
#flash back on
Setelah kepergian Ayana ,Arya pun memutuskan untuk pergi dan menuju perusahaan kakaknya setelah mendapat pesan dari seorang HRD yaitu Pak Budi . setelah tiba di resepsionis Arya pun di hampiri seorang wanita .
"Dimana Qenand "tanyanya kepada wanita itu
"Beliau sedang rapat pak"serunya
"Dimana pak Budi "tanyanya
"Ada di ruangannya pak"serunya sambil menunduk
"yasudah saya mau menemui dia ,jika Qenand sudah selesai rapatnya tolong kabari sayanya"serunya sambil berlalu dan dianggukkan oleh wanita itu
Ceklek!!
"pak Arya silahkan duduk pak"sapanya
"Baik terimakasih,Kamu mau membicarakan apa ke saya"tanyanya serius
"Kemarin lusa ada seorang gadis yang melamar pekerjaan,saya kira dia melamar untuk jadi office girl.ternyata dia melamar sebagai seorang sekretaris ,tapi saya tolak pa "jelasnya panjang lebar
"Kenapa kau menolaknya "tanya Arya
"Karna pak Qenand meminta saya ,jika ada yang melamar sebagai sekertaris harus punya pengalaman dan siap untuk dipekerjakan .kebanyakan sekertaris bukan bekerja dengan sungguh malah menggoda dan cari perhatian pak Qenand "jawabnya
"Dasar Qenand ,tapi saya penasaran sama gadis ini . apakah ada biodata nya "sambil membetulkan duduknya
"Ada pak ,ini biodatanya"memberikan secarik kertas
"Ouh ternyata nama dia Ayana Abigail"batinnya
"Saya mau dia di terima ,ya walaupun tidak sebagai sekertaris . apapun itu terserah kamu saya mau dia diterima disini"pintanya sambil pergi
#Flash back off
-
-
-
Setelah Arya menjelaskan panjang lebar ,mereka tidak tahu bahwa ada sepasang mata yang melihat keakraban mereka,lelaki itu pun langsung menghampiri mereka.
"Ku rasa kalian cukup dekat"serunya nada dingin
"M-maaf pak"Ayana menunduk
"Hey ayolah Qen, aku ini memang mengenal jauh gadis ini "sambil merangkul pundak Qenand
Ayana yang menunduk pun ,menatap Qenand dan Arya secara bergantian .dia tidak percaya bahwa mereka Kakak beradik .
"Kenapa kau menatapku seperti itu "serunya menatap sinis Ayana
"Tidak pak saya permisi dulu"sambil menunduk
Sudah tidak terasa Ayana sudah bekerja selama seminggu di perusahaan Qenand ,dia sudah lihey dalam bekerja sebagai sekertaris pengusahaan besar.Kini hari-hari Ayana disibukkan oleh pekerjaannya ,haripun dia berangkat ke kantor lebih awal agar tidak keduluan oleh bosnya yaitu Qenand.
Ayana pergi ke dapur untuk membuat kopi untuk nya ,setelah selesai membuatnya dia di kagetkan oleh Arya yang sudah berdiri diambang pintu.
__ADS_1
"Kau mengagetkanku saya"seru Ayana memegang dadanya
"Oww sory ,ouh yah bagaimana sudah seminggu bekerja dengan Kaka ku , apakah tidak membuat mu stress?"jelasnya
"Iyah gapapa ,cukup melelahkan ,bagi aku yang belum pernah punya pengalaman untuk bekerja.dan aku baru tahu kalian kakak beradik "seru Ayana sambil menyelipkan rambutnya ke telinganya
" Iyah dia memang kakak ku .Dia Anak pertama ,setelah kepergian ayah kami .Qenand lah yang ditunjuk untuk memegang perusahan keluarga kami .aku juga bisa sih ,cuma kalo aku banyak mainnya .belum bisa terfokus sama bisnis"serunya sambil senyum
"Terlihat jelas "seru Ayana santai sambil meminum kopinya dengan hati-hati
"Gadis aneh,aku pergi dulu . semangat kerjanya "menepuk pundak Ayana sambil berlalu
"Dia lelaki yang baik dan ceria beda banget sama kakanya yang dingin dan monoton"batinnya
Ayana mulai menyusun jadwal rapat untuk Qenand dan untungnya dia diajari oleh Selin yaitu sekertarisnya Arya saatb hari pertama dia masuk , bagaimana pekerjaan sekertaris dari hari ke hari.Aryna menjabat sebagai Direktur di perusahaan QA.Ayana pun langsung pergi menuju ruangan Atasannya.
Tokk tokk tokk
"masuk "serunya Qenand
"Pak saya ingin menyampaikan ,bahwa jam 11:00 nanti ada rapat di In The Door Cafe dan jam 16:00 di Resto Osteria Francescana"serunya sambil menunduk
"kerja yang bagus ,tapi bisakah kau tidak selalu menunduk disaat sedang berbicara kepada saya"prosesnya
"Maaf pak ,lain kali saya tidak mengulanginya "menatap Qenand
"ouh sial,wajahnya kenapa sungguh manis "batin Qenand
"Saya boleh minta tolong "seru Qenand
"Dengan senang hati pak"seru Ayana sambil memberikan senyuman.
"Tolong buatkan saya kopi "nada dingin
"Baik pak saya akan buatkan "angguknya sambil pergi
Ayana lupa untuk menanya berapa sendok gulanya ,dengan percaya diri dia membuat kopi nya sama seperti dia membuatkan kopi untuk Carlie yaitu ayah tirinya .
"Semoga saja dia tidak protes"membuang nafas kasar
Ayana na pun langsung pergi keruangan Qenand yaitu atasan dan langsung masuk.
"Kau tidak bertanya ,mengenangi gulanya"serunya dengan tatapan sinis
"Tidak pak,tapi saya yakin bapak akan suka dengan kopi buatan saya"sambil meletakan gelas kopi di meja Qenand
"Jangan terlalu percaya diri "serunya Nanda dingin
"Sabar Ayana ,ini keinginan mu untuk bekerja bukan"batinnya
Qenand pun langsung menyeruput kopinya dengan hati-hati,dia merasakan kopi yang di teguk .dan terkejut ,ini kopi pertama dia rasakan dan yang paling enak menurut Qenand.
"Kau pandai membuat kopi ternyata"seru Qenand sambil sudut bibir nya terngankat sedikit
"Terimakasih pak,kalo begitu saya permisi dulu pa "serunya Ayana langsung pergi
Waktu sudah menunjukkan pukul 18:30 WIB ,Ayana dengan sigap membereskan buku-buku dan berkas-berkas yang ada di mejanya .Tanpa Ayana sadari ternyata Qenand sudah berdiri di depan Ayana membuat Ayana kaget dengan kehadirannya.
"Bapak mengagetkan saya saja "serunya sambil memegang dadanya
__ADS_1
"Saya ingin memberitahukan ,bahwa hari ini kamu lembur"
"lembur pak"serunya dengan suara kaget
"Kenapa kau mau protes"balasnya
"T-tidak pak"menggeleng cepat
Ritual beres-beres pun Ayana batalkan ,karna dia akan lembur Hari ini .
"Kenapa kau berhenti membereskan nya "tanya Qenand
"Kan saya mau lembur pa "balas Ayana
"lemburnya tidak di kantor tapi ,mansion saya .kamu tidak keberatan kan"seru Qenand sambil memasukan tangan kanannya kedalam saku celananya
"Tidak pak saya tidak keberatan "seru Ayana pasrah
Setelan 30 menit, sampailah di mansion Qenand .Ayana pun turun dan berjalan di belakang Qenand ,suasana rumahnya sepi .setelah membuka pintu mereka di sambut oleh salah satu pelayan kepercayaan Qenand yaitu bibi Mems wanita berusia sekitar 40 tahunan yang sudah bekerja sejak Qenand masih di kandungan ibunya.
"Mems ,kau tunjukkan ruangan kerjaku .nanti saya menyusul ,saya ingin mandi dulu"pinta Qenand sambil pergi
"Mari non "tuturnya lembut
"jangan panggil non ,panggil saja Ana "seru Ayana memberikan senyuman
Ayana cukup lama menunggu kedatangan ,Qenand .tak lama kemudian pintu ruangan kerja Pun terbukan dan menanpakkan Qenand yang sangat keliatan segar ,dengan bau maskulin yang dimilikinya .membuat Ayana enggan merubah tatapannya.ayana akui boss nya ini memang sangat tanpan ,pantas saja dia memilih sekertaris yang dia dia pekerjakan .mereka pun langsung bekerja dan mengerjakan tugasnya masing-masing.jam sudah menunjukkan pukul 20:30 ,Qenand pun menyudahi perkerjaannya .
"Kau tampak cape sekali Ayana,kau bisa istirahat di kamar tamu .tidak apa-apa kan jika kau menginap hari ini "tanyanya sambil melihat wajah Ayana
"Iyah pak terimakasih atas tawaran" seru Ayana sambil menutup berkas-berkas
"Tunggu dulu Disni ,saya akan mengambil berkas untuk rapat besok"seru Qenand sambil berlalu
Qenand pun pergi mengambil berkas dan lalu balik lagi keruangannya .baru saja dia ingin mengatakan sesuatu tapi tatapannya terhenti saat melihat Ayana tertidur di kursi dengan wajah yang sangat cantik.
"Kasian sekali"seru Qenand memandang Ayana
Qenand pun tak tinggal diam ,dia langsung menggendong Ayana dan memindahkannya ke kamar tamu dan membaringkannya tidak lupa untuk memakaikan selimut untuk Ayana.sambil mengusap kepala Ayana dan langsung pergi .
Qenand Ambrosius
Arya Abrosius
Ayana Abigail
Like 👍🏻
vote❤️
Tambahkan ke favorit ,jangan lupa kasih autor hadiah
Terimakasih 🤗❤️❤️
__ADS_1