
Sebagian besar poin EXP diberikan kepada siapapun yang mendapatkan Last hit. Sedangkan untuk pembantu dalam membunuh monster akan mendapatkan sedikit EXP.
"Saya lapar ....."
Perutnya bergemuruh. Dia panik, dan khawatir.
"Baik. Mari kita kembali dan makan malam."
Ketika Mereka memasuki kota, Naoufumi pergi ke toko jarahan. Kulit Eggug tidak akan banyak digunakan untuk peracikan,Jadi Naoufumi memutuskan untuk menjualnya.
Dikombinasikan dengan penjualan Naoufumi di hari sebelumnya, Mereka menghasilkan 9 keping perak.
Naoufumi melihat Raphtalia yang sudah meneteskan air liur air liur pada gerobak makanan. Naoufumi tidak ingin memanjakannya tetapi sepertinya harganya yang terjangkau. Baik-baik saja.
"Kau mau makan itu?"
"Hm? betulkah?"
"Yah, kamu ingin memakannya, kan?"
Dia cepat mengangguk.
Dia jadi jauh lebih cepat menjawab sekarang.
"batuk....."
Dia masih batuk..
Naoufumi diam-diam memberikan dia obat kepadanya dan menempatkan pesanan mereka di gerobak. Mereka menjual sesuatu seperti kentang tebal, yang dibentuk menjadi bola/ bulat dan ditusuk.
"Ini dia. kerja bagus hari ini."
Naoufumi memberikan tusukan pada Raphtalia begitu dia selesai menelan obatnya, dia mengambilnya dan tersenyum.
"Terima kasih"
"Oh.....um..."
Dia tampak benar-benar bahagia.
__ADS_1
Dia mengunyah bola-bola itu ketika Kami berjalan di sekitar kota, mencari tempat tinggal.
"kamu ingin tinggal disini malam ini?"
"Tentu"
Naoufumi membayar kamar dan mereka masuk.
"Kembalilah sebelum gelap, dan coba untuk tetap dekat dengan penginapan., oke?"
"Baik"
Ya ampun sungguh. anak kecil .....
Setengah manusia tetapi mirip dengan manusia. Naoufumi menyaksikan dia bermain bola dari jendela, dan kembali belajar untuk meracik.
dua puluh menit kemudian. Lalu Naoufumi mendengar teriakan anak-anak.
"Kenapa ada setengah manusia bermain di tempat kita?"
Apaan? Naoufumi melihat keluar jendela. Di jalan ada sekelompok anak-anak, jelas adalah sekelompok anak nakal. Dan mereka mendekati Raphtalia seolah-olah mereka ingin berkelahi. Tidak peduli dunia apa yang Naoufumi datangi. Selalu ada orang seperti ini untuk bersaing.
"Ah, lihat dia memiliki sesuatu yang bagus! Berikan sini! "
Raphtalia mengerti bahwa dia setengah Manusia berada di kelas bawah. Dia tidak mau melawan nya.
Huff... Naoufumi meninggalkan ruangan dan berlari melewati tangga.
"Berikan sini! Apakah kau mendengarkan aku?"Kata bocil nakal itu
"Tapi aku....um...."
Dia lemah, dan takut, dan Naoufumi bisa tahu bahwa bocil-bocil ini akan mengambil bola dari nya dengan paksa. Mereka mengelilingi Raphtalia.
"Tunggu sebentar, bocah nakal."
"Apa-apaan? Siapakah orang tua ini?
"Apa? Orang tua? apapun, aku berusia dua puluh. Siapa yang tahu berapa usia yang mereka anggap dewasa di tempat ini? Saya kira saya adalah "Orang tua" bagi mereka 'Pikir Naoufumi'
__ADS_1
"Untuk apa kau mengambil mainan itu darinya?" Tanya Naoufumi.
"Apa peduliku? Itu bukan milikmu."
"Itu adalah milikku. Saya membiarkan dia memakainya. Jika anda mencurinya, Anda sudah mencuri dari saya."
Naoufumi tidak peduli mereka bocil-bocil. Naoufumi tidak akan pernah baik pada mereka. Jika mereka merasa ingin melanggar aturan, mereka akan dihukum.
Raphtalia kaget dan dia menoleh ke arah bocil-bocil yang tamapak berteriak.
"Lari!"
Tapi mereka tidak lari. mereka kembali melihat.
Naoufumi mengambil balon dari jubahnya.
OOUUUCCHH!!!
Naoufumi membiarkan balon itu menggigit anak itu sebelum segera menyimpannya kembali.
"Nah, sekarang.... Apakah kamu yakin ingin bermain dengan bolaku?"
"Aduh!"
"Apa kamu sudah gila?"
"Matilah! Arrggghhh!"
"Apa yang kupedulikan, bocah!"
Mereka berlari di jalan.
Raphtalia memegangi jubah Naoufumi.
"Hati-hati, kamu tahu ada balon disana"
Dia dengan cepat melepaskan jubah Naoufumi. terkejut. dia gemetar ketakutan, tapi perlahan dia mengangkat wajahnya dan tersenyum.
"Terima kasih"
__ADS_1
"Hum....baiklah"
Naoufumi menggosok kepalanya dan tersenyum.