OVER LIMIT

OVER LIMIT
chapter 8. KUN!


__ADS_3

Melompat, berdiri, berputar, berguling, serang, Wu Shen melakukan beberapa eksperimen kepada monster singa emas. Karena menurutnya monster itu sedikit pintar dan mampu memahami beberapa perintah dari wu shen. Oleh karena itu disimpulkan bahwa monster yang sebelumnya menjadi musuhnya sekarang akan menjadi kehidupan pertama yang menemaninya disini.


"Nahh., Sekarang bagaimana aku akan mengurusmu? Pertama tama aku akan memberikanmu nama, sebab jika aku selalu memanggilmu monster singa emas, menulis ceritaku bakalan kepanjangan 😂."


[Yahh sebagai penulis, jiwa dan ragaku sudah kudedikasikan kepada para pembaca, jadi hal sepele seperti itu tidak masalah 😁. Padahal bisa nambahin jumblah batas kata 🤣]~


"Oke, nama apa ya yang cocok untuk monster sepertimu? bagaimana jika robe, jangan deh bagaimana kalau Jack? Ah jangan juga, karena warnamu kuning namamu adalah kuning! Ya aku panggil KUN! ya benar kun, hahaha"


"Karena membuat nama sangat susah lebih baik kita membuat yang lebih sederhana dan mudah diingat, lagipula namanya susai dengan monsterya." Wu shen menyimpulkan


Kun yang terlihat bermainpun hanya mengangkat kepalanya dan melihat tuannya. Mungkin menurut dia tuanya sangat aneh. Namun memang benar setelah sekian lama sendirian ditempat yang remang remang, bertarung berkali kali, dan makan makanan mentah wu shen memiliki mental yang sedikit kacau yang apabila diteruskan dapat dipastikan ia akan gila. Namun dengan kedatangan Kun walaupun hanya kehidupan monster namun dapat membuat mental wu shen akan membaik.


"Okee sekarang namamu adalah Kun! Karena kamu adalah hewan peliharaanku jadi daging daging ini mari kita makan bersama sama he he he." Wu Shen tertawa gembira.


Kemudian wu shen mengumpulkan lagi kristal putih dan mulai memisahkan daginh daging mayat moster singa emas yang akan dimakan.

__ADS_1


[ note : Karena sifat pemulihan ditempat itu, jadi daging monster tidak membusuk ]


Setelah selesai Wu Shen kembali kesiklus sebelumnya untuk makan, tidur menyerap kristal, membuat senjata makan lagi dan tidur, begitulah seterusnya.


Sehari hari ia habiskan untuk bercerita kepada Kun bagaimana kehidupannya, Kun yang tidak bisa bicara hanya menengokan kepalanya beberapa kali dan sepertinya mengerti ini membuat wu shen kagum dengan kepintarannya.


Setelah daging monster singa emas yang harus dimakan wu shen dan Kun hampir habis, wu Shen mulai mempersiapkan diri dan mentalnya untuk memasuki tingkat kedua yaitu pintu hijau. ia juga merasa bingung kenapa dia tidak mendapat kunci setelah lulus tes namun setelah diperiksa ternyata pintu hijau sudah terbuka.


Kemudia setelah beberapa hari lagi menunggu, daging yang bisa dia dan Kun makan hanya tersisa sangat sedikit, dan karena sudah siap mereka berencana akan segera memasuki pintu kedua dan menyelesaikan percobaan tahap pertama.


Kun membawa tuanya dengan hati-hati berjalan, ketika tiba ditengah dia berhenti dan setelah beberapa saat munculah 2 cahaya kemudian diiringi monster ular keluar dari sana.


Kun dan Wu Shen melihat monster ular itu berwarna hijau dan ekor merah dengan ukuran tubuh panjang 12 meter dengan tetap tenang. Wu shen kemudian turun dari punggung Kun dan berdiri disebelahnya. Ketika monster ular akan menyerang wu shen memberikan perintah terlebih dahulu kepada Kun.


"Serangg!"

__ADS_1


Dengan tepukan sederhana Wu Shen, Kun segera berlari menyerang.


"Ssshh"


Wu Shen yang mendengar suara desisan mulai membatin " apakah monster kali ini ular? Dan kenapa ditahap pertama keluar dua monster bukannya sebelumnya hanya satu? Apakah ini kelipatan ditiap tingkat? sialan harus membunuh berapa untuk keluar dari tempat ini!" dengan kening yang mengernyit wu shen serius menatap Kun yang sedang bertarung dengan dua monster ular.


Disana Kun yang menghadapi dua monster mengangkat cakarnya dan memotong kekepala salah satu monster ular. Namun pada saat kritis monster ular itu mampu menghindari titik fital dan serangan itu mengenai tubuh monster ular. Kun yang marah karena gagal membunuh salah satu monster ular berniat menyerang kembali monster ular yang terluka namun dari sampingnya Kun terkena cambukan ekor dari monster ular yang telah menyerang.


"bangg"


Suara daging bertemu daging terdengar tapi Kun hanya sedikit goyah. Kemudian segera membalas serangan itu dengan cepat. Serangan tersebut berhasil memotong ekor monster ular menjadi dua.


Wu shen yang memperhatikan pertarungan itu melihat bahwa luka yang diderita monster ular yang terluka tubuhnya telah sedikit sembuh dan ini membuatnya semakin serius.


" Apakah kemampuan ular ular ini pemulihan? Kun serang bagian kepala atau langsung potong tubuhnya menjadi dua!" wu shen berteriak memberikan perintah pada Kun.

__ADS_1


Hingga kemudian....


__ADS_2