Pahlawan_Perisai

Pahlawan_Perisai
Bab 18 : Membawa Raphtalia


__ADS_3

"Oh, hai, aku lupa."Naoufumi yang lupa dengan dia.


"Apa?"


Lelaki tua itu memelototi Naoufumi.


"Kau akan memiliki kehidupan yang sulit, berhati-hatilah."


"Terimakasih banyak"


Mereka meninggal kan toko itu dan pergi ke ladang. Berjalan di jalan utama, Raphtalia tampak kagum pada semua toko. Mereka masih berpegangan tangan saat melihat ke kanan dan kekiri. Dalam perjalanan ke kota, mereka berdua terhenti di tengah jalan oleh aroma enak di udara.


Naoufumi masih punya 3 keping perak. Dan dia cukup lapar. Naoufumi juga mendengar bunyi perut Raphtalia menggerutu bersamaan dengan perutnya.


Naoufumi mencari tempat cepat dan murah. Segera mereka masuk.


"Masuklah"


Tempat itu sedikit rusak, dan pelayan itu tampak agak bingung ketika dia membawa mereka ke tempat duduk mereka.Dalam perjalanan Raphtalia melihat sebuah keluarga sedang makan di sebelah ruangan. Dia melihat anak-anak yang sedang makan dan dia menatap itu dengan iri.


Jadi itu yang dia inginkan. Mereka mengambil tempat duduk mereka dan memesan sebelum pelayan punya kesempatan untuk pergi.


"Aku akan makan, makanan siang termurah. Untuk dia, sediakan apa saja yang dimakan anak itu." kata Naofumi kepada pelayan yang cukup mengerti dengan tatapan Raphtalia pada anak-anak itu.


"Apa?!" heran pelayan itu. dan segera berkata:


"Baiklah tuan. Harganya 9 keping perunggu."


"Baiklah"


Naoufumi memberinya 1 koin uang perak dan menerima sisanya. Menunggu makanan mereka tiba, Raphtalia yang sedang melihat sekeliling restoran. Sementara Naoufumi melihat kearah mereka yang berbisik dan melihat ke arah Naoufumi.


"K.....knpa?"


"Hm?"


Raphtalia mengatakan sesuatu, Jadi Naoufumi menatap dia. Dia menatap dengan ekspresi bingung di wajahnya. Mungkin dia sedang berpikir bahwa Naoufumi memberinya makan, Mengingat dia adalah seorang budak.


"Kau terlihat seperti ingin memakannya. Apa kau mau yang lain?" Tanya Naoufumi.


"Kenapa tuan memberi saya makan?".


"Aku sudah bilang...kamu seperti nya ingin makan."

__ADS_1


"Tapi....."


Dia benar-benar keras kepala.


"Makanlah, dan dapatkan kekuatan. Jika kamu berjalan dalam keadaan kurus begitu, Anda hanya akan mati kelaparan. Dan itu menyusahkan ku."


" Ini dia." Kata pelayan itu membawakan makanan mereka. Dia meletakkan makan siang itu di hadapan Raphtalia, dan makan siang di depan Naoufumi. Rasanya hambar seperti biasanya.


"....."


Raphtalia ingin memakannya.


"Apakah kamu tidak akan memakannya?" Tanya Naoufumi.


"..... Bisakah saya?"


"Ya kamu bisa. Cepatlah." kata Naofumi cepat.


Setelah dia mendengar ucapan Naoufumi, Akhirnya dia makan dengan santai. Dia ragu-ragu menyantap makanannya dengan tangan kosong. Yah dia memang budak. Tapi setidaknya Naoufumi berharap dia memiliki sopan santun yang baik.


Naoufumi mendengar bisikan-bisikan sekitarnya. Tapi dia Raphtalia menarik bendera tusuk gigi kecil dari ayam dan nasi dan memegangnya dengan hati-hati saat ia hendak menyantap makanannya.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Naoufumi


Naoufumi mengira hanya dialah satu-satunya yang tidak mendapatkan makanan yang enak.


Sembari makan, Naoufumi berbisik dengannya tentang perjalanan berikutnya.


Mereka selesai makan, Meninggalkan rumah makan dan pergi ke ladang.


Raphtalia yang dalam suasana hati yang baik. Menyandungkan lagu saat mereka berjalan. Tetapi begitu meninggalkan kota dan tiba di ladang dia sangat ketakutan, dan mulai menggigil.


"Jangan takut. Aku akan melindungi mu dari serangan monster" Kata Naofumi.


Dia tampak bingung lagi.


"Coba lihat ini, Itu adalah monster yang mengunyah lengan saya sekarang. Tidak sakit sedikit pun."


Naoufumi menarik jubahnya dan menunjukkan Raphtalia semua balon disana, mengunyah dia. Refleks, Raphtalia langsung mundur ke belakang.


"Itu...tidak sakit?"


"Tidak terasa"

__ADS_1


"benarkah?"


"Yah....ayo pergi"


"oke.... Batuk!"


Memetik rumput obat di sepanjang jalan, Mereka menuju ke arah hutan.


Hei ada satu, tidak! ....Ada tiga balon merah. Mereka berada di tepi sungai Naoufumi mengingatkan Raphtalia agar hati-hati. segera saat itu, Ballon itu menggigit Naoufumi.


"Sama seperti terakhir kali! cukup rusuk mereka dari belakang."


".....Baik"


Dia menerjang maju dan menusuk balon itu.


Bang! Bang! Bang!


Semua ballon pecah. Raphtalia langsung naik ke level 2.


Red small shield terpenuhi : Kondisi terpenuhi.


Red small shield : Kemampuan terkunci.


Melengkapi bonus : Pertahanan Naik 4.


Perisai Naoufumi berubah bentuk ke bentuk barunya. Raphtalia kagum dengan prosesnya.


"Bagaimana kamu.... Apakah kamu , Master?" Tanya Raphtalia


"Aku sendiri adalah pahlawan perisai."


"Pahlawan? Maksudmu seperti salah satu dari empat hal suci?"


"Kamu tahu tentang itu?"


Dia mengangguk.


"Benar. aku adalah salah satu pahlawan yang dipanggil. Tapi akulah yang paling terlemah."


Mengingat hal yang lalu, Membuat Naoufumi marah.


Melihat kemarahan Naoufumi, Raphtalia tiba-tiba kesal, jadi dia tidak melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2