
"ya ampun....." Naoufumi menggelengkan kepalanya.
Mereka pergi ke toko senjata, Lelaki tua bersandar di meja dan menghela nafas ketika melihat Naoufumi Masuk dengan Naoufumi.
"Beri aku senjata Yaang bisa digunakan gadis ini. Dengan bajet dibawah 6 keping perak."
"....Hmph," desah pemilik toko itu lagi. "Aku tidak tahu apakah negara itu salah, Atau kau yang di khianati sehingga namamu jelek. Masa bodo. 6 keping perak kan?
"Iya. Dan apakah anda memiliki pakaian dan jubah lain disana?"
"....Tentu anda dapat memilikinya gratis."
Pemilik toko itu berdiri di tempat katika dia meletakkan pisau di atas meja.
"Ini adalah senjata yang bisa anda dapatkan dengan Anggaran anda."
Dilihat dari sisi kanan sampai kiri, ada pisau perunggu, baja, dan besi.
Harga berubah berdasarkan jenis penggunaan.
Naoufumi menyuruh Raphtalia memegang semuanya dan kemudian memilih yang yang paling cocok di mata Naoufumi.
"Yang ini" Kata Naofumi.
Raphtalia, dengan pisau di tangan tampak pucat, Dia melihat pemilik toko itu. lalu,
"Dan ini pakaian mu dan jubahmu."
Lelaki tua itu melemparkan dengan kasar ke arah Naoufumi sebelum membawa mereka ke kamar ganti. Naoufumi memberi pisau mengantar Raphtalia masuk. Dia masuk, dan batuk sepanjang waktu berganti pakaian.
"Mungkin sebaiknya kita mandi."
Ada sungai yang mengalir dekat ladang sungai yang mengalir melalui pedesaan yang terbagi menjadi tiga bagian hulu, dan Naoufumi menemukan keberadaan sungai itu baru-baru ini. Ada ikan dan jika Naoufumi bisa menangkap nya, Naoufumi akan menghemat uang untuk makan malam.
Ada ikan dan Naoufumi mengambilnya dengan tangan kosong dan dalam penggunanya. Membuka skill perisai ikan.
__ADS_1
kemampuan : Memancing plus 1
Dia memiliki sifat yang pendiam dan kemudian berlari ke arah Naoufumi. Pasti dia tahu bahwa dia ingin membantu Naoufumi. Naoufumi menatapnya dalam keadaan duduk dan mulai berbicara.
"Oke, Raphtalia, ini senjata mu. Saya berharap anda menggunakannya untuk melawan monster. apa kau mengerti?"
"....."
Dia memandang Tuannya.
"Baiklah, kalau begitu, Aku akan memberikan mu pisau ini..."
Naoufumi kemudian membuka jubahnya dan memperlihatkan balon orange disana. Menyodorkan kedepan Raphtalia dan berkata.
"Tusuk ini dan pecahkan."
"Hee?!"
ketika dia melihat Ballon itu, dia berteriak kaget dan tampak sangat terkejut bahwa dia hampir pingsan.
"Itu perintah. Lakukan " tegas Naoufumi.
"Saya tidak."
Dia melawan tetapi dia adalah seorang budak, dan ada sihir yang menghukumnya karena tidak menurut.
"Aduh..." teriak Raphtalia karena sihir aktif bila dia tidak melaksanakan perintah tuannya.
"Lihat? Jika kamu tidak menyerangnya, kaulah yang terluka."
Batuk! Batuk!
wajahnya jelek, dan gemetar-gemetar. Dia memegang cengkramannya pada pisau.
".....kamu..." gumam Naoufumi.
__ADS_1
Raphtalia memperkuat diri dan tekadnya. berlari menikam balon dari belakang.
"Kamu lemah! Berusahalah lebih keras!"
"....?! Tapi!"
Dia bangkit dari serangan terakhirnya. Sembari pulih, dia memantapkan pijakan dan menerjang maju untuk menyerangnya.
Balon itu meledak dengan letupan keras.
EXP 1
Raphtalia EXP 1
kata-kata itu muncul di hadapan Naoufumi, sebagai tanda bahwa telah mengalahkan musuh.
"Bagus" kata Naofumi.
Naoufumi mengusap kepalanya. Dia bingung dan berkata.
"Baiklah, selanjutnya."
Dia mengambil balon terkuat yang mengunyah lengannya dalam seminggu penuh.
Raphtalia mengangguk dengan tegas dan menyipitkan matanya sebelum menusuk balon dari belakang.
EXP 1
Raphtalia EXP 1
Hah! sebuah ikon berkedip di sudut penglihatannya.
"Sepertinya kamu sanggup melakukannya."
"....Batuk"
__ADS_1
Naoufumi menyuruhnya menyarungkan pisaunya dan dia melakukan apa yang Naoufumi minta.