
"Dimana tempat untuk Saya bisa mandi Putri Elisa."
Tanya Viel kepada Putri Elisa.
"Sebelum itu silakan Tuan Viel sarapan terlebih dahulu." Ucap Putri Elisa sambil memberikan makanan yang di bawa pelayan dibelakangnya.
"Baiklah." Ucap Viel memulai sarapan pagi.
"Apa Putri Elisa tidak sarapan juga?." Tanya Viel.
"Tidak perlu khawatir dengan Saya Tuan Viel, Saya sudah sarapan tadi diruang makan sebelum kesini." Balas Putri Elisa dengan senyuman.
15 Menit kemudian..
Melihat Viel sudah menyelesaikan makannya, "Apa Tuan Viel mau Saya antar sekarang?." Tanya Putri Elisa.
"Iya Putri Elisa Saya merasa kurang nyaman dengan badan Saya." Ucap Viel.
"Mari saya antar Tuan Viel." Ucap Putri Elisa.
Putri Elisa lalu bergegas mengantar Viel ketempat pemandian.
Saat dalam perjalanan, "Mohon maaf Tuan Viel pihak Kekaisaran belum bisa menyediakan pelayanan yang benar karena situasi saat ini." Ucap Putri Elisa karena tidak bisa menyediakan pelayan yang dapat digunakan untuk menjadi pelayan pribadi Viel.
"Tidak Putri Elisa, Saya tidak memerlukan pelayanan khusus karena itu hanya membuat Saya merasa tidak nyaman." Balas Viel.
Putri Elisa dan Viel terus berbincang, Dan Viel juga menanyakan hal - hal yang perlu Dia ketahui seperti tempat perpustakaan, ruang makan, dan lainnya.
Saat berbincang Mereka tidak sadar bahwa Mereka telah tiba didepan tempat pemandian.
"Silakan Tuan Viel ini tempat pemandiannya, Saya akan mempersiapkan baju ganti untuk Tuan Viel." Ucap Putri Elisa.
Tiba - tiba datang seorang Prajurit menghampiri Putri Elisa, "Tuan Putri, Paduka Kaisar menyampaikan pesan untuk Anda segera melakukan persiapan pesta." Ucap Prajurit tersebut.
Putri Elisa memanggil Pelayan yang menjaga tempat pemandian Dan menyuruhnya menyiapkan pakaian untuk Viel.
"Tuan Viel pelayan akan menaruh baju gantinya Dirak di dalam, Dan juga Pelayan akan mengantar Anda ketempat pelatihan. Jadi selamat menikmati pemandiannya." Ucap Putri Elisa.
"Iya terimakasih Putri Elisa." Ucap Viel.
Putri Elisa pergi diikuti Prajurit tadi.
Viel lalu masuk kedalam tempat pemandian, Dia cukup terkagum karena tempat tersebut cukup luas hingga dapat tempati puluhan Orang.
Lalu Viel mulai membersihkan Dirinya.
.....
"Fiuh.. Segarnya." Ucap Viel.
Setelah mengenakan pakaian yang telah disiapkan Viel keluar dari pemandian dan melihat Pelayan tadi yang menjaga sedang menunggu didepan.
"Halo." Sapa Viel kepada Pelayan tersebut.
"Halo juga Pahlawan Viel, Mari Saya antar ketempat pelatihan." Ucap pelayan.
"Baik." Balas Viel.
'Huh ga bisa diajak bercanda nih..' Pikir Viel melihat pelayan tersebut tidak menunjukkan emosi apapun.
5 menit kemudian..
"Disini tempat pelatihannya Pahlawan Viel, Kalau begitu Saya pamit undur diri kembali ke tugas Saya."
Ucap pelayan tersebut lalu pergi.
"Huh.. Baiklah waktunya bekerja." Ucap Viel memasuki tempat pelatihan berupa sebuah lapangan luas terdapat pula berbagai senjata di pinggir lapangan Dan juga ada banyak boneka latihan.
Saat memasuki tempat latihan Viel melihat seorang Pria tua berdiri di tengah lapangan, Walaupun lapangan tersebut cukup luas tapi tidak terlihat orang lain selain Pria tua tersebut dilapangan.
'Apakah Dia Pelatih yang disiapkan Kaisar Marcus?.' Pikir Viel.
Viel mendekat kearah Pria tua tersebut, 'Wajah yang tidak asing siapa ya?, Ah Aku ingat Dia itu Jendral yang mengatakan Aku lancang kemarin.' Viel mengingat siapa Pria tua tersebut.
__ADS_1
"Halo Jendral Douglas." Sapa Viel pada Jendral Besar Douglas.
"Hoho.. Kamu punya ingat yang baik rupanya." Balas Jendral Douglas.
'Gimana ga inget hadeh..' pikir Viel sambil tersenyum menanggapi perkataan Jendral Douglas.
"Ya tinggalkan basa basinya mulai sekarang Diriku akan menjadi Pelatih yang akan mengajarkan cara menggunakan senjata dan ilmu beladiri." Ucap Jendral Douglas.
"Dan mulai sekarang panggil diriku dengan Sir saat latihan." Lanjut Jendral Douglas.
"Yes Sir." Jawab Viel.
"Cepat tanggap juga ya Anak muda, Aku suka Anak muda yang cepat tanggap." Ucap Jendral Douglas memuji.
"Untuk permulaan larilah mengelilingi lapangan sejauh yang kamu bisa." Perintah Jendral Douglas.
"Yes sir." Balas Viel lalu Dia mulai berlari mengelilingi lapangan.
'Hm larikah?, Melihat luas lapangan latihan sepertinya kurang lebih sama seperti luas lapangan sepak bola.' pikir Viel.
'Kalau seperti ini sama seperti keseharian lari pagi dan sore saat di Bumi.' Saat di Bumi Viel rutin melakukan lari pagi dan sore mengelilingi sebuah lapangan sepak bola.
Viel mulai fokus belari mengelilingi lapangan.
"Hoho.. Seperti Anak muda itu akan berlari selama 1 jam menurut perkiraanku." Ucap Jendral Douglas menganalisis perkiraan berapa lama Viel berlari.
1 Jam kemudian..
"Hm sepertinya analisisku salah, Tapi melihat dari bentuk tubuhnya yang terlihat berisi Dia bisa bertahan Dan sepertinya Dia tidak kelelahan hebat juga Anak muda ini" Puji Jendral Douglas kepada Viel.
2 Jam kemudian..
"Hm.." Jendral Douglas mulai mentap Viel dengan serius.
4 Jam kemudian..
"Apa - apaan kekuatan fisiknya itu, Walaupun Dia seorang Pahlawan harusnya saat baru dipanggil Dia tidak ada bedanya dengan Prajurit biasa." Jendral Douglas tercengang.
8 Jam kemudian..
"Pahlawan Viel cukup berlarinya, Dan datang kemarilah." Perintah Jendral Douglas.
Viel yang mendengar namanya dipanggil tersadar Dan Dia mulai berlari kearah Jendral Douglas.
"Yes Sir." Ucap Viel saat sampai didepan Jendral Douglas.
"Sepertinya kamu tidak terlihat kelelahan Pahlawan Viel." Ucap Jendral Douglas.
"Tidak Sir, Tentu saja Saya lelah." Jawab Viel.
"Menurutmu berapa lama Kamu berlari?." Tanya Jendral Douglas.
"Maaf Sir, Saya tidak menghitung berapa lama Saya berlari." Jawab Viel.
"Huh.. Kamu berlari selama kurang lebih 8 jam Dan hebatnya kamu dapat mempertahankan kecepatan yang stabil dari awal hingga akhir." Puji Jendral Douglas melihat ketangkasan yang luar biasa.
"Sudah tak perlu memanggilku Sir lagi karena sudah bukan waktu latihan, Panggil saja sesukamu." Lanjut Jendral Douglas menyuruh Viel lebih santai.
"Huh.. Huh.. Akhirnya selesai juga dasar 8 jam berlari cape tau." Keluh Viel.
"Hahaha Pahlawan Viel kamu orang yang menarik." Jendral Douglas tertawa keras melihat tingkah Viel yang blak - blakan.
"Hey Kakek Dou jangan panggil Pahlawan dong, yang lainkan bisa kaya Viel aja." Balas Viel kepada Jendral Douglas.
"Ya kalau begitu akanku panggil Kamu nak Viel saja." Balas Jendral Douglas.
Jendral Douglas mendekat kearah Viel lalu menyentuh kedua pundaknya.
"Hm.. Nak Viel apakah kamu mengenakan sesuatu dibalik baju?." Tanya Jendral Douglas karena merasakan sesuatu saat menyentuh pundak Viel.
"Ah itu hanya sebuah rompi anti peluru, Yah kurang lebih seperti zirah pelindung kalau di Dunia ini." Ucap Viel menerangkan apa yang Dia pakai dibalik bajunya.
"Kenapa kamu mengenakan baju zirah nak Viel?, Bukannya sekarang tidak ada bahaya." Jendral Douglas penasaran alasan dibalik Viel mengenakan rompi anti peluru.
__ADS_1
"Yah hanya kebiasaan saja." Jjawab Viel.
Alasan Viel mengenakan rompi anti peluru, Karena saat kelas 3 SMP Dia pernah diculik oleh seseorang yang bersenjatakan pistol.
Untung saja dirinya punya ilmu beladiri hingga bisa lolos, Jadi mulai saat itu Viel selalu mengenakan rompi anti peluru.
"Terserahlah, Nak Viel mari ke pemandian bersama." Ajak Jendral Douglas.
Melihat kearah langit yang berwarna oranye menandakan waktu sore, "Cantiknya.." Puji Viel saat melihat langit.
"Nak ayo." Panggil Jendral Douglas.
"Iya iya Kakek Dou jangan teriak - teriak." Balas Viel dengan tersenyum.
'Hari pertama latihan tidak buruk walau melelahkan Dan juga sepertinya Kakek Dou bukan Orang jahat.' Pikir Viel karena dapat melihat pemandangan sore hari yang Cantik Dan juga mendapat Guru yang baik.
......................
Saat berada didepan pemandian Viel melihat pelayan yang sebelumnya, "Halo." Sapa Viel.
"Halo Pahlawan Viel, Baju ganti sudah Saya siapkan dirak." Ucap pelayan.
"Selamat menikmati pemandiannya Pahlawan Viel." Lanjut pelayan tersebut.
"Terimakasih." Jawab Viel lalu masuk kedalam pemandian.
Saat Viel didalam pemandian Dia melihat Jendral Douglas sudah berendam didalam air.
"Yo nak Viel kemarilah ada yang ingin Aku bicarakan denganmu." Ucap Jendral Douglas.
"Iya iya sabar Aku bilas dulu tubuhku." Jawab Viel.
Setelah membilas badan Viel masuk kedalam air.
"Hey nak Viel, Ternyata Kamu punya badan yang bagus." Puji Jendral Douglas melihat proporsi badan Viel di memiliki six pack, Walau tidak memiliki otot yang besar tapi otot - otot Viel begitu padat dan kuat.
"Yah biasa saja Kek, Ini karena kata Kakekku, Dia berkata agar Diriku selalu menjaga kondisi tubuhku dalam keadaan prima." Ucap Viel sedih mengingat perkataan Kakeknya yang sudah meninggal.
"Ya itu bagus, Dan juga nak Viel ternyata Kamu punya mata berwarna biru." Ucap Jendral Douglas menyadari perubahan warna mata Viel karena saat pertama kali bertemu Viel memiliki mata berwarna coklat.
"Itu juga salah satu kebiasaanku saja, Untuk menyamar agar tidak ada yang mengenaliku." Jawab Viel menggunakan lensa kontak untuk penyamaran.
Setelah itu Viel dan Jendral mengobrol beberapa saat.
"Kek Aku pergi duluan ya." Ucap Viel beranjak dari pemandian
"Iya jangan lupa besok latihan ditempat yang sama." Ucap Jendral Douglas mengingatkan.
"Iya baiklah." Ucap Viel melambaikan tangan lalu pergi.
Saat didepan pemandian Viel menyapa kembali Pelayan, "Halo." Sapa Viel.
"Halo Pahlawan Viel, mulai dari sekarang Saya akan menjadi Pelayan pribadi Anda." Ucap Pelayan.
"Nama Saya Ellie, Mohon bimbingannya Pahlawan Viel." Lanjut Ellie.
"Ah baiklah mohon bimbingan untuk kedepannya." Balas Viel.
"Dan jangan panggil Pahlawan, Panggil saja dengan yang lain saja." Ucap Viel.
"Baik Tuan Viel." Ucap Ellie.
'Terserahlah cape juga dengan tingkatan sosial di Dunia ini.' pikir Viel melihat kebanyakan Orang diistana Kekaisaran berbicara dengan formal.
Lalu Viel kembali menuju kekamarnya untuk beristirahat.
Saat didepan kamar, "Baiklah Aku akan istirahat Jadi jangan ganggu sampai besok, Dan Kamu bisa beristirahat juga." Ucap Viel kepada Ellie.
"Baik Tuan Viel." Balas Ellie lalu pergi.
Melihat Ellie pergi, Viel masuk kedalam kamar Dan mulai beristirahat.
"Huh capek, Butuh berapa lama untuk kembali ke Bu..." Ucap Viel sebelum terlelap dalam tidur.
__ADS_1