Pahlawan_Perisai

Pahlawan_Perisai
Bab 19 : meracik obat


__ADS_3

"Ssshh......"


"Ngomong-ngomong, rencana untuk hari ini adalah menghadapi monster di hutan ini. Saya akan menahan mereka, Kamu akan menikam mereka" Kata Naofumi.


"Baik"


Mungkin dia sudah terbiasa denganku. Lirih Naoufumi


Mereka memasuki hutan, dan setiap kali mereka bertemu musuh, Naoufumi akan memancing perhatiannya, Meraihnya, Dan Raphtalia akan menikamnya dari belakang.


Tak lama kemudian, Mereka menemukan sesuatu selain ballon.


"LOOMUSH"


Itu putih seperti jamur, dan melompat-lompat, Dia memiliki mata yang sipit dan berdiri setinggi manusia.


Naoufumi mencoba memukulnya, Tetapi Naoufumi memiliki keberuntungan yang sama dengan balon.


Naoufumi menyuruh Raphtalia membunuhnya.


Setelah itu, mereka menemukan Bluemushws dan Greenmushes.


Mush Shield : Kondisi terpenuhi


Blue Mush : Kondisi terpenuhi


Green Mush : Kondisi terpenuhi.


Mush Shield : Kemampuan terkunci.


Melengkapi bonus : Penilaian tanaman 1


Blue Mush Shield : Kemampuan terkunci


Melengkapi bonus : Resep sederhana 1


Green Mush Shield : kemampuan terkunci


Melengkapi bonus : Peracikan


Tak satupun dari kemampuan diatas yang mampu meningkatkan status. Mereka berdua tampaknya memiliki kemampuan-kemampuan baru.


Pada akhir hari Raphtalia berada di level 3, Sementara Naoufumi telah naik ke level 5.


Malam pun tiba dan mereka meninggalkan hutan dan berjalan di sepanjang tepi sungai.


"Batuk....." Raphtalia batuk.


Raphtalia terdiam, dan mengeluh tentang apa pun dan bersama dengan Naoufumi sepanjang waktu.


Mereka harus menghabiskan setidaknya beberapa waktu untuk fokus pada pembangunan keuangan mereka.


Mereka tiba di sungai. Naoufumi membuka tasnya. Mereka mengambil beberapa kayu bakar, dan menyerahkan nya kepada Raphtalia. Dia menumpuk kayu dan menyalakannya.


"Pergi mandi, jika kamu kedinginan. Kamu bisa menghangatkan diri di perapian."


"....Baik"


Raphtalia membuka pakaiannya dan melompat ke dalam air. Naoufumi mulai memancing dan mencoba membuat makan malam untuk mereka. Ketika memancing, dia juga mengawasi keberadaan musuh, tetapi semuanya tampak baik.


Naoufumi mulai memeriksa harta yang mereka dapatkan hari itu.

__ADS_1


Mereka memiliki tumpukan ramuan obat yang cukup besar dan banyak ramuan yang tidak dapat dia ditemukan di ladang.


Mereka memiliki beberapa kulit balon dan banyak jenis jamur.


Dan Naoufumi sudah membuka empat jenis perisai baru. Jauh lebih efesien bila bekerja dengan budak.


Naoufumi mulai mencoba skill meraciknya.


Membuat resep dengan mudah.


Naoufumi menemukan satu resep yang bisa dibuat dengan bahan yang saat ini ia miliki.


Naoufumi memikirkan kembali apa yang akan dia jual di apotek. Apoteker telah mengerjakan sesuatu yang kelihatannya bisa dibuat dari bahan yang dia miliki, Jadi Naoufumi mengambil nya dan hanya menyalin apapun yang dia ingat.


pengobatan Penyembuhan dibuat :


Obat penyembuhan : Kualitas rendah.


Efektif bila segera dioleskan pada permukaan luka.


Informasi itu muncul tepat di depan mata Naoufumi. Naoufumi mengira itu sudah sukses. Perisai itu merespon tetapi tidak menyerap obat.


Naoufumi mendengar gertakan kayu di api. Raphtalia telah meninggalkan air dan pergi ke perapian untuk memanaskan dirinya.


"Sudah hangat?"


"Iya tuan. Batuk....."


Dia menderita semacam pilek. Pedagang budak mengatakan bahwa dia sedang sakit. Melihat itu Naoufumi segera membuat obat untuk dia.


Obat Normal : Kualitas menengah : Efektif pada pilek dan lemas.


"Ambil ini"


Dia meminum obat dengan tangan gemetar lalu dengan cepat menghabiskannya.


"Hah.... Hah...."


"Bagus....kerja bagus"


Naoufumi menggosok kepalanya, dan dia tidak berusaha menghentikannya.


Telinga rakun sangat halus. Naoufumi melihat ekor dan dahinya berkerut, seolah mengatakan "Apa yang kamu lihat?" Ekornya mulai berkibar kesal.


"Baiklah, waktunya makan malam" Kata Naofumi.


Naoufumi menyerahkan seekor ikan yang ditusuk dengan kayu, memanggangnya diatas api dan menyerahkannya kepada Raphtalia. Naoufumi menggigit nya tapi rasanya tidak enak. Seperti makanan tanpa rasa. Sedangkan Raphtalia, Naoufumi memandangnya heran karena makan dengan rakus.


setelah selesai makan, Raphtalia menatap api terpesona. Dia tampak ingin tertidur.


"kau sudah bisa tidur " Kata Naofumi.


Dia menggelengkan kepalanya dengan kuat.


Apalagi ini sekarang? Dia bertingkah seperti anak kecil yang tidak mau tidur. Tapi Naoufumi rasa merasa dia masih anak-anak, Jika Naoufumi meninggalkannya dia akan tertidur. Setelah itu dia bertanya-tanya apakah obat itu berdampak bagus. Raphtalia seperti nya tidak banyak batuk lagi.


Naoufumi sedang memikirkan apa yang akan dia buat selanjutnya.


Dia mengambil beberapa bahan jelek yang dia buat dan membiarkan perisai menyerapnya untuk melihat ap yang bisa dia dapatkan.


Small medicine Shield : Kondisi terpenuhi.

__ADS_1


Small potion Shield : Kondisi terpenuhi


Small medicine Shield : Kemampuan terkunci


Melengkapi bonus : Kemanjuran obat naik


small potion Shield : Kemampuan terkunci


Melengkapi bonus : Resistensi racun naik


salah satu bentuk perisai yang terbentuk seperti jamur dan daun. Naoufumi tidak tahu apakah obatnya berkhasiat.


Raphtalia yang tertidur tiba-tiba mulai berbicara.


"Tidak...tidak.....tidak....Bantu!"


Di mengalami mimpi buruk.


"Tidak,...Tidaaaakkk!"


Suara itu berdegung di telinga Naoufumi, bernada tinggi dan ketakutan. Ini tidak baik. Bagaimana jika teriakannya menarik monster?


Naoufumi berlari dan meletakkan tangannya di mulutnya.


"N.......!"


Tetap saja teriaknya berhasil menembus jari Naoufumi. Jadi Naoufumi mengerti pedagang budak itu ketika dia berkata bahwa dia memiliki masalah.


"Santailah ! Tenang!"


Raphtalia berteriak, tetapi masih dalam keadaan tidur. Naoufumi mengangkatnya dan memeluk nya erat untuk menenangkannya.


"Tidak! ayah...momy"


Dia memanggil orang tuanya. Air mata mengalir di wajahnya. Dia mengulurkan tangan, meminta bantuan.


Naoufumi tidak tahu, tapi dia bisa menebak seperti nya dia trauma dengan perpisahan orangtuanya.


"Kamu baik- baik saja.... Kamu baik-baik saja..."


Naoufumi mengusap kepalanya. Dia berusaha menenangkannya.


"ugh...."


Dia terus menangis dan memeluk erat Naoufumi.


"Arrrrr!"


sebuah balon muncul, tertarik dengan suaranya.


"Ya ampun...."


Naoufumi memegang Raphtalia dengan erat dan membunuh balon.


"Kamu sudah bangun?"


"Ahh?!"


Dia terkejut menemukan dirinya di pelukan Naoufumi dan matanya lebar karena terkejut.


"Ah....itu melelahkan" Kata Naoufumi.

__ADS_1


Naoufumi butuh waktu sebelum gerbang kastil dibuka. Ini adalah satu-satunya kesempatan untuk tidur siang.


__ADS_2