
Hari ini menurut wu shen sudah hari ke 3 ia disini dan ini hanya asumsinya karena ia sudah melupakan konsep waktu sejak datang disini. Sekarang wu shen berdiri didepan pintu kuning dan bersiap untuk melewati tahap 2. Setelah sebelumnya ia menyerap kristal kecil yang membuat kekuatannya sedikit meningkat wu shen lebih percaya diri.
Dengan kesungguhan ia membuka pintu kuning dan melangkahkan kakinya kedalam. Setelah menunggu beberapa saat munculah dua cahaya disebelah kanan dan kirinya dan mengikuti geraman singa. Sebelum kedua singa emas keluar wu shen lagi lagi memanfaatkan celah persidangan dengan menyerang terlebih dahulu singa disebelah kanannya menggunakan tombak buatannya sendiri.
Wussh..
Dengan peningkatan kekuatan sebelumnya tombak melintas dengan cepat dan penuh kekuatan dengan mengarahkannya kemata. singa emas yang baru muncul sedikit membeku dan tidak sempat menghindari ataupun menghalangi tombak wu shen. Alhasil tombak itu menancap jauh kedalam kepala singa emas hanya saja segera patah kerena tidak mampu menembus tengkorak singa emas.
Hasil ini membuat wu shen sangat bahagia, terbukti kekuatannya sudah sangat meningkat sejak melawan singa emas untuk pertama kali.
Roarrr
Salah satu singa emas yang melihat temannya terluka menjadi ganas dan menerkam wu shen dari belakang. tapi wu shen yang telah mengharapkan hal ini akan terjadi segera melompat kesamping dan menghindari serangan. Alih alih membalas serangan singa emas yang menerkam, wu shen mendekat melewati titik buta dan menyerang singa emas yang sudah terluka matanya dan menebaskan golok ke leher singa emas.
Crashh..
Suara daging terpotong terdengar olehnya dan leher singa emas terluka parah bahkan tulang putih juga terlihat. Setelah menyerang wu shen segera mundur dan memasang kuda kuda bertahan. Wu shen memastikan bahwa serangannya telah mempu mengalahkan singa emas yang terluka. Kini hanya tinggal salah satu singa emas dan tekanannya banyak berkurang.
__ADS_1
Singa emas merasakan temannya tidak dapat hidup lebih lama dan segera menyerang wu shen dengan cakarnya. Dan wu shen yang bertahan juga menyerang dengan golok yang dipegangnya.
Ding..
Terdengar benturan logam dari serangan mereka berdua yang menandakan cakar singa emas sangat keras dan sangat tajam bahkan lenih tajam dari golok milik wu shen yang terlihat karena golok miliknya sudah berlubang hanya karena satu bentrokan.
Wu shen yang mundur 2 langkah mengalihkan serangan kesamping, dan mudur sambil menjaga jarak.
"huh.. Huh.. aku tidak boleh berhadapan langsung, kekuatanku masih sedikit dibawahnya dan cakarnya sangat kokoh dan golokku tidak dapat bertahan jika berhadap hadapan"
Wu shen yang melihat serangannya berhasil tidak menurunkan kewaspadaannya. Karena ia merasa bahwa lawan didepannya akan meluncurkan serangan habis habisan sebelum ia mati. Singa emas tidak mengecewakan wu shen, segera ia menyerang dengan lebih ganas dan mengabaikan organ dalam dan luka yang dideritanya.
wu shen yang tidak dapat menghindar hanya bisa bertahan menunggu kematian sang singa emas. Ia menangkis dengan goloknya dan juga lengannya ditambah melindungi bagian bagian vitalnya. Hingga setelah goloknya akan patah singa emas jatuh dan kehabisan nafas. Wu shen segera berlutut dan menenangkan sedikit nafasnya. Ia melihat dua singa yang mati didekatnya dan kemudian kedirinya sendiri yang terligat mengerikan, luka tulang dilengannya, dan dadanya dengan luka panjang dari bahu ke pinggang. kemudian wu shen menggigit lidahnya untuk membuat kesadarannya lebih jernih, berdiri dan menyeret dua singa emas keluar dari pintu berwarna kuning.
"hah..hah.. hah, sekali lagi pengalaman mendekati kematian akhirnya kulewati. Jika fisikku tidak menguat dapat dipastikan aku pasti yang akan tumbang terlebih dahulu.!" wu shen berbicara dengan ngeri. Setelah keluar wu shen terluka sangat mengerikan, goloknya tidak dapat dipakai lagi dan segera setelah ia meletakkan dua singa emas dipinggir, wu shen segera pingsan.
Ketika ia terbangun lagi seperti biasa memeriksa tubuhnya untuk mengetahui apakah lukanya sudah sembuh tanpa luka tersembunyi, dan ya tubuhnya sudah kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
"Sekarang aku sudah mendapatkan daging, dan makanan tidak lagi membuatku pusing, tulang, taring, kulit dan kukunya semua bisa diolah menjadi hal yang berguna. Hanya saja disini tidak ada bahan bakar dan kayu dari rumahku sudah hampir habis, apakah aku akan memakannya dengan mentah? Hah" dengan menghela nafas sambil memandangi monster singa emas disampingnya wu Shen berkata dengan penuh rasa sakit.
Tapi apa daya, sekarang hanya ini satu satunya cara bagi wu Shen untuk bertahan hidup ditempat terkutuk ini. Setelah beberapa saat hanya memandangi mayat monster singa emas wu Shen dengan bulat memutuskan untuk memakannya dengan memasak lagipula hanya ini yang tersisa.
Membelahnya dengan golok wu Shen mengambil sejumlah daging dari badan monster singa emas, membakarnya hingga setengah matang dan memberikan sedikit garam. wu Shen menggigit daging dan mengoyaknya, mengunyahnya kemudian menelanya. Dia merasakan sejumblah darah monster singa emas yang masih terkandung dalam daging juga ikut tertelan.
"Uuhhh, rasanya sedikit menjijikan, dan baunya sangat amis, tapi lumayan lah daripada aku mati kelaparan" wu shen berpikir bahwa ia harus membiasakan dirinya untuk memakan daging mentah karena kedepannya wu shen tidak akan bisa memasak lagi..setelah mengatakan itu wu Shen mengunyah beberapa gigitan besar hingga mulutnya penuh, wu Shen melakukannya berulang kali hingga perutnya sudah tidak mampu untuk menerima lagi daging yang wu Shen makan.
Karena sudah tidak makan hingga kenyang wu Shen merasakan kepuasan setelahnya. Dia mulai dudk dan menghela nafas.setelah beberapa saat wu shen merasa tubuhnya menghangat ia hanya merasakan panas namun panas yang membuatnya nyaman sama seperti saat ia menyerap kristal putih ketika menyelesaikan tahap pertama dipintu kuning.
"ternyata memakan daging juga dapat meningkatkan kekuatanku walaupun tidak sebanyak ketika menyerap ktistal putih. Oh benar krital putih!" dengan menepuk dahinya wu shen baru sadar setelah menyelesaikan tahap pertama sebelumnya ia mendapat satu krital putih untuk diserap dan sekarang sehatusnya juga mendapat krtistal putih yang sama.
Setelah mencari ditempat yang sama ketika ia pingsan sebelumnya wu shen menemukan ada dua kristal putih yang lebih banyak dari pada sebelumnya. Ia menduga hal ini karena ia melawan dua monster singa emas di tahap yang kedua.
wu shen segera duduk bersila dan menempatkan dua krital putih kedalam mulutnya dan segera hal itu meleleh dan masuk kedalam perutnya. Wu shen segera merasakan ada energi yang menyebar dari perutnya keseluruh tubuhnya. Dan setelah beberapa saat ia membuka mata dan merasakan kekuatannya telah meingkat banyak daripada sebelumnya.
sekarang Wu Shen punya tujuan untuk kedepannya. "baiklah, sekarang aku sudah memantapkan tujuanku aku akan membunuh banyak monster semut, memakannya, menyerap kristal putih, meningkatkan keterampilan bertarungku, kemudian membuka pintu ke dua. Semoga saja pintu kedua dapat mengeluarkanku dari tempat ini." kata wu Shen dengan sangat percaya diri.
__ADS_1