearah wu shen.
Namun wu shen yang sudah siap berguling kesamping dan melompat kekepala raja singa emas. Dengan kakinya yang mengunci dia menusuk diatas kepala raja singa emas dengan seluruh kekuatannya.
__ADS_1
RROOAARRR
Tombal ditangan wu Shen menembus daging dan menancap ditengkorak yang sudah retak namun belum tertembus. raja monster singa emas, diikuti dengan berontaknya raja monster itu wu shen melompat lagi dan menginjak tombak dibawahnya dengan kuat. Kemudian tombak tersebut menembus tengkorak yangbkeras dan menghancurkan otak didalam raja monster singa emas. Setelah melemparkan pukulan terakhir, Wu Shen segera jatuh bersamaan dengan tubuh raja monster singa emas kemudian mulai terengah engah.
Wu Shen yang telah membunuh raja monster singa emas terbaring dengan darah yang memenuhi tubuhnya, dia terlihat sangat mengerikan. Wu Shen juga selalu menggigit lidahnya agar kesadarannya terap terjaga.
Dengan rasa sakit disekujur tubuhnya, wu Shen berdiri untuk mendekati telur dengan cahaya kuning di depannya. Dia mendekati telur tersebut kemudian mulai memeriksanya.
Telur tersebut sebesar ban mobil kecil, ada juga pola kuno yang mengelilingi telur kuning tersebut. Ketika wu shen memegang telur tersebut terdengar kembali suara kuno dipikirannya.
"Selamat telah lulus percobaan pertama, silahkan melanjutkan tantangan ke percobaan kedua"
"hah.. Sudahlahlah lebih baik aku membawa telur ini keluar dan mayat mayat ini juga dibawa keluar"
Wu shen segera mengambil telur kuninh dan membawanya keluar kemudian meletakkannya pada alas kulit monster yang ditumpuk. Dan melanjutkan membawa mayat mayat singa emas beserta rajanya keluar dari pintu kuning.
__ADS_1
"bagaimana cara menetaskan telur ini? Aku tidak bisa mengerami hal ini, ini sangat besar!"
Wu shen yang memandangi telur didepannya menjadi bingung.
Kemudin dia ingat ketika dibumi, dia pernah membaca beberapa novel, yang menyebutkan bahwa ketika seseorang menundukan hewan peliharaan atau membuat kontrak dengan beberapa hewan akan menggunakan darahnya sebagai ikatan.
Jadi berdasarkan ingatannya Wu Shen menggigit jarinya dan meneteskan darahnya keatas telur tersebut dan ternyata dugaannya benar!
Cahaya pada telur yang sebelumnya redup sekarang memancar dengan terang, retakan seperti jaring laba laba mulai terlihat, dan kemudian mulai terpecah.
Setelah telur tersebut pecah, nampaklah seekor monster singa emas yang sama dengan ukuran yang lebih kecil dari monster singa emas biasanya. Besarnya seperti anjing pudel dan terlihat sangat menggemaskan.
Setelah wu Shen melihatnya dengan hati hati matanya berbinar, dengan semangat mulai mendekati monster singa emas. Monster singa emas mungkin karena orang yang pertama kali ia lihat wu shen atau karena darah yang ia jalin terlihat sangat dekat dengan wu shen. Dia mendekatinya kemudian menggosokkan kepalanya ke kaki wu shen yang membuatnya tanpa sadar tersenyum dan mengusap kepala singa emas.
Wu shen memang sangat bahagia setelah lama dia sendirian akhirnya ada yang menemani kebosanannya.
__ADS_1
"aku tidak menyangka hadiah setelah melewati 9 tahap adalah telur monster yang aku bantai. Apakah ditingakat yang berikutnya akan sama? Aku sangat menantikan ini." wu Shen yang sedang bersemangat mulai tertawa dengan gembira
Setelah menenangkan diri wu Shen mengalihkan perhatiannya pada monster singa emas didepannya yang masih berlarian mengelilinginwu shen seolah mengajaknya bermain.