Pahlawan Yang Menjelajahi Alam Semesta Untuk Kembali Ke Bumi? Tak Semudah Itu Bung.

Pahlawan Yang Menjelajahi Alam Semesta Untuk Kembali Ke Bumi? Tak Semudah Itu Bung.
Obrolan Santai Dengan Keluarga Kekaisaran


__ADS_3

"Ugh sudah pagi?." Ucap Viel terbangun saat terkena cahaya matahari mengenai mukanya.


Saat duduk di kasur Viel merasa lapar, Karena tidak makan malam.


Dia melihat ke kanan Dan Viel melihat makanan sudah tersedia di meja kamarnya, Melihat makanan tersebut Viel turun dari kasurnya Dan mulai sarapan pagi.


Setelah sarapan pagi Viel berdiri, "Yosh mari mulai hari baru dengan semangat." Ucap Viel dengan semangat Dan menuju ke pemandian untuk membersihkan diri.


Saat membuka pintu Viel melihat Ellie sedang berdiri didepan kamarnya.


"Halo Ellie." Sapa Viel.


"Halo juga Tuan Viel, Saya sudah menyiapkan pemandian Dan pakaian ganti Anda." Ucap Ellie.


"Baiklah, Terimakasih Ellie." Ucap Viel dengan tersenyum.


"Sudah menjadi tugas Saya Tuan Viel." Ucap Ellie.


"Iya." Balas Viel lalu pergi menuju ke pemandian diikuti Ellie dibelakang.


.....


Setelah dari pemandian Viel menuju tempat latihan.


"Baiklah sepertinya Kakek Dou sudah menunggu." Ucap Viel sesaat setelah sampai tempat latihan.


"Ellie kamu tunggu disini saja." Perintah Viel karena Dia malu kalau saat latihan ada yang melihatnya.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie.


Viel bergegas masuk tempat latihan.


"Yo nak Viel sudah sampai." Sapa Jendral Douglas.


"Yo Kakek Dou." Balas Viel.


"Baiklah mulai latihannya sekarang." Ucap tegas Jendral Douglas.


"Yes Sir." Balas Viel.


Jendral Douglas mengangguk melihat Viel cepat tanggap seperti biasa.


"Sekarang ayunkan pedang kayu itu sebanyak 50.000× Dan juga jangan lupa untuk menghitung setiap ayunan." Ucap Jendral Douglas.


"Yes Sir." Ucap Viel dengan wajah pucat.


'Hadeh lebih capek nih dari kemarin.' pikir Viel.


Viel mengambil pedang kayu Dan mulai mengayunkan pedang kayunya.


'Ya 50.000× ayunan hanya sebuah bualan, Karena waktu latihan hanya 8 jam kalau menghitung 1 detik 1 ayunan maka hanya menghasilkan 28.800 ayunan.' pikir Jendral Douglas


Karena tujuan latihan ini mengajarkan betapa lemahnya Viel Dan juga untuk meningkatkan semangat latihan Viel untuk menjadi kuat.


8 Jam kemudian..


"Viel kesini sekarang." Perintah Jendral Douglas.


Mendengar ucapan Jendral Douglas, "Yes Sir." Ucap Viel mendekat kearah Jendral Douglas.


"Berapa kali ayunan yang tadi Kamu lakukan?." Tanya Jendral Douglas.


"Maaf Sir, Saya hanya bisa mengayunkan sebanyak 41.095× saja Sir." Ucap Viel.


"Kalau begitu besok akan menjadi latihan yang sesungguhnya, hari pertama Dan kedua hanya sekedar tes." Ucap Jendral Douglas sedikit terkejut dengan jumlah ayunan Viel.


"Yes Sir." Jawab Viel.


"Sekarang istirahatlah." Perintah Jendral Douglas.


"Yes Sir." Jawab Viel bahagia karena tidak mendapat hukuman.


Setelah itu Viel meninggalkan tempat latihan.


Didepan ruang latihan Ellie sedang menunggu.


"Tuan Viel Anda diundang makan malam oleh Kaisar Marcus." Ucap Ellie.


"Ah baiklah sekarang Aku ingin membersihkan Diri terlebih dahulu, Dan ingat kan Aku kalau sudah waktunya makan malam." Ucap Viel dengan bergegas menuju ke pemandian.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie Dan mengikuti Viel dari belakang.


Setelah membersihkan Diri Viel memilih kekamar terlebih dahulu.


"Hey Ellie, Aku harus mengenakan apa saat makan malam?." Tanya Viel karena makan malam bersama Kaisar Marcus.


"Saya sudah menyiapkan baju untuk Anda dilemari Tuan Viel." Jawab Ellie.

__ADS_1


"Hoho.. Kamu ini kerjanya cepat ya Ellie." Ucap Viel.


"Bukan apa - apa Tuan Viel, Hanya melakukan tugas." Balas Ellie.


Viel masuk kekamar, "Ellie, Aku ingin sendiri dikamar, jadi Kamu tunggu didepan saja Dan kalau waktu makan malam akan tiba beritahu Aku." Perintah Viel.


"Baik Tuan Viel." Ucap Ellie patuh berdiri didepan kamar.


Viel masuk kamar, Dan Dia melihat ke kanan disitu terdapat rak buku yang tertata rapih.


"Hm.. Sepertinya baca buku bagus juga untuk meluangkan waktu." Viel mengambil salah satu buku.


"Ah Aku lupa, Akukan ga bisa baca bahasa dunia ini." Ucap Viel.


"Tapi kenapa Aku paham apa yang Mereka ucapkan ya?, Apa karena skill?, mungkin saja." Mengetahui Dia tidak bisa membaca buku Viel memilih malas - malasan dikasur.


2 Jam kemudian..


Tok tok tok..


Terdengar suara ketukan pintu, "Permisi Tuan Viel, Ini sudah waktunya makan malam." Ucap Ellie dibalik pintu.


Mendengar ucapan Ellie, "Baiklah Aku ganti baju terlebih dahulu." Balas Viel lalu menuju lemari untuk berganti pakaian.


"Hm baju yang mencolok." Ucap Viel melihat baju yang disiapkan Ellie dilemari.


5 Menit kemudian..


Srett..


Suara pintu terbuka.


Ellie yang menunggu didepan mendengar pintu terbuka, Dia melihat kearah pintu sedikit tercengang karena melihat penampilan Viel.


Karena saat ini Viel tidak menggunakan lensa kontak serta rompi anti peluru serta dia menyisir rambutnya, Yang dimana dia biasanya membiarkan sebagian rambutnya menutupi wajah.



"Ada apa Ellie, Apakah pakaian ini ga cocok buat Aku ya?." Tanya Viel melihat Ellie yang terdiam dari Dia muncul.


"Ah maafkan Saya Tuan Viel, Saya hanya sedikit terkejut dengan perubahan warna mata Anda." Jawab Ellie jujur.


"Ah ini memang warna mataku yang sebenarnya, Warna yang sebelumnya kugunakan untuk menyamar." Balas Viel.


"Kalau begitu tolong antar Aku keruang makan Ellie." Perintah Viel.


"Baik Tuan Viel." Ucap Ellie yang kembali normal.


"Ini ruang makannya Tuan Viel." Ucap Ellie.


"Baiklah, Terimakasih Ellie." Ucap Viel.


Saat Viel ingin masuk ruangan kedua prajurit tersebut membukakan pintu.


"Silakan masuk Pahlawan Viel." Ucap kedua prajurit tersebut.


Viel mengangguk Dan masuk kedalam ruang makan, Dia melihat meja memanjang dan kursi yang banyak Tapi terdapat 1 kursi yang berbeda diujung meja.


Saat ini diruang makan terdapat 3 orang selain Viel, Yaitu Kaisar Marcus, Putri Elisa Dan seorang wanita yang sepertinya adalah sang Ratu.


"Mari duduk disamping Diriku Pahlawan Viel." Ucap Kaisar sembari menunjuk ke kursi disebelah kirinya.


"Baik Paduka Kaisar." Balas Viel.


Dia duduk di kursi yang ditunjuk oleh Kaisar Marcus.


"Baiklah semua sudah lengkap." Ucap Kaisar Marcus.


Kring kring..


Kaisar membunyikan lonceng kecil 2×, Lalu muncul beberapa Pelayan yang membawa banyak makanan dari pintu yang berbeda dari Viel masuk.


Tak butuh satu menit untuk para pelayan menyusun makanan di atas meja dengan rapih, Setelah selesai para Pelayan keluar ruangan dengan rapih.


"Mari makan terlebih dahulu Pahlawan Viel." Ucap Kaisar Marcus.


"Baik Paduka Kaisar." Balas Viel.


Lalu semua yang ada diruang makan mulai menghabiskan semua makanan, Khususnya Viel yang memakan cukup banyak makanan yang ada dimeja.


15 Menit kemudian..


Setelah semua Orang kenyang, Dan hampir semua makanan habis Kaisar Marcus kembali membunyikan lonceng kecil 2×.


Kring kring..


Lalu para Pelayan mulai masuk keruangan Dan mulai mengambil semua piring - piring, Lalu membawanya keluar.

__ADS_1


"Baiklah Pahlawan Viel mari mengobrol sebentar, Tapi sebelum itu Saya meminta maaf karena kurangnya pelayanan yang dapat Kami berikan." Ucap Kaisar Marcus sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu begitu Paduka Kaisar, Justru Saya lebih nyaman apabila hanya ditemani 1 Pelayan saja." Ucap Viel meminta Kaisar Marcus untuk tidak menundukkan kepalanya.


'Satu pelayan aja udah buat ga nyaman apalagi kalau nambah ga bisa bayangin.' pikir Viel.


"Dan Paduka Kaisar bisa memanggil Saya dengan santai saja seperti Viel saja." Viel meminta untuk tidak dipanggil Pahlawan.


"Baiklah, Kamu juga boleh memanggilku lebih santai" Ucap Kaisar Marcus.


"Kaisar Marcus bagaimana dengan itu Paduka Kaisar?." Tanya Viel.


"Ya terserah Dirimu saja nak Viel." Balas Kaisar Marcus.


"Ya sebelum mengobrol biar Diriku perkenalkan kepadamu Ratu Kekaisaran Astonia, Sarah Aurelius V Astonia." Ucap Kaisar Marcus dengan menatap kearah Ratu Sarah.


"Salam kenal nak Viel." Ucap Ratu Sarah dengan senyum diwajahnya.


"Salam kenal juga Ratu Sarah, mohon bimbingannya untuk kedepannya." Balas Viel kepada Ratu Sarah.


"Fufufu.. Kamu ini anak yang manis ya." Ucap Ratu Sarah sambil tertawa kecil.


"Hahaha.." Tawa kecil Viel yang tidak bisa menanggapi perkataan Ratu Sarah.


"Sayang tidak baik menggoda nak Viel, Lihat Dia tidak bisa menanggapinya." Ucap Kaisar Marcus yang ikut tertawa melihat tanggapan Viel.


"Ibunda jangan terus menggoda Tuan Viel." Ucap Putri Elisa yang menggembungkan pipinya.


"Arara.. Sayang ada yang cemburu nih." Ucap Ratu Sarah kepada Kaisar Marcus.


"Hahahaha.." Kaisar Marcus dan Ratu Sarah tertawa melihat tingkah Putri Elisa.


Melihat bagaimana keluarga ini bercengkrama membuat Viel sedikit iri.


"Permisi Kaisar Marcus, Kalau boleh tahu apa yang ingin anda bicarakan dengan Saya?." Tanya Viel.


"Ya tidak perlu serius begitu nak Viel, Hal yang ingin Diriku bicarakan bukanlah hal yang serius." Ucap Kaisar Marcus agar Viel dapat lebih santai.


"Oya Diriku baru sadar, Apa yang terjadi dengan Matamu?." Tanya Kaisar Marcus menyadari perubahan warna mata Viel.


"Ya bukan hal spesial hanya saja saat sebelum dipanggil Saya sedang menyamar." Ucap Viel.


Putri Elisa yang dari tadi tidak berani melihat wajah Viel sejak masuk ruangan, Baru melihat saat Kaisar Marcus berkata ada perubahan yang terjadi kepada Viel.


Wajah Viel membuat Putri Elisa tersipu malu karena ketampanan Viel.


"Oh begitu rupanya, Ya mari berbicara secara santai." Ucap Kaisar Marcus.


Setelah itu semua yang ada di ruangan mengobrol dengan santai Dan sesekali terdengar tawa.


Tak terasa waktu berjalan cepat, "sepertinya sudah masuk waktu tidur, Kalau begitu Diriku akan mengakhiri obrolan hari ini." Ucap Kaisar Marcus.


"Oh benar, Diriku hampir lupa memberitahu nak Viel soal yang akan menjadi Guru sihirmu akan datang dalam 3 hari lagi Dan juga 5 hari lagi akan diadakan acara penyambutan Dirimu." Lanjut Kaisar Marcus.


"Untuk lebih jelas, Tanyakan saja kepada Pelayan pribadi Dirimu." Ucap Kaisar Marcus kepada Viel.


"Baik, Kaisar Marcus kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, Saya pamit undur diri." Ucap Viel lalu berdiri Dan keluar ruangan.


Melihat Viel keluar ruangan Putri Elisa segera mengikuti Viel keluar ruangan.


"Sepertinya Putri kita sedang jatuh cinta." Ucap Ratu Sarah kepada Kaisar Marcus.


"Huh.. Sepertinya begitu." Kaisar Marcus menghela nafas melihat perilaku Putri Elisa.


.....


Diluar ruangan Viel mendekat ke Ellie berada, "Ayo kembali Ellie." Ajak Viel.


Sebelum Viel pergi jauh Putri Elisa memanggil, "Tunggu Tuan Viel." Panggil Putri Elisa.


Viel melihat kearah Putri Elisa, "Ada perlu apa Putri Elisa?." Tanya Viel.


"Bukan apa - apa Tuan Viel, Hanya saja Saya ingin mengucapkan Selamat beristirahat Tuan Viel." Ucap Putri Elisa dengan senyum manis diwajahnya.


"Hahaha.. Putri Elisa bersikap begitu manis ya." Ucap Viel blak - blakan terhadap perilaku Putri Elisa yang datang menghampiri hanya untuk mengucapkan hal sederhana.


'Putri Elisa ini perilakunya tidak dapat ditebak ya.' Pikir Viel.


"Aduh apa sih yang Anda ucapkan." Putri Elisa langsung pergi meninggalkan Viel karena malu.


"Hey Ellie apakah Putri Elisa selalu begitu?." Tanya Viel.


"Tidak Tuan Viel, Saya juga baru pertama kali melihat Putri Elisa bersikap seperti itu." Jawab jujur Ellie.


"Ya sudahlah, mari kembali untuk beristirahat." Ucap Viel lalu kembali ke kamar.


"Baik Tuan Viel." Jawab Ellie Dan mengikuti Viel.

__ADS_1


'Putri Elisa kah?, Mungkin kalau ini 2 tahun yang lalu Aku mungkin jatuh cinta kepadanya." Pikir viel.


Setelah sampai didepan kamar Viel langsung menyuruh Ellie pergi beristirahat, Dan Viel memutuskan untuk langsung tidur di kamarnya.


__ADS_2