OVER LIMIT

OVER LIMIT
chapter 3. Masuki pintu kuning.


__ADS_3

Ketika bangun wu shen tercengang.


"lukaku sudah sembuh?" dengan luka kemarin, meskipun wu shen sangat kesakitan, namun ia tahu lukanya tidak separah yang seharusnya. Ia heran pasalnya ia sangat mengetahui tingkat keparahan lukanya apabila sebelum ia menyebrang. Apabila ia masih dibumi dan mendapat luka yang sama ia dipastikan akan mati dalam beberapa jam saja karena kehabisan darah.


Namun sekarang hanya setelah ia tidur lukanya sembuh seperti sedia kala.


"Tingkat pemulihan ini sangat menakjubkan. Tapi meskipun pemulihan ini menakjubkan, aku hanya punya kesempatan terakhir, dan jika aku tidak dapat membunuh singa didalam pintu maka aku yang akan terbunuh!"


Kata Wu Shen yang sedang duduk didepan rumahnya sembari manatap kegelapan didepannya.


"Tidak! Aku tidak boleh mati di tempat ini, aku tidak akan membiarkan surga semena mena tentang takdirku, aku akan melawan surga!Sekarang menurut dugaanku kondisi fisikku meningkat lebih besar dari manusia normal" Sebelumnya saat Wu Shen melompat dan melubangi atap rumahnya ia sudah merasakan fisiknya yang sangat meningkat, dan sekarang setelah mendapat luka ia lebih yakin kalau transfernya juga membuat tubuhnya lebih kuat.


Setelah mengetahui hal ini, hal yang lebih mendesak sekarang adalah mengetahui bagaimana cara menyelesikan tahap pertama di pintu kuning, yang kedua makan! Karena makanan dirumahnya tidak cukup. setelah berfikir lama, ia menenangkan diri menyiapkan peralatan dan berisiap untuk memasuki pintu emas.


Kemudian Wu Shen dengan membawa 4 tombak yang terbuat dari kayu, sebuah golok, abu dari kayu bakar dan kayu yang sudah ia modifikasi untuk melindungi lengan dan dadanya.


Setelah memasuki pintu emas Wu Shen memusatkan pikirannya, berusaha menenangkan diri untuk menghadapi pertempurn yang akan datang.


Setelah diam sekitar lima menit, dari depannya ia melihat singa emas yang perlahan muncul dari udara tipis. Segera setelah itu ia berlari mendekat dengan cepat membawa tombak disatu tangan dan mengarahkan pada mata singa emas yang belum cukup bereaksi.

__ADS_1


Krukk!


Roaarrr!


Menancaplah tongkat itu pada matanya, namun ketika wu shen ingin menancapkan satu lagi tombak ke mata yang tersisa, singa emas sudah mulai mengamuk. ia mencakar wu shen dengan cakarnya yang tajam, mungkin karena wu shen yang sebelumnya telah mampu mengalahkan rasa takutnya ia sekarang tidak terintimidasi oleh serangan singa emas.


Dengan reflek Wu shen meletakkan tangan dengan pelindung kayu didepan dadanya. Namun sepertinya Wu shen masih meremehkan kekuatan singa emas. Ketika cakaran itu menimpanya Wu shen langsung terpental jatuh dan kayu pelindung ditngannya hancur dengan luka cakar yang terlihat mengerikan ditangannya.


Namun wu shen seperti tidak meraskan sakit, ia menggertakkan giginya supaya tetap tenang segera berdiri dan memasang postur bertarung. Singa emas yang matanya terluka juga marah karena gagal membunuh manusia didepannya dengan sekali serang.


Singa emas menerkam kembali dengan sangat ganas. Wu shen mengambil abu dari kayu bakar dan segera melemparkannya kekepala singa emas diiringi mengelak kesamping.


Wu shen yang melihat kesempatan segera mendekat kebelakang singa emas kemudian mengangkat golok ditangannya tinggi tinggi. dengan desir ia mengayunkan goloknya sekuat tenaga kearah a**s singa merah. Karena menurutnya bagian paling rentan pada mahluk hidup adalah tubuh bagian dalam, mata dan a**s.


Dan memang tidak salah apa yang wu shen perkirakan, a**s singa emas robek dibawah golok wu shen, dan tidak hanya itu wu shen juga mulai mengaduk aduk bagian dalam perut menggunkan goloknya yang menyebabkan darah mulai mengalir sangat deras.


Singa emas yang dirangsang oleh rasa sakit penglihatannya segera kembali. Dengan berbalik ia segera menerkam Wu shen.


Wu shen yang sudah siap tidak menerapkan perlindungan pada dirinya, melainkan memegang tombak dikedua tangannya. Dia ingin menukar luka dengan luka!! wu shen mengincar mata singa emas yang tersisa. Dan dengan menancapnya tombak di mata singa emas yang tersisa, dada wu shen juga terkena serangan. Tiga tulang rusuknya patah dan luka cakar menyilang yang membentang dari atas kebawah.

__ADS_1


Setelah menukar luka, Wu shen menjaga jarak dan menstabilkan dirinya sebisa mungkin. Singa emas juga mulai meratap karena luka dimata dan perutnya. Keduanya sama sama menunggu.


"jika hanya menunggunya seperti ini, ku pasti mati duluan aku harus membuat inisiatif.!"


Setelah memutuskan wu shen segera mendekati singa emas. Ketika dekat ia menendang tombak yang menancap di matanya.


Rooaarrr!


Ketika singa emas mengaum, wu shen segera menyerang mulut singa emas menggunkan tombak! tidah hanya itu tomba ditangan lain juga segera menusuk masuk kedalam mulut singa emas yang segera menancap ditenggorokan. Singa emas reflek menggigit tombak yng membuatnya patah, wu shen kemudian mundur dan bersandar pada bebatuan.


ia sudah mengerahkan berbagai upaya maksimalnya dan hanya bisa menunggu hasil akhirnya. Ketika wu shen sudah hampir tidak tahan dan ingin pingsan singa emas berkedut dan mati dengan mengenaskan. setelah melihat hal ini wu shen segera pingsan kemudian tubuhnya dipindahkan keluar pintu emas lagi.


Setelah bangun Wu shen merasakan sesuatu yang lebih di tangannya. Dia segera duduk dan melirik ke tangannya untuk mendapati sebuah batu tambahan seukuran kepalan tangan bayi yang mirip berlian berwarna putih jernih dan sedikit bersinar ditangannya.!


mengambil batu putih mirip berlian, wu shen mulai mengamati.


"Batu apa ini? apakah berlian bentuknya seperti ini?" Dengan penasaran wu shen mencoba untuk menggigit batu ditangannya untuk mengkonfirmasi pertanyaan dipikirannya.


Tapi pada saat batu tersebut menyentuh lidahnya, batu tersebut segera berubah menjadi cair dan masuk kedalam tubuhnya! Kemudian Wu Shen merasakan tubuhnya seperti berendam didalam kolam air hangat, dia juga merasakan kekuatanya sendiri mulai meningkat, ia merasa jika ia melawan singa emas kembali ia akan dapat mengalahkannya dengan hanya sekali pukulan!!

__ADS_1


Namun segera wu shen kembali sadar, perasaan ini hanya euforia sesaat karena peningkatan kekuatan yang pesat, tapi kita tetap harus berhati hati karena nyawanya hanya satu jangan sampai kesombongan membuatnya celaka.


__ADS_2