Pahlawan Yang Menjelajahi Alam Semesta Untuk Kembali Ke Bumi? Tak Semudah Itu Bung.

Pahlawan Yang Menjelajahi Alam Semesta Untuk Kembali Ke Bumi? Tak Semudah Itu Bung.
Latih Tanding Dengan Kakek Dou


__ADS_3

Haripun silih berganti..


"Huah.. Tangan Aku masih pegel aja, Ya mau gimana lagi tes kemarin ga nanggung - nanggung sih." Keluh Viel saat merasakan tangannya.


"Kalau ga salah kemarin Kaisar Marcus bilang, Kalau butuh potion penyembuhan tinggal bilang ke Ellie." Viel mengingat obrolannya dengan Kaisar Marcus semalam.


Viel pun bergegas sarapan pagi.


Setelah sarapan pagi Dia membuka pintu kamar, Dan didepan pintu Ellie sudah menunggu.


"Ellie, Apakah Kamu bisa siapkan potion penyembuhan tingkat rendah?." Tanya Viel.


"Bisa Tuan Viel." Balas Ellie.


"Kalau begitu tolong siapkan satu untukku ya, Aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu jadi Aku menunggu didepan tempat pemandian ya." Ucap Viel lalu menuju ketempat pemandian.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie lalu pergi kearah yang berlawanan yaitu ketempat para alkemis.


Setelah membersihkan diri, Viel menunggu didepan tempat pemandian.


Tak menunggu lama Ellie datang Dan menghampiri Viel.


"Maaf membuat Anda menunggu Tuan Viel." Ellie meminta maaf atas keterlambatannya.


"Ya tidak apa - apa Ellie, Aku juga baru selesai membersihkan diri." Ucap Viel.


"Ah ini potion penyembuhannya Tuan Viel." Ucap Ellie Dan menyerahkan potion penyembuhan.


"Oh jadi ini potion penyembuhan, Kalau kata Kaisar Marcus potion penyembuhan tingkat rendah dapat menyembuhkan luka ringan." Ucap Viel mengingat penjelasan Kaisar Marcus.


"Mari kita coba khasiatnya." Ucap Viel Dan meminum potion penyembuhan.


"Huah rasanya pahit seperti jamu yang dulu diberikan Nenek." Keluh Viel saat merasakan potion penyembuhan.


Sesaat setelah meminum potion penyembuhan, Viel merasa tangan serta tubuhnya menjadi lebih baik.


"Ho.. Khasiatnya ternyata lebih baik dari yang Aku duga." Puji Viel melihat khasiat potion penyembuhan.


"Oh iya Ellie, Kalau boleh tahu harga potion penyembuhan tingkat rendah ini harganya berapa ya?." Tanya Viel yang penasaran dengan harga potion.


"Untuk potion tingkat rendah dihargai 1 keping emas, sedangkan potion tingkat menengah dihargai 10 keping emas Dan potion tingkat tinggi dihargai 100 keping emas." Ucap Ellie menjelaskan.


"1 keping emas itu seberapa banyak Ellie?." Tanya Viel.


"1 keping emas dapat menghidupi 1 keluarga yang berisikan 3 anggota selama dua minggu penuh." Ucap Ellie.


"Berarti ini mahal dong." Viel sedikit terkejut mendengar harga potion.


"Ya sudahlah, Ini sudah waktunya latihan dengan Kakek Dou jadi ayo ketempat pelatihan." Ucap Viel lalu bergegas menuju tempat latihan.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie sembari mengikuti Viel dibelakang.


5 Menit kemudian.


Saat sampai didepan tempat pelatihan, "Ellie Kamu tunggu disini saja ya." Perintah Viel.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie patuh.


Saat Viel masuk seperti biasa Jendral Douglas sudah menunggu di lapangan.


"Yo nak Viel." Sapa Jendral Douglas.


"Yo Kakek Dou, Sekarang mau latihan apa?." Tanya Viel.


"Ya tak perlu terburu - buru begitu nak Viel, Mari duduk Dan bicara sebentar." Ucap Jendral Douglas sembari berjalan kearah pojok lapang di sana terdapat kursi yang memanjang.

__ADS_1


"Baiklah." Balas Viel Dan mengikuti Jendral Douglas.


"Sini duduk." Ucap Jendral Douglas.


"Iya iya Kakek Dou." Balas Viel.


Setelah duduk di kursi, "Jadi apa yang ingin Kakek Dou bicarakan?." Tanya Viel.


"Ya, Cuma membicarakan evaluasi tes saja ko." Jawab Jendral Douglas.


"Hasilnya bagaimana Kakek Dou?." Tanya Viel karena penasaran hasil tes Dirinya.


"Dihari pertama Diriku mengetes seberapa besar staminamu, Sedangkan hari kedua mengetes ketangkasan fisik dan pikiranmu." Ucap Jendral Douglas.


"Dan untuk semua tes Kamu mendapat evaluasi bagus dariku, Tapi jangan sombong karena walau dapat evaluasi bagus sekarang menurut perkiraanku Kamu bahkan belum bisa mengalahkan satu Iblis tingkat rendah." Ucap Jendral Douglas.


'Ya karena untuk mengalahkan Iblis perlu menggunakan Aura agar bisa memberikan luka besar.' Pikir Jendral Douglas yang tidak memberikan keterangan lengkap agar Viel merasa lemah.


"Baiklah pelatihan hari ini Aku akan mengajarkan cara menggunakan senjata, Sebelum itu apa nak Viel pernah menggunakan senjata?." Tanya Jendral Douglas.


"Yes Sir, Saya sedari kecil diajarkan menggunakan pedang." Jawab Viel sambil berdiri didepan Jendral Douglas.


"Ho berarti Kamu sudah bisa menggunakan pedang?." Tanya Jendral Douglas.


"Yes Sir." Balas Viel.


"Kalau begitu mari lihat sebaik apa Kamu dalam berpedang nak Viel." Tantang Jendral Douglas sembari mengambil dua pedang kayu Dan melemparkan satu ke Viel.


"Ayo kita latih tanding sebentar nak Viel." Ucap Jendral Douglas berjalan menuju ketengah lapangan.


"Yes Sir." Balas Viel lalu mengikuti Jendral Douglas ketengah lapangan.


"Kamu boleh menyerang terlebih dahulu." Ucap Jendral Douglas berdiri tegak siap menerima serangan.


"Yes Sir." Ucap Viel mulai membentuk kuda - kuda Dan mulai melesat kearah Jendral Douglas.


Prang..


Suara pedang nyaring terdengar saat Jendral Douglas menahan tebasan pedang Viel.


"Ho bagus cukup kuat juga." Puji Jendral Douglas.


'He.. Walau begitu serangan biasa pasti tidak akan membuat Kakek Dou bergeming kalau begitu cuma bisa pakai caraku ya.' pikir Viel lalu mundur beberapa langkah.


"Baiklah sekarang giliranku menyerang nak Viel, Bersiaplah." Ucap Jendral Douglas melesat kearah Viel dalam sekejap mata.


Sriiinggg..


Brakk..


Terdengar suara pedang beradu, Lalu suara tanah terguncang Dan hancur.


"Anda kalah Sir." Ucap Viel berdiri disamping Jendral Douglas Dan mengarahkan pedang ke leher Jendral Douglas.


"Hahaha.. Hebat sekali Kamu nak Viel." Puji Jendral Douglas.


Kilas balik..


Saat Jendral Douglas menebas pedang secara vertikal, Viel bersiap dengan memiringkan sedikit badannya.


Lalu Viel lebih memilih mengubah arah serangan Jendral Douglas dibandingkan menahan serangan karena Viel tahu kalau Dia menahan serangan dapat dipastikan pedangnya akan hancur.


Jadi Viel mulai mengubah arah serangan dengan cara mengikuti arah serangan Jendral Douglas dan mengubah sedikit arah serangan hingga tidak mengenai dirinya.


Lalu memanfaatkan momentum efek hantaman keras Jendral Douglas Viel melompat kearah samping Jendral Douglas dan mengarahkan pedang ke arah leher Jendral Douglas.

__ADS_1


Dan itu semua terjadi dalam 2 detik.


'Huh untung Aku mengambil keputusan yang benar karena lebih memilih mengubah arah serangan dibandingkan menahan serangan Jendral Douglas.' Pikir Viel saat melihat tanah yang membentuk cekungan yang cukup dalam.


"Hei nak Viel apakah Kamu melihat seranganku tadi?." Tanya Jendral Douglas.


"Tidak Sir, Saya hanya menebak arah serangan Anda dari angin yang datang sesaat sebelum Anda mengenai Saya." Jawab jujur Viel.


'Berarti Dia memikirkan cara membalas serangan sesaat sebelum terkena serangan, Memikirkannya saja sedikit mustahil tapi ini sudah terjadi.' Pikir Jendral Douglas.


"Yah baiklah kalau begitu mari istirahat sebentar nak Viel, Diriku ingin sedikit mengevaluasi nilai Dirimu." Ucap Jendral Douglas.


"Terimakasih Sir." Ucap Viel lalu Dia menuju ke kursi untuk duduk.


'Huh sepertinya nak Viel berbakat dalam berpedang Dan juga baik dalam mengambil keputusan ini harus ku laporan kepada paduka Kaisar.' Pikir Jendral Douglas.


Lalu Jendral Douglas keluar dari tempat latihan, Diluar Dia menulis di sepucuk kertas.


Prok..


Jendral Douglas menepuk tangan sekali lalu ada Seseorang berdiri di samping Jendral Douglas.


"Berikan ini kepada paduka Kaisar." Ucap Jendral Douglas.


"Baik." Lalu Orang tersebut menghilang.


"Huh walau tadi Aku tidak serius dan hanya menebas secara normal tapi Aku melakukannya dengan kecepatan dan kekuatan yang bahkan tidak bisa ditahan oleh seorang kapten Kesatria." Ucap Jendral Douglas.


Jendral Douglas kembali masuk ke ruang latihan.


"Kemari nak Viel." Panggil Jendral Douglas.


"Yes Sir." Jawab Viel.


"Ini kenakan dikedua tangan Dan kedua kakimu." Perintah Jendral Douglas Dan menyerahkan 4 buah gelang.


"Yes Sir." Balas Viel sambil menerima Dan mengenakan 4 gelang tersebut.


"Ketuk masing - masing gelang tersebut sebanyak 3× untuk mengaktifkan dan ketuk 3× lagi untuk melepaskan gelangnya." Perintah Jendral Douglas.


Saat diketuk 3× gelang tersebut menjadi berat.


"Saat ini masing - masing gelang memiliki berat 10 Kg, Mulai sekarang gunakan gelang tersebut saat mengayunkan pedang 1000×, push up 1000×, sit up 1000×, ..." Jendral Douglas memberikan sederet tugas dimana setiap latihan dilakukan 1000×.


"Kamu boleh mulai dari sekarang." Ucap Jendral Douglas.


"Yes Sir." Jawab Viel mulai latihan dengan mengayunkan pedang.


4 Jam kemudian..


"Lapor Sir, Saya sudah selesai melakukan semua yang diperintahkan." Lapor Viel kepada Jendral Douglas.


"Bagus, Tepat waktu mulai hari ini latihan denganku hanya berlangsung 4 jam, Setelah pelatihan ini jadwal Dirimu adalah belajar pengetahuan umum." Ucap Jendral Douglas.


"Untuk tempat belajarnya tanyakan kepada Pelayan pribadimu." Ucap Jendral Douglas.


"Yes Sir." Jawab Viel.


"Sekarang pergilah sebelum terlambat masuk, Karena guru yang mengajar pengetahuan umum itu ketat soal waktu." Ucap Jendral Douglas.


"Terimakasih Kakek Dou." Ucap Viel Lalu melepaskan 4 gelang pemberat Dan memberikan kepada Jendral Douglas lalu pergi keluar ruangan.


Saat didepan ruang latihan, "Ellie Aku ingin mandi terlebih dahulu sebelum menuju ke jadwal selanjutnya." Ucap Viel.


"Baik Tuan Viel." Balas Ellie patuh.

__ADS_1


Lalu Viel menuju ketempat pemandian Dan diikuti Ellie dibelakang.


__ADS_2