
Putri Elisa mengantar Viel ke kamar, Tapi tidak ada yang memulai pembicaraan membuat suasana menjadi canggung.
Waktu berlalu tak terasa Viel sudah sampai didepan ruangan yang akan menjadi kamarnya untuk sementara waktu.
"Pahlawan Viel ruangan ini merupakan kamar Anda." Ucap lembut Putri Elisa.
"Terimakasih Putri Elisa bersedia mengantar Saya kekamar, dan Saya harap Putri Elisa untuk tidak memanggil Saya Pahlawan cukup dengan Viel saja." Balas Viel merasa kurang nyaman dengan panggilan Pahlawan.
"Saya tidak bisa begitu..." Ucap Putri Elisa dengan malu karena salah paham, Pada dasarnya dalam kaum Bangsawan yang dapat memanggil nama asli hanya Orang terdekat atau Orang terkasih.
"Saya merasa kurang nyaman apabila dipanggil Pahlawan, Jadi panggil saja saya dengan Viel." Balas Viel karena merasa bahwa Putri Elisa salah paham maksudnya.
"Ah.. Baik kalau begitu Tuan Viel." Ucap Putri Elisa dengan tersenyum malu - malu.
'Apa bedanya dipanggil Tuan dengan dipanggil Pahlawan, Tapi mungkin lebih baik Tuan dari pada dipanggil Pahlawan.' Pikir Viel dalam hati.
"Maaf dengan Putri?." Tanya Viel karena belum mengetahui nama Putri yang ada di hadapannya.
"Maafkan saya Tuan Viel Saya lupa memperkenalkan Diri, Perkenalkan nama Saya Elisa Aurelius V Astonia Putri satu - satunya dari Kaisar Marcus Aurelius V Astonia." Ucap Putri Elisa dengan gerakan salam khas para bangsawan.
Melihat gerakan anggun dari Putri Elisa, Membuat jiwa Otaku Viel meronta.
Viel menggerakkan tubuhnya dan mulai memperagakan gerakan Seorang Butler profesional.
"Salam kenal Putri Elisa Aurelius V Astonia." Ucap Viel dalam posisi salam Seorang Butler.
Viel saat dibumi merupakan penggemar berat Sebastion dari Anime Back Butler, Karena itu Viel sangat ingin melakukan gerakan Seorang Butler.
Melihat Viel yang melakukan gerakan itu membuat Putri Elisa salah tingkah, Karena tidak tahu harus membalas bagaimana.
"Ano.. Tuan Viel mohon jangan begitu saya bukan orang yang pantas." Ucap Putri Elisa dengan gugup.
"Ah.. Maafkan saya Putri Elisa, Saya hanya ingin mencoba gerakan Seorang Butler." Balas santai Viel kepada Putri Elisa.
"Tuan Viel Orang yang aneh ya.. Hahaha." Ucap Putri Elisa sambil tertawa kecil karena melihat tingkah laku Viel.
'Ternyata Putri Elisa bisa tertawa seperti itu, Manis juga.' Pikir Viel saat melihat Putri Elisa tertawa.
"Ya kalau begitu saya permisi dulu Tuan Viel, Semoga Anda dapat beristirahat dengan nyaman." Ucap Putri Elisa.
"Baik Putri, sekali lagi Saya berterimakasih karena Putri Elisa sudah mengantar Saya." Balas Viel.
"Bukan apa - apa Tuan Viel. Ah iya besok Saya akan kemari untuk mengantar Tuan Viel ketempat latihan, Selamat beristirahat Tuan Viel." Ucap Putri Elisa lalu pergi meninggalkan Viel.
Viel yang melihat Putri Elisa menjauh, Akhirnya Viel memutuskan untuk masuk ke kamar dan mulai beristirahat.
Karena begitu banyak kejadian yang tidak diduga Viel hanya bisa berusaha santai dan memikirkan semuanya dengan pikiran jernih setelah Dia beristirahat.
__ADS_1
Wush...
Semilir angin muncul bersamaan pintu dibuka, "Wah bagus juga gaya bangunan abad 15, Interior yang kuno membuat semua terlihat menarik." Ucap Viel sedikit kagum melihat kamarnya.
"Ya kalau seperti ini setidaknya diriku bisa merasa nyaman untuk beristirahat dan dapat menjernihkan pikiran dengan cepat." Puji Viel karena kamar ini membuat Dirinya nyaman.
Tak berlangsung lama Viel memutuskan untuk langsung tidur, Karena begitu banyak pikiran didalam kepalanya.
......................
Sedangkan diruang istana Kekaisaran Astonia saat ini berkumpul para Petinggi Kekaisaran mulai dari para Bangsawan kelas atas, Menteri - menteri, Hingga para Jendral Kekaisaran Astonia berkumpul diruang istana.
Kaisar Marcus saat ini duduk di singgasananya memikirkan rencana kedepannya untuk mencegah invasi Bangsa Iblis.
Diruang ini tidak ada satupun yang bersuara, Karena menunggu Kaisar Marcus berbicara terlebih dahulu.
"Baiklah sepertinya semua sudah berkumpul, Pertama Diriku ingin mendengar Ide kalian untuk mencegah Bangsa Iblis hingga Pahlawan menyelesaikan pelatihannya." Ucap Kaisar Marcus kepada semua petinggi Kekaisaran Astonia.
Yang pertama bersuara adalah Perdana Menteri yang bernama Hathir Dama, "Paduka hamba menyarankan agar di setiap perbatasan dengan wilayah Iblis untuk menerapkan pertahanan jangka panjang dan menunda membalas serangan hingga Pahlawan siap." Ucap Hathir.
"Apakah ada yang ingin memberikan Saran?" Ucap Kaisar Marcus.
"Saya setuju dengan Ide Perdana Menteri Hathir Paduka." Ucap Douglas sebagai salah satu Jendral Besar Kekaisaran.
"Saya juga setuju pendapat Perdana Menteri Hathir Paduka, Tapi Saya berharap untuk meningkatkan penjagaan di perbatasan Paduka." Ucap seorang Jendral yang bertanggungjawab di perbatasan.
Melihat tidak ada yang berniat memberikan Ide lagi Kaisar Marcus pun mengganti topik pembicaraan.
"Sekarang apakah ada yang ingin kalian tanyakan perihal Pahlawan?." Tanya Kaisar Marcus.
"Paduka hamba ingin bertanya, Kenapa Paduka tidak melakukan pengetesan kekuatan kepada Pahlawan?." Tanya salah Seorang Menteri.
"Huh sederhana saja, Apakah kalian tidak menyadari ada keanehan saat pertama kali Pahlawan muncul?." Tanya balik Kaisar Marcus kepada Menterinya tersebut.
"Mohon maaf Paduka hamba tidak terpikirkan apapun yang aneh." Ucap Menteri tersebut dengan mendudukkan badannya.
"Saat pertama kali Pahlawan muncul pastinya para penyihir menyadari bahwa ada aktivitas sihir dari sang Pahlawan, Benar bukan penyihir Agung?." Ucap Kaisar Marcus sembari melirik kearah penyihir Agung Merga.
"Benar Paduka, Saat asap putih mengelilingi Pahlawan secara tiba - tiba asap tersebut menghilang." Ucap penyihir Agung Merga.
"Itu semua karena sihir angin yang dilakukan oleh Pahlawan." Lanjut penyihir Agung Merga.
"Ya seperti yang dijelaskan penyihir Agung, Dan juga sepertinya saat pemanggilan, Pahlawan sepertinya sedang dalam keadaan marah terlihat dari nada bicaranya saat pertama kali berbicara." Ucap Kaisar Marcus.
"Walaupun Pahlawan tidak menunjukkan emosinya tapi dapat dilihat dari nada bicaranya, Dan sepertinya Pahlawan bukanlah seorang pemuda biasa karena dia tidak bergeming saat Jendral besar mengacungkan pedang kearahnya." Lanjut Kaisar Marcus menjelaskan apa yang dipelajari dari Viel.
"Saya memahami maksud Paduka, Kalau begitu hamba ingin menyarankan agar Pahlawan belajar soal dunia ini Paduka." Ucap Menteri memberikan sarannya.
__ADS_1
"Baguslah kalau kamu sudah paham, Dan perihal mengajarkan pengetahuan Dunia ini kepada Pahlawan itupun sudah Diriku persiapkan." Jawab Kaisar Marcus.
Lalu Kaisar Marcus melihat sekitar untuk mencari tahu apakah masih ada yang ingin bertanya, Tapi sepertinya tidak ada yang ingin bertanya lebih.
"Baiklah seperti sudah tidak ada yang ingin ditanyakan soal Pahlawan, Mari lanjut berdiskusi soal keadaan penduduk Kekaisaran Astonia saat ini." Perintah Kaisar Marcus.
"Baik Paduka." Jawab serempak petinggi Kekaisaran Astonia.
Diskusipun berlanjut hingga malam hari mulai dari ekonomi hingga keamanan penduduk Kekaisaran Astonia didiskusikan khususnya yang terkena akibat dari invasi Bangsa Iblis.
......................
Tak terasa waktu berlalu, hari pun berganti.
"Ugh silau." Keluh Viel
"Ah iya Aku lupa menutup tirai saat melihat bulan sambil tiduran, Jadinya malah kebablasan tidur untung ga masuk angin hehehe.." Viel tertawa kecil mengingat kecerobohannya Sendiri.
Lalu Viel berjalan kebalkon dan melihat kearah matahari. "Sepertinya sudah sekitar jam 7 melihat dari posisi matahari, Aku harus bersiap sebelum latihan." Ucap Viel.
"Tapi Dimana kamar mandinya?." Viel kebingungan dengan situasi saat ini.
Saat Viel sibuk berfikir, terdengar suara pintu sedang diketuk.
Tok tok tok..
"Maaf mengganggu Tuan Viel, Saya Elisa datang untuk mengantar Tuan Viel ketempat latihan." Terdengar suara dibalik pintu tidak lain adalah Putri Elisa.
"Tunggu sebentar Putri Elisa." Balas Viel sembari menuju pintu untuk membuka pintu.
Brak..
Suara pintu terbuka, "Silakan masuk terlebih dahulu Putri Elisa." Ucap Viel mengajak masuk Putri Elisa.
"Ah baik." Balas Putri Elisa.
Didalam kamar terdapat sebuah meja dan 4 kursi, Lalu Viel sedikit menarik 1 kursi dan mempersilakan Putri Elisa duduk.
Melihat perlakuan Viel membuat pipi Putri Elisa sedikit merona, Setelah Putri Elisa duduk Viel juga duduk di kursi yang berlawanan dengan Putri Elisa.
"Putri Elisa apa boleh saya bertanya satu hal sebelum menuju tempat latihan." Tanya Viel.
"Tentu saja boleh Tuan Viel, Selama saya bisa menjawab maka Saya akan menjawab." Balas Putri Elisa dengan tersenyum.
"Dimana tempat untuk bisa Saya mandi Putri Elisa." Tanya Viel kepada Putri Elisa.
......................
__ADS_1