
Ayana tengah mengaduk teh manis bikinannya sambil terhanyut dalam lamunannya ,Ayana pun memekik kaget ketika tangannya kecipratan teh manis panas itu , seseorang yang memperhatikannya dari tadipun kaget dan menghampirinya lalu memegang tangan Ayana dan memebawanya ke wastafel .
"Kau sangat ceroboh"seru Qenand sambil membuka keran
"Aku tidak apa-apa"Balas Ayana dingin
"Tangan mu terluka Ayana ,jangan keras kepala"serunya sambil menggosok pelan tangan Ayana
"Kau terlalu berlebihan pak"Serunya sambil melepaskan pegangan dari Qenand
"Ada apa denganmu "tanya Qenand heran
Ayana pun langsung berlari kecil tanpa menggubris perkataan Qenand dan memasuki toilet.dan merongoh saku roknya mengeluarkan handphone.lalau menelepo n Amel.
"Ada apa Ana "Tanya Amel
"Aku bisa gila di dekatnya terus "keluhnya
"Kenapa bisa ,apa maksud Mu "serunya
"Dia selalu memberikan perhatian,dan itu membuat Ku semakin jatuh cinta "seru Ayana
"Ouh ya ampun,jadi kau mau dia bagaimana ana .oke gini aja ,jika dia memberikan perhatian lebih kau jangan terlihat baper oke.bersikap biasa saja dan jangan memperlihatkan reaksi berlebihan apa kau paham "jelasnya
"paham ,tapi jika aku bersikap protes itu baik-baik aja kan "Tanyanya
"Apa sebelum kalian sudah bertemu "balas Amel
"Ya ,kita bertemu kemarin di cafe .dan dia tiba-tiba dia nembak tapi sesaat itu juga tiba-tiba wanita dengan tampilannya seperti jalang muncul di hadapan kami dan aku memutuskan pergi "jelasnya panjang lebar
"Kau begitu suka dia Ana bahkan kau cemburu"Serunya
"jadi bagaimana mel ,aku tidak bisa fokus bekerja karna perasaan ini "keluhnya
"Kau mau dia menghindar atau bagaimana ana "tanya amel
"Menghindar "serunya cepat
"Gampang tinggal kau cuek ,jika dia menanyakan hal pribadi jangan kau respon kecuali kalo urusan kantor"nasehatnya
"okeh ,ana kau pasti bisa "serunya sambil menatap pantulan dirinya di cermin
__ADS_1
"Ana yang terhebat"teriak Amel menyemangatinya
-
-
-
Aroma lilin yang sangat merilekskan seseorang yang menghirupnya ,Ayana selesai mandi dan langsung keluar dari apartemen dan menuju minimarket untuk belanja karna stok makanan habis ,dengan keluar memakai lejing hitam panjang dan baju putih over size dengan rambut yang masih basah dan belum disisir . untunya minimarketnya tidak jauh dari apartemen Ayana.
Setelah selesai berbelanja Ayana pun langsung ke apartemennya dan di kagetkan seseorang tengah berdiri menunggunya Ayana pun sontak menjatuhkan belanjaannya .
"Maaf aku mengagetkanmu"seru Qenand
"Kenapa Kau disini "serunya Ayana sambil jongkok
"Biar ku bantu belanjaan mu "seru Qenand sambil jongkok
"Tidak perlu "balas Ayana langsung berdiri
"Eum aku kesini untuk memastikan tangan mu apakah sudah membaik atau kita perlu pergi ke dokter"seru Qenand gugup
"Tidak tangan ku sudah membaik "seumur Ayana sambil memperlihatkan tangannya
"Aduh.. gimana ini ,aku sedang berusaha cuek kepada .tapi kenapa dia malah seperti ini"batin Ayana
"Heyy..Ana..."serunya menyadarkan Ayana yang tengah menatapnya sedari tadi
"Ahhh... ouh iyah , ayo kita masuk "seru Ayana sambil membuka pintu apartemen nya
Qenand pun membulatkan matanya setelah melihat apartemen Ayana berantakan melihat pakaian dalam Ayana salin tergeletak di kursi dan sofa nya ,Ayana pun dengan sigap berlari mengambil pakaiannya dan melempar ke keranjangnya dan menutupnya dengan selimut.dengan pipi merah dan perasaan malu Ayana tidak berani menatap Qenand ,pasti Qenand akan mengejeknya.
"Hahahah... aku tidak akan mengejekmu "serunya menatap Ayana yang menunduk
"Ahhh benarkah"serunya sambil mendongak mengibas rambutnya
"Kau terlihat sangat cantik saat sedang malu,pipi merah "Seru mengusap pipi Ayana
"Jangan bercanda"sinisnya .
"Apakah bisa memasarkan ku sesuatu "tanyanya semakin mendekat
__ADS_1
"Maksud mu"Tanya nya sambil mundur
"Aku ingin makan masakan mu hari ini "serunya terus mendekat
"kenapa memintaku ,di rumahmu kan ada Mems"balsnya mundur dan punggung nya pun menempel di dinding
"Aku cuma ingin masakan mu hari ini "Serunya mendekatkan wajahnya
Hidung Qenand pun beradu dengan hidung Ayana ,dan Ayana pun memejamkan matanya .lalu Qenand menjauh dari wajah Ayana dan menatap wajah si gadis dengan lekat .Ayana pun membukakan matanya .dengan sekali kecupan Qenand pun mencium hidung Ayana,tanpa berbicara apapun Ayana langsung berlarinke dapur .
"Aku pikir dia akan mencium bibir ku ,ahhh dasar gadis bodoh kenapa juga dia harus mencium bibir mu "gerutunya
Bau masakan menganggu pemnciuman Qenand dan langsung di ikutinya menuju sumber wangi itu ,dengan melihat pemandangan yang indah . Qenand terpesona dengan Ayana keringat mengalir di pelipisnya dengan pipi merah ,Qenand pun mengambilnya selembar tissue dan mengelap keringat Ayana .
"Tidak apa-apa ini biasa untuk ku"seru Ayana mengambil tissue yang ada di tangan Qennad
"Kau sangat Sexy jika berkeringat "serunya sambil membelai rambut Ayana
"Jagan bercanda ,aku cicipi dan segera lah pulang "seru ayana dingin
Qenand pun kan memakan masakan Ayana ,dia tidak bisa berbohong soal rasa masakan Ayana ,dengan sigap Menangkap berdiri dan mengecup bibir Ayana lama ,Ayana pun hanya bisa membelalak kaget atas perlakuan Qenand .dan Ayana pun langsung mendorong dada Qenand.
"Ahhh ..... ciuman pertama ku ,dasar bos cabul .pergi kau dari sini "teriaknya
"Maaf Ana aku tidak sengaja Melakukan nya "seru Qenand menyesal
"Pergi atau ku panggil Security "seru Ayana nada tinggi
Qenand pun keluar apartemen Ayana dengan rasa menyesal , Qenand mengakuinya atas kesalahan dia yang ia perbuat .
"Aku sudah tidak waras "batinnya
Jangan lupa like ππ»
voteβ€οΈ
Maaf kalo banyak typo nya ππ»
Dan tolong komen apakah cerita nya di lanjut atau engga
Kasih autor hadiah dong π€ͺ
__ADS_1
Terimakasih kasih π€