Pacar Kontrak

Pacar Kontrak
Bab 4 Kamu siapa ,apa hak mu terhadap ku ?


__ADS_3

Suara ketukan pintu membangunkan sang gadis yang tengah tidur di atas kasur yang mewah ,Ayana pun membukakan matanya secara perlahan-lahan dan melihat sekitarnya.dia bingung dengan keadaanya sekarang. yang dia ingat ,dia sedang duduk di kursi diruangan kerja Qenand .tapi sekarang dia sudah terbaring di kasur nyaman dan mewah itu .dia berusaha mengingatnya ,tapi nihil dia tidak bisa mengingatnya .dan suara dari luar pun membuyarkan lamunannya.dan pintu pun terbuka sedikit demi sedikit ,menampakan wanita paruh baya .siapa lagi kalo bukan Mems,dia langsung menghampiri gadis yang tengah menatapnya.


"Selamat pagi Ana ,saya kesini diperintah oleh tuan untuk membangunkan Anda"seru Mems


"Ahh ya ampun aku terlambat bangun"mengusap wajahku kasar


"Tuan sudah menunggu anda di meja makan"seru Mems sambil tersenyum


"Aku bingung Mems ,aku mau mandi,tapi aku tidak membawa baju ganti"lirihnya


"Tenang saja Ana tuan sudah mempersiapkan baju untuk mu , segera lah mandi tuan menunggumu"balasnya dengan lembut


"Ouh Iyah Mems ,aku mau bertanya .siapa yang membawa ku ke kamar ini"tanyanya penasaran


"Tentu saja tuan ,Ana "serunya


"Gadis bodoh ,kenapa harus ketiduran "batinnya


Setelah mendengar perkataan Mems Ayana merasa malu kepada dirinya , bisa-bisanya bossnya menggedong dan memindahkannya.Ayana pun langsung pergi ke kamar mandi ,setelah 30 menit Ayana keluar dengan wajah yang seger dan baju yang di pilih oleh Qenand terlihat. cocok di kenakan oleh Ayana.



#Meja makan


"Maaf membuat anda menunggu pak "seru Ayana sambil duduk


"Lain kali jangan membuat saya menunggu lama "balasnya dingin


"P-pak ,maaf telah merepotkan Anda semalam .saya sungguh-sungguh minta maaf "menunduk dan menyelipkan rambutnya ke telinganya


"I'ts Okay,saya tau kamu cape "serunya sambil mengunyah makanan


Setelah acara sarapan selesai ,mereka langsung berangkat ke kantornya ,dan setibanya di kantor beberapa pasang mata melihat mereka terutama karyawan wanita mereka saling berbisik dan matanya tertuju kepada Ayana.


Ayana pun langsung menunduk dan menyamakan langkahnya dengan Qenand dan memasuki lift berasamaan,dengan posisi Qenand di depan dan Ayana di belakang.


"Kau begitu tidak nyaman dengan tatapan mereka"tanyanya sambil melihat kesamping


"I-iya pak ,saya takut mereka berpikir yang aneh-aneh"serunya


"Tidak papah ,kau harus terbiasa dengan mereka . apakah kau tau mereka iri denganmu , sebelum nya saya tidak pernah mengajak wanita berangkat bareng dengan saya "balasnya dengan percaya diri


"I-iyah pak"serunya dengan tatapan jijik


suara lift pun berbunyi dan pintu lift pun terbuka ,mereka langsung keluar dan menuju ruangannya masing-masing.langkah Ayana terhenti di sebuah pintu ,dia melihat seorang lelaki yang sedang berciuman dengan seorang wanita .setelah lelaki itu melepaskan ciumannya ,Ayana pun terkejut ternyata Lelaki itu Arya .Dia pun langsung pergi menuju mejanya dengan cepat .


Sedangkan diruangan Qenand ,lelaki itu sedang melamun sambil senyum-senyum seperti orang yang tidak waras ,suara notif pun membuyarkan lamunannya .tertera di layar handphone nya bertuliskan "Moms".


"Sayang ,jangan lupa datang ke cafe yang dekat dengan mansion mu ,mamah akan mengenalkan mu dengan anak temen mamah .jangan lupa datang jam 18:00"


"Ahh sial ,aku tidak mau di jodohkan"batinnya


Suara ketukan pintu membuat Qenand mengalihkan pandangannya dan melihat asal suara .


"permisi pak,saya ingin memberitahukan bahwa rapat anda 30 menit lagi pak"serunya sambil tersenyum


"Oke , terimakasih"serunya


Belum lama Ayana berbalik , langsung di hentikan dengan panggilan Qenand .


"Ayana"lirihnya


"Iyah pak"serunya sambil membalikkan badan


"Saya mau minta tolong ,tolong temani saya untuk menemui orang tua saya pukul 18:00"serunya sedikit malu-malu

__ADS_1


"Kenapa harus ngajak saya pak,kan bapak mungkin punya kekasih atau teman dekat gitu "Balasnya


"Kalo saya punya keduanya ,gabakal saya minta tolong ke kamu"nada sinis


"Tapi untuk urusan apa pak "tanyanya bingung


"Udah kamu jangan banyak nanya ,nanti sebelum berangkat kita mampir dulu kebutik untuk mengganti pakaian mu ,Tidak ada penolakan lagi"serunya dengan tegas


Ayana hanya bisa pasrah ,dan mendengus kesal .dia semakin bingung dengan bos nya yang akan menemui orang tuanya dengan bantuannya .jam sudah menunjukkan pukul 17:30 Ayana dan Qenand sedang ada di butik dan sedang memilih gaun yang cocok untuk Ayana .Qenand pun menunjuk sebuah gaun yang simple namun terlihat elegant ,Ayana pun langsung masuk keruang ganti dan langsung memakai nya .Ayana pun keluar dengan mengenakan gaunnya ,Qenand pun terperongoh atas penampilan Ayana yang sangat-sangat cantik membuat Qenand susah mengedipkan matanya .Ayana memanggilnya pun Qenand tidak menyahutinya ,pandangan Qenand tidak bisa lepas dari Ayana .


"Pak. bapak"Ayana terberteriak


"Ah Iyah, yu berangkat sekarang"seru Qenand sambil membetulkan kerah bajunya


"Tapi ini cocok ga pak gaunnya"tanya Ayana


"kamu terlihat cantik Ayana"seru Qenand


Mereka pun langsung keluar butik dan masuk kedalam mobil ,30 menit mereka sampai .disaat Ayana membuka pintu mobil , tangannya tertahan oleh tangan besarnya Qenand .


"Ayana jika orang tua saya nanya ,kamu ini siapa saya .jawab saja kamu pacar saya"serunya


"Loh kok gitu pak "protesnya


"Saya mohon untuk kali ini jangan protes ,tolong bantu saya"memasang wajah memohon


"Kalo gini ceritanya ,dari awal sayang menolak keras pak "nada dingin


"Jika kamu menolak ini ,kamu akan saya pecat Ayana "serunya sinis


"Kok bapak ga adil "seru Ayana kesal


"Saya pemimpin dan saya bos nya . seharusnya kamu senang diajak saya untuk menemui orang tua saya ,banyak gadis yang mengidam-idamkan jalan bareng sama saya.dan kamu adalah karyawan saya "serunya dengan penuh penekanan .


"Maaf yah pak jangan samakan saya dengan para jalangmu"protesnya


Ayana tidak terima dengan perilaku bosnya yang di luar batas .kenapa Qenand harus melibatkan Ayana di masalah pribadinya ,sungguh Ayana tidak terima.


Mereka pun keluar dari mobil dan Qenand pun menyuruh Ayana menggandengnya tentunya Ayana menolaknya ,tapi apa boleh buat Ayana tidak mau di pecat oleh boss nya .dia pun menuruti nya dan langsung pergi ,lambaian tangan seorang wanita 38 tahunan membuat Qenand terpengarah dan berjalan berasama Ayana menuju meja yang terdapat 2 orang wanita paruh baya dan seorang gadis.ibunya Qenand pun bingung dengan purtra nya yang membawa seorang gadis ,yang baru ia liat pertama kalinya .


"Sayang ini siapa "tanyanya bingung


"Kenalkan mah,Tante . ini pacar ku"seru Qenand dengan penuh percaya diri


"Hah pacar ,kok kamu ga ngasih tau mamah sih Nan"balasnya dengan nada sedikit kecewa.


"Sory mah aku terlalu sibuk untuk mengenalkannya ke mamah "seru nya


"Jeng saya pergi dulu yah , tiba-tiba suami saya pulang dari luar kota ,aku nak "serunya nada kecewa


"kami pulang duluan Tante"ucap si gadis dan langsung pergi bersama ibunya


Setelah kepergian teman orang tua nya Qenand ,mereka pun berbincang-bincang hangat .


"Nama kamu siapa sayang "tanyanya dengan lembut


"Nama saya Ayana Abigail Tante "jawab Ayana dengan senyuman


"Jangan panggil ,tante ahh .panggil mamah aja "serunya


"Ouh i-iyah mah "sambil terbata - bata


"Kamu cantik sekali sayang ,Qenand tidak pernah Gagal dalam memilih pacar .kau nampak sempurna Ayana "serunya sambil memegang pipi chubby Ayana


"Terimakasih kasih Tante"serunya sambil tersenyum

__ADS_1


Padahal di dalam hati Ayana kesal ,kenapa dia terjebak di situasi seperti ini.apalagi dia harus berbohong kepada ibunya Qenand yang sangat baik ini .ingin rasanya Ayana jujur kepada ibunya Qenand .


Qenand dari tadi memperhatikan kedua orang itu yang baru pertemuan pertama, kelihatannya sangat Akrab . Ibunya Qenand pun menanyakan suatu pernyataan yang membuat Ayana tersedak


"Jadi kapan kalian menikah"tanyanya penasaran


Uhukk Uhukk Uhkkk!!


"Ya ampun sayang hati-hati makannya "seru Qenand sambil menepuk-nepuk punggung Ayana


Ayana terkejut saat mendengar Qenand memanggilnya dengan menyebut "SAYANG".Ayana pun pamit untuk ke toilet dan meninggalkan ibu dan anak itu .


Di dalam toilet Ayana bercermin sambil berbicara sendiri.


"Kau pikir siapa , seenaknya kepadaku .Kenapa aku mempunyai boss seperti itu dasar pria tidak waras,aku harus tegas kepadanya . bisa-bisanya dia memperbudak ku "serunya marah


Ayana pun keluar toilet dan menuju meja tadi,akan tetapi Ayana tidak melihat ibunya Qenand .hanya ada Qenand saja yang saat ini sedang memandangnya ,Ayana pun langsung duduk .


"Saya mau pulang pak"serunya sambil menenteng tasnya


"Biar saya antarkan"serunya sambil berdiri


"Tidak usah pak,saya udah memesan taxi Online"serunya dingin


"yasudah , Hati-hati kalo begitu "balasnya cemas


Ayana pun pergi meninggalkan Qenand yang tengah berdiri menatapnya ,disaat Ayana keluar resto dia mendapatkan Arya yang sedang menatap ,Arya pun langsung menghampiri Ayana.


"kau mau pulang"tanyanya


"Iyah aku mau pulang "balasnya


"Mari aku antar"tawarnya


"Udah malam sih ,aku terima saja deh "batinnya


Ayana menyetujui ajakan Arya ,namun disisi lain Qenand melihat mereka dengan tatapan tajam seperti seseorang yang namapak cemburu.


"Dasar wanita gila,dia memilih diantarkan Arya dari pada di antarkan Bosnya"Gerutunya


Di dalam mobil Arya hanya ada keheningan menyelimuti mereka ,namun beberapa menit kemudian Arya membuka pembicaraan .


"Aku tidak percaya Qenand bisa mengajak mu untuk menemui mamah "seru Arya melihat Ayana ke samping


"Ahh itu ,aku sempat menolaknya .namun jika aku menolaknya maka aku di pecat ,aku juga baru tau kalo kamu sudah mempunyai pacar "celetuk Ayana


Tiba-tiba Arya pun mengerem mendadak , sampai-sampai kepala Ayana terbentur ke besboard mobil dan meninggalkan bekas lebam .


"Awww "rintihnya sambil memegang dahinnya yang lebam


"Ya ampun maafkan aku Ayana "seru Qenand memegang tangannya Ayana


"I'ts Okay - i'ts Okay"balasnya


Qenand pun tidak mengetahui bahwa ada lebam di dahi Ayana ,Arya pun langsung melanjutkan perjalanan nya menuju apartemen ayana.setelah sampai , ternyata ada mobil yang mengikuti nya dari belakang ,siapa lagi kalo bukan Qenand ,sambil memegang setir mobil dengan satu tangan Qenand tampak gelisah entah kenapa perasaan dia sekarang.Ayana pun turun dan di ikutin oleh Qenand .Ayana pun membuka kunci apartemen dan masuk.


Ayana selesai mandi dan langsung menutup pintu kamar mandinya lalu ia menuju meja rias ,tidak lama kemudian suara bel berbunyi .Ayana pun tampak bingung sudah larut malam siapa kan yang bertamu ,apakah teman-temannya.Ayana pun langsung menuju pintu dan membukanya sambil bertanya .


"Siapa"tanyanya langsung membuka kan pintu dan mendapatkan Qenand yang tengah berdiri tegap di hadapannya .


Like👍🏻


vote❤️


Jangan lupa kasih autor Hadiah yah🤗

__ADS_1


Thanks ✨✨


__ADS_2