Pahlawan Yang Menjelajahi Alam Semesta Untuk Kembali Ke Bumi? Tak Semudah Itu Bung.

Pahlawan Yang Menjelajahi Alam Semesta Untuk Kembali Ke Bumi? Tak Semudah Itu Bung.
Belajar Dari Guru Jenius


__ADS_3

Setelah membersihkan badan, Viel menghampiri Ellie untuk menanyakan dimana tempat belajarnya.


"Ellie tolong tunjukan jalannya." Ucap Viel.


"Baik Tuan Viel, Mari." Balas Ellie paham apa yang dimaksud oleh Viel.


10 Menit kemudian..


"Disini tempat Anda belajar pengetahuan umum Tuan Viel." Ucap Ellie menunjuk sebuah ruangan didepannya.


"Baiklah Kamu tunggu didepan ya Ellie." Ucap Viel.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie patuh.


Lalu Viel masuk kedalam ruangan tersebut.


Didalam ruang terlihat seperti perpustakaan mini, Karena terdapat beberapa rak buku.


Selain itu terdapat juga beberapa tanaman hijau yang membuat ruangan ini menjadi tempat belajar yang ideal.


Dan didalam ruangan terlihat seorang Wanita sedang duduk di kursi yang menghadap langsung ke pintu, Membuat Viel saling bertatap dengan Wanita tersebut.


"Halo." Sapa Viel.


"Selamat siang Pahlawan Viel, Perkenalkan nama Saya Elaine Murphy." Ucap Wanita tersebut yang tidak lain Elaine Murphy yang merupakan salah satu jenius muda yang lulus Sarjana diusianya 20 tahun.


Note : Sarjana disini dimaksudkan untuk seorang lulusan akademi bergengsi dimana untuk lulus dibutuhkan pengakuan dari banyak Orang.


"Selamat siang Bu Guru Elaine." Sapa balik Viel.


"Hm.. Panggil Aku Elaine Sensei saja." Ucap Elaine dengan kesal.


"Baik Bu eh.. Elaine Sensei." Ucap Viel sengaja salah mengatakan *Bu*, Dia malah melihat sedikit retakan dimeja.


Note : penggunaan kata Sensei karena Viel itu dasarnya adalah Seorang Otaku.


'Huah.. Seramnya Elaine Sensei, Ga bisa diajak bercanda nih.' Pikir Viel melihat reaksi Elaine Sensei saat Dia hampir salah sebut.


"Bagus kalau paham, Sini duduk terlebih dahulu." Perintah Guru Elaine.


"Permisi Guru Elaine, Anda bisa memanggil saya dengan nama saja." Pinta Viel karena tidak nyaman dengan panggilan Pahlawan.


"Kalau begitu Viel untuk permulaan Aku akan mengajar cara membaca Dan menulis terlebih dahulu." Ucap Elaine Sensei sambil memberikan sebuah buku kepada Viel.


"Baik Elaine Sensei." Balas Viel.


"Buka halaman pertama." Ucap Elaine Sensei sambil menulis sebuah abjad yang berasal dari dunia ini dipapan tulis.


Setelah menulis semua abjad Elaine Sensei menaruh kapur Dan mengambil sebuah tongkat kecil.


"Baiklah, Perhatikan Dan ulangi apa yang Aku sebut dipapan ini." Perintah Elaine Sensei.


"Baik Elaine Sensei." Jawab Viel.


Waktu belajar terus berlalu hingga tak terasa sudah 4 jam terlewat.


Tring tring tring..


Bunyi sebuah jam kecil dimeja Elaine Sensei yang berbunyi.


"Baiklah, Seperti sudah waktunya untuk hari ini sampai disini saja." Ucap Elaine Sensei menaruh kembali tongkat kecilnya lalu duduk dikursi.


"Kamu boleh bawa buku itu, Dan jangan lupa untuk mempelajari ulang yang tadi Aku ajarkan." Lanjut Elaine Sensei.


"Baik Elaine Sensei." Jawab Viel.


"Sekarang Kamu boleh pergi." Ucap Elaine Sensei.


"Kalau begitu Saya pamit undur diri Elaine Sensei." Ucap Viel.


Melihat tidak ada tanggapan dari Elaine Sensei, Viel pergi menuju pintu.


Saat menyentuh gagang pintu, "Elaine Sensei Anda terlihat sangat anggun saat mengajar." Ucap Viel lalu keluar ruangan tanpa melihat kebelakang.


Sedangkan Elaine Sensei yang mendengar ucapan Viel, Diam saja Dan berkata "Dasar bocah bau tanah beraninya Dia berkata seperti itu kepadaku." Ucap Elaine Sensei dengan sedikit marah karena Viel menggodanya.


......................


Saat ini Viel sedang mempelajari ulang yang diberikan Elaine Sensei di kamarnya.

__ADS_1


"Ellie bisa ambilkan teh Dan sedikit kudapan." Pinta Viel kepada Ellie yang berdiri di sampingnya.


"Baik Tuan Viel, Mohon tunggu sebentar." Ucap Ellie segera pergi melakukan perintah Viel.


"Ya kurang lebih saat ini Aku sudah bisa membaca walau masih ada beberapa kata yang tidak kupahami, Mungkin Aku bertanya kepada Ellie saja ya." Ucap Viel.


"Untuk belajar menulis terlebih dahulu saja." Lanjut Viel mulai menulis dikertas kosong.


10 Menit kemudian..


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu terdengar, Lalu terbuka menampakkan Ellie sedang mendorong meja berisi berbagai kudapan serta teh.


"Permisi Tuan Viel, Kudapan serta teh yang Anda inginkan sudah siap." Ucap Ellie.


Lalu Ellie mulai menaruh satu persatu kudapan Dan teh ke meja.


"Terimakasih Ellie." Ucap Viel sambil mendekat ke meja makan Dan duduk dikursi.


Setelah Viel duduk, Ellie menungkan secangkir teh untuk Viel.


"Silahkan Tuan Viel." Ucap Ellie memberikan secangkir teh.


Saat Viel mencoba teh tersebut, "Hm.. Enak Kamu pandai membuat teh ya Ellie." Puji Viel karena dibumi Dia termasuk penikmat teh dibandingkan kopi.


"Sudah tugas Saya Tuan Viel untuk memenuhi keinginan Tuan." Balas Ellie.


"Oh ya Ellie bisa Kamu duduk juga?." Tanya Viel.


"Mohon maaf Tuan Viel Saya tidak pantas.." Sebelum menyelesaikan perkataannya, "Tugasmu memenuhi keinginan Tuanmu benarkan." Sela Viel sambil tersenyum.


Mendengar Viel berkata seperti itu membuat Ellie tidak punya pilihan selain duduk.


"Kalau begitu permisi Tuan Viel Saya izin untuk duduk." Ucap Ellie meminta izin untuk duduk.


"Ya tak perlu izin dariku hanya untuk sekedar duduk." Ucap Viel.


Mendengar itu Ellie duduk dikursi dengan terpaksa.


"Ga perlu tegang seperti itu Ellie, Aku hanya ingin mengobrol santai denganmu." Ucap Viel menerangkan niatnya.


"Kalau begitu Ellie, Apakah Kamu bisa membaca dan menulis?." Tanya Viel kepada Ellie.


"Saya bisa membaca dan menulis Tuan Viel." Balas Ellie.


"Bagus kalau begitu bisa kau artikan kata yang tidak kumengerti?." Tanya Viel.


"Bisa Tuan Viel." Jawab Ellie.


"Kalau begitu yang ini artinya apa?." Tanya Viel.


"Ah kalau ini artinya.." Ellie menjelaskan satu persatu apa yang Viel tidak mengerti dengan perlahan.


Viel juga mendengarkan penjelasan Ellie dengan seksama.


10 Menit kemudian..


Disaat sedang belajar Viel merasa sedikit lapar, Lalu Dia mulai memakan kudapan yang disiapkan Ellie.


"Ellie Kamu juga harus ikut makan kudapan ini, Karena Aku sendiri ga sanggup ngehabisin semuanya sendirian." Ucap Viel membujuk agar Ellie ikut makan.


"Saya.." Sebelum Ellie berkata lebih lanjut Viel sudah menyodorkan sepotong kue ke depan mulutnya.


"Aaaa.." Ucap Viel agar Ellie mau memakan kue tersebut.


"Saya bisa makan sendiri Tuan Viel." Ucap Ellie sedikit malu karena perlakuan Viel kepadanya terlalu..


"Baguslah kalau begitu cepat ambil kuenya kalau tidak Aku akan marah loh." Ucap Viel.


"Baik Tuan Viel." Ucap Ellie sembari mengambil sepotong kue lalu memakan kuenya.


Melihat Ellie memakan kue membuat Viel senang, Karena dirinya sedikit tidak nyaman apabila Ellie terlalu kaku kepadanya.


Setelah beberapa saat semua kudapan yang dibawa Ellie habis.


Setelah merasa kenyang, "Ellie tolong bersihkan piring - piring ini ya." Ucap Viel.


"Baik Tuan Viel." Ucap Ellie lalu membawa piring - piring tersebut ketempat pencucian.

__ADS_1


Saat Ellie keluar, Viel mulai belajar kembali.


Dia mulai mengambil beberapa buku dirak Dan membawanya ke meja belajar.


Viel mulai fokus membaca mulai dari buku sejarah Kekaisaran Astonia.


10 Menit kemudian..


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu terdengar, Lalu Ellie masuk.


"Permisi Tuan Viel." Ucap Ellie.


Melihat Viel yang fokus belajar hingga tidak menyadari kedatangannya, Ellie pun mulai mendekat kearah Viel dan mulai berdiri disamping Viel seperti biasa.


'Tuan Viel begitu fokus belajar, Bahkan Saat Aku berdiri disampingnya Dia tidak menyadari Aku.' Pikir Ellie sambil tersenyum senang melihat keseriusan Viel dalam belajar.


1 Jam kemudian..


Melihat Viel yang masih fokus belajar, Ellie pergi keluar untuk menyiapkan makan malam untuk Viel.


Saat Ellie memegang gagang pintu, "Ellie tunggu sebentar." Ucap Viel.


"Iya ada apa Tuan Viel?." Tanya Ellie.


"Kamu mau kemana?." Tanya balik Viel.


"Ah maaf Tuan Viel, Saya ingin menyiapkan makan malam untuk Anda." Ucap Ellie.


"Maaf Saya tidak izin terlebih dahulu Tuan Viel." Lanjut Ellie dengan membungkukkan badannya.


"Ah tak apa lagi pula Aku juga baru menyadari ada Kamu, Saat barusan Kamu lewat didepanku." Ucap Viel.


"Kalau begitu Aku minta untuk bawakan makan malam dalam porsi yang cukup banyak ya Ellie." Pinta Viel.


"Baik Tuan Viel." Ucap Ellie lalu pergi menyiapkan makan malam.


Setelah Ellie keluar, "Huh sepertinya Aku terlalu fokus belajar hingga tidak menyadari kedatangan Ellie." Keluh Viel karena dirinya terlalu fokus belajar hingga tidak memperhatikan sekitar.


20 Menit kemudian..


Tok tok tok..


Terdengar suara ketukan pintu, Lalu Ellie masuk membawa banyak makanan.


"Tuan Viel makan malam sudah siap." Ucap Ellie.


Lalu Ellie menaruh satu persatu makanan diatas meja makan.


Viel berjalan menuju meja makan, Lalu Dia duduk dikursi.


Ellie yang selesai menata makanan dimeja segara berdiri dibelakang Viel.


Melihat Ellie berdiri dibelakangnya, "Ellie kenapa Kamu berdiri disitu?." Tanya Viel.


"Maaf Tuan Viel, Apa Ada yang kurang?." Tanya Ellie karena mengira Dia melawatkan sesuatu.


"Bukan itu huh.. Ellie duduk dikursi Dan ayo makan malam bersama." Perintah Viel kepada Ellie.


"Tapi.. " Sebelum selesai berkata, "Ellie tidak ada tapi - tapian, Duduk Dan ayo makan malam bersama." Sela Viel sebelum Ellie berkata lebih lanjut.


"Baik Tuan Viel." Ellie hanya bisa patuh.


Setelah itu Viel Dan Ellie makan malam bersama, Diiringi Obrolan singkat diantara keduanya.


"Hua, Makan malamnya enak ya." Puji Viel.


"Ellie tolong bereskan piring kotornya ya, Setelah itu Kamu boleh istirahat." Ucap Viel.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie lalu pergi keluar membawa semua piring kotor.


"Setelah makan malam membuat Aku ngantuk, Apa mending tidur aja ya?." Ucap Viel.


Lalu Viel mencabut satu bunga dari vas yang ada dimeja belajarnya, Viel mulai mencabut satu persatu kelopak bunga.


"Tidur, Enggak, Tidur, Enggak..., Tidur." Di kelopak terakhir Viel berkata tidur, Jadi Viel memutuskan untuk segera tidur.


Bruk..

__ADS_1


Suara Viel yang melompat ke kasur, Tak butuh waktu lama hingga Viel terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2