
sorot matahari sore dengan terduduknya seorang gadis di jendela ,Ayana tengah melamun dengan tangan melingkar di kakinya .pikiranya sedang tidak baik ,entah apa yang dipikirkannya . sampai-sampai sebulir air mata jatuh ke pipinya .
"Aku merindukan kalian "gumamnya
Ayana akhir-akhir sering bermimpi tentang ibunya ,kematian ibunya membuat Ayana terpukul . tiba-tiba suara bel berbunyi dan terdengar suara gaduh diluar membuat Ayana bangkit dari duduknya dan menuju.
"Hallo Ayana "sapanya serempak
Ayana memiliki 3 sahabat diantaranya Amel,Luna dan Johan.Kedatangan ke 3 sahabatnya membuat Ayana merasa nyaman ,disaat dia sedang tidak baik . Ayana sangat terhibur terlebih lagi Johan sangat bekerja keras membuat Ayana terseyum dan suasana pun tampak hangat .
"Hey apa kalian tahu ,ternyata temen kita yang satu ini pacarnya seorang CEO "seru Amel sambil merangkul Ayana
"woahhh... aku penasaran dengan wajah CEO itu,secara Ana kan belum pernah pacaran.Bagaimana perasaan mu Ana? "rayunya
"Itu tidak benar ,aku hanya dijadikan pacar pura-pura"serunya
"Brengsek banget tuh CEO, mentang-mentang CEO"gerutu Johan
"Kenapa kau tidak tegas Ana "tanya Amel
"Sudah ku lakukan.jika aku menentangnya ,aku bisa di keluarkan mel"serunya membuang nafas kasar
"Parah - parah ,tapi kenapa masalah pribadi di sangkut pautkan sama masalah kantor"seru Luna
"Itu bukan masalah serius ,yang paling serius .aku malah jadi suka sama dia "kelunya sambil menutup wajah
"Ya ampun Ana dia udah berhasil membuat kamu jatuh cinta"seru Amel girang
"Jangan dulu bilang kedia bahwa kamu suka Ana ,aku merasa dia bakal bikin kamu sedih"seru Luna
"Wih Luna kita sudah dewasa ternyata"seru Johan mengacak-acak rambut Luna
"Pokonya Ana ,jangan menonjok perilaku yang membuat dia tau bahwa kamu suka sama dia yah "seru Amel
"Harus jual mahal Ana "seu Johan
"Okey ,jual mahal"seru Ayana sambil mengepalkan tangan dengan kepala di angguk-anggukan.
-
-
__ADS_1
Suara ketikan laptop dengan secangkir kopi di tambah semeliwir angin malam menyapa sang gadis yang tengah fokus ke layar Monitor.tiba-tiba dikejutkan oleh seseorang yang sudah duduk di depannya sambil memberi senyuman khasnya.
"Bapak ngagetin aja saya"seru Ayana sambil menutup laptopnya
"Sedang apa kamu disini?"tanya Qenand
"Loh seharusnya,saya yang nanya ke bapa .Bapak sedang apa disini ?"tanyanya balik
"Saya sengaja mengikutimu "serunya sambil mengusap pipi Ayana
"Saya mohon jangan berlebihan pak"serunya tidak terima atas perilaku Qenand
"Ayana mau kah kamu jadi pacarku"Tanya Qenand
Ayana yang mendengarnya pun membelalak kaget ,dan para pelanggan yang lainnya pun memandangi kedua insan yang tengah saling menatap.
"Hey Ayana "panggilnya
"Ahh i-iyah pak"serunya malu-malu
"Saya tanya kamu lih tadi "serunya
"Kenapa tiba-tiba "tanyanya bingung
"Hay sayang "seru wanita itu
Ayana pun yang mendengar dan melihat itu pun tampak kecewa ,dan langsung ijin pamit dari hadapan mereka.
"Saya pamit pak "sambil bangkit dan berlalu
"lelaki brengse"Gerutunya sambil berjalan dan mengepalkan tangan
-
Ayana terus memikirkan kejadian kemarin,dia tampak kecewa sekaligus marah dengan Qenand ,bisa-bisanya dia mempermainkan Ayana seperti .Ayana pun berbicara sendiri di cermin .
"Oke Ayana ,anggap saja kemarin tidak terjadi apa-apa hah "Serunya membuang nafas
-
#Kantor
__ADS_1
"Pukul 10:00 anda ada meeting bersama Bu Niken"seru Ayana dingin
"Baik , terimakasih"jawab Qenand
"Saya permisi pak"balas Ayana
"Ayana , apakah kamu sudah memikirkan jawabannya "tanyanya
"Maaf pak saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan "serunya pura-pura lupa
"Ayolah Ayana , apakah kamu mau jadi pacar saya "tanyanya sambil berjalan mendekati Ayana
"Tidak baik membahas hal pribadi di kantor pak ,saya permisi "balas Ayana langsung pergi
"Ada apa dengannya , seakan-akan dia menghindar dengar kalimat itu "serunya heran
Qenand pun langsung menuliskannya pesan di hp nya ,5 menit kemudian Arya pun membuka pintu ruangan Qenand dan langsung duduk .
"Ada hal serius apa ,Kau tampak gelisah"tanya Arya
"Kenapa Ayana menolak ku "seru Qenand
"Otw astaga ,jadi kau menembaknya "tertawa tidak percaya
"Sudah kuduga ,kau bukan tipe Ayana "ejeknya
"Sialan , apakah karena kejadian di cafe kemarin "seru Qenand
"Memangnya ada apa kemarin di cafe "tanya Arya bingung
"Kemarin disaat gue nembak Ayana tiba-tiba di jalang Yesi muncul di hadapan kita ,dan Ayana pun langkah bergegas pamit "cerita nya panjang lebar
"Gue ga nyangka Ayana bisa cemburu juga "Serunya
"Benarkah ,ada untungnya juga kedatangan Yesi"balasnya
"Kalo gue boleh tau kenapa Lo suka sama Ayana "tayanya seribu
"Sebenernya gue gak suka sama Ayana dan gue akan jadiin Ayana jadi pacar kontrak itu semua untuk menebus kesalahan ayah ,hanya saja ayah berpesan sebelum dia meninggal kalo gue harus menemukan gadis yang kedua orang tuanya di tabrak sama ayah"jelasnya
"What , tapi yang gue liat .Lo gak pura-pura suka sama Ayana bro , kelihatannya Lo sangat suka Ayana sih .dan itu ide yang buruk Nan .Lo hanya akan bikin sedih dan nanti ujung nya kecewa "Sri Arya
__ADS_1
"Gua gak peduli ,pokonya gua harus dapetin Ayana dalam seminggu ini "serunya dengan penuh percaya diri
"Semoga Lo gak menyesal dengan ide Lo bro"seru Arya menepuk pundak Qenad dan berlalu