Pacar Nakal Murid Pendiam

Pacar Nakal Murid Pendiam
"Gue Cowo Lo?"


__ADS_3


Sebelumnya -



Orang-orang yang berada di dekat Gendra pun curiga karena ia daritadi seakan memberi isyarat yang aslinya memang sedang memberi isyarat


"Gendra? kamu sedang berbicara dengan siapa?" Ucap salah satu gadis di kerumunan itu.


"Oh ti-tidak, aku sedang tidak berbicara dengan siapapun." Ucap Gendra, ia belum berani mengucapkan bahwa ia memiliki kekasih karena keinginan Auren yang tidak ingin hidupnya terganggu oleh orang yang kagum dengan dirinya dan orang yang cemburu karena ia adalah kekasih dari Gendra.


"Oh begitu, kamu lihat disini dong, jangan lihat disana terus!" Marah salah satu gadis di perkumpulan itu.


- Terbaru -


"Emangnya kalian ini siapa?" Marahnya karena risih dengan perkumpulan itu.


"Lo-loh? kamu ko gitu sih Gen." Rayu salah satu gadis di perkumpulan itu.


"Kenapa? kalian kan yang tiba-tiba saja berkumpul mengerumuniku." Ucapnya menjawab rayuan gadis itu.


"Ta-tapi..... Kita ini suka loh sama kamu?! kenapa kamu kaya gitu?!" Marah sang gadis kepada Gendra.


"Cih, disini aku hanya menghabiskan waktu saja." Batinnya saat semua gadis di kumpulan itu mulai merayu nya.


Tidak lama setelah itu, bell sekolah berbunyi tanda bahwa sudah saatnya mpls dimulai.


Sementara itu, di kantin Auren sedang makan menunggu bel berbunyi.


"Huh? ternyata sudah masuk ya?" Gumamnya saat mendengar bell berdering.


Setelah bell berbunyi, ada pengumuman bahwa siswa baru yang mengikuti mpls harus berkumpul di lapangan utama sekolah. Disaat itulah Auren dan Gendra bertemu untuk yang kedua kalinya di sekolah baru.


"Aku akan langsung menuju lapangan aja lah. Aku takut tersesat jika berjalan-jalan dulu." Gumamnya lagi sambil berjalan pergi meninggalkan kantin untuk menuju lapangan utama sekolah.


"Eh? itu bukannya Gendra?" Ucapnya sambil menahan salting.


Auren pun menjawab isyarat Gendra dengan sebuah isyarat "Mentalku belum cukup untuk itu sayang, bersabarlah." Isyaratnya dengan tersenyum kepada Gendra.


Gendra berjalan mendekati Auren dan berbisik "Berbarislah disampingku." Dengan menyentuh jari Auren.

__ADS_1


Ternyata saat Gendra berbisik dan menyentuh jari Auren. Ada salah satu gadis yang melihatnya dan berkata "Gendra? kenapa kamu berbisik kepada perempuan ini? apa kau menyukainya?"


"Suka atau tidak itu bukan urusanmu." Jawab Gendra kepada sang gadis sambil berjalan meninggalkannya.


"GENDRA!" Bentak sang gadis kepada pria yang sedang meninggalkannya itu.


Auren pun tersenyum saat melihat Gendra mengatakan hal itu kepada gadis yang mendekatinya.


Gadis itu menyadari bahwa Auren tersenyum, lalu membentak "Kenapa?!! lu jangan rebut cowo gue!!" Bentak sang gadis kepada 'kekasih' Gendra yang sebenarnya.


"Oh cowo lo? maaf gue gatau." Jawabnya dengan sinis.


"Kalau bukan cowo gue cowo siapa lagi? udah lo pergi sana! awas kalo deketin cowo gue lagi!" Marah gadis itu kepada Auren.


Auren tidak memedulikan omongan itu dan pergi meninggalkan gadis itu, Auren pun mengikuti apa yang diinginkan Gendra, yaitu berbaris di sampingnya.


"Eh?" Kaget Gendra ketika ada seorang 'Gadis Cantik' yang berbaris di sebelahnya tidak lain adalah sang kekasih, Auren.


"Gausah kaget gitu. Lihat depan lu itu tuh, banyak cewe yang liatin." Ucap Auren ketika melihat Gendra kaget akan kehadiran dirinya.


"Cemburu ya? kan udah aku bilang jangan cemburu, aku sayangnya cuma sama kamu. Buktinya aku perhatian dan baik cuma sama kamu." Jawab Gendra saat mendengar ucapan Auren yang 'sedikit' menyakitkan baginya.


"Iya iya, aku juga tau." Saut Auren saat mendengar jawaban Gendra kepadanya.


"Hish! kamu gatau perasaan cewe si!" Sautnya lagi.


"Udah-udah! baris yang bener!" Bentak Auren kepada Gendra.


"Iya Sayangggg." Jawab Gendra membuat pipi Auren memerah.


"Kann itu saltingg." Goda Gendra kepada Auren.


"Diem!" Jawab Auren tidak menanggapi godaan Gendra padahal sebenarnya dirinya sedang menahan salting untuk yang kesekian kalinya.


Gadis yang tadi membentak Auren pun melihat mereka berdua berbicara dan menghampirinya.


"Lo itu ya! dibilangin ga miror banget!!" Bentaknya kepada Auren dihadapan Gendra.


"Ada masalah apa lagi sii?" Jawab Auren yang sudah muak dengan gadis yang sok menjadi kekasih Gendra itu.


"Kan tadi gue udah bilang kalo Gendra itu cowo gue! dan gue juga udah bilang kalo lo gausah goda dan ganggu dia lagi!" Saut gadis itu seperti tidak curiga sama sekali bahwa Gendra adalah kekasih dari orang yang ia marahi itu.

__ADS_1


"Hah? gue cwo lo?" Jawab Gendra. Ia sebenarnya tidak mau menanggapi gadis itu, tetapi gadis itu mengaku-ngaku sebagai kekasih Gendra di depan 'kekasih'nya yang sebenarnya.


"Gendra, kamu kan cowo aku, iya kan?" Rayu gadis itu untuk membujuk Gendra agar mengakuinya sebagai kekasih.


"Jijik banget gue sama lo! lo sampe ngerayu-rayu cowo cuman karena mau di akui sebagai kekasih? SAMPAH!" Bentak Auren kepada sang gadis yang lama-lama menjadi keterlaluan.


"LO GAUSAH IKUT CAMPUR! MAU GUE NGERAYU CUMAN KARENA PENGEN DIANGGEP SBAGAI KEKASIH, ITU TERSERAH GUE!" Bentak gadis itu membalas bentakan Auren.


"LO BERANI BENTAK GUE?!" Marahnya kepada gadis murahan itu.


"EMANG ADA ALASAN GUE GA BERANI BENTAK LO?!!" Jawab gadis murahan itu.


"LO GATAU SIAPA GUE YA?!" Jawab Auren ketika tau ternyata ada orang yang berani membentaknya.


Ya walaupun Auren tidak pernah memberi tau siapa dia sebenarnya, tetapi banyak orang yang tau bahwa ternyata dia putri dari pemilik sekolah sekaligus putri pemilik perusahaan yang juga menaungi yayasan SMA itu, yaitu yayasan Antara dan perusahaan yang menaungi keduanya yang  bernama PT. Antara Jaya. Dari nama Auren yang menyandang marga Antara saja sudah kelihatan kan?


"LO AJA TAU GUE GATAU, PAKE NANYA LAGI!" Bentak orang itu menjawab pertanyaan Auren.


"Auren! cukup! udah gausah diladenin cewe kaya dia!" Ucap Gendra untuk melerai keduanya, karena jika Auren mengatakan siapa dia sebenarnya, bisa saja rencana kehidupan tentramn Auren hilang begitu saja.


"Lepasin aku Gendra! dia cewe yang kurang hajar nya kelewatan batas!" Marah Auren kepada Gendra yang menghalangi dirinya.


Karena kegaduhan yang cukup berisik, guru-guru pun mulai berdatangan dan membantu Gendra melerai keduanya. Banyak siswa-siswi yang berbisik "Dia berani ngancem cewenya Gendra?" Ucap salah satu siswi yang mengira gadis tadi itu kekasih Gendra.


"Bu! pak! bantu saya melerai!" Teriak Gendra meminta bantuan pada guru-guru yang ada di sekitar.


"Auren! udah cukup Auren!" Bentak Gendra pada Auren selagi guru-guru memegangi gadis yang bersiap memukul Auren itu.


"GENDRA!" Teriak gadis yang tidak terima dengan perlakuan yang disangka 'cukup baik' bagi seorang Gendra.


"Apa sih lo itu?!" Bentak Gendra menjawab teriakan gadis itu.


Auren memiliki panick attack yang bisa kambuh kapan saja, dan ya panick attack nya kambuh saat Gendra membentaknya.


Auren bernafas dengan tersenggal-senggal, Gendra pun panik melihat kekasihnya bernafas secara tersenggal-senggal.


"Ge-Gendra, nafasku Gen." Ucap Auren kepada Gendra yang sedang memegangi tubuhnya itu.


"Panick attack kamu kambuh? aku akan bawa kamu ke UKS, bertahan sayang." Ucapnya kepada Auren dengan posisi berlari menuju UKS dengan menggendong Auren.


Pihak yang sedang berjaga di UKS pun dengan sigap membantu Auren dengan membuatnya tiduran setengah duduk, dan segera memberinya oksigen.

__ADS_1


"Hirup dan buang secara perlahan." Ucap pihak UKS kepada Auren.


__ADS_2